cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 613 Documents
PERAN COMMUNITY MARKETING DALAM MEMBENTUK CITRA DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA BRAND AVOSKIN (STUDI KASUS PADA KOMUNITAS DIGITAL RUBI COMMUNITY BATCH 8) Lusiana, Sagita Hokky; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran community marketing dalam membentuk citra merek (brand image) dan kepercayaan merek (brand trust) pada brand Avoskin melalui komunitas digital RUBI Community. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari lima anggota RUBI Community batch 8 sebagai informan kunci dan satu informan pendukung yang merupakan pengajar course RUBI Lingual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik community marketing dalam RUBI Community diwujudkan melalui tiga komponen utama, yaitu consciousness of kind, rituals and traditions, serta moral responsibility. Komponen consciousness of kind tercermin dari adanya rasa kebersamaan, identitas bersama, dan kesadaran kolektif antaranggota komunitas. Selanjutnya, rituals and traditions terlihat melalui partisipasi rutin anggota dalam kegiatan komunitas, tradisi pembelajaran melalui program edukasi, serta adanya bentuk apresiasi terhadap anggota. Sementara itu, moral responsibility diwujudkan melalui kepatuhan anggota terhadap aturan komunitas serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kenyamanan dan lingkungan komunitas digital. Praktik community marketing tersebut berkontribusi dalam membentuk citra merek Avoskin sebagai brand yang edukatif, suportif, dan memberdayakan perempuan. Selain itu, interaksi yang terbangun secara konsisten antara anggota komunitas dan brand turut meningkatkan kepercayaan anggota terhadap Avoskin. Dengan demikian, community marketing melalui RUBI Community berperan penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara brand dan konsumennya.
WACANA KEBERDAYAAN PEREMPUAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PEREMPUAN BERKISAH Nurafifah, Ajeng; Aisyiyah Rachma Dewi, Putri
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75455

Abstract

Penelitian ini mengkaji wacana keberdayaan perempuan pada media sosial Instagram, khususnya pada akun @perempuanberkisah. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat kesetaraan gender di Indonesia, di mana Indonesia menempati peringkat ke-97 dari 148 negara dalam Global Gender Gap Report 2025, serta meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan. Fokus penelitian adalah untuk menganalisis representasi "perempuan berdaya" dalam kampanye digital yang dilakukan oleh komunitas Perempuan Berkisah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis perspektif Michel Foucault, yang mencakup tahapan arkeologi pengetahuan dan genealogi kekuasaan. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap tiga unggahan akun Instagram @perempuanberkisah pada periode Agustus hingga September 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran narasi yang signifikan, di mana konsep perempuan berdaya yang semula bersifat sosial-politik berubah menjadi lebih individualistik. Melalui praktik diskursif, keberdayaan direpresentasikan sebagai kondisi otonomi pribadi, pengelolaan emosi, dan penerimaan diri (self-acceptance). Temuan ini mengindikasikan bahwa wacana tersebut cenderung mengeksklusi isu-isu ketimpangan struktural, seperti sistem patriarki dan kebijakan publik, serta memindahkan tanggung jawab perubahan sosial ke pundak individu perempuan itu sendiri.
Strategi Perancangan Narasi Dalam Produksi Iklan Digital Crystal of the Sea Sebagai Upaya Membangun Kesadaran Produk Broth Series Kusuma, Intan Firuzia; Lina, Hasna Nur
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75486

Abstract

Perkembangan media digital kini mendorong perubahan strategi komunikasi pemasaran, khususnya dalam aktivitas periklanan yang banyak dimanfaatkan untuk membangun kesadaran dan persepsi positif terhadap suatu produk maupun merek. Crystal of the Sea sebagai produsen yang menjual produk makanan sehat menghadirkan kaldu Broth Series yang memerlukan adanya strategi komunikasi terencana agar mampu membangun kesadaran dan ketertarikan audiens terhadap produk. Proyek ini bertujuan untuk menganalisis implementasi peran penulis skenario dan manajer lokasi dalam pelaksanaan produksi iklan digital Broth Series dari merek Crystal of the Sea. Metode pelaksanaan proyek yang digunakan melalui tiga tahapan utama, yaitu, tahap pra poduksi, tahap produksi, dan tahap pasca produksi. Strategi komunikasi yang digunakan berlandaskan pada model Hierarchy of Effects, dengan fokus pada tahapan kognitf dan afektif untuk melihat pembentukan kesadaran dan sikap audiens terhadap produk melalui iklan digital. Hasil akhir dari proyek ini menunjukkan bahwa penulis skenario berperan penting dalam pengembangan ide cerita dan narasi voice over yang informatif serta peruasif sehingga mampu meningkatkan pemahaman serta membangun kedekatan emosisonal audiens dengan produk Broth Series. Sementara itu, manajer lokasi berperan dalam pemilihan dan pengelolaan lokasi pengambilan gambar yang  mendukung visualisasi iklan. Adanya kolaborasi kedua eran tersebut menghasilkaniklan digital yang komunikatif, terstruktur, serta sesuai dengan tujuan komunikasi pemasaran.es.
PEMAKNAAN REGULASI PERNIKAHAN KELAS CALON PENGANTIN (CATIN) OLEH PESERTA PASANGAN CATIN DI KOTA SURABAYA Amaliya Fitri, Riska; Fahmi Nur Wahid, Aditya
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75489

