cover
Contact Name
Dewi Sholeha
Contact Email
dewisoleha@gmail.com
Phone
+6285361555506
Journal Mail Official
dewisholeha@risetilmiah.ac.id
Editorial Address
Perum Vila Batu Asri Jl. Lap. Golf, Kp. Tengah, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20138
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 29637333     DOI : https://doi.org/10.59086/jti
Impression accepts articles in the fields of Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Civil Engineering, Marine Technology Industrial Engineering, Marine Fisheries Technology, Agricultural Technology, Informatics Engineering, Information Systems, Computer, Expert systems, Decision Support Systems, Artificial Intelligence systems, Data Mining, Image processing, Genetic Algorithms, Designing Information Systems, Business Intelligence, Internet of Thing Database System, Big Data, Internet of Thing.
Articles 130 Documents
Rancang Bangun Sistem Pendaftaran Pasien Berbasis Website (Studi Kasus Pada Klinik Rakyat Merangin) Yanto, Widja; Alhaq, Hawari; Suhada, Nabila Tsalats
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1389

Abstract

Transformasi digital pada klinik skala kecil masih menghadapi kendala efisiensi administrasi dan pengelolaan data. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pendaftaran pasien berbasis website di Klinik Rakyat Merangin menggunakan metode Rational Unified Process (RUP) dengan pemodelan UML. Sistem dikembangkan menggunakan framework CodeIgniter, PHP, dan MySQL. Dengan menerapkan sistem pendaftaran berbasis web, klinik dapat menyederhanakan pengelolaan data pasien, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan efisiensi operasional sebesar 35%. Selain itu, sistem ini berhasil mengurangi kesalahan pencatatan data sebesar 25%, yang sebelumnya terjadi pada proses manual. Hasil implementasi menunjukkan seluruh modul berjalan sesuai spesifikasi berdasarkan pengujian black box dan white box. Secara terukur, waktu pendaftaran menurun dari 10–15 menit menjadi 3–5 menit per pasien (efisiensi ±60–70%) serta mengurangi kesalahan pencatatan melalui validasi otomatis. Evaluasi pengguna menunjukkan peningkatan kemudahan penggunaan dan kepuasan layanan. Sistem ini mendukung digitalisasi layanan kesehatan primer dengan model ringan dan berbiaya rendah. Pengembangan selanjutnya diarahkan pada integrasi rekam medis elektronik, sistem BPJS, serta penguatan keamanan dan skalabilitas sistem.   Digital transformation in small-scale clinics still faces challenges in administrative efficiency and data management. This study aims to design and implement a website-based patient registration system at the Merangin People's Clinic using the Rational Unified Process (RUP) method with UML modeling. The system was developed using the CodeIgniter, PHP, and MySQL frameworks. By implementing a web-based registration system, the clinic can simplify patient data management, reduce waiting times, and increase operational efficiency by 35%. Furthermore, the system successfully reduced data recording errors by 25%, which previously occurred in manual processes. Implementation results showed that all modules ran according to specifications based on black-box and white-box testing. Registration time measurably decreased from 10–15 minutes to 3–5 minutes per patient (efficiency ±60–70%), and recording errors were reduced through automatic validation. User evaluations showed improved ease of use and service satisfaction. This system supports the digitalization of primary healthcare services with a lightweight and low-cost model. Further development is directed at integrating electronic medical records and the BPJS system, as well as strengthening system security and scalability.  
Sinergi Tanggul: Bendungan Drainase Serta Pengolahan Lahan Untuk Pengurangan Resiko Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Utara Raegini, Rachels; Hartati Eka Masputri, Sri; Fauzi Nur Ikhsan, Ahmad; Aulia Lubis, Yusuf; Endayanti, Masriani
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1392

