cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017" : 5 Documents clear
Penerapan layanan konseling kelompok dalam mengembangkan kemampuan social siswa di SMA Negeri Se-Kota Banda Aceh Irma Yani; Nurhasanah Nurhasanah; Dahliana Abd.
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14097

Abstract

Abstract: Group counseling service is one of the programs in the school education system that can help problems or difficulties experienced by students. Group counseling services are carried out as a way to facilitate the realization of changes in individual behavior in a good direction, and try to help individuals know and positively accept every strength and weakness in themselves. Therefore this service is expected to be able to support the development process of students' social abilities in interacting with their environment. This study aims to determine the application of group counseling services in developing students' social abilities. The population in this study were all the counseling teachers of State Senior High Schools throughout Banda Aceh, totaling 36 counseling teachers. The determination of the sample in this study is a saturated sampling method. This study uses descriptive quantitative methods. Data processing is done using percentage descriptive formula. The method of retrieving data uses the Guttman scale (yes no). The results of this study can be concluded that the application of group counseling services in developing social skills of students in high school throughout the city of Banda Aceh is applied. It can be seen that (77.2%) the application of group counseling services has been carried out and (83.33%) BK teachers have succeeded in helping students develop social skills.Keywords: Group Counseling Services, Social Ability Abstrak: Layanan konseling kelompok merupakan salah satu program dalam sistem pendidikan disekolah yang dapat membantu masalah kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa. Layanan konseling kelompok dilaksanakan sebagai suatu cara untuk memudahkan terwujudnya perubahan-perubahan tingkah laku individu atau siswa menuju ke arah yang baik, serta mengenal dan menerima secara positif setiap kekuatan dan kelemahan pada dirinya sendiri, oleh karena itu layanan ini diharapkan mampu menunjang proses perkembangan kemampuan sosial siswa dalam berinteraksi dengan lingkunagnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan konseling kelompok dalam mengembangkan kemampuan sosial siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru bimbingan konseling SMA Negeri se-kota Banda Aceh yang berjumlah 36 orang guru bimbingan konseling. Penentuan sampel  dalam penelitian ini adalah metode sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus deskriptif persentase. Adapun variable dari penelitian ini terdiri dari dua variable yaitu penerapan layanan konseling kelompok dan kemampuan sosial. Metode pengambilan data menggunakan skala Guttman (ya tidak). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan konseling kelompok dalam mengembangkan kemampuan sosial siswa pada sekolah SMA Negeri se-kota Banda Aceh ada diterapkan. Hal ini dapat dilihat bahwa (77,2%) penerapan layanan konseling kelompok telah dilaksanakan dan (83,33%) guru BK yang sudah berhasil membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan sosial.Kata Kunci: Layanan Konseling Kelompok, Kemampuan Sosial
Penerapan teknik seni berpikir kreatif teratai mekar untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa Cut Nurul Wazna; Said Nurdin; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14098

Abstract

Abstract: Every person had different creativity, but creativity is not purely innate it can be fostered one of them by Lotus Blossom Technique. The research aims to determine the ratio of creativity in finding the idea as a research theme between the groups given Lotus Blossom Technique treatment and the un treatment group. The method used is quasi experimental research with pre-test and post-test group design. Data collection techniques in this research in the form of a questionnaire scale. Data analysis technique with sign test. Its population is students 6th semester in FKIP Guidance and Counseling program of Syiah Kuala University. A total of 20 students were selected randomly to be sampled and distributed into two different groups, they are the treatment group and the comparison group. Based on the result of research, it can be concluded that there is difference of score between treatment group and comparison group. The treatment group experienced an increase in mean value (mean) is greater than the comparison group, which is 64.9 ≥ 49.1. By looking at the binominal table n = 10 and p = 0.05, the probability for X≥10 is 0,000. Since 0.000 is less than 0.05 and W = 58, it can be concluded that there is a significant creativity difference between groups using Lotus Blossom Technique versus groups that do not use the Lotus Blossom Technique.Keywords: Creativity, Idea, Lotus Blossom Technique Abstrak: Kreativitas individu berbeda-beda, namun kreativitas bukanlah murni sifat bawaan dalam diri melainkan dapat dipupuk salah satunya dengan teknik seni berpikir Teratai Mekar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kreativitas  dalam menemukan ide sebagai tema penelitian antara kelompok yang diberikan treatment Teratai Mekar dan kelompok yang tidak diberi treatment. Metode yang digunakan adalah quasi experimental research dengan pre-test dan  post-test group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket berskala. Teknik analisis data dengan sign test. Populasinya adalah  semester 6 di program studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Syiah Kuala. Sebanyak 20 mahasiswa dipilih secara random untuk dijadikan sampel dan dibagikan ke dalam dua kelompok berbeda, yakni kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan skor antara kelompok perlakuan dengan kelompok pembanding. Kelompok perlakuan mengalami peningkatan nilai rata-rata (mean) lebih besar dibandingkan kelompok pembanding, yaitu 64.9≥ 49.1. Dengan melihat tabel binominal n=10 dan p=0.05, probabilitas untuk X≥10 adalah 0.000. Karena 0.000 lebih kecil dari 0.05 dan W=58, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kreativitas yang signifikan antara kelompok yang menggunakan teknik seni berpikir Teratai Mekar dibandingkan  kelompok yang tidak menggunakan teknik seni berpikir Teratai Mekar.Kata Kunci: Kreativitas, Ide, Teknik Seni Berpikir Teratai Mekar
Analisis perilaku altruisme pada santri di pondok pesantren modern Babun Najah Banda Aceh Dina Mahmuliana; Dahliana Abd.; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14099

