cover
Contact Name
Eli Amaliyah
Contact Email
eli.amaliyah@untirta.ac.id
Phone
+6287839458825
Journal Mail Official
syafrina@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. No.71 Letnan jidun, Kepandean
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27751511     DOI : 10.62870/jik.v5i1.25858
Core Subject : Health,
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan contains publications in the field of nursing. Since 2020 Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan also covers the issues of nursing. Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan is published by Department of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, with the e-ISSN 2775-1511. Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan has become a CrossRef Member since year 2023 with prefix 10.62870. Therefore, all articles published by Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatanwill have unique DOI number since Vol. 4, No. 1, April 2023. Since Vol. 4, No. 1, April 2023 Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan uses Anti-Plagiarism Software "Turnitin" to check the authenticity article.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2025)" : 12 Documents clear
Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Tingkat Konsentrasi Belajar pada Siswa Kelas 5-6 Sekolah Dasar Negeri Kertasari II Sindi Puspitasari; Casman Casman; Rosmaitaliza Rosmaitaliza; Mohammad Wachidin Nur Sugandi; Dwi Sulistyo Cahyaningsih; Baiq Fitria Frisma Lita
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37009

Abstract

Prevalensi siswa yang tidak sarapan di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu berkisar antara 16,9% hingga 59%. Padahal, sarapan pagi memiliki peran penting dalam menjaga konsentrasi belajar dan kemampuan kognitif anak di sekolah. Kekurangan asupan makanan di pagi hari dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang berdampak pada menurunnya konsentrasi selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa kelas 5-6 di SDN Kertasari II. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian menggunakan teknik total sampling sebanyak 119 siswa di SDN Kertasari II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa di SDN Kertasari II dengan nilai p = 0,001. Siswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang baik cenderung memiliki tingkat konsentrasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan yang kurang sarapan. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada siswa sekolah dasar. Disarankan agar pihak sekolah dan orang tua membiasakan siswa untuk rutin sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah guna menunjang konsentrasi dan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: kebiasaan sarapan pagi, konsentrasi belajar, siswa
HUBUNGAN TINGKAT STRESS (STRESS LEVEL) DENGAN KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JOMBANG KOTA CILEGON Riasari Nur Alimah; Aminah Aminah; Ike Puspasari Ayu
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37054

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Primigravida trimester III merupakan sumber daya yang beresiko untuk mengalami kualitas tidur yang terganggu karena persepsi serta perubahan mengenai kondisi fisik dan psikologis yang terjadi. Perubahan tersebut dapat meningkatkan stress pada ibu hamil sehingga berpotensi untuk mempengaruhi kualitas tidurnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress (stress level) dengan kualitas tidur pada ibu hamil primigravida trimester III di wilayah kerja Puskesmas Jombang Kota Cilegon. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan total 40 sampel. Data diambil menggunakan kuesioner Prenatal Distress Questionnaire (PDQ) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji statistik Spearman’s rho. Hasil: Dari 40 responden menunjukkan bahwa 30 responden yang memiliki kualitas tidur buruk, sebanyak 16 responden (40%) memiliki tingkat stress yang tinggi. Sebaliknya, dari 10 responden yang memiliki kualitas tidur yang baik, sebanyak 6 responden (15%) memiliki tingkat stress yang rendah. Simpulan: Meskipun lebih dari setengah responden mengalami tingkat stress tinggi, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Stress (Stress Levels) dengan Kualitas Tidur Ibu Hamil Primigravida Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Jombang Kota Cilegon (p-value = 0.974 > 0.05). Kata kunci: Stress, Kualitas Tidur, Primigravida, Trimester III
HUBUNGAN KUALITAS HIDUP PROFESIONAL DENGAN KETERIKATAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT AMC BANDUNG Upi Parida
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.36959

