cover
Contact Name
Andi Muhammad Ilham
Contact Email
kuansing28@gmail.com
Phone
+628126822811
Journal Mail Official
jurnal@riau.go.id
Editorial Address
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Riau, Jl. Gajah Mada No.200, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi
ISSN : 24778532     EISSN : 30473411     DOI : -
IPTEKIN merupakan jurnal yang memuat naskah/artikel hasil penelitian dan pengembangan, hasil analisis ilmiah data primer dan data sekunder, kajian (review) tentang topik terkini, analisis kebijakan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun. Dalam menjaga kualitas artikel yang diterbitkan akan dilakukan cek plagiat dengan menggunakan Turnitin. Tim editor dan reviewer jurnal ini terdiri dari para ahli dibidangnya dan proses review dilakukan dengan sistem double blind peer review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 96 Documents
Analisis Lingkungan Perairan pada Kawasan Budidaya Kerang Darah (Anadara Granosa) di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau Riza, Subkhan; Putra, Iskandar; Effendi, Irwan; Suprijanto, Jusup; Widowati, Ita
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Rokan Hilir merupakan daerah penghasil kerang darah (A. granosa) terbesar di Provinsi Riau dengan produksi sebesar 6.492,47 ton pada tahun 2018. Kegiatan budidaya kerang darah yang tinggi akan berpengaruh terhadap daya dukung perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting budidaya kerang darah dan menganalisis kualitas perairan pada kawasan budidaya kerang darah di Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey dan eksperimen. Produksi kerang darah di Kabupaten Rokan Hilir saat ini sebesar 6.492,47 ton atau 49,67% dari total 13.072,21 ton produksi perikanan budidaya. Parameter kualitas perairan di kawasan budidaya adalah ; salinitas + 34 ppt, suhu 28,7 - 290C, pH sekitar 8, oksigen terlarut 4,4 – 6,1 mg/l dan alkalinitas 120 – 125 mg/l, berada pada kisaran standar baku mutu yang baik untuk mendukung kehidupan kerang darah. Sedangkan parameter kecerahan berkisar 50,0 – 55,0 cm, berada dibawah standar baku mutu yang dipersyaratkan yakni 60,0 cm. Perairan kawasan budidaya kaya akan plankton yakni Lokasi I : 30.959 ind/l, Lokasi II.A : 15,032 ind/l dan Lokasi II.B :5.011 ind/l sebagai makanan alami bagi pertumbuhan kerang darah. Sampel air menunjukkan hasil negatif terhadap kontaminasi bakteri E. coli, Coliform, dan Salmonella dengan kadar 0 ind/100l dan negatif. Demikian juga dengan kontaminasi pada sampel kerang menunjukkan nilai < 3 dan negatif sehingga aman untuk dikonsumsi. Kadar logam berat timbal (Pb), cadmium (Cd) dan merkuri (Hg) pada sampel air berkisar 0,036 – 0,082 mg/kg dan pada sampel kerang berkisar 0,074 – 0,163 mg/kg berada dibawah baku standar maksimum sehingga aman untuk dikonsumsi. Sampel sedimen dan air di perairan Panipahan diidentifikasikan mengandung mikroplastik berupa nilon, polyethylene dan polypropylene.
Efektivitas Bimbingan Karir Dalam Mendukung Program Vokasi di Provinsi Riau Syartiwidya, Syartiwidya; Sari Mutiara, Candra; Cahyani, T. Marlina
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to (1) determine the implementation of a career guidance program for students regarding the competencies needed to enter the world of work; (2) analyze the contribution of career guidance programs for vocational school students in order to develop themselves in appropriate career achievements. The method used in this research is quantitative, namely a cross-sectional design, while the qualitative method uses a deep interview and observation approach. The subject in this research are the students of SMKN 3, SMKN 7, SMKN Pertanian dan SMK Muhammadiyah I. The research results show that Career Guidance has a correlation or contribution to students' interest and readiness to enter the world of work. Students who have interest and work readiness and feel the benefits of Career Guidance are dominated by women. Research recommendations are (1) Curriculum alignment is needed; project-based learning; as well as Educators or instructors from industry, business and the world of work (DUDI); (2) It is necessary to increase teacher internship time as well as internship/field work practice for students at DUDI; (3) Career Guidance needs to be further optimized by developing a Career Guidance module that is appropriate to current developments and DUDI needs.