Abstract

Bencana hidrometeologi, khususnya banjir, merupakan ancaman serius di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, yang disebabkan oleh curah hujan ekstrem, deforestasi, urbanisasi dan sistem drainase yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas sinergi infrastruktur mitigasi banjir, yaitu bendungan, tanggul dan drainase dalam mengurangi resiko bencana di wilayah rawan seperti Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian mengunakan data seknder dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Pewrumahan Rakyat (PUPR) Sumatera Utara, yang meliputi deskripsi enam bendungan (dengan kapasitas penyimpangan hingga 50 juta m³) dan enam tanggul (dengan panjang 25 km). Simulasi menggunakan ArcGIS dan HEC-RAS membandingkan skenario baseline tanpa intervensi dengan skenario sinergi penuh. Hasil menunjukkan bahwa sinergi infrastruktur dapat mengurangi debit puncak banjir 40% (dari 1.200 m³/detik menjadi 720 m³/detik), area genangan dari 500 km² menjadi 300 km² dan indeks kerentanan dari 0,8 menjadi 0,5. Pendekatan holistik ini terbukti efektif dalam pengelolaan resiko bencana, dengan rekomendasi alokasi 20% APBD untuk pemeliharaan infrastruktur. Namun, keterbaasan penelitian terletak pada cakupan wilayah yang terbatas, sehingga hasil tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menekankan pentingnya integritasi infrastruktur dan konservasi lahan untuk mitigasi banjir hidrometeorologi.   Hydrometeorological disasters, particularly floods, pose a serious threat in Indonesia, including North Sumatra, caused by extreme rainfall, deforestation, urbanization, and inadequate drainage systems. This study aims to analyze the effectiveness of synergy between flood mitigation infrastructure, namely dams, embankments, and drainage systems, in reducing disaster risks in vulnerable areas such as Medan and Deli Serdang Regency. The research method uses secondary data from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG), the National Disaster Management Agency (BNPB), and the Public Works and Public Housing Agency (PUPR) of North Sumatra, which includes descriptions of six dams (with a storage capacity of up to 50 million m³) and six embankments (with a length of 25 km). Simulations using ArcGIS and HEC-RAS compare a baseline scenario without intervention with a full synergy scenario. The results show that infrastructure synergy can reduce peak flood discharge by 40% (from 1,200 m³/s to 720 m³/s), inundation area from 500 km² to 300 km² and vulnerability index from 0.8 to 0.5. This holistic approach has proven effective in disaster risk management, with a recommendation to allocate 20% of the regional budget (APBD) for infrastructure maintenance. However, the study's limitations lie in its limited coverage area, so the results cannot be generalized to the entire North Sumatra Province. This study emphasizes the importance of infrastructure integrity and land conservation for hydrometeorological flood mitigation.
Prediksi Penyebaran Kasus DBD dengan Pendekatan LSTM di Kota Bangko, Kabupaten Merangin Sari, Rica Syofiana; Sandika, Pio
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 3 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v3i3.1408

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi tantangan dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Bangko, Kabupaten Merangin. Kasus DBD menunjukkan pola musiman dan kadang meningkat secara tiba-tiba, sehingga prediksi dini sangat penting untuk langkah pencegahan. Penelitian ini bertujuan memprediksi jumlah kasus DBD bulanan menggunakan Long Short-Term Memory merupakan varian dari jaringan saraf berulang (Recurrent Neural Network) Data yang digunakan merupakan rekaman historis kasus DBD periode 2019–2022 serta faktor lingkungan seperti curah hujan dan suhu rata-rata. Setelah dilakukan normalisasi dan pembagian data menjadi set pelatihan dan pengujian, model LSTM dilatih untuk memprediksi tren kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSTM mampu menangkap fluktuasi dan pola musiman dengan baik, terlihat dari nilai RMSE yang rendah. Temuan ini dapat dijadikan referensi oleh Dinas Kesehatan Kota Bangko dalam merancang strategi pencegahan dan identifikasi wilayah rawan DBD.   Dengue Fever (DF) remains a significant public health challenge in Indonesia, including in Bangko City, Merangin Regency. DF cases exhibit seasonal patterns and sometimes increase abruptly, making early prediction crucial for preventive measures. This study aims to predict the monthly number of DF cases using Long Short-Term Memory (LSTM), a variant of recurrent neural networks (RNNs). The data used consist of historical DF case records from 2019–2022, along with environmental factors such as rainfall and average temperature. After normalization and splitting the data into training and testing sets, the LSTM model was trained to predict case trends. The results indicate that LSTM effectively captures fluctuations and seasonal patterns, as evidenced by the low RMSE values. These findings can serve as a reference for the Bangko City Health Office in designing preventive strategies and identifying DF-prone areas.  
Studi Komprehensif Faktor Manusia, Kendaraan, Jalan, dan Lingkungan terhadap Kecelakaan Lalu Lintas Indonesia (2018–2023) Sova, Erma; Siahaan, Jonathan Alexander; Harahap, Nanda Dhiarifqi; Assidiqie, Hidarrahman
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1377

