cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019" : 6 Documents clear
Motivasi orang tua dalam memilih sekolah dasar islam terpadu bagi anak (Penelitian pada orang tua murid di SDIT Nurul Ishlah Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh) Desi Puspita Sari; Martunis Yahya; Said Nurdin
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15331

Abstract

Parents have a very big role in choosing schools for children. Motivation of parents in choosing school is a factor that influences and also makes a significant contribution. This study aims to determine the motivation of parents in choosing schools for children. This type of qualitative research uses a descriptive approach, the subjects of the study amounted to 6 (six) parents / guardians of students from SDIT Nurul Ishlah, Ulee Kareng Subdistrict, Banda Aceh City, data collection techniques were carried out through interviews and documentation studies. The results showed that the motivation of parents to choose an Integrated Islamic Primary School for children at SDIT Nurul Ishlah which is seen from intrinsic factors parents want children to be able to read and memorize the Qur'an, and focus on forming Islamic characters such as, obedient to parents and teacher, honest, religious, and able to memorize short suras. Besides that, it can be seen from the extrinsic factors of the motivation of parents to send their children to SDIT because, this school has a vision and mission to shape the character of Islamic children and the curriculum that is applied according to the needs of students and in accordance with the expectations of parents. The hope of parents is that children can be independent, love to study, focus on learning and be able to compete in achieving superior achievements. From the results of the study it is recommended that parents continue to assist children in developing all their potential so that there is a match between parents' expectations and children's wishes in school selection.Keywords: Selection of Schools, Parents, Motivation ABSTRAK Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam pemilihan sekolah bagi anak. Motivasi orang tua dalam memilih sekolah merupakan faktor yang mempengaruhi dan juga memberikan kontribusi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi orang tua dalam pemilihan sekolah bagi anak. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, subyek penelitian berjumlah 6 (enam) orang tua/wali murid dari SDIT Nurul Ishlah Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi orang tua memilih Sekolah Dasar Islam Terpadu bagi anak di SDIT Nurul Ishlah yaitu dilihat dari faktor intrinsik orang tua menginginkan anak mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta fokus pada pembentukan karakter islami seperti, patuh kepada orang tua dan guru, jujur, taat beragama, dan mampu menghafal surah-surahpendek. Selain itu dilihat dari faktor ekstrinsik motivasi orang tua menyekolahkan anak ke SDIT dikarenakan, sekolah ini memiliki visi misi membentuk karakter anak yang islami dan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan sesuai dengan harapan para orang tua. Harapan orang tua adalah anak bisa mandiri, senang dalam menuntut ilmu, fokus belajar dan mampu bersaing dalam mencapai prestasi yang unggul. Dari hasil penelitian disarankan para orang tua untuk terus mendampingi anak dalam mengembangkan segala potensi yang dimiliki agar terjadi kesesuaian antara harapan orang tua dan keinginan anak dalam pemilihan sekolah.Kata Kunci : Pemilihan Sekolah, Orang Tua, Motivasi
Penerapan teknik bermain peran dalam menangani konflik interpersonal pada mahasiswa Syufiyatuddin Indah Haqqun; Syaiful Bahri; Qurrata 'Ayuna
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15332

Abstract

 Setiap individu membutuhkan hubungan sosial, karena manusia merupakan makhluk sosial, dalam jalinan hubungan sosial ini, akan selalu terjadi suatu permasalahan baik itu terjadi karna kesalahan sendiri atau orang lain. Hal inilah yang dapat memicu sebuah konflik salah satunya konflik interpersonal. Cara yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik bermain peran yang diaplikasikan di dalam praktik konseling kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan skor konflik interpersonal sebelum dan setelah melakukan treatment dengan menggunakan teknik bermain peran, serta untuk melihat efektifitas teknik bermain peran dalam menangani konflik intersonal pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah quasi experimental research dengan pre-test dan post-test group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala psikologi. Teknik analisis data dengan Uji Beda Mann Whitney. Populasinya adalah mahasiswa tahun pertama di 4 jurusan ilmu sosial FKIP Universitas Syiah Kuala. Sebanyak 14 mahasiswa dipilih sebagai sampel penelitian dengan teknik porposif sampling, yang kemudian dibagi ke dalam dua kelompok berbeda, yakni kelompok eksperiman dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan skor antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengalami penurunan nilai rata-rata (mean) lebih besar dibandingkan kelompok pembanding, yaitu 107,3 ≥ 123,7. Dengan melihat tabel binominal n=7 dan p=0,05, probabilitas untuk X≥10 adalah 0,031. Karena 0,031 lebih kecil dari 0,05 dan W=14, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan konflik interpersonal yang signifikan antara kelompok yang menggunakan teknik Bermain Peran dibandingkan kelompok yang tidak menggunakan teknik Bermain peran.  Kata kunci: Konflik Interpersonal, Konseling Kelompok, Teknik Bermain Peran
Profil ketahanan akademik siswa di tengah arus tantangan revolusi industri 4.0 Fadhil Muhammad
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15328

Abstract

Tantangan terbesar yang dialami oleh siswa dalam perkembangan revolusi industri 4.0 di Indonesia saat ini adalah kemampuan siswa untuk menghadapi tuntutan akademik. Perubahan budaya akademik, pembaruan sistem kurikulum yang relatif cepat, kegelisahan dan kebingungan dalam menentukan karir adalah serangkaian tuntutan akademik di era Revolusi Industri 4.0. Berbagai tuntutan dan tantangan akademis berpotensi menyebabkan tekanan akademik di kalangan siswa yang cenderung berdampak negatif pada pola belajar siswa dan perkembangan psikologis siswa di sekolah. Adapun artikel ini bertujuan untuk menggambarkan profil ketahanan akademik siswa di unit pendidikan formal, yang berfokus pada ruang lingkup dan batas-batasannya. Oleh karena itu, artikel ini diharapkan dapat berkontribusi secara  praktis dan teoritis di dunia pendidikan, terutama studi yang terlibat dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Kontrol diri mahasiswa yang kecanduan game online di Asrama Kaway XVI Khairiah Asfaruddin; Said Nurdin; Rezki Saifan
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15764