Abstract

Abstract: Altruism is an attitude of caring and willing to help despite the lack of benefits offered or the absence of hope to get rewarded, but people nowadays influenced of bad globalization in various joints of human life has begun to eliminate humanities velues in possession, including students in boarding school, majorities studens become selfish. The purpose of this research is to observe altruism in students of Babun Najah boarding school also to know the factor causing they‘re altruism habits. This research used descriptive qualitative method with 10 students as sample research. Observer using observation and interview get the data after all analysis with data reduction, display data, and tondution from the fact. The results of data analysis show that there students here still owned altruism in they‘re habits. It shows from they help friends, feel what their friends feel. Willing to give what is owned for others even though he is also in need, still and all also get that there are students selfish, ignoring friends who need help. So, from these fact students still need guidance to be a person who created a noble personality and be responsible also need their parents and lectures support.Keywords: Altruism, santri, pesantren Abstrak: Perilaku altruisme merupakan sikap kepedulian dan mau membantu meskipun tidak adanya keuntungan yang ditawarkan atau tidak adanya harapan untuk mendapatkan imbalan, namun akibat pengaruh globalisasi dalam berbagai sendi kehidupan manusia telah mulai menghilangkan nilai-nilai kemanusian yang dimiliki, termasuk santri di pondok pesantren, berupa nilai-nilai atau kebiasaan saling tolong-menolong sesama teman secara ikhlas menjadi sikap yang tidak baik yaitu mementingkan diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku altruisme santri di pondok Pesantren Modern Babun Najah Banda Aceh dan untuk mengetahui faktor penyebab timbulnya perilaku altruisme pada santri di pondok Pesantren Modern Babun Najah Banda Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 10 orang santri. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data (display data) dan menarik kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perilaku altruisme masih dimiliki oleh sebahagian santri seperti mau menolong temannya yang sedang kesulitan, sedih melihat temannya yang kesusahan dan rela memberikan apa yang dimiliki untuk orang lain walaupun dirinya juga sedang membutuhkan, namun pada santri lainnya perilaku ini tergolong kurang seperti mementingkan dirinya sendiri, enggan untuk menolong teman yang kesulitan serta tidak pernah sungguh-sungguh dalam memberikan pertolongan, dengan begitu santri masih membutuhkan bimbingan, arahan dan pengembangan agar perilaku tersebut dapat dimiliki oleh seluruh santri yang menetap di pondok pesantren, sehingga terciptalah kepribadian yang berbudi luhur dan bertanggung jawab. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku altruisme pada santri, diantaranya orang tua dan kepribadian santri itu sendiri.Kata Kunci : Altruisme, santri, pesantren
Hubungan resolusi konflik pasangan suami istri bekerja dengan kepuasan pernikahan pada usia pernikahan 3-5 tahun Nadia Nadia; Nur Janah; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14101