Analisis Pengelolaan Limbah Kulit Durian di Provinsi Riau Terhadap Potensi Ekonomi dan Dampak Lingkungan Ariyanti, Dita; Rimantho, Dino; Maryana, Roni; Sekarini, Artanti; Hasibuan, Monalisa; Riza, Subkhan; Utiya Syah, Shinta
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian, known as the "King of Fruits" in Southeast Asia, is economically important in Indonesia, particularly in Riau Province. It not only serves as a local delicacy but also has export and agro-tourism potential. However, data from the Riau Central Statistics Agency (BPS) show fluctuating plantation areas and production rates from 2019 to 2022, with a decrease in plantation areas but varying production levels, peaking in 2022. These fluctuations affect durian rind waste generation, posing environmental concerns. Preliminary studies suggest that current waste management practices are inadequate despite the potential for converting durian rinds into useful products like organic fertilizers or biofuels. This study aims to analyze plantation areas, production rates, and durian rind waste generation in Riau while evaluating consumer attitudes and behaviors regarding waste management. It employs both quantitative methods, such as data collection from BPS and field surveys, and primary methods like questionnaires. Analysis includes descriptive statistics and ANOVA tests to assess waste generation differences across sales locations. The findings indicate significant fluctuations in plantation areas and production, with Kampar district leading in both categories. High waste generation rates underscore the need for improved management strategies. Although consumer surveys show awareness of waste issues, practical implementation lags. This research provides insights into optimizing durian production and waste management, aiming to balance economic benefits with environmental sustainability in Riau Province.
Potensi Tanaman Sagu di Sentra Produksi Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir Provinsi Riau sebagai Sumber Karbohidrat Lokal Kusumawaty, Yeni; Harahap, Heryudarini; Gevisioner; Rasyid, Tengku Harunur; Warso Syahputra, Hasan; Hadi, Syaiful; Seygita, Vivin; Laily, Noer; Mulawati Purwanti Noviana, Ika
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Provinsi Riau, penanaman sagu terluas terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hilir. Komoditas sagu sangat potensial dikembangkan di Provinsi Riau untuk mendukung perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan, namun saat ini pengolahan sagu masih belum berkembang secara signifikan. Penelitian ini mengkaji lebih lanjut potensi eksisting tanaman sagu dan potensi produk olahan sagu di dua sentra sagu di Riau untuk mendukung pengembangan karbohidrat lokal non beras. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hilir, yang dipilih berdasarkan purposive sampling, yakni dua kabupaten penghasil sagu terbesar di Provinsi Riau. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakaukan dengan menggunakan metode wawancara secara mendalam (in-depth interview) dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Potensi dan produksi sagu pada dua kabupaten yaitu Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir relatif cukup untuk mensuplai pasar sagu di Indonesia, namun belum ada pencadangan sagu untuk menjamin suplai sagu sebagai bahan baku karbohidrat lokal di Provinsi Riau dan (2) Terdapat perbedaan data ketersediaan sagu untuk dikonsumsi di Provinsi Riau antara data Neraca Bahan Makanan (NBM) 2022 yaitu 37,22 kg/kapita/tahun dengan hasil penelitian di lapangan yaitu berkisar antara 4,25 – 8,50 kg/kapita/tahun. Perbedaan ini disebabkan terdapatnya persentase yang cukup besar dari sagu basah dan sagu kering yang dibawa keluar Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir yang belum terdata.