Abstract

Addicted to online games are harmful behaviors, dangerous and can even be classified into mental disorders that need to be avoided. Individuals who are addicted to online games are characterized by behavior unable to break away from thinking about games, neglecting work and not being able to control themselves which causes more intensity and duration of playing time and drains the mind. The study aims to describe the self-control of college students who have the characteristics of online game addicts employing a qualitative with descriptive approach. Research subjects were three teenagers who have the characteristics of online game addiction. Data collection techniques are done through interviews. The results showed that students were sometimes unable to control themselves, especially when playing online games. They will forget or rule out other things that need to be done. But there are times when students are able to avoid playing online games for example when there are class schedules and other assignments and jobs. Students are in the early period of adulthood; this was predicted what underlies the change of ability and inability to control themselves in playing online games. Keywords: Self-control, College Student, Game Online addiction ABSTRAK Kecanduan game online adalah perilaku yang merugikan, berbahaya bahkan dapat digolongkan ke dalam gangguan mental sehingga perlu dihindari. Individu yang mengalami kecanduan game online ditandai dengan perilaku selalu memikirkan game, mengabaikan pekerjaan, kehilangan kontrol diri, sehingga intensitas dan durasi bermain game semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontrol diri mahasiswa yang memiliki ciri pecandu game online dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tiga orang mahasiswa yang memiliki ciri kecanduan game online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa terkadang tidak mampu mengontrol dirinya terutama saat sedang bermain game online. Mereka akan melupakan atau mengesampingkan hal-hal lain yang perlu dikerjakan. Namun ada waktunya mahasiswa mampu menghindar dari bermain game online misalnya saat ada jadwal perkuliahan maupun tugas dan pekerjaan lain. Mahasiswa berada pada periode awal masa dewasa, ini yang diperkirakan mendasari adanya perubahan dari kemampuan dan ketidakmampuan mengontrol diri dalam bermain game online.   Kata Kunci: Kontrol Diri, Mahasiswa, Kecanduan Game Online 
Layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik konseling self-management untuk mereduksi perilaku prokrastinasi akademik (Sebuah rancangan awal penelitian pre-eksperimen) Ariyana Rustam; Anaway Irianti Masyur; Wirda Hanim; Happy Karlina Marjo
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15329

Abstract

Tugas seorang pelajar ialah belajar yang meliputi mengerjakan tugas-tugas dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan mengumpulkan tugas tepat waktu. Namun, fenomena yang terjadi, para pelajar cenderung menunda-nunda mengerjakan tugas, lebih menyukai kegiatan bersenang-senang dan menyelesaikan tugas dekat dengan deadline. Fenomena ini dikenal dengan istilah prokrastinasi akademik yaitu fenomena menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas akademik serta perilaku ini memberikan dampak negatif bagi siswa seperti siswa sulit mencapai kesuksesan di bidang akademiknya. Melalui rancangan awal penelitian ini, penulis mencoba untuk mereduksi perilaku prokrastinasi akademik dengan menerapkan teknik konseling self-management karena teknik ini melibatkan perubahan perilaku, melatih perilaku bertanggung jawab dan melatih kemandirian pada siswa. Teknik ini menggunakan pendekatan behavioral dengan tujuan membentuk perilaku positif dan mengeliminasi perilaku negative pada konseli. Metode penelitian yang digunakan ialah design pra-eksperimen menggunakan metode pretest dan posttest dengan one group control. Teknik analisa data pertama yang digunakan ialah rumus norma kategori untuk menentukan tingkat kriteria perilaku prokrastinasi akademik. Kedua, peneliti menggunakan uji Sign-Test untuk tingkat skor perubahan perilaku antara sesudah dan sebelum treatment diberikan. Pelaksanaan penelitian ini meliputi tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun responden pada penelitian ini ialah mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling S1 Universitas Negeri Jakarta.
Perkembangan nilai agama dan moral anak dalam keluarga broken home Dina Amalia
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15330

Abstract

Perkembangan nilai agama dan moral merupakan tahap perkembangan kepribadian anak untuk membentuk karakter, menanamkan sifat-sifat terpuji dan melatih anak untuk dapat beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Keluarga merupakan dasar peletakan nilai-nilai moral dan sebagai dasar proses pembentukan karakter bagi anak. Perkembangan anak akan menjadi cenderung terhambat apabila anak berada di dalam situasi keluarga yang kacau dan penuh dengan keributan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana perkembangan nilai agama dan moral anak dalam keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua orang ibu yang telah bercerai secara sah menurut agama dan negara. Objek penelitian adalah 2 orang anak berusia 5-6 tahun dengan jenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai agama dan moral pada anak usia 5-6 tahun sebagian besar belum terlihat pada anak, anak masih menunjukkan perilaku-perilaku tidak sopan saat berkomunikasi, tidak menghormati tamu dan lain sebagainya, kemudian anak belum dapat mengerjakan ibadah shalat dengan benar, akan tetapi ada sebagian indikator sudah mulai terlihat seperti anak sudah dapat mengucapkan terimakasih kepada orang lain dan perilaku jujur.Kata Kunci: Perkembangan Nilai Agama dan Moral, Keluarga Broken Home.

Page 1 of 1 | Total Record : 6