cover
Contact Name
Andi Muhammad Ilham
Contact Email
kuansing28@gmail.com
Phone
+628126822811
Journal Mail Official
jurnal@riau.go.id
Editorial Address
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Riau, Jl. Gajah Mada No.200, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi
ISSN : 24778532     EISSN : 30473411     DOI : -
IPTEKIN merupakan jurnal yang memuat naskah/artikel hasil penelitian dan pengembangan, hasil analisis ilmiah data primer dan data sekunder, kajian (review) tentang topik terkini, analisis kebijakan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun. Dalam menjaga kualitas artikel yang diterbitkan akan dilakukan cek plagiat dengan menggunakan Turnitin. Tim editor dan reviewer jurnal ini terdiri dari para ahli dibidangnya dan proses review dilakukan dengan sistem double blind peer review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 96 Documents
Tata Kelola Lahan Berdasarkan Teknik Pemetaan Partisipatif dalam Upaya Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut (Studi Kasus: Desa Makmur Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau) Nasrul, Besri; Surnadi; Arifudin; Nurhayati
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan partisipatif dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam proses penyusunan peta desa dan tata kelola lahan. Lokasi rawan menjadi acuan dalam menentukan tempat pelaksanaan pengelolaan tata kelola lahandan kelompok desa yang terkait. Pengawasan dan penerapan sanksi sosial aturan desa dapat berjalan optimal terhadap pelaku pembakaran yang berasal dari dalam DesaMakmur Jaya dan luar desa. Pelaksanaan pencegahan kebakaran lahan gambut di sekitar perkebunan kelapa sawit PT. BNS berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan, yakni kapasitas masyarakat desa sasaran menjadi meningkat, sebaliknya jumlah titik api menjadi menurun atau tidak ada. Cara pembukaan lahan cara tebas bakar mulai ditinggalkan seiring dengan munculnya kesadararan akan bahaya dari pembakaran lahan pasca kegiatan tata kelola lahan melalui teknik pemetaan partisipatif ini. Membakar sabut kelapa juga disadari sebagai penyebab terjadinya kebakaran lahan, terutama musim kemarau panjang. Penelitian ini dilakukan desa Makmur Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Jenis penelitian adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara FGD dan study literatur. Hasil penelitian, peraturan desa tentang tata kelola lahan merupakan salah satu keluaran terpenting dari kegiatan pendampingan sehingga desa rawan kebakaran memiliki aturan tertulis tentang pencegahan kebakaran.
Api dan Realitas : Revitalisasi Zapin Api untuk Kepentingan Pengembangan Pariwisata Mhd. Yunus
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zapin api sebagai salah satu daya tarik wisata budaya Provinsi Riau. Sayangnya, pertunjukan tradisional masyarakat Pulau Rupat itu sedang menuju kepunahan. Terdapat faktor-faktor pelemah praktik zapin api seperti arus globalisasi dan lemahnya perhatian pemerintah. Permasalahannya bagaimana upaya revitalisasi kesenian zapin api yang bermanfaat bagi pengembangan pariwisata provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tulisan ini telah menemukan bahwa selain kandungan nilai dalam zapin api, ada berbagai prosesi pementasan sebuah seni yang sangat detail. Prosesi ini tidak banyak orang dapat memenuhinya, sehingga ancaman kepunahannya pun cukup kuat. Oleh karena itu, perlunya dilakukan revitalisasi zapin api. Adapun langkah-langkah revitalisasi tersebut yaitu, perekrutan anggota baru pelaku zapin api, pembentukan sanggar dan pengadaan sarana dan prasarana serta dukungan tokoh masyarakat dan pemerintah. Revitalisasi juga dilakukan dengan cara komodifikasi zapin api dengan cara memodifikasi sabut kelapa dan irama lagu madras kesenian zapin api. Penyebarluasan ide-ide dan imaji tentang zapin api di pulau Rupat. Penyebaran informasi ini dilakukan melalui media-media berupa berita, foto dengan narasi-narasi pendek dan vidio pertunjukan zapin api.
