cover
Contact Name
Ahmad Saifudin
Contact Email
saif.ahmad123coretandinding@gmail.com
Phone
+6285649305903
Journal Mail Official
jprpunublitar4@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNU Blitar Kampus 1 Jl Masjid No 22 Kota Blitar
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan
ISSN : 27985628     EISSN : 27983331     DOI : https://doi.org/10.28926/jprp
Core Subject : Education,
This journal receives scientific articles relating to education including formal, informal, and non-formal education. The scope of this journal is the whole family of educational and learning disciplines.
Articles 213 Documents
Peningkatan Prestasi Belajar Ekonomi Materi Konsep Ilmu Ekonomi melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together dengan Media Mind Mapping bagi Siswa Kelas X Semester 1 MA Diponegoro Bandung Tulungagung Tahun Pelajaran 2019/2020 Eny Susilowati
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.833

Abstract

Proses pembelajaran yang terjadi di kelas lebih didominasi oleh guru yang selalu menerapkan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah dalam menyampaikan materi. Prestasi Belajar Siswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Salah satunya yaitu model pembelajaran numbered head together. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X melalui penerapan model pembelajaran numbered head together dengan media mind mapping pada mata pelajaran ekonomi di MA Diponegoro Bandung Tulungagung Tahun 2019/2020. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua tahapan siklus. Siklus I terdiri dari dua kali pertemuan dan Siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MA Diponegoro Bandung Tulungagung yang berjumlah 30 siswa. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah apabila 75% siswa dapat mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah yaitu 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran numbered head together dengan media mind mapping di kelas X terjadi peningkatan ketuntasan prestasi belajar siswa meningkat dari siklus I sebanyak 21 siswa (70,00%) menjadi 27 siswa (90,00%) yang mencapai nilai KKM pada siklus II.
Peningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Membaca Qs. Al Qodr dan Qs. Al ‘Alaq dengan Metode STAD pada Siswa Kelas VI-B SD Negeri 1 Jepun Kecamatan Tulungagung Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 Nurul Asmah
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.834

Abstract

PAI merupakan ilmu yang berhubungan akhlak yang bersumber pada Al -Qur’an Ddan Hadist Rosulluloh yang meliputi Aqidah , Tarikh, Akhlaq, Fiqih sehingga sulit dipahami siswa. Indikasi yang paling mudah ditemukan adalah hasil belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan. Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai guru Kelas VI-B SD Negeri 1 Jepun Kecamatan Tulungagung Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 proses kegiatan belajar mengajar terutama mata pelajaran PAI belum menggunakan pembelajaran dan media yang menarik. Minat siswa untuk belajar PAI sangat kurang yang dapat ditunjukkan dari persentase siswa yang mempunyai nilai diatas KKM hanya 35.48%. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Peningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Membaca QS. Al Qodr dan QS. Al ‘Alaq Dengan Metode STAD Pada Siswa Kelas VI-B SD Negeri 1 Jepun Kecamatan Tulungagung Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 ? sedangkan tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk memperoleh gambaran yang obyektif Peningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Membaca QS. Al Qodr dan QS. Al ‘Alaq Dengan Metode STAD Pada Siswa Kelas VI-B SD Negeri 1 Jepun Kecamatan Tulungagung Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), implementasi/tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection).. Hasil belajar pada siklus I diperoleh dari tes yang dilaksanakan pada akhir pertemuan siklus I dan pada siklus 2 juga diadakan tes pada akhir kegiatan pembelajaran. Dari seluruh pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan metode STAD pada pelajaran PAI di Kelas VI-B SD Negeri 1 Jepun Kecamatan Tulungagung Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 dapat disimpulkan sebagai berikut: metode STAD pada pelajaran IPA di KelaS VI-B semester 1 SD Negeri 1 Jepun Kecamatan Tulungagung Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya ketuntasan klasikal hasil belajar siswa. Sebelum pembelajaran metode STAD ketuntasan belajar siswa dalam kelas 35.48% atau 11 siswa. Setelah menerapkan pembelajaran dengan metode STAD ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 64.52% atau 20 siswa tuntas pada siklus 1, pada siklus 2 diperoleh ketuntasan klasikal belajar siswa mencapai 100% atau 31 siswa
Penerapan Model Group Investigation untuk Meningkatkan Hasil Belajar Karakter Siswa SMPN 1 Sumberpucung Endah Setyorini
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.835