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan keselamatan publik yang serius di Indonesia karena menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia periode 2018–2023. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, di mana analisis kuantitatif dilakukan terlebih dahulu untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarvariabel, kemudian diperdalam dengan analisis kualitatif untuk menjelaskan temuan statistik. Data kuantitatif dianalisis menggunakan korelasi Pearson, regresi linier berganda, dan analisis spasial, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia merupakan penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas dengan kontribusi 81,5%, diikuti oleh faktor jalan (40%), kendaraan (28%), dan lingkungan. Analisis regresi menunjukkan bahwa keempat faktor tersebut secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kecelakaan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,72. Temuan ini menegaskan secara empiris pengaruh terpadu keempat faktor dalam kerangka sistem keselamatan jalan (Safe System). Implikasi kebijakan penelitian ini menekankan pentingnya prioritas intervensi keselamatan berbasis faktor dominan melalui peningkatan edukasi dan penegakan hukum, pengawasan kelaikan kendaraan, serta perbaikan infrastruktur pada titik rawan kecelakaan berbasis data.   Traffic accidents represent a serious public safety issue in Indonesia, generating significant social and economic impacts. This study aims to analyze the influence of human, vehicle, road, and environmental factors on the level of traffic accidents in Indonesia during the 2018–2023 period. The research employs a mixed methods approach with an explanatory sequential design, where quantitative analysis is conducted first to identify patterns and relationships among variables, followed by qualitative analysis to further explain the statistical findings. Quantitative data were analyzed using Pearson correlation, multiple linear regression, and spatial analysis, while qualitative data were examined through thematic analysis. The results indicate that human factors are the dominant contributor to traffic accidents, accounting for 81.5%, followed by road factors (40%), vehicle factors (28%), and environmental factors. Regression analysis shows that these four factors simultaneously have a significant effect on traffic accident levels, with a coefficient of determination (R²) of 0.72. These findings empirically confirm the integrated influence of the four factors within the road safety Safe System framework. The policy implications highlight the need to prioritize safety interventions based on dominant factors, including enhanced education and law enforcement, stricter vehicle roadworthiness supervision, and data-driven improvements to infrastructure at accident-prone locations.  
Hubungan Flexing Di Instagram Dengan Kenakalan Remaja Pada Siswa SMK Darul Furqon Aprilia, Ratu Agny; Kusumadinata, Ali Alamsyah; Sukarelawati, Sukarelawati
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1432

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh fenomena flexing di Instagram terhadap kenakalan remaja pada siswa SMK Darul Furqon. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 70 siswa yang aktif menggunakan Instagram. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa flexing memiliki pengaruh signifikan terhadap kenakalan remaja (R² = 0,45, p = 0,001), yang mengindikasikan bahwa fenomena ini dapat menjelaskan 45% variansi perilaku kenakalan. Temuan ini mendukung teori kultivasi, yang menyatakan bahwa paparan media sosial membentuk persepsi dan perilaku remaja. Implikasi penelitian ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif media sosial terhadap perilaku remaja.   This study analyzes the influence of flexing phenomena on Instagram on adolescent delinquency among students at SMK Darul Furqon. Using a quantitative approach and survey method, data were collected from 70 students who actively use Instagram. The results of simple linear regression analysis show that flexing has a significant impact on adolescent delinquency (R² = 0.45, p = 0.001), indicating that this phenomenon explains 45% of the variance in delinquent behavior. These findings support the cultivation theory, which states that media exposure shapes adolescents' perceptions and behavior. The implications of this study are important for raising awareness of the negative impacts of social media on adolescent behavior.
Analisis Pengaruh Underpass Gatot Subroto Terhadap Kemacetan Studi Kasus Persimpangan Jl. Gatot Subroto – Jl. Gagak Hitam Di Kota Medan Arif Abdillah, Muhammad; Abdi Ridha, Muhammad; Juwita Nasution, Adinda; Petrus H Simorangkir, Simon; Hasrudy Siregar, Zufri
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1453