Potensi Pajak Daerah sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Riau Zakya HS, Ismon; Harahap, Heryudarini; Bangun, Rindukasih; Yurnalis
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak daerah merupakan salah satu dari pendapatan asli daerah (PAD). Pajak daerah merupakan sumber pandapatan asli daerah yang memberikan kontribusi cukup besar di Provinsi Riau. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menganalisis potensi dan kontribusi pajak daerah terhadap PAD, dan strategi untuk meningkatkan pajak daerah. Data skunder pajak daerah dikumpulkan dari tahun anggaran 2011-2015 yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah, Badan Pusat Statistik, dan lain-lain. Data primer tentang permasalahan yang dihadapi dalam pengumpulan pajak daerah dan strategi untuk meningkatkan pajak daerah dikumpulkan dengan focus group discussion dengan stakeholder terkait di Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Bengkalis. Analisis data yang digunakan adalah analisis tingkat pertumbuhan, tingkat kontribusi, dan analisis SWOT. Rata-rata pertumbuhan pajak daerah selama tahun 2011 – 2015 adalah 9,08% terhadap PAD, dengan realisasi adalah 106,04 persen. Berdasarkan peta SWOT yang berada pada kuadran I, strategi yang dapat diterapkan adalah SO (strength and opportunities ) dengan cara meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, meningkatkan dan mengefektifkan sosialisasi Peraturan Daerah kepada masyarakat secara luas, mengintensifkan pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan baik secara formal maupun informal, memperluas tax-base retribusi /pajak daerah yang menjadi kewenangan provinsi, memudahkan cara pembayaran pajak tahunan melalui online, menetapkan dan membuat strategi baru dalam memungut pajak dan lebih memperhatikan kualitas dan pelayanan prima. Rekomendasi untuk peningkatan pajak daerah adalah melakukan pendataan ulang terhadap wajib pajak dan memperluas tax-base pajak daerah, melakukan pembenahanan manajemen pengelolaan pajak, melakukan re-identifikasi misi dan mandat organisasi, memberi sangsi bagi pelanggaran pajak daerah dan mengadakan komputerisasi pendapatan asli daerah (KOMPATDA).
Identifikasi Tingkat Kematangan Gonad Kerang Darah (Anadara Granosa) Di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau Riza, Subkhan; Putra, Iskandar; Suprijanto, Jusup; Widowati, Ita
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riau Province needs to develop blood cockle (Anadara granosa) of seeding technology as an effort to reduce dependence on natural capture and dependence on seeds for cultivation from nature, which can threaten the sustainability of these biota resources. This research aims to determine the growth in length, weight and condition index of blood clams, and determine the gonad maturity level (TKG) of blood cockle. Length growth analysis (morphometric) in August 2019 with size classes small, medium to large and there was an increase in October 2019 in average size to medium to large. The results of the weight growth analysis (biometric) in August 2019 showed a value of b= 1.8903 and in October 2019 a value of b= 2.1382 indicating negative allometry. Where the increase in length is faster than the increase in weight. The gonads have developed well because they have reached a condition index > 20.00. The results of macroscopic analysis showed that blood cockle samples could be distinguished between male gamete cells and female gamete cells based on the color and shape of the gonads. Based on macroscopic and histological analysis, it shows that the level of gonad maturity is thought to have reached stage II (developing) in the developing stage. By knowing the gonad maturity level of the blood cockle, it is hoped that it can be implemented in supporting the construction of a blood cockle hatchery unit in Riau Province.