Abstract

Pendidikan PKn sebenarnya sangat erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Hal ini terlihat pada rumusan tujuannya, bahwa pendidikan karakter atau pendidikan nilai juga bertujuan agar siswa menjadi warga negara yang baik. Pendidikan karakter, pendidikan moral, atau pendidikan budi pekerti itu dapat dikatakan sebagai upaya untuk mempromosikan nilai-nilai positif kepada warga masyarakat agar menjadi warga bangsa yang percaya diri, tahan uji dan bermoral tinggi, demokratis dan bertanggung jawab serta survive dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter merupakan proses pembudayaan dan pemanusiaan. Pendidikan karakter akan mengantarkan warga belajar dengan potensi yang dimilikinya dapat menjadi insan-insan yang beradab, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kehambaan dan kekhalifahan. Proses pembelajaran PKn, pada kenyataannya mengalami beberapa permasalahan, diantaranya: (1) mata pelajaran PKn disajikan oleh guru sebagai mata pelajaran yang tidak menarik, karena pembelajaran berpusat pada guru, (2) siswa kurang diberi kesempatan dalam mengembangkan ide dan pikirannya sehingga pembelajaran tidak bermakna bagi siswa, (3) siswa merasa bosan dengan apa yang dipelajari karena siswa hanya menghafalkan konsep-konsep yang disampaikan dalam pembelajaran, (4) konsep-konsep yang disampaikan kepada siswa diberikan terpisah-pisah, (5) siswa mudah lupa apa yang sudah diingat sebelumnya karena pembelajaran terbatas pada kegiatan membaca buku atau mendengar penjelasan, dan (6) rendahnya hasil belajar PKn dengan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan alur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus masing-masing melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran melalui model pembelajaran Group Investigation pada siswa Kelas XI dengan menitikberatkan pada pembentukan karakter Bersahabat/Komunikatif dan sekaligus mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran Group Investigation berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan, hal ini didukung dari aktifitas guru saat mengajar di siklus I dengan hasil observasi pertemuan 1 (84,85%) dan pertemuan 2 (91,1%). Di siklus II dengan hasil observasi pertemuan 1 (93,94%) dan pertemuan 2 (96,97%). Sedangkan hasil observasi siswa siklus I pertemuan 1 rata-rata persentase (14,36%) dan pertemuan 2 rata-rata persentase (14,27%). Di siklus II dengan hasil observasi siswa pertemuan 1 rata-rata persentase (17,90%) dan pertemuan 2 rata-rata persentase (19,7%). Hasil belajar siswa meningkat ditunjukkan dari rata-rata 70,3% dan ketuntasan 63,63% di siklus I, dan rata-rata di siklus II 86,1% dengan ketuntasan 84,84%, ketuntasan siswa di siklus I (60,61%), siklus II (81,82%). Sedangkan karakter Bersahabat/Komunikatif (Lingkungan dan Sosial), terjadi perubahan yang signifikan yang ditunjukkan dari hasil observasi siklus I pertemuan 1 rata-raa persentase (67%), pertemuan 2 (74,67%), di siklus II pertemuan 1 rata-rata persentse (87,67%) dan di pertemuan 2 (90%).
Pengembangan Video sebagai Media Pembelajaran Membuat Cutting Sticker pada Mata Pelajaran Seni Budaya SMP Negeri 1 Sumberpucung Sugeng Hardianta
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.836

