cover
Contact Name
Andi Muhammad Ilham
Contact Email
kuansing28@gmail.com
Phone
+628126822811
Journal Mail Official
jurnal@riau.go.id
Editorial Address
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Riau, Jl. Gajah Mada No.200, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi
ISSN : 24778532     EISSN : 30473411     DOI : -
IPTEKIN merupakan jurnal yang memuat naskah/artikel hasil penelitian dan pengembangan, hasil analisis ilmiah data primer dan data sekunder, kajian (review) tentang topik terkini, analisis kebijakan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun. Dalam menjaga kualitas artikel yang diterbitkan akan dilakukan cek plagiat dengan menggunakan Turnitin. Tim editor dan reviewer jurnal ini terdiri dari para ahli dibidangnya dan proses review dilakukan dengan sistem double blind peer review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2018)" : 9 Documents clear
Arah Kebijakan dan Strategi Program Penelitian dan Pengembangan Provinsi Riau 2019-2024 Irdon; Gevisioner; Karyanti; Zakia, Ismon; Erwan, Edi; Romus, Mahendra; Taslapratama, Irwan; Yendraliza; Ali, Aryadi; Siradjuddin, Irsyadi; Efendi Harahap, Anwar; Misrianti, Restu
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran kegiatan penelitian dan pengembangan (kelitbangan) diharapkan mampu menghasilkan berbagai terobosan baru dalam mendukung optimalisasi kinerja pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan daerah secara tepat sasaran dan berdaya saing. Tujuan penelitian adalah menyusun rencana induk kelitbanganyang mengakomodir berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan dalam satu konsep rencana kelitbangan secara komprehensif dan sinergis. Jenis penelitian adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara FGD dan studi literature. Beberapa peluang Kelitbangan Provinsi Riau adalah sebagai berikut: 1) Hasil kelitbangan berpeluang menjadi referensi utama dalam perumusan kebijakan di Provinsi Riau, 2) Menghasilkan berbagai inovasi untuk mempercepat pembangunan daerah, 3) Rujukan sumber data kelitbangan dan potensi Daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut indikasi program prioritas kelitbangan daerah yang harus dilakukan dalam periode 2019-2024 adalah : 1) Program tata kelola pemerintahan danpelayanan publik, 2) Program sosial dan kemasyarakatan, 3) Program ekonomi dan pembangunan daerah, 4) Program inovasi dan pengembangan iptek.
Penguatan Kelembagaan Pengembangan Sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau Gevisioner; Agusnimar; Bahri, Saipul; Azmansyah; Sutriana, Selvia; Fakhroz, Irzal; Ermawati; Karyanti
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi sagu yang begitu besar di Kabupaten Kepulauan Meranti perlu mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai pihak.Salah satu persoalan mendasar dari upaya pengembangan komoditas sagu adalah masih terbatasnya dukungan kebijakan (policy) dan kemauan politik pemerintah dalam bidang ini.Metodologi yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metoda diskriptif dan analisis kualitatif. Hasil review menunjukkan bahwa Oleh karena itu masih diperlukan kelembagaan lainnya tidak hanya lembaga tersebut membantu masyarakat dalam memasarkan roduk sagu, tetapi juga membantu masyarakat dalam pemenuhan finansial/modal usaha. Kelembagaan ini sangat diperlukan karena kelembagaan yang ada belum mampu berperan maksimal.Sagu akan menjadi bernilai tinggi ketika penguatan dilakukan melalui aspek budidaya, kelembagaan baik kelembagaan pemasaran maupun kelembagaan keuangan, dan peningkatan efisiensi rantai pasok melalui intervensi pemerintah. Guna mendukung penguatan kelembagaan pengembangan sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti pemerintah daerah sebaiknya lebih memperhatikan kebijakan terkait dengan aspek kelembagaan pemasaran dan keuangan serta hilirisasi sagu.