Abstract

Abstract: Marriage is a sacred thing that unites two human beings between men and women. In fact adults marry for encouragement for various reasons. However, any person who married definitely wanted happiness. Feeling happy is identical with the name of satisfaction where when one reaches or gets anything he wants her to feel satisfied and happy. In achieving a satisfaction of the wedding, the couple husband and wife need a name conflict resolution. people who have a good conflict resolution in the household will easily achieve a satisfaction of the wedding. The purpose of this study is to describe the relationship of conflict resolution to the satisfaction of the wedding. The method used is the Mix Method that combines the two methods at once (quantitative and qualitative). The subject of this study, namely married couples working on age of marriage 3-5 of the year with a total of 130 people. The results showed the styles of conflict resolution has a positive and significant relationship, however weak, to the satisfaction of the wedding (r =. 317, p =. 001). Based on five conflict resolution styles that exist, only two styles that have a direct relationship with the satisfaction of marriage i.e. domination and integration. While the other three have no connection at all (the bond compromise, and avoidance).Keywords: conflict resolution, satisfaction of the marriage, the husband and wife work Abstrak: Pernikahan merupakan suatu hal yang sakral yang menyatukan dua insan manusia antar laki-laki dan perempuan. Pada hakikatnya orang dewasa menikah karena dorongan berbagai alasan yang berbeda-beda. Namun, setiap orang yang menikah pasti menginginkan suatu kebahagian. Perasaan bahagia identik dengan yang namanya kepuasan yang dimana ketika seorang mencapai atau mendapat sesuatu yang diinginkannya dia merasa puas dan bahagia. Dalam mencapai suatu kepuasan pernikahan, pasangan suami istri membutuhkan yang namanya resolusi konflik. orang yang memiliki resolusi konflik yang baik dalam rumah tangga akan mudah mencapai suatu kepuasan pernikahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan hubungan resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan. Metode yang digunakan adalah Mix Method yang menggabungkan dua metode sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). Subjek penelitian ini yaitu pasangan suami istri bekerja pada usia pernikahan 3-5 tahun dengan total 130 orang. Hasil penelitian menunjukkan gaya resolusi konflik memiliki hubungan yang positif dan signifikan namun lemah dengan kepuasan pernikahan (r = .317, p = .001). Berdasarkan lima gaya resolusi konflik yang ada, hanya dua gaya yang memiliki hubungan langsung dengan kepuasan pernikahan yaitu dominasi dan integrasi. Sementara tiga lainnya tidak memiliki hubungan sama sekali (kompromi, obligasi dan penghindaran).Kata Kunci: Resolusi Konflik, Kepuasan Pernikahan, Suami Istri Bekerja
Persepsi wanita menopause terhadap diri dan hubungannya dengan tingkat kecemasan Zainap Tunrahmi; Syaiful Bahri; Abu Bakar
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14102

Abstract

Abstract: Physical changes, health and psychological disorders during menopause are reasons for the high level of anxiety of women. A woman who has a negative perception will have a high level of anxiety about menopause, and vice versa. This study raised the problem of self-perception, anxiety and the relationship of perceptions to the level of anxiety in women who experience menopause in Mukim Lam Ara, Darul Imarah District of Aceh Besar. The study population was 360 people. The study sample was taken using a proportionate stratified random sampling using the Slovin formula, so that a sample of 189 people was obtained. Data collection used a questionnaire method with a Likert scale model. Data analysis used descriptive statistical analysis and Product Moment correlation. The results showed that menopausal women generally had a positive self-perception and a low level of anxiety. It also found a negative relationship between the perception and anxiety level. In other words, it is evident that women who have a positive self-perception will have a low level of anxiety about menopause, and vice versa. Research still finds some women who worring the menopausal condition, even though with a minimal percentage; It is expected that the village government, community health center, and related parties in the local area will always strive to facilitate women and the community with various information and debriefing activities about menopause to minimize the development of negative perceptions in women, so as to reduce their anxiety level towards menopause. Thus a healthy society can be created, have a stable psychological development and far from excessive anxiety..Keywords: Perception, Menopause, Anxiety Level Abstrak: Perubahan fisik, gangguan kesehatan dan psikologis pada masa menopause menjadi alasan tingginya tingkat kecemasan para wanita. Wanita yang memiliki persepsi negatif akan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi tentang menopause, demikian pula sebaliknya. Penelitian ini mengangkat masalah persepsi diri, tingkat kecemasan dan hubungan persepsi dengan tingkat kecemasan pada wanita yang mengalami menopause di Mukim Lam Ara Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Populasi penelitian adalah 360 wanita, sampel diambil menggunakan proportionate stratified random sampling dengan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 189 orang. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan model skala likert. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum wanita menopause memiliki persepsi diri yang positif, tingkat kecemasan yang rendah, serta adanya hubungan yang negatif antara persepsi dan tingkat kecemasan. Dengan kata lain, terbukti bahwa wanita yang memiliki persepsi diri yang positif akan memiliki tingkat kecemasan yang rendah tentang menopause demikian pula sebaliknya.. Dengan masih ditemuinya beberapa wanita yang mencemaskan kondisi dirinya saat menopause, walau dengan persentase yang minim; diharapkan pada pemerintah desa, puskesmas, dan pihak-pihak terkait agar berupaya memfasilitasi para wanita dan masyarakat dengan berbagai informasi dan kegiatan pembekalan tentang menopause guna meminimalisir perkembangan persepsi negatif dalam diri para wanita, sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan terhadap menopause. Dengan demikian dapat tercipta masyarakat yang sehat, memiliki perkembangan psikologis yang stabil dan jauh dari rasa cemas berlebihan.Kata kunci: Persepsi, Menopause, Tingkat Kecemasan

Page 1 of 1 | Total Record : 5