Abstract

Video merupakan jenis data berupa gambar-gambar bergerak yang ditampilkan untuk penyampaian suatu informasi. Manfaat video tersebut dapat digunakan sebagai sebuah media pembelajaran dalam penyajian suatu materi pembelajaran. Salah satu materi pembelajaran Seni Budaya yang tepat disajikan dalam bentuk video adalah proses pembuatan cutting sticker. Berkaitan dengan itu, maka perlu diadakan penelitian dan pengembangan video sebagai media pembelajaran membuat cutting sticker. Setelah data terkumpul, kemudian data dianalisis dalam bentuk prosentase dan disajikan dalam bentuk paparan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan sebagai berikut. Pertama, media pembelajaran ini layak untuk digunakan guru dan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sumberpucung dalam kegiatan pembelajaran membuat cutting sticker pada mata pelajaran Seni Budaya. Media pembelajaran ini layak karena telah diuji oleh ahli media pembelajaran, ahli materi cutting sticker, guru Seni Budaya SMP Negeri 1 Sumberpucung, dan dilakukan uji coba pada kelompok kecil. Selain itu, komponen dari media pembelajaran yang masih perlu direvisi pun telah direvisi oleh pengembang berdasarkan saran dan kritik dari subjek ahli. Kedua, produk pengembangan ini merupakan media pembelajaran yang efektif dan efisien dalam mencapai keberhasilan pembelajaran membuat cutting sticker pada mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sumberpucung. Media pembelajaran ini dikatakan efektif karena mampu membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan hasil yang lebih dari 80 % dari tingkat keberhasilan. Sedangkan dikatakan efisien karena media pembelajaran ini mampu menyajikan pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mengikuti pembelajaran membuat cutting sticker dengan cara manual.
Peningkatan Prestasi Belajar IPA dengan Menggunakan Metode Kooperatif Model TPS Materi Cahaya pada Siswa Kelas VIII-A Semester Genap UPTD SMPN 2 Gurah Tahun Pelajaran 2018/2019 Murdaningsih Murdaningsih
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.839

Abstract

IPA didefiniksan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara alam. Perkembangan IPA tidak hanya ditandai dengan adanya fakta, tetapi juga oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Metode ilmiah dan pengamatan ilmiah menekankan pada hakikat IPA. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TPS ? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model TPS terhadap motivasi belajar siswa?. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran IPA setelah diterapkannya Metode Kooperatif model TPS (Think Pair Share) Materi Cahaya Pada Siswa Kelas VIII-A Semester genap UPTD SMPN 2 Gurah Tahun Pelajaran 2018/2019, 2). Mengetahui pengaruhnya metode kooperatif model TPS dalam meningkatkan prestasi serta pemahaman siswa terhadap materi pelajaran IPA setelah diterapkan Metode Kooperatif model TPS (Think Pair Share) Materi Cahaya Pada Siswa Kelas VIII-A Semester genap UPTD SMPN 2 Gurah Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (59,4%), siklus II (75%), siklus III (87,5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TPS dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VIII-A, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA.
Upaya Keefektivan Metode PQRST dalam Membaca Pemahaman Teks Bacaan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI Semester I Sekolah Dasar Negeri 1 Tangkilsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2020/2021 Susiadi Susiadi
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.840

Abstract

Salah satu tujuan umum pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2006 yang terkait dengan pembelajaran membaca adalah siswa dapat memahami bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, dan fungsi, serta menggunakannya dengan tepat untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan. Sebenarnya siswa sudah dapat membaca dengan lancar, tetapi hanya sebatas membaca dalam arti melambangkan tulisan. Jika menjawab pertanyaan isi bacaan, siswa melihat kembali isi bacaan tersebut. Pada akhirnya siswa kesulitan menyusun kembali isi bacaan dan tidak dapat menceritakan isi bacaan. Hal ini merupakan kebiasaan membaca yang salah. Metode PQRST ini dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan dalam membaca pemahaman dan membantu siswa yang daya ingatanya kurang atau kurang memahami bacaan yang dibacanya dengan langkah-langkah membaca. Sehingga penulis ingin melakukan penelitian mengenai Efektivitas Metode PQRST dalam Membaca Pemahaman Teks Bacaan Mata pelajaran Bahasa Indonesia Pada Kelas VI Sekolah Dasar NegerI 1 Tangkilsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2020/2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar membaca pemahaman teks bacaan dengan metode PQRST dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan kelompok yang tidak menggunakan metode PQRST dan mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan metode PQRST yang diberikan oleh guru dalam membaca pemahaman teks bacaan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VI yang berjumlah 1 kelas yang berada di Sekolah Dasar Negeri 1 Tangkilsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik random sampling. Dari 1 kelas yang ada diambil 1 kelas untuk sampel penelitian. variabel dalam peneliitan ini ada dua yaitu penggunaan metode PQRST sebagai variabel bebas dan prestasi belajar membaca pemahaman siswa sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi, tes dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik t test. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata hasil belajar membaca pemahaman teks bacaan dengan metode PQRST pada siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 1 Tangkilsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2020/2021 adalah 7,1 sedangkan rata-rata hasil belajar pada kelompok kontrol adalah 6,1. Setelah dilakukan analisis statistik dengan t test diperoleh harga thitung = 8.034 > t(0,975)(58) = 2.00. Dengan demikian menunjukkan bahwa metode PQRST dapat meningkatkan hasil belajar membaca pemahaman teks bacaan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 1 Tangkilsari meningkatkan hasil belajar membaca pemahaman teks bacaan mata pelajaran Bahasa Indonesia Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Efektivitas penggunaan metode PQRST dalam sebesar 16,39%.
Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Meningkatkan Kepedulian dan Pembiasaan Diri pada Peserta Didik Siti Nuriyah
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.856