Abstract

Permasalahan kemacetan lalu lintas di Kota Medan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, khususnya pada persimpangan Jalan Gatot Subroto dengan Jalan Gagak Hitam/Ring Road. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembangunan underpass dalam mengurangi kemacetan serta meningkatkan kinerja lalu lintas di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah Before–After Study (sebelum–sesudah) dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan pedoman Direktorat Jenderal Bina Marga (MKJI 1997). Data yang dianalisis merupakan data primer hasil survei lalu lintas pada jam puncak sore (16.00–19.00), meliputi volume kendaraan, Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), derajat kejenuhan (DS), dan tingkat pelayanan jalan (LOS). Data sebelum dan sesudah pembangunan underpass kemudian dibandingkan untuk mengetahui perubahan kinerja lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan underpass memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas, yang ditandai dengan penurunan nilai LHR serta membaiknya derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan. Dengan demikian, underpass dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan. Traffic congestion in the city of Medan has been increasing in tandem with the growing number of motor vehicles, particularly at the intersection of Gatot Subroto Street and Gagak Hitam Street/Ring Road. This study aims to analyze the effectiveness of constructing an underpass in reducing congestion and improving traffic performance in that area. The method used is a Before–After Study with a quantitative approach based on the guidelines of the Directorate General of Highways (MKJI 1997). The analyzed data consists of primary data from traffic surveys conducted during the evening peak hours (4:00 PM–7:00 PM), including vehicle volume, Average Daily Traffic (ADT), degree of saturation (DS), and Level of Service (LOS). Pre- and post-underpass construction data were then compared to determine changes in traffic performance. The results of the study indicate that the construction of the underpass has a positive impact on traffic flow, as evidenced by a decrease in ADT and improvements in the degree of saturation and level of service. Thus, underpasses can serve as an effective solution for reducing traffic congestion in urban areas.
Peer-to-Peer Medication Reminder System: Offline Architecture with Sub-Second Timing Accuracy Suryadi; Tarigan, Otniel Steven Haganta; Angin , Despaleri Perangin
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1458

Abstract

Ketidakpatuhan penggunaan obat pada pasien lansia penderita hipertensi sebagian besar disebabkan oleh faktor kelupaan, sehingga diperlukan sistem pengingat yang andal. Penelitian ini mengembangkan sistem tertanam berbasis komunikasi peer-to-peer yang mengintegrasikan jam tangan pintar dan kotak obat melalui Bluetooth secara langsung, tanpa ketergantungan terhadap koneksi internet maupun infrastruktur cloud. Sistem menggunakan sinkronisasi Network Time Protocol sebagai referensi waktu dan dievaluasi melalui parameter instrumentasi fisika, meliputi akurasi waktu, stabilitas operasional, dan konsumsi daya. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata keterlambatan alarm sebesar 1,0 ± 0,18 detik terhadap referensi NTP, dengan keandalan alarm 100% dalam 48 siklus pengujian berturut-turut selama 24 jam serta persistensi data yang sempurna meski terjadi siklus pemutusan daya. Konsumsi daya berkisar antara 182 mW dalam mode siaga hingga 760 mW saat sinkronisasi NTP, menunjukkan efisiensi energi yang sesuai untuk perangkat wearable berbasis baterai setelah penerapan optimasi deep sleep. Arsitektur luring ini mengeliminasi titik kegagalan tunggal pada sistem berbasis cloud sekaligus memenuhi standar kecukupan klinis, serta memvalidasi kelayakan pendekatan peer-to-peer untuk aplikasi medis di lingkungan dengan infrastruktur internet yang terbatas.   Medication non-adherence among elderly hypertensive patients stems partly from forgetfulness, requiring reliable reminder systems. This research developed a peer-to-peer embedded system integrating smartwatch and pillbox through direct Bluetooth communication, operating independently without internet or cloud dependency. The system uses Network Time Protocol synchronization as a temporal reference and evaluates performance through physics instrumentation parameters: timing accuracy, operational stability, and power consumption. Testing revealed a mean alarm delay of 1.0 ± 0.18 seconds against NTP reference time, with 100% alarm reliability across 48 consecutive test cycles over 24 hours and perfect data persistence through power cycles. Power consumption ranged from 182 mW in standby to 760 mW during NTP synchronization, demonstrating energy efficiency suitable for battery-powered wearable applications after implementing deep sleep optimization. The offline architecture eliminates single points of failure inherent in cloud-dependent systems while maintaining clinical adequacy, and validates peer-to-peer feasibility for time-critical medical applications in settings with limited internet infrastructure.
Penerapan Arsitektur Ramah Lingkungan pada Perancangan Rumah Sakit Khusus Bedah di Medan Sihombing, Perwira; Nasution, Meyga Fitri Handayani
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1495

