cover
Contact Name
Ainul Rafiq
Contact Email
ainul.rafiq@outlook.com
Phone
+6285823584101
Journal Mail Official
narahubung@kisiberkelanjutan.com
Editorial Address
PT Karya Inovasi Berkelanjutan Naraktual Initiative Office, Jl. Mayjen Katamso No. 51, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, 93116
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan
ISSN : 30629063     EISSN : 30629063     DOI : -
Core Subject : Health,
Kisi Berkelanjutan merupakan akronim dari Karya Inovasi Berkelanjutan, Sains Medis dan Kesehatan, dengan cakupan terbitan pada keilmuan medis, kesehatan, dan termasuk juga biomedis. Jurnal diidentifikasi sebagai Jurnal Akses Terbuka demi penyebarluasan ilmu pengetahuan yang merata. Kisi Berkelanjutan Sains Medis dan Kesehatan menerbitkan hasil penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi pembelajaran, dengan terlebih dahulu mendapatkan telaah oleh peer reviewer dan penyuntingan editor. Artikel kemudian dimasukkan ke dalam edisi dan volume dari terbitan; yang terdapat 4 (empat) edisi pada 1 (satu) volume dalam 1 (satu) tahun. KISI Berkelanjutan Sains Medis dan Kesehatan menerbitkan Edisi Khusus dan berkaitan dengan tema tertentu dari Kegiatan Seminar Ilmiah.
Articles 66 Documents
Efektivitas Penggunaan Aromaterapi Lavender terhadap Penurunan Kecemasan pada Ibu Post Sectio Caesarea: Sebuah Tinjauan Pustaka Fitriani Abdullah; Fatmah Zakaria; Salahuddin Liputo
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanMasa nifas pasca-operasi sectio caesarea (SC) rentan memicu kecemasan pada ibu, yang utamanya diakibatkan oleh nyeri luka insisi. Tata laksana kecemasan ibu nifas merupakan bagian integral dari pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan ibu. Salah satu intervensi asuhan nonfarmakologis yang berpotensi mengurangi kecemasan adalah aromaterapi lavender yang mengandung senyawa linalool dan linalyl acetate. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu post sectio caesarea. MetodePenelitian ini menggunakan metode deskriptif naratif melalui pendekatan tinjauan pustaka (literature review). Penelusuran artikel dilakukan menggunakan basis data akademik, meliputi Google Scholar, Garuda, Indonesia OneSearch, dan PubMed, serta penelusuran buku teks pendukung. Kriteria inklusi mencakup literatur nasional maupun internasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2015–2020 dan relevan dengan fokus studi. HasilHasil telaah terhadap 6 artikel jurnal dan 1 buku referensi mengindikasikan bahwa pemberian aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan responden. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perbaikan skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada studi-studi primer yang diulas. KesimpulanAromaterapi lavender dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif asuhan kebidanan nonfarmakologis yang efektif untuk meminimalkan kecemasan pada ibu post sectio caesarea.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Efektivitas Pemberian Tablet Fe terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri Fatmah Zakaria; Efri Leny Rauf; Rizky Nikmathul Husna Ali; Maya Puspita Apriliani Saleh
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2024): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanAnemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan global, di mana World Health Organization (WHO) melaporkan prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif secara global mencapai 29,9%. Penanganan anemia remaja selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengaruh pemberian tablet Fe terhadap kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Atinggola. MetodePenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengukuran variabel IMT dilakukan menggunakan pendekatan observasional cross-sectional, sedangkan pengukuran efektivitas pemberian tablet Fe menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk variabel IMT dan uji Wilcoxon untuk variabel pemberian tablet Fe. HasilHasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,526 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia. Sebaliknya, hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pasca-intervensi tablet Fe, di mana nilai rata-rata (mean) meningkat dari 11,62 pada saat pretest menjadi 12,78 pada saat posttest, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). KesimpulanIndeks Massa Tubuh tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah studi. Namun, intervensi pemberian tablet Fe terbukti memiliki pengaruh yang signifikan dalam memperbaiki status anemia. Oleh karena itu, program suplementasi tablet Fe di puskesmas perlu terus dipertahankan dan dioptimalkan pelaksanaannya.