Model Regenerasi Ideologi Muslim Melayu Demi Menjaga Eksistensi Melayu Di Riau Edison, Edison; Mamla Saidah, Elbina
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Riau Provincial Government's policy regarding the Preservation of Malay Culture has not yet included a development system to maintain the existence of Malay Muslims. The Malay community still exists in terms of population but is threatened with extinction in terms of understanding and the identity of Malay Muslims. This research aims to design a model for the regeneration of Malay ideology as an effort to maintain the existence of the Malays in Riau. This study employs a literature review method to formulate a model for the regeneration of Malay ideology. The research successfully designed a one-year initial training model for 40 weeks, with the training objectives developed from the four goals of the Preservation of Malay Culture in Riau as outlined in Regional Regulation No. 9 of 2015, Chapter II, Article 3. The study materials were developed from the scope of the preservation of Malay culture in Riau in Chapter III, Article 7, supplemented by the development of materials from the explanation of Gurindam Dua Belas. The learning methods and success measures of the training program were formulated based on the objectives and content of the study materials. Further research is recommended to develop study materials for lifelong regeneration of Malay ideology.
Analisis Pola Spasial Persebaran Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di Kota Pekanbaru Astuti, Puji; Muffidah, Izatul
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health service facilities are needed to provide affordable health services for all levels of society, especially during the pandemic. Based on spatial aspects, existing health facilities in Pekanbaru City cannot be accessed optimally by the people of Pekanbaru City. This research aims to determine the spatial pattern of the distribution of health service facilities in Pekanbaru City. The approach used in this research is quantitative. To determine the distribution pattern of health facilities using nearest neighbor analysis, Geographic Information System (GIS) spatial analysis (buffering) is used to determine the distance of coverage of health facility service areas in Pekanbaru City. The results of the spatial pattern of the distribution of health facilities in Pekanbaru City have a clustered pattern. Based on the results, regarding the distance to hospitals in Pekanbaru City, it is included in the medium category with an area coverage of 36.42% and a distance of more than 1-2 km. The distance to reach the puskesmas services is in the medium and long-distance category with a coverage area of 38.97% with a distance of more than 1 km. The distribution of health facilities does not fully reach the service areas, so additional health facilities are needed for areas that are still not reached.
Potensi Keberlanjutan Urban Farming sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan di Kota Pekanbaru Afriyanni; Gevisioner; Amri, Khairul
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban farming merupakan salah satu solusi ketahanan pangan masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. menganalisis keberlanjutan urban farming ditinjau dari lima dimensi, yaitu ekologis, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan, serta 2. menganalisis tantangan dan upaya pelaku urban farming mengatasi kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei dan wawancara. Hasil penelitian menemukan kelima dimensi urban farming perlu ditingkatkan untuk mendukung keberlanjutan urban farming di Kota Pekanbaru. Tantangan utama urban farming adalah keterbatasan lahan, permodalan dan teknologi. Upaya yang dilakukan pelaku urban farming untuk mengatasi kendala antara lain: proaktif dalam belajar mandiri, membangun jejaring dan kemitraan, bergabung dalam kelompok, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, memperluas lahan, mengakses bantuan dari pemerintah, dan melakukan inovasi. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelatihan, memberdayakan kelompok dan komunitas, mengembangkan teknologi ramah lingkungan, mengorientasikan kegiatan urban farming pada ekonomi pasar, serta meningkatkan dukungan kelembagaan dari pemerintah. Selain itu, optimalisasi penggunaan lahan terlantar juga perlu dilakukan melalui skema sewa atau bagi hasil dengan pemilik lahan.