Abstract

Jumlah perawat di Indonesia masih jauh dari kebutuhan dan belum sesuai dengan rencana strategis Kemenkes. Namun perawat tetap dituntut menjalankan asuhan keperawatan secara profesional dalam keadaan apapun. Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat akan memberikan perasaan tersendiri. Keadaan tersebut dapat kita kaji melalui penilaian kualitas hidup professional perawat. Kualitas hidup profesional yang buruk dapat mempengaruhi beberapa variabel. Sehingga perlu penelitian lebih lanjut dan mengetahui hubungan dengan variabel lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas hidup profesional dengan keterikatan kerja perawat di RS AMC Bandung.Penelitian ini merupakan penelitian korelatif dengan teknik accidental sampling dengan jumlah 123 perawat. Instrumen yang digunakan adalah Professional Quality of Life versi 5 dan Utrecht Work Engagement Scale versi 9. Dengan teknik analisa deskritif dan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan 98.4% perawat memiliki kualitas hidup profesional positif, 65% compassion satisfaction sedang, 55.3% burnout rendah, 65.9% secondary traumatic stress rendah dan 60.2% keterikatan kerja sedang. Serta tidak terdapat korelasi antara kualitas hidup profesional dan secondary traumatic stress dengan keterikatan kerja, terdapat korelasi positif antara compassion satisfaction dengan keterikatan kerja, serta terdapat korelasi negatif antara burnout dengan keterikatan kerja. Kemudian berdasarkan penelitian ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup profesional dan keterikatan kerja perawat di RS AMC adalah usia, jenis kelamin, status pernikahan, lama bekerja pendidikan terakhir, ruangan dan pernah merawat pasien covid. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kualitas hidup profesional perawat pada umumnya pada kategori positif. Tidak terdapat korelasi antara kualitas hidup profesional dan secondary traumatic stress dengan keterikatan kerja, namun terdapat korelasi antara compassion satisfaction dan burnout dengan keterikatan kerja. Bagi perawat dan RS diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup profesional dan keterikatan kerja.
BREAST CARE PADA IBU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI RSUD dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Susmiati Susmiati; Hesti Ratna Sari; Ike Puspasari Ayu; Dedeh Hamdiah; Epi Rustiawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.35613

Abstract

Menyusui adalah proses fisiologis untuk memberikan nutrisi kepada bayi dengan cara memberikan ASI dari payudara ibu. Proses menyusui juga disebut sebagai laktasi, beberapa ibu mengalami kesulitan untuk menyusui karna biasanya mengalami beberapa masalah seperti payudara ibu bengkak karna ada nya pembendungan ASI yang mengakibatkan menyusui kurang efektif, Tujuan dari studi kasus ini untuk meningkatkan produksi ASI dengan  Tindakan  Breast Care di RSUD dr Drajatprawiranegara Metode yang digunakan adalah menggunakan studi kasus dengan  tindakan  Breast Care Hasil Intervensi ini terbukti efektif untuk meningkatkan produksi ASI, ditandai dengan peningkatan volume ASI pada pasien 1,2,dan 3 di setiap sesi menyusui sebanyak 5-15ml sekali dilakukan pemerahan Kesimpulan   tindakan beast care dapat meningkatkan produksi Asi  Rekomendasi  tindakan breast care dapat dijasikan  salah satu alternatif dan memproduksi asi
PENGARUH LATIHAN PEREGANGAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH TERHADAP TINGKAT KELELAHAN PADA PASIEN END STAGE RENAL DISEASE (ESRD) DI RUANG HEMODIALISIS RSUD dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA TAHUN 2025 Siti Salsabila Maulany; Epi Rustiawati; Tuti Sulastri
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37051