Abstract

Kegiatan kelas catin Puspaga Kota Surabaya digagas oleh pemerintah sebagai langkah awal untuk calon pasangan catin mempersiapkan kehidupan rumah tangga sebelum menikah. Di bawah naungan DP3APPKB Kota Surabaya, tepatnya pada program Puspaga, kegiatan kelas catin menjadi regulasi wajib bagi pasangan catin yang akan menikah. Para peserta yang datang dari latar belakang berbeda-beda, tentunya akan memberikan pemaknaan mengenai regulasi pernikahan kelas catin yang juga berbeda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, dan teori interaksi simbolik, penelitian ini menghasilkan pemaknaan pada regulasi pernikahan kelas catin yang dipaparkan oleh peserta pasangan catin di Kota Surabaya. Kegiatan kelas catin telah menjadi ruang edukasi bagi pasangan yang akan menikah, karena pada materi catin telah diberikan pemahaman berupa nilai dan aspek-aspek penting pernikahan. Namun, terdapat ketidaksesuaian yang juga dirasakan oleh sebagian informan mengenai prosedur edukasi kelas catin, baik ketidaksesuaian dalam hal materi yang disampaikan, maupun pola penyampaian materi di dalam kelas. Regulasi kelas catin telah diterima dan diimplementasikan oleh masyarakat kota Surabaya, walaupun pada akhirnya kelas catin tidak hanya bersifat administratif, tapi pemerintah ikut andil dalam menentukan nilai dan aspek pernikahan warganya.
Strategi Komunikasi Pemasaran yang Diterapkan Brain Coffee Dalam Membangun Brand Awareness Risala Putra, M. Avie Krisna; Huda, Anam Miftakhul
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75514

Abstract

Brand awareness merupakan elemen penting dalam membangun posisi dan kekuatan merek di benak konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran berbasis Integrated Marketing Communication (IMC) yang diterapkan oleh Brain Coffee Surabaya dalam membangun brand awareness. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep IMC menurut Kotler dan Keller serta teori brand awareness menurut Aaker sebagai dasar analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brain Coffee menerapkan beberapa strategi komunikasi, meliputi digital marketing, advertising, public relations, event marketing, personal selling, dan word of mouth. Digital marketing melalui Instagram menjadi strategi yang paling dominan dalam memperluas jangkauan audiens. Sementara itu, pelayanan interpersonal dan rekomendasi pelanggan (word of mouth) berperan signifikan dalam memperkuat persepsi merek dan mendorong kunjungan ulang. Selain itu, pelaksanaan event berskala kecil dan kolaborasi dengan komunitas turut berkontribusi dalam meningkatkan pengalaman merek (brand experience). Berdasarkan analisis brand awareness, Brain Coffee telah mencapai tahap brand recognition dan sebagian brand recall, meskipun belum sepenuhnya mencapai posisi top of mind.Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi komunikasi yang dilakukan secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan brand awareness Brain Coffee. Dengan penguatan promosi digital, konsistensi visual merek, serta keterlibatan komunitas, Brain Coffee memiliki potensi untuk membangun brand awareness yang lebih kuat di tengah persaingan industri coffee shop di Surabaya.
Analisis Genre Laga Dalam Film The Night Comes for Us (2018), The Big 4 (2022), dan The Shadow Strays (2024) Karya Timo Tjahjanto Clarisa, Zefanya Azzahra Sapna; Dewi, Putri Aisyiyah Rachma
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75530

Abstract

Penelitian yang dilakukan merupakan analisis genre laga dalam film The Night Comes for Us (2018), The Big 4 (2022), dan The Shadow Strays (2024). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi genre laga dalam film The Night Comes for Us (2018), The Big 4 (2022), dan The Shadow Strays (2024). Metode penelitian ini adalah analisis genre berdasarkan repertoire of elements milik Nick Lacey (2016) yang terdiri dari ikonografi, narasi, setting, dan karakter. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan sifat penelitian ini adalah deskriptif. Data primer penelitian ini diperoleh dari film The Night Comes for Us (2018), The Big 4 (2022), dan The Shadow Strays (2024). Data sekunder penelitian ini berupa dokumen pustaka, buku, internet, dan jurnal terdahulu. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi film, studi pustaka, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, dari pola berulang dalam ketiga film yang diteliti, ditemukan karakteristik film genre laga karya Timo Tjahjanto berupa adanya penggunaan senjata sebagai gimmick, adegan kekerasan yang brutal, akhir film yang terbuka, pijakan moral karakter pahlawan berupa mengikuti hati nurani, pijakan moral karakter penjahat berupa membalas perbuatan karakter pahlawan sebagai konsekuensi, dan pijakan moral karakter pahlawan palsu yang selalu patuh pada perintah. Terdapat pula eksperimen yang dituangkan Timo Tjahjanto berupa karakterisasi tokoh perempuan secara bertahap dari film ke film.
Implementasi Strategi Komunikasi berbasis Social Marketing untuk Meningkatkan Partisipasi Anggota Komunitas Surabaya Book Party Khair, Nahdlah Ummul; Aji, Gilang Gusti
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75557

