cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA DAGDUSI DANCER (DADU GAMBAR DUA DIMENSI DAN CERMIN) UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Rizka Masfurah; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14164

Abstract

Abstract: Low level of self-confidence can pose major obstacles in carrying out daily activities, therefore needs to be solved. Among many techniques to improve self-confidence, the use of media need to be assess. Meanwhile the media developed to solve emotional problems experienced by students in school was very little, therefore this research aimed to developed a new media by the name Dagdusi Dancer which is a cube consist of three sides of the mirror and three-sided two-dimensional images (perceptual images) aimed to improve students' self-confidence. This study aimed to explain the development of the media, included to trial stage conducted to 31 students whose level of confidence is in the low category at SMAN 1 Unggul Darul Imarah, Lampeuneurut Aceh Besar. The method used in research using Research and Development (R D) approach with 4D. The result of data analysis using Wilcoxon Matched Pairs Test concluded that the use of the Dagdusi Dancer able to change the negative perceptions of students to be positive so that students became more confident. Keywords: media dagdusi dancer, self-confidence, perceptions. Abstrak: Rendahnya percaya diri dapat menimbulkan hambatan besar dalam menjalankan kegiatan sehari-hari sehingga perlu diatasi. Diantara banyak cara untuk meningkatkan harga diri, penggunaan media sebagai perantara perlu untuk diselidiki. Media yang berkembang sangat sedikit untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa di sekolah, oleh karena itu dikembangkanlah sebuah media baru bernama Dagdusi Dancer yang ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tahapan pengembangan media dagdusi dancer termasuk uji coba pada 31 siswa yang tingkatan percaya diri berada pada kategori rendah di SMAN 1 Unggul Darul Imarah, Lampeuneurut Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (RD) dengan model 4D. Hasil uji coba pada siswa dengan analisis data uji Wilcoxon Matched Pairs Test diperoleh kesimpulan bahwa media Dagdusi Dancer mampu merubah persepsi negatif siswa menjadi positif sehingga siswa menjadi lebih percaya diri.Kata kunci: Media Dagdusi Dancer, Kepercayaan Diri, Persepsi
STUDI PENELUSURAN ALUMNI BIMBINGAN DAN KONSELING LULUSAN TAHUN 2014-2016 Windria Riska; M. Husen; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14304

Abstract

Abstract: Tracing alumni is important as a form of self-evaluation of an educational institution. The tracing of alumni conducted in this study was the alumni of the Guidance and Counseling Study Program Syiah Kuala University graduating in 2014-2016. This study aims to find out: the waiting period of alumni in getting a job, suitability of work with the background of the field of study, alumni income, obstacles faced during previous learning, and user responses. The study was conducted on 71 samples (35%) of 205 populations. The method used is a quantitative descriptive approach with data collection tools using a questionnaire. The results showed that: 68% of alumni had a waiting period to get their first job in less than 3 months, 60% had jobs in accordance with the field of education with the percentage working as BK teachers by 39%, and 68% earning less than Rp. 2,500.000. Alumni admit that they experienced some obstacles during the bachelor learning, including having low motivation in learning, lack of concentration in learning, feeling less confident in their performance in class, and other obstacles. The response of graduate users to the performance of more than half the number of alumni namely regarding aspects of integrity, professionalism, breadth of insight, leadership, teamwork, use of IT, and self-development are already in the good category, while for aspects of ability in Foreign languages (especially English) still are in the sufficient category.Keywords: Tracer Study, Guidance and Counseling Alumni. Abstrak: Penelusuran alumni penting sebagai salah satu bentuk evaluasi diri sebuah institusi pendidikan. Penelusuran alumni yang dilakukan dalam penelitian ini adalah alumni Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala Tahun lulus 2014-2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) masa tunggu alumni dalam mendapatkan pekerjaan, (2) kesesuaian pekerjaan dengan latar belakang bidang studi, (3) penghasilan alumni, (4) kendala yang dihadapi alumni selama masa perkuliahan, dan (5) tanggapan pengguna lulusan. Penelitian dilakukan terhadap 71 sampel (35%) dari 205 jumlah populasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 68% alumni memiliki masa tunggu mendapatkan pekerjaan pertama dalam waktu kurang dari 3 bulan, 60% memiliki pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikan dengan persentase yang bekerja sebagai guru BK sebesar 39%, serta 68% mendapatkan penghasilan kurang dari Rp 2.500.000. Alumni mengakui mengalami beberapa kendala selama masa perkuliahan antara lain memiliki motivasi yang rendah dalam belajar, konsentrasi belajarnya kurang, merasa kurang percaya diri dalam unjuk diri di kelas, dan kendala yang lainnya. Tanggapan pengguna lulusan terhadap kinerja lebih dari setengah jumlah alumni yaitu mengenai aspek integritas, profesionalisme, keluasan wawasan, kepemimpinan, kerjasama tim, penggunaan IT, dan pengembangan diri sudah berada pada kategori baik, sedangkan untuk aspek kemampuan dalam berbahasa Asing (khususnya bahasa Inggris) masih berada dalam kategori cukup.Kata kunci: penelusuran alumni, bimbingan dan konseling
MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA BIDIKMISI DITINJAU DARI INDEKS PRESTASI KUMULATIF (SUATU STUDI PADA MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2016) Cut Irmasita; Dahliana Abd.; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14161