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: End Stage Renal Disease (ESRD) merupakan tahap akhir penyakit ginjal kronis yang membutuhkan hemodialisis sebagai terapi utama, namun prosedur ini kerap menimbulkan kelelahan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang berpotensi mengurangi kelelahan adalah latihan peregangan otot ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan peregangan otot ekstremitas bawah terhadap tingkat kelelahan pada pasien ESRD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan nonequivalent control group. Sebanyak 32 pasien ESRD dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 16 responden). Latihan ini dilakukan selama sesi hemodialisis. Tingkat kelelahan diukur menggunakan kuesioner FACIT Fatigue Scale dengan skor 0–52, di mana skor ≤30 menunjukkan kelelahan berat dan >30 menunjukkan kelelahan ringan. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan uji independent t-test. Hasil: Rata-rata skor FACIT Fatigue Scale pada kelompok intervensi meningkat dari 25,25 menjadi 40,44 (p = 0,000), yang menunjukkan penurunan tingkat kelelahan dari kategori berat menjadi ringan. Sementara pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan (p = 0,203). Hasil uji independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,000). Kesimpulan: Latihan peregangan otot ekstremitas bawah efektif menurunkan tingkat kelelahan pada pasien ESRD. Intervensi ini layak diterapkan karena mudah dilakukan, tidak menggunakan biaya, dan dapat dilakukan selama sesi hemodialisis. Kata Kunci: End Stage Renal Disease, Hemodialisis, Kelelahan, Latihan Peregangan Otot Ekstremitas Bawah
HUBUNGAN PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN BERBASIS DIGITAL DENGAN TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Aditiya Dwi Nugraha; Eli Amaliyah; Ernawati Umar; Dian Rosdiana; Farly Ikhsan; Andi Sudrajat
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.38637

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Dokumentasi merupakan alat penting dalam profesi keperawatan, yang menyediakan komunikasi yang terstruktur, konsisten, dan efektif yang tentunya diperlukan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas juga memenuhi standar profesional dan hukum. Adanya digitalisasi ini membuat banyak rumah sakit di Indonesia ikut memaksimalkan kemajuan teknologi dengan melakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan termasuk pada aspek dokumentasi keperawatan, yang semula dokumentasi keperawatan berbasis kertas kemudian beralih menjadi dokumentasi keperawatan berbasis digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendokumentasian keperawatan berbasis digital dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Drajat Prawiranegara tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, yang menggunakan metode probability sampling yaitu cluster sampling sebagai teknik pengambilan sampel, dengan jumlah responden yang terlibat yaitu sebanyak 50 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan p value = 0.004 yang artinya nilai  < 0.05 yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara pendokumentasian keperawatan berbasis digital dengan tingkat kepuasan kerja perawat di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Kesimpulan: Tingkat kepuasan dapat mempengaruhi pelaksanaan pendokumentasian keperawatan berbasis digital. Kata kunci : Dokumentasi Keperawatan Berbasis Digital, Kepuasan Kerja
Edukasi Akupresure Pada Ibu Post Partum Di Ruang Wijaya Kusuma Rsud Dr.Drajat Prawiranegara Serang Danisa Danisa; Hesti Ratna Sari; Ike Puspasari Ayu; Dedeh Hamdiah; Nelly Hermala Dewi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.35614

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi yang memiliki kandungan gizi yang baik dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak diperlukan pengetahuan seorang ibu mengenai Metode non farmakologi untuk meningkatkan produksi ASI dapat dilakukan dengan metode komplementer seperti  edukasi akupresur. Tujuan meningkatkan  pengetahuan   tentang produksi ASI,  Metode menggunakan studi kasus terhadap 3 pasien dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan  yang bertempat di Ruangan Wijayakusuma  Instrumet yang digunakan Adalah Standar Proseder operasional  Akupresure  Hasil  adanya peningkatkan pengetahuan untuk ibu dari sebelum nya tidak tahu setelah nya menjadi paham dan mengerti untuk responden 2 dan 3 tetapi untuk responden 1 hanya baru tau dan sering dingetkan  Kesimpulan edukasi akupresur  efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu  akupresur untuk meningkatkan produksi asi 
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN OTONOMI DAN PERILAKU CARING PADA PASIEN DI RUANG PERAWATAN KRITIS RSUD PROVINSI BANTEN TAHUN 2025 Dhinny Dewi Katrisna Jatti; Ernawati Umar; Dedeh Hamdiah
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37056