Abstract

Peningkatan kebutuhan rumah sakit khusus bedah menuntut perancangan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan. Bangunan rumah sakit memiliki konsumsi energi dan air tinggi serta menghasilkan limbah medis, sementara penelitian sebelumnya masih terbatas dalam mengintegrasikan arsitektur ramah lingkungan dengan pendekatan tropis, khususnya pada konteks Kota Medan. Penelitian ini bertujuan merancang rumah sakit khusus bedah berbasis arsitektur ramah lingkungan yang responsif terhadap iklim tropis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur, preseden, dan analisis tapak. Hasil menunjukkan bahwa strategi desain pasif seperti orientasi, ventilasi alami, pencahayaan alami, dan shading mampu meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal, didukung oleh pengelolaan air dan material ramah lingkungan. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi arsitektur ramah lingkungan dan desain tropis menghasilkan desain yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan, serta berpotensi menjadi referensi pengembangan fasilitas kesehatan di masa mendatang.     The increasing demand for specialized surgical hospitals requires designs that are not only functional but also sustainable. Hospital buildings are characterized by high energy and water consumption as well as the generation of medical waste, while previous studies remain limited in integrating green architecture with tropical design approaches, particularly in the context of Medan. This study aims to design a surgical specialty hospital based on environmentally friendly architectural principles that respond to tropical climatic conditions. The method employed is a qualitative descriptive approach through literature review, precedent studies, and site analysis. The results indicate that passive design strategies, including building orientation, natural ventilation, daylighting, and shading, can enhance energy efficiency and thermal comfort, supported by water management systems and the use of environmentally friendly materials. The study concludes that the integration of green architecture and tropical design produces a design that is efficient, adaptive, and sustainable, and has the potential to serve as a reference for future healthcare facility development.
Perancangan Rumah Sakit Khusus Stroke di Kota Medan dengan Konsep Healing Environment Silaban, Alfridus; Simbolon, Sari Desi Minta Ito
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1500

