cover
Contact Name
Irman Firmansyah
Contact Email
jsppm@unsil.ac.id
Phone
+6281223271111
Journal Mail Official
jsppm@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No. 24 Kotak Pos 164 Kode Pos 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Siliwangi
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 24776629     EISSN : 26154773     DOI : -
Jurnal Pengabdian Siliwangi diterbitkan secara berkala dua kali setahun oleh Lembaga penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Siliwangi, memuat artikel hasil pengabdian pada masyarakat yang belum pernah dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2018)" : 14 Documents clear
ITGbM IMPLEMENTASI PENJUALAN ONLINE UNTUK PENGELOLAAN PEMESANAN PRODUK PAYUNG GEULIS STUDI KASUS UKM PRIMA DAN KARYA UTAMA TASIKMALAYA Acep Irham Gufroni; Rahmi Nur Shofa
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.419

Abstract

Payung merupakan alat pelindung dari hujan dan panas sedangkan Geulis memiliki arti elok atau molek sehingga Payung Geulis memiliki arti payung cantik yang bernilai estetis. Terdapat dua motif payung geulis yaitu motif hias geometris berbentuk bangunan yang lebih menonjol seperti garis lurus, lengkung dan patah-patah, dan motif hias non geometris diambil dari bentuk alam seperti manusia, hewan dan tanaman. Payung geulis ini rangkanya terbuat dari bambu. Setelah dirangkai dan dipasangi kain dan kertas, ujung payung dirapikan dengan menggunakan kanji. Hasil survey diketahui bahwa Terhambatnya perkembangan usaha perajin payung karena perajin belum mau melakukan inovasi dan kreativitas produk dan masih tetap mempertahankan model dan motif lama masih dipertahankan. Para generasi muda enggan menekuni kerajinan membuat payung ini karena upahnya sangat kecil, membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam proses pembuatannya dan payung hanya dibuat berdasarkan pesanan serta pemasaran payung geulis masih terbatas dan modal kerja yang masih terbatas. Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh kedua mitra diharapkan dapat memberikan bantuan untuk para generasi muda mau pemasarkan produk khas Tasikmalaya kepasar yang lebih luas dengan memanfaatkan aplikasi E-commece untuk usaha sampingan.Kata Kunci : e-Commerce, Payung Geulis, pemasaran.
MODEL PEMBINAAN REMAJA TENTANG BAHAYA NAPZA DITINJAU DARI SUDUT FISIOLOGI OTAK DAN SISTEM SYARAF Asep Suryana Abdurrahmat; Nur Lina
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.447

Abstract

Narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza) merupakan senyawa kimia yang sengaja dibuat untuk kepentingan medis dan pengobatan. Data BNN tahun 2013 menunjukan bahwa sebanyak 2,36 % penduduk Indonesia telah terjerat dalam penyalahgunaan Napza. Dari angka tersebut 22 % di antaranya dilakukan oleh kalangan pelajar atau usia remaja. Siswa Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah yang melaksanakan pendidikan formal di pesantren merupakan bagian dari anak usia remaja. Dengan demikian pesantren dapat menjadi tulang punggung pencegahan keterlibatan remaja terhadap penyalahgunaan dan peredaran Napza. Optimalisasi kedua peran pesantren melalui peningkatan kapabilitas dan aktifitas di dalamnya akan meningkatkan pemahaman bahaya narkoba yang pada akhirnya mampu menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kalangan remaja. Kegiatan ini merupakan model pembinaan bagi remaja dan pengelola pesantren untuk menambah wawasan dan pemahaman remaja tentang bahaya Napza yang ditinjau dari sudut fisiologi otak dan sistem syaraf. Pelaksanaan kegiatan IbP dilakukan bekerjasama dengan 2 (dua) pondok pesantren (Ponpes) di kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya yaitu ponpes Ibadurrahman dan ponpes Sabilul Huda di kecamatan Tawang sebagai mitra.Kata Kunci: Napza, otak dan syaraf, pesantren
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PELAKU UMKM DI PONDOK PESANTREN AL HASANAH DESA CIKADONGDONG KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Iwan Hermansyah; Rani Rahman; Maman Suherman
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.362