Abstract

Abstract: Motivation to learn can determine achievement. One that strengthens learning motivation is the given support including educational costs. The purpose of this study was to describe the Bidikmisi students' learning motivation and explain the differences in Bidikmisi students' learning motivation in terms of the cumulative grade point average (GPA). The data collection technique used was a questionnaire. The data analysis technique used Anova and Tukey HSD. Based on the results, it can be concluded that more than half (57.5%) of students have learning motivation which is in the moderate category, the rest have motivation in the high category (42.5%) and no one has low learning motivation. The results also show that there are 20% of students whose GPA is below 3. In addition, the data also shows that bidikmisi students with GPA above 3.00 have an average motivation score lower than bidikmisi students with GPA below 3.00, although significant differences in motivation are only obtained between GPA groups of 2.50-2.99 and 3 00-3.49. Based on these results it is recommended that students who receive scholarships to increase motivation can maintain their achievements and scholarships. Keywords: Learning motivation, Bidikmisi awardee, Grade Point Average.Abstrak: Motivasi belajar dalam perkuliahan dapat menentukan prestasi yang dicapai. Salah satu yang memperkuat motivasi belajar adalah adanya dukungan termasuk biaya pendidikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar mahasiswa bidikmisi dan motivasi belajar mahasiswa bidikmisi ditinjau dari indeks prestasi kumulatif (IPK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis dalam bentuk deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Anova dan Tukey HSD. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari sebagian (57,5%) mahasiswa Bidikmisi FKIP Unsyiah memiliki motivasi belajar yang berada pada kategori sedang, sisanya memiliki motivasi pada kategori tinggi (42,5%) dan tidak ada yang memiliki motivasi belajar rendah. Hasil juga menunjukkan bahwa ada 20% mahasiswa yang IPKnya di bawah 3. Selain itu data menunjukkan bahwa mahasiswa bidikmisi dengan IPK di atas 3,00 memiliki rata-rata skor motivasi lebih rendah daripada mahasiswa bidikmisi dengan IPK di bawah 3,00, walaupun perbedaaan motivasi yang signifikan hanya diperoleh antara kelompok IPK 2,50-2,99 dan 3,00-3,49. Berdasarkan hasil ini disarankan agar mahasiswa penerima beasiswa untuk meningkatkan motivasi agar dapat mempertahankan prestasi sekaligus beasiswanya.Kata Kunci: Motivasi belajar, Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, Indeks Prestasi Kumulatif.
PENGEMBANGAN MODUL PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA DINI (4-6 TAHUN) Nuning Irhamna; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14162