Pengaruh Metode Perawatan Tali Pusat Terbuka dan Tertutup terhadap Waktu Puput Tali Pusat Bayi Baru Lahir di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Erwin Arsyad; Fatmah Zakaria; Zulaika Febriana Asikin
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2024): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanPerawatan tali pusat yang tepat sangat esensial untuk mencegah infeksi neonatal, sejalan dengan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 dalam menjamin kehidupan yang sehat dan menurunkan Angka Kematian Neonatal (AKN). Perawatan tali pusat terbuka dikenal sebagai teknik yang baik untuk mempercepat proses pengeringan dan lepasnya (puput) tali pusat dari umbilikus bayi dibandingkan metode tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode perawatan tali pusat terbuka dan tertutup terhadap waktu puput tali pusat pada bayi baru lahir di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. MetodePenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain kuasi eksperimen (quasi-experiment) dengan pendekatan perbandingan dua kelompok (two-group comparison). Penelitian dilaksanakan pada 7 hingga 31 Agustus 2017. Sampel penelitian terdiri dari 34 bayi baru lahir yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang diukur berdasarkan paparan perawatan terbuka dan perawatan tertutup. Analisis data untuk melihat perbedaan waktu puput tali pusat antara kedua metode tersebut dilakukan menggunakan uji statistik Independent Samples T-Test. HasilHasil uji statistik Independent Samples T-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti terdapat pengaruh dan perbedaan waktu yang signifikan antara metode perawatan tali pusat terbuka dan tertutup terhadap waktu puput tali pusat bayi baru lahir. KesimpulanMetode perawatan tali pusat terbuka terbukti secara signifikan memengaruhi percepatan waktu puput tali pusat dibandingkan metode tertutup. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan untuk memprioritaskan penerapan asuhan perawatan terbuka pada neonatus guna meminimalisir risiko infeksi umbilikus.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Pertama (K1) pada Ibu Hamil di Puskesmas Dulukapa Sri Endang Gobel; Fatmah Zakaria; Fidyawati Aprianti A. Hiola
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanCakupan kunjungan antenatal pertama (K1) merupakan indikator krusial dalam asuhan kebidanan untuk memastikan deteksi dini risiko kehamilan. Upaya ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI). Data Riskesdas 2018 menunjukkan cakupan K1 rata-rata nasional berada di angka 96,1%, namun retensi pada K4 menurun menjadi 74,1%. Hal ini mengindikasikan bahwa pelayanan antenatal secara nasional masih memerlukan optimalisasi agar sejalan dengan target Rencana Strategis (Renstra) dan RPJMN 2020-2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan K1 pada ibu hamil di Puskesmas Dulukapa. MetodePenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan observasional cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 130 ibu hamil, dengan penarikan sampel sebanyak 38 responden. Analisis data untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji statistik bivariat Chi-square. HasilHasil uji statistik menunjukkan bahwa seluruh variabel independen yang diteliti memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kunjungan K1. Faktor-faktor tersebut meliputi: tingkat pengetahuan (p = 0,011), sikap ibu hamil (p = 0,011), dukungan suami (p = 0,001), dukungan keluarga (p = 0,016), serta persepsi terhadap sikap petugas kesehatan (p = 0,011), di mana seluruh nilai p-value < 0,05. KesimpulanFaktor internal (pengetahuan dan sikap) maupun faktor eksternal (dukungan keluarga, suami, dan petugas kesehatan) memiliki keterkaitan yang kuat terhadap kepatuhan kunjungan K1. Oleh karena itu, pendekatan promosi kesehatan harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan keluarga inti serta meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal tenaga kesehatan.
Perspektif Masyarakat terhadap Praktik Sunat Perempuan antara Tradisi dan Hak Kesehatan Reproduksi di Desa Dumati: Sebuah Studi Kualitatif Fatmah Zakaria; Efri Leny Rauf; Rizky Nikmathul Husna Ali; Siskawati Umar; Hijriana Rahmawati Pulogu
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanPraktik sunat bagi laki-laki merupakan prosedur yang lazim secara medis dan kultural. Namun, sunat pada perempuan atau Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) masih menjadi fenomena yang memicu perdebatan. Dari perspektif medis dan regulasi global, termasuk target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 dan 5, praktik ini tidak memiliki indikasi medis dan berisiko melanggar hak perlindungan reproduksi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif pro dan kontra di masyarakat terkait sunat perempuan, serta bagaimana benturan antara tradisi dan perlindungan kepentingan kesehatan perempuan di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. MetodePenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap informan kunci yang merepresentasikan berbagai elemen masyarakat, antara lain tokoh agama, praktisi tradisional (hulango), pemerintah desa, masyarakat umum, dan tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menggali kedalaman makna dari setiap perspektif. HasilHasil eksplorasi data menunjukkan adanya dikotomi pandangan di lokasi studi. Mayoritas informan (meliputi masyarakat, tokoh agama, hulango, dan pemerintah desa) menunjukkan sikap pro dan masih mempertahankan praktik sunat perempuan. Hal ini didasari oleh konstruksi kepercayaan bahwa tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya menyucikan diri (thaharah) sesuai dengan interpretasi ajaran agama setempat. Sebaliknya, pandangan kontra datang dari informan di sektor kesehatan, yang mengkaji bahwa praktik tersebut tidak memiliki justifikasi medis dan harus dihentikan demi melindungi hak kesehatan dan kepentingan reproduksi perempuan sesuai dengan peraturan yang berlaku. KesimpulanPraktik sunat perempuan di Desa Dumati masih berakar kuat pada justifikasi tradisi dan interpretasi agama, yang berbenturan dengan regulasi kesehatan modern. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) oleh tenaga kesehatan harus dilakukan secara persuasif dan sensitif terhadap budaya lokal (cultural approach).
Empowering Fisher Families in the Management of Stunted and Wasted Toddlers through Nutrition Education and Diarrhea Management in Bajo Indah Village Sultan Akbar Toruntju; Kameriah Gani
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 3 No 3 (2026): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Malnutrition among toddlers, particularly stunting and wasting, requires comprehensive management efforts that emphasize community self-reliance, especially among vulnerable groups such as fisher families. This community service activity aimed to empower mothers of toddlers from fisher families by strengthening their cognitive capacity and practical skills in managing nutritional problems and accompanying infectious diseases in Bajo Indah Village, Konawe Regency, Southeast Sulawesi. Involving 33 mother–toddler pairs, the activity was conducted from July to October 2025 using anthropometric screening, group education, interactive counseling, and demonstrations on preparing oral rehydration solution and processing animal-source complementary foods for toddlers. Screening results confirmed a high burden of malnutrition: 63.6% of toddlers were stunted and 51.5% were wasted. This condition was compounded by maternal nutritional status, with 27.2% of mothers experiencing chronic energy deficiency, predominantly among those with primary education (60.0%). Through integrated empowerment efforts, mothers' nutrition knowledge increased substantially. Post-test evaluation showed that the proportion of mothers with adequate knowledge rose from 30.3% to 75.7%. This activity demonstrates that empowerment through practical skill-building, ranging from early diarrhea management with oral rehydration solution to the preparation of animal-source foods, can maximize local food resources among fisher families and accelerate the recovery of toddlers' nutritional status.