Abstract

Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan mahluk hidup, termasuk manusia yang mempengaruhi alam dan kelangsungan kehidupan, kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya. Lingkungan hidup mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan hidup untuk kebutuhan primer yaitu sandang, pangan, papan. Permasalahannya sekarang adalah 10 (sepuluh) atau 20 (duapuluh) tahun ke depan dengan adanya perkembangan penduduk sehingga terjadi konversi lahan atau alih fungsi lahan. Dimana lahan atau area pertanian, perkebunan dan kehutanan semakin berkurang karena sebagian berubah fungsi menjadi lahan perindustrian dan perumahan. Dari permasalahan tersebut sekarang berupaya untuk menanamkan kebiasaan cinta terhadap lingkungan hidup sejak usia dini. Generasi muda mempunyai kepedulian terhadap lingkungan hidup terutama budaya menanam jenis tanaman yang dapat menjadi pembiasaan sejak usia dini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah materi pelestarian lingkungan hidup yang terdapat dalam pembelajaran IPS melalui tugas menanam untuk memanfaatkan lahan di lingkungan sekitar. Sekarang ini sekolah sekolah di berbagai daerah mengajukan sekolahnya untuk menjadi sekolah adiwiyata.
Peningkatan Keterampilan Menulis Report Text melalui Pendekatan Keterampilan Proses di Kelas IX-A SMP Negeri 3 Ngunut Semester 1 Tahun pelajaran 2022/2023 Susiani Susiani
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.868

Abstract

Pengamatan dilakukan di Kelas IX-A selama pengajaran bahasa Inggris, dan ditemukan bahwa kemampuan menulis siswa di bawah rata-rata. Hanya delapan dari 30 siswa yang mencapai nilai KKM 70 atau lebih, dan 23 siswa lainnya masih belum layak untuk mencapai nilai KKM 69 atau lebih. Hal ini dikarenakan guru tidak menekankan informasi yang jelas tentang cara menulis teks report, meninggalkan kelas setelah mendelegasikan tugas, tidak menggunakan model, sistem, atau teknik pembelajaran yang dapat mendorong imajinasi dalam diri siswa, dan membiarkan banyak siswa bermain sendiri sambil belajar. terjadi. Untuk mencapai tujuan pembelajaran dan lebih mengembangkan kemampuan menulis siswa dalam menanggapi pertanyaan tentang menulis teks laporan, maka perlu untuk menerapkan Pendekatan Kemampuan Siklus. Sebuah metode yang dikenal sebagai penelitian tindakan kelas (PTK) digunakan dalam penelitian ini. Siswa kelas IX-A menjadi subjek penelitian. Fokus kajian ini adalah pada analis sebagai pendidik (educating) dan pendidik kelas (research partner) sebagai saksi pengalaman pendidikan menulis teks report. Pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Metode Kapasitas Siklus untuk menata ulang uji coba kemampuan mengarang dan membuat siswa kelas IX-A SMP Negeri 3 Ngunut memenuhi kaidah ketuntasan tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan crafting siswa akibat nilai postes per siklus yang melebihi KKM yaitu sebesar 93,5 persen pada siklus II dan 67,7 persen pada siklus I.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Materi Mengenal Satuan Kecepatan, Jarak, dan Waktu melalui Pembelajaran Matematika Realistik di Sekolah Dasar Negeri Kedungcaluk I Kecamatan Krejengan Hasan Hasan
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v3i2.869

