cover
Contact Name
Noning Verawati
Contact Email
noning.verawati@ubl.ac.id
Phone
+6281392853835
Journal Mail Official
kontekstual@ubl.ac.id
Editorial Address
Jalan Pagar Alam No.26 Labuhan Ratu Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Kontekstual: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 29624169     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jik.v3i1.3839
Kontekstual merupakan media publikasi hasil penelitian ilmu komunikasi yang diterbitkan atas kerjasama program studi ilmu komunikasi UBL dan ikatan sarjana komunikasi indonesia (ISKI) sejak tahun 2022. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian/riset kepada para akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pihak lain yang berminat di bidang Ilmu Komunikasi. Topik kajian fokus dalam kajian ilmu komunikasi yang terjadi dalam seluruh bidang kehidupan. Kajian ilmu komunikasi tersebut terdiri atas komunikasi politik, komunikasi bisnis, komunikasi organisasi, komunikasi pembangunan, komunikasi lintas budaya, media, publik relations, jurnalistik, videografi, fotografi,komunikasi Pariwisata, komunikasi politik, media baru, TV dan Film, media, gender dan seksualitas. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan diberbagai media. Jurnal yang terbit secara berkala 2 (dua) kali dalam setahun dengan frekwensi penerbitan di bulan Juni dan Desember. Penentuan artikel yang dimuat dalam Jurnal Kontekstual sudah melalui proses review oleh tim redaksi dengan mempertimbangkan hal berikut: Terpenuhinya persyaratan baku publikasi jurnal, metode riset yang digunakan, signifikansi, dan kontribusi hasil penelitian terhadap pengembangan keilmuan Komunikasi.
Articles 42 Documents
Ungkapan Bahagia dan Rasa Syukur Seseorang dalam Lagu “Dunia Tipu-Tipu” Karya Yura Yunita Irfaniar Rosyada; Rr. Pramesthi Ratnaningtyas
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v2i1.3175

Abstract

Lagu merupakan salah satu media komunikasi dan ekspresi seseorang atas keresahan terhadap suatu peristiwa tertentu. Lagu “Dunia Tipu-Tipu” karya Yura Yunita berkaitan dengan fenomena kebohongan yang terjadi di dunia maya maupun nyata. Lagu tersebut mampu mewakili perasaan dan pengalaman para pendengar sehingga diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi salah satu lagu terpopuler di tahun 2022. Hal tersebut menjadi daya tarik peneliti untuk mempelajari makna dari tanda-tanda yang terdapat dalam lirik lagu tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna sebenarnya yang terkandung dalam lagu “Dunia Tipu-Tipu”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Lirik lagu “Dunia Tipu-Tipu” sebagai objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis semiotika Peirce, ditemukan makna dalam setiap bait liriknya, yaitu (1) seseorang yang dapat menjadi sandaran hidup, (2) seseorang terpercaya, (3) seseorang yang paling pengertian, (4) komunikasi yang jujur hanya melalui tatapan mata, (5) kebahagian sebagai kunci hubungan yang langgeng, (6) komitmen dalam suatu hubungan. Makna keseluruhan lagu tersebut adalah ungkapan bahagia dan rasa syukur seseorang karena dapat menjalin hubungan dengan orang terdekat yang selalu memahami perasaan, memberikan kebahagiaan dan kenyamanan. Berdasarkan makna tersebut, lagu “Dunia Tipu-Tipu” mengajarkan untuk selalu menghargai dan mengapresiasi orang-orang terdekat yang berperan penting dalam kehidupan.
Respon Mahasiswa tentang Perkuliahan Interaktif dengan Menggunakan Media Zoom pada Masa Pandemi Muchmad Alfarrel Baagil; Wawan Hernawan
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v1i1.2607

Abstract

Pandemi Covid-19 diawal tahun 2020 mulai berdampak pada dunia Pendidikan. Pemerintah mulaimemberikan kebijakan untuk menutup seluruh institusi Pendidikan di berbagai jenjang demi mencegahpenyebaran virus covid 19 dengan menggantikan pembelajaran tatap muka secara langsung menjadipembelajaran jarak jauh atau online. Dengan terlaksananya pembelajaran online menimbulkan respon positivedan respon negative dari mahasiswa. Berdasarkan permasalahan ini, maka peneliti meyakini bahwa perludilakukan penelitian karena penulis melihat perkembangan pembelajaran online yang kurang efektif. Tujuanpenelitian. Ini untuk mendeskripsikan respon mahasiswa Universitas Bandar Lampung terhadap pembelajaranonline. Pendekatan penelitian yang peneliti pakai yaitu kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif karenadalam penelitian ini menarik kesimpulan berupa deskripsi data secara rinci. Dengan pengumpulan data melaluiobservasi, wawancara dan dokumentasi dengan sampel yang menjadi reponden sebanyak 50 mahasiswa aktifUniversitas Bandar Lampung Angkatan 2017-2020 dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dansekunder. Dari hasil penelitian mahasiswa merespon bahwa perkuliahan online merupakan solusi terbaik untuktetap bisa mengikuti perkuliahan dimasa pandemi agar dapat meminimalisir penyebaran virus Covid-19.Namun mahsiswa juga merspon bahwa perkuliahan online ini merupakan pembelajaran yang sudah efektifnamun gangguan signal yang tidak stabil menjadi problem utama yang dialami oleh mahasiswa.
Analisis Kritik Sosial Pada Film Monster 2023 Karya Hirokazu Koreeda Nur sulistiyo Nugroho; Kezia Christalia; Muhammad Lavio Samudra
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v3i1.3841