Abstract

Partisipasi anggota merupakan tantangan umum yang dihadapi komunitas dalam menjaga keberlanjutan kegiatan. Surabaya Book Party (SBP) sebagai komunitas literasi menunjukkan tingkat partisipasi anggota yang relatif tinggi dan stabil dalam setiap kegiatannya. Hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjut, khususnya terkait strategi komunikasi yang diterapkan Surabaya Book Party. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi strategi komunikasi berbasis social marketing dalam meningkatkan dan mempertahankan partisipasi anggota Surabaya Book Party. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anggota Surabaya Book Party didorong oleh strategi komunikasi berbasis social marketing yang menekankan relasi sosial, interaktivitas, serta pemanfaatan media komunikasi dan ruang inklusif. Strategi tersebut menciptakan pengalaman kolektif yang bermakna positif sehingga mampu menjaga keterlibatan dan partisipasi anggota secara berkelanjutan.
STRATEGI KOMUNIKASI PUBLIK BALAI BESAR PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM WAJIB BELAJAR 13 TAHUN Islami, Taqwima Bella
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi publik BBPMP Provinsi Jawa Timur dalam menyosialisasikan Program Wajib Belajar 13 Tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi publik BBPMP Provinsi Jawa Timur berperan penting dalam mendukung implementasi program di tingkat daerah melalui pembagian peran komunikator yang jelas, penyusunan pesan kebijakan yang kontekstual, serta pemanfaatan kombinasi kegiatan luring dan media digital. Kegiatan luring menjadi saluran utama dalam memperkuat pemahaman dan komitmen pemangku kepentingan, sedangkan media digital berfungsi memperluas jangkauan informasi. Strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap isu pendidikan, khususnya pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS), meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan teknis, substansi pesan, dan koordinasi lintas sektor  
KOMUNIKASI KELUARGA SUKU BATAK PERANTAUAN DALAM MEMPERTAHANKAN FALSAFAH MARADAT BUDAYA BATAK TOBA DI KOTA SURABAYA: Pardede, Kristina Gabrella; Tandyonomanu, Danang
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75562

Abstract

Perpindahan masyarakat Batak Toba ke Kota Surabaya menghadirkan dinamika tersendiri dalam mempertahankan falsafah maradat di tengah kehidupan perkotaan yang multikultural dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunikasi keluarga Batak Toba dalam mewariskan dan mempertahankan falsafah maradat di perantauan dengan menelaah peran ayah, ibu, dan anak sebagai satu sistem komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan enam keluarga Batak Toba yang masih aktif mengikuti kegiatan adat dan punguan marga di Kota Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ayah, ibu, dan anak, serta dianalisis menggunakan Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead dan Teori Pola Komunikasi Keluarga Koerner dan Fitzpatrick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maradat di perantauan tidak lagi dipahami sebagai kewajiban adat yang kaku, melainkan sebagai sarana untuk mempertahankan identitas budaya Batak Toba. Proses ini didukung oleh komunikasi keluarga melalui pola konsensual dan pluralistis, di mana orang tua tetap memegang peran sentral namun memberi ruang dialog bagi anak. Ayah cenderung menekankan aspek struktural adat, sementara ibu menanamkan nilai sopan santun berdasarkan filosofi Dalihan Na Tolu. Selain keluarga, punguan marga berperan sebagai ruang belajar kolektif yang memperkuat solidaritas dan keberlanjutan maradat di perantauan.
Peran Word of Mouth sebagai Implementasi Komunikasi Pemasaran Informal: Studi Kasus pada Komunitas Pedagang Madura di Roomo Gresik Rahma, Jessa Aprilia; Sari Sukardani, Puspita
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Word of Mouth (WOM) sebagai implementasi komunikasi pemasaran informal dalam komunitas pedagang Madura di Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan subjek penelitian pedagang Madura yang menjalankan usaha ritel di wilayah Gresik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik WOM dalam komunitas pedagang Madura berakar pada karakteristik sosial-budaya, yaitu kolektivitas, solidaritas, kekerabatan, dan etos kerja, yang berfungsi sebagai modal sosial dalam membentuk komunikasi pemasaran informal. WOM dijalankan melalui praktik berbasis pengalaman dengan melibatkan agen pemasok, pedagang senior, dan pelanggan sebagai penyebar informasi, serta berlangsung melalui saluran tatap muka dan media digital informal yang disertai mekanisme legitimasi dan verifikasi sosial. Komunikasi pemasaran informal tersebut berdampak pada pembentukan brand awareness, peningkatan purchase intention, dan pembentukan customer loyalty berskala lokal.