cover
Contact Name
Andi Muhammad Ilham
Contact Email
kuansing28@gmail.com
Phone
+628126822811
Journal Mail Official
jurnal@riau.go.id
Editorial Address
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Riau, Jl. Gajah Mada No.200, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau 28156
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
IPTEKIN : Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi
ISSN : 24778532     EISSN : 30473411     DOI : -
IPTEKIN merupakan jurnal yang memuat naskah/artikel hasil penelitian dan pengembangan, hasil analisis ilmiah data primer dan data sekunder, kajian (review) tentang topik terkini, analisis kebijakan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun. Dalam menjaga kualitas artikel yang diterbitkan akan dilakukan cek plagiat dengan menggunakan Turnitin. Tim editor dan reviewer jurnal ini terdiri dari para ahli dibidangnya dan proses review dilakukan dengan sistem double blind peer review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 101 Documents
Tunanetra Malang: Pembinaan Sosial Selama dan Setelah COVID-19 Suryani Suryani; Elly Kuntjorowati; Syartiwidya Syartiwidya
Iptekin Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v7i2.144

Abstract

Merebaknya pandemi COVID-19 memengaruhi setiap lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan rehabilitasi sosial dan kondisi tunanetra di Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang selama pandemi dan setelah COVID-19. Responden penelitian ditentukan sebanyak 30 responden tunanetra, 10 staf panti tunanetra, dan 10 tokoh masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method). Permasalahan yang diajukan adalah bagaimana kondisi Tunanetra di RSBN selama dan setelah pandemi COVID-19. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelayanan dan kondisi sosial tunanetra di Rehabilitasi Sosial Bina Netra di Malang sangat baik, ditinjau dari aspek kesehatan, hak pribadi dan penghasilannya, hal itu dibuktikan dengan partisipasi penyandang disabilitas dalam masyarakat, mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan adanya dukungan sosial keluarga dalam rehabilitasi. Pada saat pandemi COVID-19, Dirjen Bina Rehabilitasi Sosial mengeluarkan kebijakan untuk memulangkan tunanetra ke keluarganya, mengingat tunanetra harus membutuhkan bantuan orang lain dan panti yang begitu padat, sehingga kebijakan social distancing tidak bisa dilaksanakan bagi tuna netra, oleh karena itu kebijakan yang diterapkan adalah dengan memulangkan tunanetra kepada keluarganya untuk selama enam bulan, dan setelah pandemi boleh kembali lagi ke panti. Di RSBN Malang mereka mendapatkan ketrampilan memijat yang selanjutnya digunakan untuk menghasilkan pendapatan dari memijat. Masyarakat sekitar panti sering menggunakan jasa pijat mereka, hal itulah yang menyebabkan mereka dapat berinteraksi dan berpartisipasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penyandang tunanetra di RSBN (Rehabilitasi Sosial Tunanetra) berhasil menyesuaikan diri dengan situasi selama dan setelah pandemi COVID-19 serta mematuhi seluruh protokol yang dianjurkan oleh pemerintah.
Penelusuran Transformasi Pertumbuhan Lahan Terbangun Selama Dua Dekade (Tahun 2004-2024) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau Eggy Arya Giofandi; Dhanu Sekarjati
Iptekin Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i1.133

Abstract

Perkembangan wilayah dengan meningkatnya lahan terbangun sering kali dijadikan sebagai indikator penting dalam memahami dinamika urbanisasi dan perubahan tata guna lahan, khususnya di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pertumbuhan lahan terbangun selama dua dekade yaitu periode 2004 hingga 2024 dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh melalui algoritma Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Data penelitian berasal dari citra satelit Landsat 5 TM (tahun 2004, 2008, dan 2012) dan Landsat 8 OLI-TIRS (tahun 2016, 2020, dan 2024), yang pengolahannya melalui platform Google Earth Engine (GEE) dan software sistem informasi geografis. Nilai NDBI dihitung untuk setiap periode pengamatan sebagai mengidentifikasi wilayah terbangun secara spasial dan temporal. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan wilayah terbangun dari 2004 hingga 2024 mencapai 26.355,55 hektar atau 17,52%. Peningkatan ini terutama terjadi di kawasan pinggiran kota yang mengalami pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur. Transformasi penggunaan lahan tersebut berdampak pada berkurangnya ruang terbuka hijau serta potensi risiko lingkungan perkotaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan spasial berkala sebagai dasar perumusan kebijakan tata ruang yang berkelanjutan. Pendekatan ini terbukti sebagai salah satu transformasi yang efektif dan efisien dalam mendeteksi serta memvisualisasikan pola pertumbuhan lahan terbangun, sehingga dapat digunakan sebagai data tambahan dalam perencanaan kota yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika perkotaan.
Analisis Potensi Pengembangan Komoditas Unggulan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau: - Subkhan Riza; Gapar Gapar; Rafika Setyawati
Iptekin Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i1.137