Abstract

Film tidak hanya menjadi media untuk hiburan semata saja, namun film juga bisa menjadi media bagi pembuat film untuk menyampaikan pesannya kepada penonton. Film dianggap media yang efektif dan populer sebagai sarana komunikasi. Dalam beberapa film khususnya genre drama kerap mengandung unsur kritik sosial dimana penulis mencoba mengkritik, menanggapi, serta membahas masalah sosial yang terjadi di masyarakat sekitar. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis representasi kritik sosial yang ada dalam film monster 2023 karya Hirokazu Koreeda. Berfokus pada beberapa masalah sosial yang dibawakan pada setiap perspektif karakter dalam film monster, yang mana disetiap perspektif karakter menghadapi serta memaknai masalah sosial mereka masing – masing. Menggunakan Pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi, jurnal ini menerapan analisis semiotika John Fiske, dengan tiga level makna yaitu level realitas, level representasi, level ideologi. Hasil penelitian ini menunjukan adanya 3 masalah sosial yang diangkat Hirokazu Koreeda yaitu ironi birokrasi pendidikan, bullying, dan homoseksual. Dari Monster 2023 kita bisa mengambil pelajaran bahwa segala tindakan atau ucapan kita terhadap seseorang mampu mempengaruhi kehidupannya. Kita perlu lebih aware terhadap sekitar kita, karena kita bisa menjadi monster dimata orang lain.
Sebuah Studi Eksperimental tentang Pengaruh Periklanan Perilaku Online di Instagram terhadap Niat Beli dan Klik-tayang Konsumen. Mempertimbangkan Peran Moderasi Ukuran Merek dan Peran Mediasi Kepercayaan Merek Adinda Rania Rezkialsy Barusman
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v2i1.3180

Abstract

Instagram has released a service called ‘Instagram ads’, which advertises online businesses on Instagram based on their users’ previous online searches. However, it is unknown whether this service would be beneficial for smaller brands. This research aimed to investigate to what extent personalized advertising on Instagram based on consumers’ previous searches affects click-through and purchase intentions, does the effect differ between brand sizes, and can consumers’ level of brand trust explain this difference. A study was conducted using a 2x2 factorial between-subjects design among 139 participants between the ages of 18-28 years old. Findings showed that personalized advertising positively influenced consumers’ behavioural intentions. However, no difference was found between the large brands and small brands. The results also indicated that brand trust could explain the effect of brand size on purchase intention. All in all, this study could help smaller brands decide on whether or not an Instagram ad is worth the investment, fill in the knowledge gaps, and further the research on whether the effects of personalized advertising differ between brand sizes. 
Analysis of Journalistic Students' Understanding of the Journalistic Profession in the Digital Age Alya Fauzira Raynadel; Lita Ananta Putri; Wahyunengsih Wahyunengsih
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v1i2.2957