Abstract

ABSTAKPesantren sebagai lembaga pendidikan non formal  menjadi lembaga pendidikan agama yang juga menyediakan pendidikan formal sehingga tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan agama saja, tetapi bidang  ilmu lain mereka milki pula, sehingga kiprahnya nanti para alumni dari pesantren tersebut di masyarakat bisa mandiri dan tidak hanya memiliki pengetahuan bidang agama saja tetapi mereka juga memiliki pengetahuan ilmu yang lain dalam mengembangkan wirausaha untuk  memenuhi kebutuhan hidup dan penghidupannya nanti. Tujuan dan target khusus  kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema IbP ini diperuntukkan kepada pelaku  Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) Alumni dan santri Pondok Al Hasanah  di Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna Kabupaten Singaparna. Hasil survey diketahui ternyata, masih ada  kurangnya pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki oleh pelaku UMKM dalam mengelola keuangan menjadi masalah yang cukup urgent karena mereka kurangnya pengetahuan mengenai pencatatan keuangan dan pengelolaan keuangan (akuntansi), buruknya metode pencatatan transaksi yang dilakukan serta penentuan harga pokok sering  dilakukan secara  sederhana dan intiutif, tanpa menghitung  biaya yang telah dikeluarkan secara cermat juga  masih tercampurnya keuangan pribadi pemilik dengan keuangan usaha Untuk memecahkan permasalahan tersebut, kami melakukan dengan memberikan  pendidikan dan pelatihan yang diikuti oleh para alumni  pelaku UMKM terdiri dari lima orang pelaku UMKM Alumni dan 15 orang santri  Pesantren Al Hasanah  di Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya bermitra dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya serta dengan pihak Pondok Pesantren Al Hasanah. Output pelaksanaan kegiatan IbP ini adalah Buku Panduan dan Jurnal Pengabdian.
INOVASI TEKNOLOGI MINA MENDONG DESA KAMULYAN KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA Suyudi Suyudi; Yaya Sunarya; Tenten Tedjaningsih
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.427

Abstract

Usahatani  mina  mendong  adalah  suatu  usaha  pertanian  yang  memadukan  budidaya  ikan  disawah dengan budidaya tanaman mendong. Usahatani ini sangat menguntungkan karena dapat menghasilkan dua pemanenan yaitu ikan dan mendong.  Dengan demikian maka usahatani sistem diversifikasi ini dapat mengurangi resiko dan ketidakpastian dalam usahataninya.  Usahatani ini dapat meningkatkan ketahanan pangan di sekitar wilayah tersebut.Tujuan dari kegiatan Iptek tepat guna bagi masyarakat adalah mengenal pola usahatani diversifikasi terpadu, memberikan pelatihan inovasi teknologi usahatani mina  mendong dan peningkatan pengetahuan tentang resiko dan ketidakpastian dalam usahatani.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah  penyuluhan, ceramah dan diskusi, praktek dan demplot.Solusi   tersebut   ditawarkan   mengingat   manfaat   penerapan   sistem   diversifikasi pertanian  dalam  satu  kawasan  lahan,  selain  dapat  mengoptimalkan  potensi  lahan  juga   dapat  memberikan  peluang  dalam  diversifikasi  produk,  yang  pada  akhirnya  dapat   meningkatkan pendapatan kesejahteraan ekonomi petani serta pada gilirannya  dapat menambah ketahan  pangan di wilayah  yang bersangkutan.Hasil usaha tani mina mendong memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan usahatani  mendong secara monokultur dan konvensional. Keuntungan yang diperoleh secara teknik dapat memberikan kesuburan tanah dan secara ekonomis menambah pendapatan bagi petani, secara makro meningkatkan ketahan pangan. Kegaiatan penyuluhan dan praktek demplot pada usahatani mina mendong, petani mendapat tambahan pengetahuan baru bagi petani responden dengan memberikan respon sebesar 85,0 persen sangat menambah pengetahuan, sebesar 8,0 persen cukup menambah pengetahuan dan sebesar 7,0 persen biasa saja.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) DAN PENGAYAAN MATERI BIOLOGI DALAM MATA PELAJARAN IPA SESUAI KURIKULUM NASIONAL BAGI GURU IPA DI LINGKUNGAN SMP/SEDERAJAT SE-KOTA TASIKMALAYA Vita Meylani; Rinaldi Rizal Putra; Ryan Ardiansyah
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.483