Abstract

The coastal area of Bengkalis Regency is extensive and holds significant potential for aquaculture development; however, much of this potential remains underutilized. The purpose of this research is to: 1) determine the existing condition of potential aquaculture resources, 2) analyze the fisheries sector's contribution to the economy, and 3) identify location-specific superior aquaculture commodities in Bengkalis Regency. This research employed a literature study method. Results indicate that out of 27,775.79 Ha of potential aquaculture land, only 233.22 Ha (8.40%) has been utilized. Specifically for shrimp ponds, only 129.03 Ha (9.06%) of the 1,423.89 Ha potential is in use. Although the fisheries sector's contribution to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) from 2019 to 2023 remains relatively small (3.05%–6.22%), the Location Quotient (LQ) value (>1) indicates that fisheries is a base sector in Bengkalis Regency. Furthermore, agglomeration and specialization analyseswith an αit value of ∞ 1, it indicates that aquaculture is concentrated and is a specialized business activity.. The specific superior commodity identified is Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei), which is widely cultivated using intensive technology, efficient production facilities, and feed management..
Prediksi Penggunaan Lahan di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Tahun 2021-2031 Ade Wahyudi; Maulina Sutji Zulyanti
Iptekin Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i1.138

Abstract

Kota Pekanbaru telah mengalami perubahan signifikan dalam penggunaan lahan selama dekade terakhir, terutama dalam sektor permukiman, perdagangan dan jasa, serta industri. Transformasi ini disebabkan oleh kondisi fisik daerah serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang semakin beragam. Sebagai konsekuensinya, banyak area terbuka dan ruang hijau mengalami penurunan yang drastis akibat adanya konversi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tren penggunaan lahan di Kecamatan Marpoyan Damai untuk periode 2021 hingga 2031. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan sumber data berasal dari citra Google Earth. Untuk memprediksi penggunaan lahan di Kecamatan Marpoyan Damai, perangkat lunak seperti ArcGIS, QGIS, dan Mollusce diterapkan. Prediksi tersebut memerlukan tiga peta multitemporal dari tahun 2011, 2016, dan 2021. Temuan penelitian menunjukkan dua jenis penggunaan lahan mengalami peningkatan luas, yakni permukiman serta perdagangan dan jasa. Diperkirakan, pada tahun 2031, luas bangunan permukiman akan bertambah sebesar 72,63 Ha, sehingga total luasnya mencapai 1410,93 Ha, sementara untuk bangunan perdagangan dan jasa, peningkatannya adalah 26,55 Ha, dengan total luas 171,27 Ha. Berdasarkan analisis matriks area transisi, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan meliputi jarak ke jalan utama, jarak ke fasilitas pendidikan, jarak ke kawasan industri, dan jarak ke lahan kosong.
Analisis Nilai Tambah Microcrysatalline Cellulose dari ampas sagu Provinsi Riau Maghfirah Jayalaksamana; Ririn Puji Lestari; Edo Haryanto; Lintar Sekar Pembayun
Iptekin Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i1.141