Abstract

Peningkatan prevalensi stroke di Indonesia, khususnya di Kota Medan, menuntut perancangan fasilitas kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif tetapi juga mendukung pemulihan holistik. Namun, desain rumah sakit yang ada masih cenderung generik dan belum mengintegrasikan pendekatan healing environment secara spesifik pada tipologi rumah sakit khusus stroke. Padahal, pasien stroke memiliki kebutuhan rehabilitasi jangka panjang dan sensitivitas tinggi terhadap kualitas lingkungan, sehingga memerlukan pendekatan desain yang lebih adaptif dan berbasis pengguna. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan rumah sakit khusus stroke di Kota Medan melalui pendekatan healing environment. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, analisis preseden, dan sintesis prinsip desain terapeutik, meliputi pencahayaan alami, kualitas udara, lanskap, kebisingan, dan orientasi ruang. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi prinsip healing environment secara spesifik dalam desain rumah sakit stroke dengan mempertimbangkan rehabilitasi neurologis, pola pergerakan pasien, serta tahapan pemulihan berbasis lingkungan. Strategi desain difokuskan pada keterkaitan ruang dalam dan luar, elemen biophilic, serta zonasi yang mendukung terapi fisik dan psikologis. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan konsep desain yang mampu meningkatkan efektivitas rehabilitasi pasien secara pasif hingga 30–40% melalui optimalisasi kualitas lingkungan terapeutik   The increasing prevalence of stroke in Indonesia, particularly in Medan City, necessitates the development of healthcare facilities that not only focus on curative treatment but also support holistic recovery. However, existing hospital designs remain largely generic and have not specifically integrated the healing environment approach within stroke-specialized hospital typologies. In contrast, stroke patients require long-term rehabilitation and exhibit high sensitivity to environmental quality, demanding a more adaptive and user-centered design approach. This study aims to formulate an architectural design concept for a stroke-specialized hospital in Medan City through a healing environment approach. The method employed is qualitative-descriptive, involving literature review, precedent analysis, and synthesis of therapeutic design principles, including natural lighting, air quality, landscape integration, noise control, and spatial orientation. The novelty of this study lies in the specific integration of healing environment principles into stroke hospital design by considering neurological rehabilitation characteristics, patient mobility patterns, and environment-based recovery stages. The proposed design strategies emphasize the integration of indoor and outdoor spaces, biophilic elements, and zoning arrangements that support both physical and psychological therapy. The results are expected to produce a design concept that enhances rehabilitation effectiveness passively by up to 30–40% through the optimization of a therapeutic environment  
Perancangan Rumah Sakit Khusus Ginjal di Medan: Pendekatan Desain Pasif dan Aktif untuk Optimalisasi Kinerja Lingkungan dan Kualitas Penyembuhan Gea, Andy Febrianto; Nasution, Meyga Fitri Handayani
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1505

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia, khususnya di Kota Medan, menuntut penyediaan fasilitas kesehatan yang tidak hanya memadai secara kapasitas, tetapi juga responsif terhadap kondisi lingkungan. Desain rumah sakit yang masih generik dan kurang adaptif terhadap iklim tropis lembap menyebabkan tingginya konsumsi energi serta kualitas ruang yang belum optimal bagi proses penyembuhan. Kesenjangan penelitian terletak pada belum terintegrasinya pendekatan arsitektur responsif iklim dengan kebutuhan spesifik rumah sakit ginjal yang kompleks. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan rumah sakit ginjal berbasis arsitektur responsif iklim melalui integrasi strategi pasif dan aktif, dengan target penurunan beban energi sebesar 20–30 persen melalui optimasi orientasi, ventilasi alami, dan elemen peneduh. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan design-based research, meliputi studi literatur, preseden, analisis tapak, dan sintesis desain. Hasil menunjukkan bahwa strategi pasif efektif menurunkan beban panas dan meningkatkan kenyamanan termal, sementara strategi aktif seperti HVAC dan energi terbarukan mendukung standar medis. Integrasi keduanya meningkatkan efisiensi energi, kualitas udara dalam ruang, serta mendukung terciptanya healing environment. Pendekatan bioklimatik kontekstual terbukti berpotensi meningkatkan kualitas desain rumah sakit secara berkelanjutan.   The increasing prevalence of chronic kidney disease in Indonesia, particularly in urban areas such as Medan, highlights the urgent need for healthcare facilities that are not only adequate in capacity but also environmentally responsive. Existing hospital designs remain largely generic and insufficiently adapted to humid tropical climates, resulting in high energy consumption and suboptimal spatial quality for healing. The research gap lies in the lack of integration between climate-responsive architectural approaches and the specific operational and environmental requirements of kidney hospitals. This study aims to formulate a climate-responsive architectural design concept for a kidney hospital through the integration of passive and active strategies, targeting a 20–30 percent reduction in building energy load by optimizing orientation, natural ventilation, and shading elements. The method employed is qualitative-descriptive with a design-based research approach, including literature review, precedent studies, site analysis, and design synthesis. The findings indicate that passive strategies effectively reduce heat gain and improve thermal comfort, while active systems such as HVAC and renewable energy support medical standards. Their integration enhances energy efficiency, indoor air quality, and contributes to the creation of a healing environment. A contextually grounded bioclimatic approach demonstrates significant potential to improve hospital design quality sustainably.

Page 13 of 13 | Total Record : 130