Abstract

Matematika dapat membantu orang meningkatkan harapan mereka untuk hidup dan menemukan kesepakatan dengan konsekuensi serius terkait masalah yang mereka hadapi secara konsisten. Siswa sudah diajarkan matematika sejak sekolah dasar. Matematika harus didorong dengan memberikan anak-anak pengenalan sains yang menyenangkan. Dengan menghubungkan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari, pendidik dapat berupaya menonjol dari yang lain dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar sains. Sebaliknya, pendidik tidak menggunakan alat peraga di ruang kelas, namun ia memberikan penekanan penting pada kemampuan siswa untuk pemeliharaan data. Selain itu, tidak semua siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami, namun tidak ada satupun dari mereka yang berani melakukannya. Ketika guru mengajukan pertanyaan, salah satu siswa tidak menjawab dengan tepat. Selain itu, guru gagal mengontekstualisasikan informasi berdasarkan situasi siswa saat ini. Matematika dunia nyata menjadi lebih umum di kelas. Siswa menggunakan panduan visual, menyelidiki efek dari penggunaan alat peraga, memunculkan ide berdasarkan hasil, dan kemudian terbiasa dengan strategi standar untuk memecahkan masalah terkait persamaan dan menghubungkan konsep matematika terkait materi lainnya selama pembelajaran siklus I dan II. Pelajar secara otomatis terhubung dengan menggunakan alat bantu visual, merujuk realitas yang dapat dilihat, dan mengambil bagian dalam percakapan kelompok untuk melacak pemikiran sebelum mendapatkan kondisi rencana. Pendekatan pembelajaran matematika praktis adalah strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini berdasarkan ilustrasi sebelumnya. Di SDN Kedungcaluk I Kecamatan Krejengan, peneliti ingin meneliti hal tersebut dengan mengkaji bagaimana pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V. Pada siklus I partisipasi guru sebesar 51,78 persen, dan pada siklus II partisipasi siswa dalam pembelajaran sebesar 60 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan siswa dan pendidik dalam kontribusi penciptaan meningkat dengan baik. Sedangkan pada siklus II aktivitas siswa meningkat 95% dan aktivitas guru meningkat 94,64%. 12 dari 20 siswa memperoleh nilai rata-rata 62 pada siklus I yang memiliki tingkat ketuntasan 60%; Pada siklus II tingkat kulminasi 95% dengan nilai tipikal 74. yang berjumlah 19 orang dari 20 siswa. Karena siswa secara langsung terlibat dengan pengalaman yang berkembang. Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan hasil penilaian yang unggul, yang ditunjukkan dengan adanya informasi mengenai peningkatan hasil penilaian.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Pembelajaran Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Menggunakan Media Kantong Bilangan pada Siswa Kelas I SD Negeri Binor Kecamatan Paiton Aminah Aminah
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, No. 2, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menggunakan media kantong bilangan, tujuan kajian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas I SD Negeri Binor Paiton. Persiapan, aktivitas, persepsi, dan kontemplasi pada setiap siklus semuanya termasuk dalam model Kemmis dan McTaggart yang digunakannya. Penelitian ini difokuskan pada 15 siswa SD Negeri Binor Kecamatan Paiton. Penegasan, pengujian, dan dokumentasi sebagai teknik pemilahan informasi Pemeriksaan informasi abstrak dan kuantitatif diselesaikan. 75% siswa dianggap kuat setelah mencapai KKM yang telah ditentukan, yaitu 70. Studi ini menunjukkan bahwa materi bilangan dapat bermanfaat bagi siswa matematika kelas satu di SD Negeri Binor di Kabupaten Paiton. Bila tidak dilakukan, hanya 5 siswa atau 33% yang memenuhi syarat KKM di SD Negeri Binor Paiton I. Kegiatan mengalami peningkatan, dengan peserta sebanyak 8 siswa (53% di kelompok II) dan 9 siswa (60% di KKM). 11 siswa atau 73% hadir hingga siklus II pertemuan I dengan KKM; 14 siswa atau 93% mencapai nilai ketuntasan pada pertemuan kedua. Hasil pengadaan dari siklus I pertemuan I adalah 65, siklus II pertemuan I adalah 67, dan arisan siklus II I adalah 69. Setiap siklus rata-rata nilai hasil belajar dari pertemuan siklus II meningkat menjadi 77.