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Beban kerja yang tidak sesuai atau berlebihan dapat memengaruhi kualitas kerja perawat, terutama di ruang perawatan kritis seperti ICU, NICU, PICU, dan ICCU, di mana pasien membutuhkan pelayanan keperawatan yang intensif. Beban kerja tinggi dapat berdampak pada penerapan otonomi dan perilaku caring perawat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara beban kerja dengan otonomi dan perilaku caring perawat di ruang perawatan kritis RSUD Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh perawat di ruang perawatan kritis (N = 84), dengan sampel sebanyak 69 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner NASA-TLX (beban kerja), DPBS (otonomi), dan caring berdasarkan teori Swanson. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas perawat memiliki beban kerja tinggi (56,5%), otonomi sedang (65,2%), dan caring positif (78,3%). Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan otonomi (r = 0,403; p = 0,001), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan perilaku caring (r = 0,198; p = 0,103). Kesimpulan: Beban kerja tinggi berhubungan signifikan dengan peningkatan otonomi perawat, tetapi tidak berhubungan signifikan dengan perilaku caring. Kata kunci: Beban kerja, Otonomi, caring
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN ORANG TUA DI RUANG RAWAT INAP ANAK RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI BANTEN Annisa Nur Restiana; Dedeh Hamdiah; Rahmitha Sari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37049

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Mutu pelayanan keperawatan merupakan aspek penting dalam meningkatkan tingkat kepuasan pasien, termasuk orang tua pasien anak yang dirawat di rumah sakit. Pelayanan keperawatan meliputi lima dimensi utama yaitu kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti fisik (tangible). Kepuasan pasien mencerminkan penilaian subjektif terhadap pengalaman pelayanan dan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana layanan mampu memenuhi atau melebihi harapan pasien. Tujuan: Menganalisis hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan orang tua di ruang rawat inap anak Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian terdiri dari 73 orang tua pasien anak, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil: Sebagian besar responden menilai mutu pelayanan keperawatan tidak baik (56,2%) dan menyatakan tidak puas (53,4%). Hasil uji menunjukkan adanya hubungan signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dan tingkat kepuasan orang tua (p=0,000) dengan nilai OR=40,5; CI: 10,3-157,7). Simpulan: Ketidakpuasan muncul akibat mutu pelayanan keperawatan yang diberikan belum mampu memenuhi harapan pasien. Hal ini menegaskan bahwa mutu pelayanan keperawatan berperan langsung dalam membentuk kepuasan pasien. Kata kunci: Mutu Pelayanan Keperawatan, Tingkat Kepuasan, Orang Tua
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SINGANDARU KOTA SERANG TAHUN 2025 Desak Komang Nova Zahara; Lisnawati Yupartini; Jajang Ganjar Waluya
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37053

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Lansia merujuk kepada individu yang usianya lebih dari 60 tahun. Lansia mengalami beragam perubahan baik aspek fisik maupun mental. Dukungan keluarga adalah proses interaksi antara anggota keluarga yang ditunjukkan melalui sikap, tindakan dan penerimaan yang berlangsung sepanjang kehidupan. Perilaku personal hygiene merupakan upaya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dan perilaku lansia dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross-sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan perilaku personal hygiene. Populasi adalah lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Singandaru Kota Serang. Dengan jumlah sampel 107 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling. Analisa data menggunakan Chi Square. Hasil: Sebagian besar dukungan keluarga baik (65,42%), dukungan keluarga cukup (34,58%), dan sebagian besar perilaku personal hygiene baik (58,88%), perilaku personal hygiene cukup (41,12%). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga dengan Perilaku Personal Hygiene Lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Singandaru Kota Serang (P=0.000). Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Perilaku Personal Hygiene, Lansia.

Page 1 of 2 | Total Record : 12