Abstract

Abstract: Education is a foundation for a nation for the future of the nation to become more developed and develop better. One of the important education to be taught early to children is sex education. The provision of sex education serves to prevent the occurrence of violence and sexual harassment which has been rampant among children and one of the educational media for teachers in implementing sex education learning that is still common is understood by teachers. The application of sex education in Indonesia is still relatively new, which causes a lack of teaching materials that can be used. This study aims to develop a learning medium in the form of a sex education module for AUD that is suitable for use by teaching staff as teaching material. The approach used in this research is mixed methods. The type of research used is the research method used in this study is the method of research and development (reserch development). Subjects in this study were material experts, media experts, educators. Data collection tools used in the form of validation sheets to obtain validator assessment or experts. Before the module was applied, product validation was carried out to 3 media experts and 3 material experts who produced conclusions from the material aspects with good or good categories and from the media aspect produced conclusions with good or good categories. To see the teaching staff's response to the early childhood sex education module was carried out by using the FGD method to 10 AUD educators that resulted in the module being very suitable to be applied to early childhood to recognize their identity.Keywords: Module, Sex Education, Early ChildhoodAbstrak: Pendidikan merupakan suatu landasan pijakan bagi suatu bangsa demi keberlangsungan masa depan bangsa menjadi lebih maju dan berkembang menjadi lebih baik. Salah satu pendidikan yang penting untuk di ajarkan sejak dini kepada anak adalah pendidikan seks. Pemberian pendidikan seks berfungsi untuk mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual yang selama ini marak terjadi di kalangan anak-anak dan salah satu media edukasi bagi guru dalam menerapkan pembelajaran pendidikan seks yang masih awam dipahami oleh para guru. Penerapan pendidikan seks di Indonesia masih terbilang baru, yang menyebabkan masih kurangnya bahan ajar yang bisa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yakni berupa modul pendidikan seks bagi AUD yang layak digunakan oleh tenaga pendidik sebagai bahan ajar. Pendekatan yang digunakan dalam penilitian ini adalah mixed methods. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (reserch development). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, tenaga pendidik. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi untuk memperoleh penilaian validator atau para ahli. Sebelum modul diterapkan dilakukan validasi produk kepada 3 orang ahli media dan 3 orang ahli materi yang menghasilkan kesimpulan dari aspek materi dengan kategori layak atau baik dan dari aspek media menghasilkan kesimpulan dengan kategori layak atau baik. Untuk melihat tanggapan tenaga pendidik terhadap modul pendidikan seks anak usia dini dilakukan dengan menggunakan metode FGD kepada 10 orang tenaga pendidik AUD yang menghasilkan bahwa modul sangat sesuai untuk diterapkan kepada anak usia dini untuk mengenali identitas dirinya.Kata Kunci: Modul, Pendidikan Seks, Anak Usia Dini
PENGEMBANGAN DIRI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA NEGERI DI KOTA BANDA ACEH Nur Mutia; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14163

Abstract

Abstrak: Sebagai seorang guru profesional guru BK diharuskan untuk melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan seperti mengikuti diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi atau keprofesian guru. Pengembangan diri secara terus menerus (continuous improvement) juga dapat dilakukan melalui pelatihan, organisasi profesi, internet, membaca buku, mengikuti seminar dan semacamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat arah dari pengembangan diri guru BK serta hambatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah guru BK tingkat SMA di Kota Banda Aceh yang berasal baik dari jurusan BK maupun Non-BK. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan diri yang biasa dilakukan guru BK adalah mengikuti MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) secara rutin serta mengikuti pelatihan dan seminar yang diselenggarakan oleh dinas. Sedangkan mengikuti lokakarya dan konferensi, tergabung dalam organisasi profesi BK, mengikuti berbagai grup diskusi tentang BK, dan membangun jaringan atau kerjasama antar profesi lain serta kegiatan mandiri lainnya masih jarang dilakukan. Responden penelitian menyatakan bahwa kegiatan  melanjutkan pendidikan (S2) dan mengikuti pendidikan profesi serta melakukan kegiatan penulisan atau publikasi ilmiah oleh guru BK bahkan belum dilakukan sama sekali. Hambatan guru BK dalam melakukan pengembangan diri berkaitan dengan faktor biaya, waktu, tempat  fasilitas dan regulasi (peraturan yang ada). Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka membantu pengembangan diri guru BK.Kata Kunci : Guru BK SMA, Pengembangan diri profesional Abstract: As a professional, school counselor are required to grow up their profesionalism through functional training and collaborative activities aimed to improve the competence or professionalism. In this study the professional development activities being assessed were training, professional organizations, self-development by internet, books, seminars, group discussion and the like . The purpose of this study is to explain self-development activities and barriers to self-development of school counselor in Banda Aceh. The subjects of this study were high school counselor in Banda Aceh both from counseling and non- counseling educational background. The research data was collected by interview technique. The result showed that the self-development activities usually carried out by counselor was routinely take part ini MGBK (School Counselor Meeting), also attending training and seminars conducted by education offices. Meanwhile independent activities such as attending workshops and conferences, joined in professional counseling organizations, attending various discussion groups on counseling, and building networks or cooperation among other professions were still rarely done. None of the subject reported pursuing master degree or other professional education, neither they write or do scientific publications. The obstacles of teachers counselor in doing self-development was related to cost, time, facilities and regulation. This research is expected to be used by interested parties in order to support self development of school counselors.Keywords: High school counselor, Profesional development

Page 1 of 1 | Total Record : 5