Abstract

Materi Biologi pada Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki kompleksitas dan karakteristik yang khas. Materi biologi senantiasa berkembang seiring perkembangan informasi dan teknologi, sehingga sudah seharusnya guru memberikan materi yang terbaharukan dengan ditunjang oleh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang sesuai dengan kurikulum yang sedang berjalan. Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah guru sering menggunakan materi langsung dari buku yang terkadang materi di dalamnya tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum atau bahkan ditemukan miskonsepsi serta kurangnya pemahaman guru dalam pengembangan LKPD yang ideal. Tujuan dilaksanakannya program pengabdian pada masyarakat Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Pengayaan Materi Biologi dalam Mata Pelajaran IPA sesuai Kurikulum Nasional bagi Guru IPA di Lingkungan SMP Kecamatan Tawang, Tasikmalaya” adalah untuk menambah informasi terkait materi biologi yang terbaharukan dan peningkatan keterampilan dalam mengembangkan LKPD yang ideal. Target yang ditetapkan dalam kegiatan ini yaitu guru-guru IPA SMP di wilayah kecamatan Tawang diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan LKPD dan materi yang sesuai, sehiingga mampu memberikan wawasan IPA yang lebih komprehensif pada peserta didik. Luaran yang dihasilkan dari program ini adalah modul pengembangan LKPD, LKPD yang dibuat mandiri oleh guru dan format penilaian peserta didik sesuai kurikulum nasional.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Eva Mulyani; Ike Natalliasari; Siska Ryane Muslim
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.404

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar guru matematika SMP di Wilayah Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya terampil menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Komputer dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah tutorial dan workshop membuat disain pembelajaran matematika berbasis komputer salah satunya Geometer’s Sketchpad. Sebagai Mitra dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah sekolah SMP Negeri 1 Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Raya Sukaraja No. 11 Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya dan SMP Negeri 2 Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Cikeusal Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai garis koordinasi, kedua kepala sekolah SMP Negeri 1 Sukaraja maupun SMP Negeri 2 Sukaraja bersedia untuk mengkoordinir seluruh SMP yang ada di Wilayaah Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 17sekolah, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan dengan jumlah peserta sebanyak 38 orang.guru yang mengajar di 17 SMP yang ada di Wilayah Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Hasil dari kegiatan ini adalah panduan guru tentang penggunaan software Geometer’s Sketchpad dalam pembelajaran matematika serta disain pembelajaran matematika berbasis Geometer’s Sketchpad.Kata Kunci: Desain; Pembelajaran matematika; Geometer’s SketchpadAbstractThe purpose of this dedication to the community is that teachers of mathematics junior high in Sukaraja District Tasikmalaya District skilled using Computer-Based Learning Media in learning mathematics. The method used is tutorial and workshop to make the design of computer-based mathematics learning one of Geometer's Sketchpad. As a Partner in Community Service is a school of SMP Negeri 1 Sukaraja Tasikmalaya regency is located at Jl. Raya Sukaraja No. 11 Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Tasikmalaya Regency and SMP Negeri 2 Tasikmalaya which is located at Jl. Cikeusal Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. As the coordination line, the two principals of SMP Negeri 1 Sukaraja and SMP Negeri 2 Sukaraja are willing to coordinate all SMPs in Wilayaah Sukaraja Tasikmalaya Regency which amounts to 17 schools, so hopefully this activity can run well. This activity was held as much as 1 meeting with the number of participants as much as 38 orang.guru who teaches in 17 junior high school in the Region Sukaraja Tasikmalaya regency. The result of this activity is the teacher's guide on the use of Geometer's Sketchpad software in mathematics learning as well as Mathematics's Sketchpad based mathematics learning designKeyword: Design; Learning of Mathematics; and Geometer’s Sketchpad
IbP. BETON BERTULANG BAMBU DI PESANTREN Empung Empung; Asep Kurnia Hidayat; Nurul Hiron
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.443