Perencanaan Pembangunan Provinsi Riau Dalam Kerangka Pembangunan Ekonomi Hijau Dan Berkelanjutan Wilujeng Nugroho, Handi; Ulfa Aryani, Zakiyah
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Provinsi Riau sebagai bagian dari ekonomi hijau merupakan langkah penting untuk mengatasi tantangan lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. Penelitian ini berupaya untuk menetapkan masalah yang ada di provinsi tersebut dengan mengidentifikasi tantangan, peluang, dan strategi implementasi yang dapat diadopsi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan analisis tematik dan SWOT untuk menganalisis fitur-fitur utama dan untuk menghasilkan strategi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Riau telah memulai langkah-langkah seperti integrasi prinsip perencanaan strategis ekonomi hijau dalam Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah tahun 2022. Potensi sektor ramah lingkungan, seperti energi terbarukan dari limbah kelapa sawit, pertanian berkelanjutan, dan ekowisata, memberikan peluang signifikan untuk diversifikasi ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan, inovasi teknologi hijau, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau. Dukungan insentif bagi sektor swasta serta kerja sama internasional untuk pendanaan dan transfer teknologi juga ditekankan. Dengan implementasi strategi yang terarah, Provinsi Riau dapat menjadi model pembangunan hijau yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Kemitraan BPBD Kabupaten Ponorogo Dalam Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Di Desa Talun Ramadhan, Aldy Soni; Hilman, Yusuf Adam
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster-Resilient Village (Destana) is a flagship program of the East Java Provincial Disaster Management Agency (BPBD) aimed at villages with high disaster risks. One of the selected villages for this program is Talun Village in Ngebel Subdistrict, Ponorogo Regency. Talun Village is prone to disasters such as landslides, forest fires, and strong winds. Before the Destana program, the residents of Talun Village managed disaster mitigation independently. The Destana program aims to provide structured knowledge and guidance to the community on pre-disaster and post-disaster management through facilitator assistance.This study aims to explain the partnership approach utilized by BPBD Ponorogo Regency in creating a Disaster-Resilient Village in Talun Village. The research employs a qualitative descriptive method, which investigates field phenomena in depth through the collection of primary and secondary data. Primary data were obtained through in-depth interviews with key informants, while secondary data were sourced from relevant documents. Data collection techniques included participant observation, interviews, and documentation. Key informants in this study comprised the Head of BPBD, the Talun Village government, and the FPRB (Disaster Preparedness Forum).The data analysis was conducted systematically through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the establishment of the Destana program incorporates five main concepts: accountability, participation, efficiency, effectiveness, and a participatory approach. This program not only enhances the community's capacity to cope with disasters but also strengthens the collaboration between BPBD and the residents of Talun Village in fostering resilience against disasters.
Dinamika Urbanisasi dan Transformasi Lahan Terbangun di Provinsi Riau 2020-2030 (Model Spasial dengan Pendekatan Zonasi ClockBoard) Widya Putra, Dimas; Setiawan, Alifianto; fadlly, fariha
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing urbanization and expansion of built-up areas in Riau Province have led to significant changes in land use patterns and population distribution. This study analyzes urbanization patterns and built-up land distribution in 12 districts/cities for the years 2020 and projected 2030, utilizing GHSL-SMOD data and the ClockBoard zoning system. GHSL is used to identify urban centers, population density, and built-up area characteristics, while ClockBoard provides a uniform geometric zoning framework to facilitate spatial analysis.The results reveal varied urban growth patterns across regions. Pekanbaru and Dumai show high density and significant expansion, while Bengkalis, Rokan Hulu, and Indragiri Hilir demonstrate clustered and linear growth patterns. Some districts, such as Siak and Kepulauan Meranti, exhibit urban sprawl. The development of urban centers does not always correspond to administrative size but is influenced by zoning structure and land-use density. The integration of GHSL-SMOD with ClockBoard proves effective in mapping urbanization variations and provides a solid foundation for more accurate, structured, and sustainable regional development planning.