Abstract

Digital journalism is actually an old form of journalism practice but in a new context. In digital journalism, social media serves to gather information and verify the sources of information. From what has been described in previous studies with our research, it can be concluded that they have similarities in researching journalism in the digital era, but what distinguishes us is analyzing Journalism Students in the Digital Era in detail and detail. Selecting Journalism Students as Research Subjects. The researcher uses the object, namely journalism in the digital era, and the subject is journalism students. We use quantitative methods. By conducting research by distributing questionnaires or questionnaires to be method we use, we give questionnaires to students who study journalism at various universities. This study aims to find out how the development of students in journalism in the digital era and see how the development of job prospects related to journalism in the digital era. this digital. The results of this study obtained several answers from respondents regarding the article Understanding Analysis of Journalism Students in the journalistic profession. Almost all of the results of this study were filled out through a questionnaire or questionnaire. Respondents (students) explained that many students from the journalism study program wanted the journalistic profession to develop more rapidly in this digital era, and the results of the research showed that many students were very enthusiastic about how this journalistic profession could open up employment opportunities for students who would later graduate. Bachelor’s degree and get a jobthat is in accordance with the study program that is carried out with ease. The results of this study also show that the solution to survive as a student so as not to be left behind in this digital age is to continue to follow the era or era that exists by developing and increasing creativity self.AbstrakJurnalisme digital sejatinya adalah bentuk praktik jurnalisme lama, namun dalam konteks yang baru. Dalam jurnalisme digital, media sosial berfungsi untuk mengumpulkan informasi dan memverifikasi sumber informasi. Dari yang sudah di uraikan penelitian terdahulu dengan penelitian kami dapat di simpulkan yaitu memeliki kesamaan dalam meneliti jurnalistik di era digital, tetapi yang membedakan kami menganalisis Mahasiswa Jurnalistik Di era Digital secara rinci dan detail. Memilih Mahasiswa jurnalistik Sebagai Subjek peneliti. peneliti Memakai Objek yaitu Jurnalisme diera digital Dan Subjek nya yaitu Mahasiswa Jurnalistik. Kami memakai metode kuantitatif. Dengan melalukan penelitian dengan cara menyebarkan angket atau quisioner untuk menjadi metode yang kami pakai, kami memberi angket kepada mahasiswa mahasiswa yang berprodi jurnalistik di berbagai universitas. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana perkembangan mahasiswa di jurnalistik di era digital dan melihat bagaimana perkembangan prospek kerja yang berhubungan dengan jurnalistik di era digital, Kami mendapat referensi untuk membuat penelitian ini dan meneliti ke berbagai mahasiswa dari buku buku para ahli yang menjelaskan tentang jurnalistik di era digitalini.Hasil penelitian tersebut mendapatkan beberapa jawaban dari responden mengenai artikel Analisis Pemahaman Mahasiswa Jurnalistik pada profesi jurnalistik, Hampir semua hasil penelitian ini yang di isi melalui angket atau quisioner. Para responden (mahasiswa) menjelaskan bahwa banyak sekali mahasiswa mahasiswa dari prodi jurnalistik ini menginginkan profesi jurnalistik lebih berkembang pesat di era digital ini, Dan hasil penelitian banyak mahasiswa yang sangat antusias untuk bagaimana profesi jurnalistik ini dapat membuka lapangan kerja pada mahasiswa mahasiwa yang nantinya akan lulus s1 dan mendapat kerja yang sesuai dengan prodi yang di jalankan dengan di permudah, Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa solusi untuk bertahan sebagai mahasiswa agar tidak tertinggalpada zaman di era digital ini ialah dengan terus mengikuti era atau zaman yang ada dengan cata mengembangkan dan meningkatkan krestifitas diri.
Strategi Komunikasi Bisnis Waralaba Mixue: Studi pada Gerai Mixue Purwakarta Faisal Muzzammil
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2: Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v2i2.3466

Abstract

Menjamurnya gerai Mixue di Indonesia, pada awal tahun 2023 sempat menjadi sesuatu yang fenomenal dan viral di media sosial. Persebaran gerai Mixue ini sampai juga ke Purwakarta, salah satu daerah  industri yang ada di Jawa Barat. Fenomena menjamurnya gerai Mixue yang sampai ke Purwakarta ini menjadi realitas yang unik untuk diteliti dan dikaji lebih lanjut dengan pendekatan komunikasi bisnis. Berlatar belakang dari fenomena dan realita menjamurnya gerai Mixue di Purwakarta, maka secara spesifik studi ini bertujuan untuk mengungkap dan menggali lebih dalam mengenai: (1) Perkembangan bisnis waralaba Mixue di Purwakarta; (2) Strategi komunikasi bisnis waralaba Mixue di Purwakarta. Studi ini menggunakan metode studi kasus dengan landasan teori The Marketing Mix dari Neil H. Borden. Berdasarkan hasil analisis dan penggalian data, maka didapatkan dua temuan utama dalam studi ini, yaitu: (1) Ada dua aspek yang membuat bisnis waralaba Mixue berkembang di Purwakarta, yaitu aspek ekonomis dan aspek popularitas. (2) Ada dua bentuk strategi komunikasi bisnis waralaba Mixue di Purwakarta, yaitu strategi komunikasi bisnis melalui media sosial dan strategi komunikasi bisnis dengan pelayanan profesional.
FENOMENA DOXING DI MEDIA SOSIAL TWITTER (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Mahasiswa Pengguna Twitter di Indonesia) Nadisa Pratiwi; Charisma Asri Fitrananda
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v2i1.3176