Abstract

Provinsi Riau merupakan produsen pati sagu terbesar di Indonesia, berkontribusi sekitar 73% dari total produksi nasional, namun menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah ampas sagu yang mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah agroindustri pengolahan limbah ampas sagu menjadi Microcrystalline Cellulose (MCC) pharmaceutical grade di Kabupaten Kepulauan Meranti, serta membandingkan profitabilitasnya dengan penjualan ampas mentah. Metode penelitian menggunakan analisis nilai tambah Hayami untuk mengukur transformasi nilai dari bahan mentah menjadi produk hilir. Hasil analisis menunjukkan bahwa konversi 6,667 kg ampas sagu menjadi 1 kg MCC memberikan lonjakan nilai ekonomi yang signifikan. Diperoleh nilai tambah sebesar Rp1.096.085 per kg output dengan rasio nilai tambah mencapai 53,11%. Secara spesifik, struktur biaya menunjukkan bahwa industri ini bersifat padat karya, dengan distribusi pendapatan tenaga kerja mencapai 41,03%, yang mengindikasikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Keuntungan perusahaan tercatat sebesar 31,93% dari nilai produk. Temuan ini menegaskan bahwa hilirisasi ampas sagu menjadi MCC tidak hanya layak secara finansial dengan profitabilitas tinggi, tetapi juga strategis secara ekonomi makro daerah. Pengembangan industri ini berpotensi menjadi solusi substitusi impor bahan baku farmasi nasional, meningkatkan pendapatan petani melalui pemanfaatan limbah, serta menciptakan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) yang luas bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah sentra sagu.
Sinergi Antartingkatan Pemerintahan dalam Penghapusan Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti Fajar Budiman
Iptekin Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i1.150

Abstract

Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki posisi strategis dalam segitiga pertumbuhan IMS-GT, namun mencatat tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau (23,15% pada 2024) dan menempati peringkat ke-45 secara nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis keselarasan kebijakan pengentasan kemiskinan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional. Metode yang digunakan adalah comparative policy analysis terhadap dokumen RPJMN 2025–2029, RPJMD Provinsi Riau 2025–2029, dan RPJMD Kabupaten Kepulauan Meranti 2025–2029, serta analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk identifikasi akar masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar masalah utama adalah rendahnya kualitas pembangunan manusia. Ditemukan bahwa sinergi program penghapusan kemiskinan dalam Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Kepulauan Meranti belum optimal selaras dengan arah kebijakan pemerintah atasan. Selain itu, teridentifikasi inefisiensi alokasi fiskal di mana 32,23% anggaran terserap untuk kemiskinan namun belum efektif menurunkan angka secara signifikan. Kesimpulan studi ini merekomendasikan perlunya mekanisme formal "Rencana Sinergi Pendanaan" sesuai UU HKPD untuk mengintegrasikan sumber daya lintas tingkatan pemerintahan guna mengatasi beban fiskal daerah dan meningkatkan efektivitas intervensi program.
Model Evaluatif dan Proyektif Sampah Rumah Tangga di Kota Pekanbaru: Analisis System Dynamics untuk Estimasi Kapasitas TPA Agus Mulyadi
Iptekin Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i2.139

Abstract

Penelitian ini mengembangkan model sistem dinamik untuk menganalisis pengelolaan sampah rumah tangga dan mengestimasi kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Pekanbaru, Indonesia. Proses pemodelan diawali dengan penyusunan causal loop diagram (CLD) dan dilanjutkan dengan pengembangan stock-and-flow diagram (SFD). Penelitian ini melakukan simulasi selama 20 tahun (2023–2043) untuk mengevaluasi tren timbulan sampah dan ketersediaan kapasitas TPA di masa mendatang. Validasi model melalui uji perbandingan rata-rata dan variasi amplitudo menunjukkan bahwa model cukup merepresentasikan perilaku sistem secara baik. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan eksponensial timbulan sampah rumah tangga yang menyebabkan kapasitas TPA habis pada tahun 2030 dalam kondisi eksisting. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengevaluasi tiga skenario kebijakan, yaitu peningkatan persentase sampah yang terolah, perluasan lahan TPA, dan penerapan teknologi leachate treatment. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pengolahan sampah dapat memperpanjang umur layanan TPA, sementara perluasan lahan TPA hanya memberikan solusi sementara. Di antara skenario yang dievaluasi, penerapan leachate treatment memberikan dampak jangka panjang paling signifikan dengan memperpanjang ketersediaan kapasitas TPA melampaui periode simulasi 20 tahun. Penelitian ini memberikan informasi mengenai perilaku dinamis sistem pengelolaan sampah rumah tangga serta menegaskan pentingnya intervensi kebijakan yang proaktif untuk menjamin keberlanjutan kapasitas TPA. Temuan penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bagi perencanaan pengelolaan sampah perkotaan di Pekanbaru dan kota-kota lain yang mengalami pertumbuhan pesat.
Studi Pengelolaan Drainase sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Distrik Waisai Kabupaten Raja Ampat Olga O Rumaropen; Yannice L M Sitorus; Anna M Labok; Asima Juliana
Iptekin Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i2.154