Migrasi Sirkuler Sebagai Faktor Determinan Urbanisasi Penduduk Dari Desa Ke Kota ( Dampak Pekerja Migrasi Terhadap Kesejahteraan Sosial Keluarga) Suryani; Syartiwidya; Andari, Soetji
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has a clear focus on identifying the factors driving rural-to-urban migration, particularly in Surabaya City. The method used a qualitative descriptive, the study successfully gathered primary data through interviews and direct observations of 100 migrant laborers selected through purposive sampling. The research location was chosen based on the consideration that Surabaya City has a significant population engaged in circular migration. The results indicate that the main factors driving migration are limited employment opportunities and challenges in improving family welfare in rural areas. Respondents, mostly fishermen, choose to migrate to cities hoping to secure higher income and enhance their family's living standards. They believe that cities offer more job opportunities and a modern environment. Efforts to address this migration issue require rural development utilizing PSM and TKSK to provide support and empower communities. With this approach, it is hoped that communities can harness local potentials to meet their daily needs without resorting to urban migration. This proactive step aims to combat the root causes of migration issues persisting in many areas.   Keywords: Serkeler Migration, Determinant Factors, Urbanization
Pengaruh Penambahan Abu Terbang Terhadap Kekuatan Beton Efrizal, Eki
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The addition of fly ash in concrete mix can be very important when sufficient compressive strength needed early while the fly ash to be used. Therefore, it is necessary to study its effect on the strength of just two types namely tensile strength and compressive strength of concrete. In this study, made 4 cylinder variation of the test specimen measuring 150 mm x 300 mm. Each variation is represented by 24 samples with details 18 pieces for compressive strength test and 6 pieces for tensile strength test. The first variation is made without adding fly ash and used as a comparison against other variations. Variations second, third and fourth made by adding fly ash as much as 5%, 10%, and 15% by weight of cement. Compressive strength test performed at 14 days, 28 days and 56 days. Tensile strength test is only performed at 28 days. Compressive strength test results showed that each percent increase fly ash cause a decrease in the compressive strength at 14 and 28 days. After reaching the age of 56 days, the test object with the addition of fly ash will have a greater compressive strength dabanding not using fly ash, with the addition of optimum as much as 10% of the weight of the cement. Results of tensile strength tests at 28 days showed that the addition of fly ash concrete will have a tensile strength greater than that not using fly ash. Tensile strength values ranged from 10% to 12% of the value of compressive strength. The relationship between tensile strength and compressive strength without the addition of fly ash at 28 days in the range of fct = (6-7) x√f'c, but when fly ash is added the association constants will exceed the value 7.
Arah Kebijakan dan Strategi Program Penelitian dan Pengembangan Provinsi Riau 2019-2024 Irdon; Gevisioner; Karyanti; Zakia, Ismon; Erwan, Edi; Romus, Mahendra; Taslapratama, Irwan; Yendraliza; Ali, Aryadi; Siradjuddin, Irsyadi; Efendi Harahap, Anwar; Misrianti, Restu
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran kegiatan penelitian dan pengembangan (kelitbangan) diharapkan mampu menghasilkan berbagai terobosan baru dalam mendukung optimalisasi kinerja pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan daerah secara tepat sasaran dan berdaya saing. Tujuan penelitian adalah menyusun rencana induk kelitbanganyang mengakomodir berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan dalam satu konsep rencana kelitbangan secara komprehensif dan sinergis. Jenis penelitian adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara FGD dan studi literature. Beberapa peluang Kelitbangan Provinsi Riau adalah sebagai berikut: 1) Hasil kelitbangan berpeluang menjadi referensi utama dalam perumusan kebijakan di Provinsi Riau, 2) Menghasilkan berbagai inovasi untuk mempercepat pembangunan daerah, 3) Rujukan sumber data kelitbangan dan potensi Daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut indikasi program prioritas kelitbangan daerah yang harus dilakukan dalam periode 2019-2024 adalah : 1) Program tata kelola pemerintahan danpelayanan publik, 2) Program sosial dan kemasyarakatan, 3) Program ekonomi dan pembangunan daerah, 4) Program inovasi dan pengembangan iptek.

Page 6 of 10 | Total Record : 96