Abstract

Doxing merupakan tindakan mengungkapkan informasi pribadi seseorang dengan cara mempublikasikannya melalui media untuk dijadikan konsumsi khalayak tanpa persetujuan orang yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa mengenai perilaku doxing yang ramai di media sosial Twitter. Penelitian ini diteliti dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa sensasi yang diterima mahasiswa terkait doxing cenderung negatif karena doxing merupakan tindakan kejahatan yang mengemukakan data pribadi orang lain di media sosial tanpa izin orang yang bersangkutan. Perilaku doxing di media sosial Twitter banyak menyita perhatian mahasiswa juga masyarakat karena doxing merupakan konten yang berisikan kejahatan sehingga mahasiswa penasaran dengan apa yang dilakukan seseorang sehingga seseorang tersebut dibuka dan dipublikasikan data pribadinya oleh orang lain di media sosial. Mahasiswa menganggap bahwa perilaku doxing tersebut merupakan perilaku yang salah baik dari sudut pandang media publik maupun dari sudut pandang hukum.
Menghindari Konflik Berkomunikasi: Analisis Kebahasaan, Ilmu Komnukasi dan Kewarganegaraan dalam Kasus Ibu Kota Negara Baru yang Disebutkan “Tempat Jin Buang Anak” Junaidi Junaidi
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v1i1.2608

Abstract

YouTuber Edy Mulyadi dilaporkan ke polisi karena menyebutkan Kalimantan Timur yang akan menjadiIbu Kota Negara baru sebagai tempat “Jin Buang Anak”. Pencemaran nama baik, diperdebatkan seiringberprosesnya kasus ini pada penegak hukum. Tidak mengherankan kasus ini menyita perhatian banyak pihak,dan penting pula untuk diteliti karena menyangkut masa depan bangsa dan negara yang Bhinega Tunggal Ika.Perlu kesepahaman, dan mencari solusi atas konflik komunikasi ini. Dengan analisis kualitatif deskriptif fakta-fakta pemberitaan, dikaitkan Ketatabahasaan, Ilmu Komunikasi dan Kewarganegaraan, kasus ini sesungguhnyatidak perlu terjadi dan memunculkan implikasi lain, jika komunikator mencermati hambatan-hambatanberkomunikasi, sehingga komunikan bisa mengartikan sama apa yang dikomunikasi komunikator berupa pesan.Hambatan sosiologis, psikologis, semantik, mekanis, terlebih antrologis, mestinya jauh-jauh waktu sudahdicermati komunikator, sehingga bisa merancang pesan dengan sebaik mungkin. Jikapun akhirnya fenomenakomunikasi massa ini menjadi konflik berujung kasus hukum, tentu tidak hanya bisa diselesaikan dengan jalurproses hukum, tetapi dimungkinkan pula dengan introspeksi para pihak terlibat, konsolidasi, kompromi,negosiasi, mediasi, ataupun musyawarah untuk mufakat.
Analisis Manajemen Privasi Komunikasi Pengguna Media sosial Instagram (Mahasiswa Inbound PMM 2 Universitas Bandar Lampung) Syahrul Firmansah; Affan Neskisyah Ramadhan
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v3i1.3844

Abstract

Instagram saat ini menjadi platform yang memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi pribadi secara luas melalui internet. Banyak pengguna secara rutin menggunakan dan membagikan informasi pribadi mereka tanpa batasan antar koneksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami pengalaman pengguna Instagram, melibatkan persepsi dan motivasi mereka terkait privasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan aplikasi Google Form. Fokus penelitian ini adalah kontrol privasi, yaitu hak seseorang untuk mengatur sejauh mana informasi pribadi mereka diakses oleh orang lain di Instagram. Hasil penelitian dengan melibatkan 31 responden menunjukkan bahwa pengguna memiliki peran sebagai pembuat keputusan terkait privasi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pengguna Instagram mengelola privasi mereka di platform ini.
Representasi Mistik Jawa Dalam Film Pendek “Lamun Sumelang (2019)” Sulahudin Al Ayubi; Andreas Tri Pamungkas
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2: Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v2i2.3460

Abstract

Film pendek “Lamun Sumelang” merupakan film yang mengangkat sebuah fenomena sosial yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul yaitu mitos pulung gantung dan praktik mistik yang tidak sesuai dengan ajaran kejawen. Fenomena tersebut diangkat berdasarkan berbagai keresahan masyarakat Gunungkidul yang mencerminkan realitas sosial saat ini seperti kesenjangan sosial, kesehatan, dan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi mistik Jawa pada film pendek “Lamun Sumelang” dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall dan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Tanda yang ditampilkan dalam film “Lamun Sumelang” dianalisis menggunakan segitiga makna yakni meliputi Tanda (Representament), Objek, dan Interpretasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat lima tanda yang mengandung unsur mistik Jawa di dalamnya yaitu (1) mitos, (2) roh halus, (3) ritual kejawen, (4) tradisi Jawa, dan (5) dukun Jawa. Film “Lamun Sumelang” sebagai film indie, menempatkan posisinya sebagai bagian dari komunikasi massa untuk menggambarkan keadaan realitas sosial saat ini yang terjadi di pulau Jawa khususnya di Gunungkidul.