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini bertema pelatihan pemanfaatan bambu sebagai bahan tulangan beton. Mitra dari kegiatan pengabdian ini adalah pesantren Miftahul Hudda II dan SMK Miftahul Huda yang berlokasi di di Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis. Jarak yang jauh antara kota dan mitra membuat biaya tambahan untuk bahan bangunan menjadi mahal, khususnya  besi baja untuk tulangan beton, sementara mitra membutuhkan bahan alternatif untuk bangunan beton selain baja. Potensi lingkungan sekitar mitra adalah bambu yang tersedia disekitar mitra, maka diperoleh solusi untuk masalah mitra adalah pemanfaatan bambu sebagai tulangan beton. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah pembuatan alat praga yang sesuai dengan kebutuhan kemudian dilakukan pelatihan, sasaran kegiatan adalah para santri pesantren. Hasil dari kegiatan ini adalah. Kegiatan PPM dalam bentuk IbP pelatihan tatalaksana kegiatan pengenalan dan pelatihan membuat beton bertulang bambu kepada para santri di PONPES Miftahul Hudda II dan SMK Miftahul Huda yang berlokasi di desa bayasari kecamatan jatinagara kabupaten ciamis jawa barat telah berlangsung dengan baik, dan santri sebagai peserta telah mendapat pengetahuan tambahan langsung dari ahli dari Universitas Silwiangi. Respon peserta sangat baik dan telah mendapat pengalaman langsung dalam memahami cara membuat ayaman bambu untuk tulangan beton. Penambahan pengetahuan baru sebagian peserta memberikan respon yang 84.1% sangat menambah pengetahuan 9.6% cukup menambah dan 6,3 % biasa saja dari kegiatan PPM yang dilakukan.
ITGbM PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS KELOMPOK GURU KOMPLEKS SD NEGERI PASIRPANJANG (SDN PAGERSARI, SDN PASIRPANJANG 2, SDN PASIRPANJANG 3) KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA Yuni Ertinawati; Ai Siti Nurjamilah; Welly Nores Kartadireja
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.482

Abstract

Penelitian tindakan kelas merupakan upaya ilmiah yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini diawali dengan analisis masalah pembelajaran yang berdampak ketiaktercapaian tujuan pembelajaran. Langkah selanjutnya guru menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut baik dari dimensi pendekatan, metode, teknik ataupun media pembelajaran yang dipandang mampu mengatasi segala problematika pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi para guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Metode yang  dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah bimbingan bertahap. Artinya, para guru dibimbing dan di arahkan untuk melakukan penelitian tindakan kelas dan menyusun laporan penelitiannya yang berbetntuk karya tulis ilmiah PTK. Hasil dari pelatihan dalam kegiatan ini menjadikan para guru lebih memahami penelitian tindakan kelas, guru mampu menganalisis masalah, guru mempu menentukan solusi, guru mempu membuat kerangka dan menjadikannya sebagai laporan penelitian, guru mampu menggunakan kaidah bahasa Indonesia ragam ilmiah dan penerapan ejaan bahasa Indonesia
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Nani Ratnaningsih; Edi Hidayat; Witri Nur Anisa
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.425