Abstract

As the administrative center of Raja Ampat Regency, Waisai District is highly susceptible to recurrent flooding and urban inundation, which significantly disrupt the socio-economic activities of the community. Inundations reaching depths of 50–100 cm persist for several hours in specific locations on a near-annual basis during the rainy season, severely restricting public mobility. This study aims to evaluate the existing drainage system, identify the factors driving the degradation of drainage performance, and design an effective drainage management strategy to mitigate flood risks within the vulnerable areas of Waisai District. A mixed-methods approach (qualitative and quantitative) was employed, utilizing descriptive analysis and the SWOT method. Data were primarily collected through field observations and stakeholder interviews. The findings indicate that rapid urban development in Waisai has outpaced adequate and integrated drainage planning, leading to suboptimal channel capacities, particularly during high-intensity rainfall. The degradation of drainage functionality is predominantly driven by technical factors, alongside environmental and social aspects. The recommended approach lies within the WO (Weaknesses-Opportunities) quadrant, which emphasizes leveraging external opportunities—such as Waisai's status as a regency capital and a prominent marine tourism destination—to improve the capacity of government institutions in urban drainage planning and maintenance, as well as fostering community collaboration to address existing weaknesses. This research is expected to provide valuable insights for local governments in coastal urban areas in formulating policies for sustainable drainage management and disaster resilience.
Dampak Tata Kelola Pemerintah Terhadap Pengendalian Inflasi di Indonesia Dwi Widiarsih; Ika Kholista Nurrohmah; Lisbet Angreani Siregar
Iptekin Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i2.158

Abstract

This study discusses the impact of public governance on inflation control in Indonesia amidst global and domestic economic dynamics. The main problem addressed is the extent to which institutional and non-monetary factors affect the achievement of monetary policy targets. This study employed a path analysis method using time-series data from 2010 to 2022. The analysis aimed to examine the effect of corruption control and political stability variables on the inflation rate, positioning the effectiveness of governance as an intervening variable. The results indicated that corruption control and political stability do not exert a significant direct effect on inflation. However, public governance was proven to have a significant direct effect on inflation control with a significance value of 0.048 (p < 0.05). Furthermore, the path analysis results demonstrated that corruption control and political stability exert a crucial indirect effect on inflation through the effectiveness of public governance. These findings conclude that Bank Indonesia's efforts to control the inflation rate cannot stand alone but are significantly determined by the overall quality of public sector governance. Based on these conclusions, it is recommended that the government continue to strengthen institutional governance quality by enhancing corruption control and maintaining domestic political stability to ensure the achievement of national macroeconomic stability targets.
Kesiapan Provinsi Riau Menghadapi Bonus Demografi 2030: Analisis Data Proyeksi Penduduk dan Kajian Kebijakan Ketenagakerjaan serta Pendidikan Putri Oktavia Dekasani
Iptekin Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i2.159

Abstract

Provinsi Riau tengah memasuki periode puncak bonus demografi yang diproyeksikan terjadi pada 2030–2035, ditandai oleh Rasio Ketergantungan yang diestimasi mencapai 43,9% pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menelaah tren dan proyeksi struktur kependudukan Riau serta mengidentifikasi window of opportunity bonus demografi; (2) mengkaji secara kritis karakteristik tantangan ketenagakerjaan, khususnya ketidaksesuaian kompetensi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan pasar kerja; serta (3) menilai relevansi output pendidikan vokasi dan merumuskan rekomendasi kebijakan berdasarkan kajian literatur yang ada. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kualitatif sistematis yang bersumber pada data sekunder dari BPS, Sakernas, Bappenas, dan Kemdikbudristek, serta kajian jurnal ilmiah terindeks terbitan 2015–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun fase bonus demografi telah dimulai, masih terdapat hambatan struktural yang signifikan: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK mencapai 13,5%, sementara Horizontal Mismatch Index (HMI) lulusan pendidikan tinggi sebesar 32,4%, yang menimbulkan kerugian produktivitas diperkirakan Rp 729 miliar per tahun. Kurikulum vokasi belum selaras dengan kebutuhan sektor-sektor prioritas seperti teknologi informasi, logistik, dan energi terbarukan. Penelitian ini merekomendasikan tiga pilar kebijakan terintegrasi: modernisasi pendidikan vokasi, program reskilling dan upskilling yang tertarget, serta penguatan kolaborasi triple helix antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan.

Page 10 of 11 | Total Record : 101