Desain Sistem Drainase Perkotaan Sustainability dengan Pendekatan Saluran Bertingkat dan Grill Sampah di Kota Pekanbaru Wilujeng Nugroho, Handi; Ulfa Aryani, Zakiyah
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flooding is one of the major issues in urban areas, including in Pekanbaru City, caused by inadequate drainage systems and ineffective solid waste management. This study aims to dFlooding is one of the major issues in urban areas, including in Pekanbaru City, caused by inadequate drainage systems and ineffective solid waste management. This study aims to design an efficient, durable, and environmentally friendly urban drainage system through a tiered channel design approach equipped with trash grates. The research method used is quantitative-descriptive, consisting of literature review, field surveys, technical design using CAD software, and simulations of flow and blockage scenarios. The results show that the proposed drainage system, with a width of 100 cm, a depth of 120 cm, and a bottom slope of 0.18%, can accommodate peak discharge flows of up to 0.645 m³/s. The tiered drainage system using this garbage grill provides an increase in water flow rate of up to 35%, and reduces the potential for inundation at flood-prone points by 45%. The application of garbage grills and tiered systems has proven effective in reducing the potential for blockages and facilitating maintenance. This approach aims to achieve sustainable drainage development and adaptive flood mitigation in other urban areas. This design also supports the strategic program of the Pekanbaru City Government in flood control, and can be replicated in other cities with similar conditions.esign an efficient, durable, and environmentally friendly urban drainage system through a tiered channel design approach equipped with trash grates. The research method used is quantitative-descriptive, consisting of literature review, field surveys, technical design using CAD software, and simulations of flow and blockage scenarios. The results show that the proposed drainage system, with a width of 100 cm, a depth of 120 cm, and a bottom slope of 0.18%, can accommodate peak discharge flows of up to 0.645 m³/s. The implementation of trash grates and tiered drainage structures has proven effective in reducing blockage potential and facilitating easier maintenance. This approach is expected to support sustainable drainage development and adaptive flood mitigation in other urban areas. Additionally, the design aligns with the strategic programs of the Pekanbaru City Government in flood control and can be replicated in cities with similar conditions.
Penggunaan MKJI 1997 dalam Rekomendasi Kebijakan Pengaturan Sinyal Lalu Lintas di Pekanbaru: Studi Kasus : Simpang Parit Indah Muttaqin, Muchammad Zaenal; Zalfa Zutia, Attila
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The signaled intersection of Jalan Parit Indah in Pekanbaru City is one of the significant congestion points due to the high volume of vehicles and the suboptimal timing of signals. This study aims to evaluate the performance of intersections based on the Indonesian Road Capacity Manual 1997 (MKJI) method and to prepare recommendations for more effective signal timing. The research was conducted for three days during the peak hours of morning, noon, and evening, with the collection of primary data in the form of vehicle volume, speed, and intersection geometry. The data were analyzed using the 1997 MKJI approach to calculate the saturation current, degree of saturation, queue length, and delay in existing conditions and conditions after alternative signal settings were applied. The results of the analysis showed that in the existing conditions, the intersection was within the LOS F service level, with high queue lengths and delays. After modifying the signal time based on the MKJI method, there was a decrease in the average queue length by 20 meters and an improvement in traffic delays. This study provides evidence that signal time optimization based on MKJI 1997 can be the basis for the formulation of technical policies for urban traffic regulation, especially at intersections with high traffic flow. The recommendations of the results of this study are expected to be input for the Pekanbaru City Transportation Agency in making decisions related to improving the efficiency of signaled intersections.
Dampak Kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Di Kabupaten Kepulauan Meranti Nurfitasari, Mimi; Hamidi, M.Rasyid; Thariq Hawari, Rafi
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The policy of prohibiting the planting of commodities that absorb large amounts of water is a strategic step taken by the local government in order to control the rate of environmental damage. This research aims to: 1. Knowing people's perceptions related to Regional Regulation (PERDA) Number 8 of 2020 concerning the Regional Spatial Plan of the Meranti Islands Regency RTRW, and 2. Analyzing the socio-economic impact of PERDA RTRW concerning the Regional Spatial Plan of the Meranti Islands Regency RTRW. This research used a qualitative descriptive method with data collection techniques through surveys and interviews and data analysis using Likert Summated Rating (LSR). The results of the study found that 1) 46.66 percent of people agree with the existence of PERDA RTRW concerning the Regional Spatial Plan of the Meranti Islands Regency RTRW, because it is able to protect the environment from damage arising from oil palm planting in the Meranti Islands Regency area. While 30.00 percent of the community chose strongly disagree with the existence of this policy because it was considered an obstacle to grow and rise from the economic downturn in the coastal area 2). The social impact of this policy is 46.66 percent of the community stated that the existence of this policy has caused differences in views between residents, especially the pros and cons of the prohibition of oil palm planting. Changes in social structure occur when community groups are divided into those who are adaptive to policies and those who are economically marginalized. The economic impact of the ban on oil palm planting in the Meranti Islands Regency area is that 50 percent of the community experienced a decrease in income potential because they could not continue their plans to plant oil palm. The palm oil ban eliminates the potential for new livelihoods that are considered promising.

Page 9 of 10 | Total Record : 96