Pemanfaatan Kanal pada Kawasan Gambut untuk Pengembangan Budidaya Ikan di Kabupaten Pelalawan Riza, Subkhan; Miswaruddin; Harahap, Sampe; Hendrik; Putra, Iskandar
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran kanal dibangun sebagai cadangan air untuk kawasan perkebunan, mengatasi kebakaran hutan dan lahan serta sarana transportasi. Selain itu saluran kanal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui usaha budidaya ikan. Penelitian ini berujuan untuk mengidentifikasi saluran kanal yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya ikan, dan menilai kualitas air dan budidaya ikan pada saluran kanal di kawasan gambut.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.Hasil penelitian menunjukkan panjang total saluran kanal di Kabupaten Pelalawan sepanjang 4.730.958 meter, terdiri dari dengan izin IUPHHK sepanjang 3.071.338 meter, izin HGU sepanjang 726.380 meter dan kanal masyarakat sepanjang 933.240 meter.Saluran kanal yang dikelola masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk usaha budidaya ikan sekitar 1% dari 933.240meter atau 9.332 meter.Kualitas air di saluran kanal terdiri dari pH berkisar 3.9-4.7, suhu 26-31 oC, oksigen terlarut 2.50-2.80 ppm, amoniak 0.43-0.58 dan kecerahan 25-30 cm.. Ikan yang dapat dipelihara adalah jenis ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan kepadatan 150 ekor/m2 (300 ekor/wadah) dengan wadah budidaya adalah karamba modifikasi yaitu bagian bawah dan sebagian dinding tertutup oleh papan yang dilapisi plastik terpal, sedangkan jenis ikan lainnya adalah jenis Toman yang relatif mudah dalam pemeliharaannya. Berdasarkan analisis didapatkan bobot mutlak 136,5 g, laju pertumbuhan harian 7,6 %, tingkat kelulushidupan 91 % dan konversi pakan 0,8 untuk ikan lele dumbo.
Sistem Jaringan Komunikasi dalam Pembangunan Nasional Biryanto
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication network system is a unity of the components of the nation as interconnected communication participants functionally, and has a specific purpose in social system. The purpose of the study is to discuss the role of central and local governemnt as an element in national development, and analyze the communication network system. The method used is literature study by combining communication theories, research results, and government regulations. On national development, the central governement acts as the responsible party, the compiler, and the implementer of national development assisted by local government based on distribution of government affairs. The success of national development is determined by the active role of all components, namely government (central and local), private, and community. Accelerated development can be implemented by optimizing the communication network, so that development information can be accessed quickly and accurately by all components of nation. Availability of access to development information, is expected to increase awareness, and encourage all components of nation to play an optimal role to achieve the goals of national development.
Pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan pada Balita Gizi Kurang di Kabupaten Kampar Amalia, Rica; Harahap, Heryudarini; Nurlisis
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrition is still a problem in community and it is cause of mortality in high risk groups of infant and toodlers. One of way to solve malnutrion problems in Kampar district is supplementary feeding program recovery (PMT-P) from ministry of health. PMT-P is biscuits for 90 days. This study was to evaluate the implementation of PMT-P program in district of Kampar. The study was observational and used qualitative research. The study informants consisted of three main informants and 16 second informant. The study was conducted in 3 primary healthcare centers and undernourished children as a subject.The data was conducted by in-depth interviews. The PMT-P program in the Kampar District was not carried out according to the standards and stages of the Ministry of Health technical guidelines. The preparation stage was not maximal, such as socialization/ counseling, and formation of the target group was not created. The stage of implementation was the distribution and counseling was not gone well. The monitoring stage such as home visited, length measurements was not conducted in all children. The recording was not done properly by the midwife. No record of the number of biscuits consumed by mothers and village midwives. Reporting was not yet an obligation to do. It is recommended for all stakeholders to implement the PMT-P program in accordance with the existing provisions.
Kualitas dan Kuantitas MPASI Terhadap Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan Destriyani , Reni; Mitra; Nurlisis; Septiani, Winda; Harahap, Heryudarini
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi kurus pada anak balita di Indonesia pada tahun 2013 adalah 19,6%, berarti merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) dengan kualitas dan kuantitas yang cukup merupakan faktor penting dalam pencegahan timbulnya masalah gizi dan mempertahankan status gizi yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proporsi status gizi kurus dan menilai kualitas (keragaman dan jenis MPASI), kuantitas (frekuensi, usia pemberian MPASI, asupan energi dan protein) terhadap status gizi anak usia 6-24 bulan. Penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Teluk Pambang pada tahun 2017. Subjek adalah 205 anak. Ditemukan ada hubungan yang signifikan (p
Strategi Kebijakan Penerapan Inseminasi Buatan Pada Peternakan Sapi di Provinsi Riau liza, Yendra; Surnadi; Gazali Lubis, Helmi
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The technology of livestock reproduction begins with the introduction of artificial insemination (IB) technology which aims to make maximum use of a superior male animal. The aim of the study was to asses the knowledge, motivation and adoption of artificial insemination technology by farmers, to find out the socioeconomic characteristics of the breeders and their influence on the level of use and the success rate of the implementation of artificial insemination, and to determine some strategies, policies and application of IB in Riau Province. The method used in this study was survey. Data analysis was SWOT. The study found that motivation, breeders' knowledge in Siak, Indragiri Hulu and Rokan Hulu Regency about artificial insemination technology were high. Adoption of artificial insemination technology in the study location was relatively relatively long adopted by farmers, which was an average of> 60 months. Socio-economic aspects influence the adoption of artificial insemination technology. The strategy that must be created in the implementation of IB in Riau province is an aggressive growth strategy (Growth Oriented Strategy) and competitive advantage.