Abstract

AbstrakTujuan dari kegiatan Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) ini untuk meningkatkan pemahaman guru tentang bahan ajar, melatih keterampilan membuat bahan ajar berbasis pendekatan saintifik, guru memiliki bahan ajar yang sifatnya menemukan untuk meningkatnya prestasi belajar siswa, serta membantu program pemerintah dalam melaksanakan Kurikulum Tahun 2013. Pengabdian ini dilaksanakan pada guru-guru SMP dan SMA Plus Nashrul Haq Al Islamy Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu survey, wawancara, dan pelatihan. Survey yaitu mengadakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dengan yayasan, Kepala Sekolah, dan guru-guru SMP dan SMA Plus Nashrul Haq Al Islamy Tasikmalaya, kemudian awancara, serta pelatihan dan pendampingan pembuatan bahan ajar berbasis pendekatan saintifik kepada guru-guru. Luaran yang akan dicapai dari kegiatan ITGbM ini yaitu peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar, draft buku ajar (kumpulan dari bahan ajar), dan publikasi ilmiah pada jurnal nasional. Pelaksanaan kegiatan ITGbM meliputi: pemberian materi tentang media pembelajaran, pendekatan Saintifik, bahan ajar; pelatihan dan pendampingan pembuatan bahan ajar dengan menggunakan pendekatan Saintifik; praktek implementasi bahan ajar. Pada akhir kegiatan diberikan kuesioner kepada guru-guru untuk memperoleh respon, saran, dan masukan terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil pengamatan dan kuesioner diperoleh simpulan bahwa guru antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, guru memiliki kemampuan membuat bahan ajar berbasis pendekatan Saintifik dan mengimplementasikannya,  kegiatan seperti ini belum pernah dilakukan, oleh karena itu perlu adanya pembinaan rutin bagi guru-guru dalam berbagai faktor kompetensi guru. Selain itu, memberikan motivasi kepada guru-guru untuk mempersiapkan media pembelajaran seperti bahan ajar dengan menggunakan Pendekatan Saintifik.Kata Kunci: Bahan Ajar, Pendekatan Saintifik.AbstractThe objectives of Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) activity are to improve teachers 'understanding of teaching materials, to practice the skills of making teaching materials based on scientific approach. Teachers have teaching materials that are found to improve students' learning achievement, and to assist government programs in implementing 2013 Curriculum. This devotion is performed on teachers of SMP and SMA Plus Nasrul Haq Al Islamy Tasikmalaya. The methods used are survey, interview, and training. Survey is to coordinate with related parties such as foundations, principals, and teachers of SMP and SMA Plus Nashrul Haq Al Islamy Tasikmalaya, then interview as well as training and mentoring of teaching materials based on scientific approach to teachers. The outcomes to be achieved from this ITGbM activity are improving teachers' understanding and skills in composing teaching materials, draft textbooks (collection of teaching materials), and scientific publications in national journals. Implementation of ITGbM activities include: the provision of materials on instructional media, scientific approach, teaching materials; training and mentoring of teaching materials using scientific approach; the implementation practice of teaching materials. At the end of the activity is given a questionnaire to the teachers to obtain responses, suggestions, and feedback on activities that have been done. Based on the results of observations and questionnaires obtained the conclusion that the teachers enthusiastically follow the activities from beginning to end, teachers have the ability to create teaching materials based on scientific approach and implement it, such activities have never been done, therefore the need for regular coaching for teachers in various factors teacher competence. In addition, it provides motivation for teachers to prepare instructional media such as teaching materials by using the Scientific Approach.Keywords: Teaching Materials, Scientific Approach  
PELATIHAN HYPNOTHERAPY UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN DAN MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA ATLET BOLA VOLI SMK AL-HUDA SARIWANGI KABUPATEN TASIKMALAYA Agus Mulyadi; Juhrodin Juhrodin; Defri Mulyana
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i1.472

Abstract

The importance of paying attention to the level of anxiety when competing on an athlete is when an athlete is overwhelmed with high anxiety, and decreased concentration causes the athlete difficulty in controlling the movement, the game becomes ugly, unable to apply the strategy because it does not know what to do so it will ultimately affect the performance ), Self-confidence becomes diminished and even disappears.Therefore, the use of hypnotherapy method is very important to reduce the level of anxiety and increase the concentration of athletes during the game. Hypnotherapy consists of two kinds of hypnosis and self-hypnosis. Self-hypnosis can be defined as self-suggestion (self suggestion), because basically when doing self-programming means being mensugesti self to match what is expected (Sugara, 2013: 35). The difference between hypnosis and self-hypnosis is the subject of hypnosis. If in hypnosis the person in hypnotherapy is guided by a therapist who has knowledge and abilities in hypnosis while self-hypnosis guides oneself to enter the hypnotic state, then do self-suggestion which is beneficial to him and can add concentration power.

Page 1 of 2 | Total Record : 14