Formulasi Kebijakan Pemerintahan Desa Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2011 di Desa Penyagun Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti Devi Wedayanti , Made
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Pemerintahan Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa mengatur bahwa penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Desa didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dan Bantuan Pemerintah Desa. Aturan tersebut diperkuat dengan SK Menteri Dalam Negeri Nomor: 140/640SJ tanggal 22 Maret 2005 tentang pedoman Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Kabupaten kepada pemerintahan Desa, serta peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 tahun 2007 tentang pedoman pengelolahaan Keuangan Desa. Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti membuat peraturan Bupati Kepulauan Meranti Nomor 41 tahun 2011 tentang pedoman pengelolahaan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Kepulauan Meranti Desa Penyagun kecamatan Rangsang kabupaten Kepulauan Meranti, dimana dalam membuat formulasi kebijakan tanpa melibatkan semuaPemeran Serta resmi ( Kepada Desa dan perangkat Desa serta BPD) dan pemeran serta tak resmi (kelompok kepentingan dan warga individu) didalamnya termasuk semua unsur pimpinan (pemuka) yang ada dimasyarakat. Sehingga pada saat realisasi kegiatan banyak yang tidak tepat sasaran. Tujuan yang ingin dicapai dari peneliti ini adalah untuk mengetahui Formulasi kebijakan Pemerintahan Desa dalam pengelolahan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2011 di Desa penyagun Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dalam formulasi kebijakan Pemerintahan Desa.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pada tahapan Perencanaan dari tahap Penyusunan Perumusan ADD Tahun 2011 tidak terlaksana dengan baik disebabkan sedikitnya keterlibatan Peran serta Resmi dan peran serta tak resmi. Demikian juga dalam proses klarifikasi dan identifikasi terhadap masalah dan issue yang berkembang sama sekali tidak ada pengkajian yang dilakukan sehingga pada tahap penggunaan ADD banyak mendapat tantangan dan kritikan dari masyarakat di desanya.
Penguatan Kapasitas Pengolah Sagu Tradisional di Kabupaten Kepulauan Meranti Purnama Saghita, Elnovrian; Gevisioner; Utiya Syah, Shinta
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan usaha pengolahan sagu tradisional tidak terlepas dari kapasitas pengolah sagu, baik kapasitas diri maupun kapasitas usaha yang dimiliki. Penguatan kapasitas pengolah sagu untuk meningkatkan kualitas produk olahan sehingga memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dibanding produk olahan lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui tingkat kapasitas pengolah sagu tradisional di Kepulauan Meranti dan merumuskan pola penguatan kapasitas pengolah sagu tradisional dalam rangka keberlanjutan usaha pengolahan sagu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.Analisis data yang dilakukan dengan statistik deskriptif untuk merumuskan pola penguatan kapasitas pengolah sagu tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan sagu tradisional di Kabupaten Kepulauan Meranti didominasi wanita (75,86 %), selebihnya pria (24,14 %), dengan rata-rata umur 47 tahun, mempunyai rata-rata jumlah anggota rumah tangga 5 orang. Pendidikan formal tertinggi yang pernah diikuti oleh pengolah sagu tradisional terbanyak adalah SD dan SLTP, sedangkan SLTA baru mencapai 41,38 persen. Pendapatan usaha pengolahan sagu memberikan kontribusi yang tinggi bagi pendapatan rumah tangga, yakni sebesar 76,48%, sedangkan sisanya (23,52%). Penguatan kapasitas pengolah sagu tradisional membutuhkan stategi yang tepat, mengingat terdapat 4 pihak yang terkait dalam penguatan kapasitas pengolah sagu tradisional, yaitu: (1) pengolah sagu tradisional sebagai pelaku utama, (2) penyuluh sabagai agen perubahan, (3) pihak pemerintah, dan (4) pihak swasta yang terkait dengan pengembangan sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Page 1 of 1 | Total Record : 9