cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6285255067957
Journal Mail Official
jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumordjo KM 4 Makassar Ruangan Program Studi Sosiologi Lantai 7 Gedung 1 Email: jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Kontemporer
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28088859     EISSN : 28088840     DOI : https://doi.org/10.56326/jsk.v3i1
Jurnal Sosiologi Kontemporer menerbitkan artikel yang pada bidang sosiologi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 67 Documents
Pengaruh Pengembangan Karir Tunjangan Kinerja Dan Kelas Jabatan Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar Musfiani, Musfiani H.R; Bahri, Syamsul; Juharni, Juharni
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6417

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1). untuk menganalisis Pengaruh Pengembangan karir terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar. 2). Untuk menganalisis pengaruh Tunjangan Kinerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar. 3). Untuk menganalisis pengaruh Kelas Jabatan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar. 4). Untuk menganalisis pengaruh secara Simultan Pengembangan Karir Tunjangan Kinerja dan Kelas Jabatan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar.dan 5). Untuk menganalisis Variabel yng dominan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar dengan Populasi penelitian adalah pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar yang berjumlah 122 orang. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tehnik sampling jenuh populasi sekaligus menjadi Sampel jadi jumlah sampel adalah 122 orang. Tehnik pengumpulan data menggunakan kusioner dan tehnik analisis data menggunakan tehnik analisis regresi berganda. Hasil Penelitian 1). Variabel Pengembangan Karir (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable Kinerja Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar. 2). variabel Kinerja Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar. 3). variabel Jabatan Kelas (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar. 4). Uji simultan menunjukkan Pengambangan Karir (X1) Tunjangan Kinerja (X2) Kelas Jabatan (X3) secara bersama- sama berpengaruh terhadap Kinerja Pegawi (Y) pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar.dan 5). Variabel yang paling dominan mempengaruhi Kinerja Pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Makassar adalah Tunjangan Kinerja.
Pengaruh Flexible Working Arrangement Integritas Dan Tunjangan Terhadap Kinerja Pegawai Dprd Kabupaten Barru Nurmahdi, Nurmahdi; Ismail, Imran; Juharni , Juharni
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Flexible Working Arrangement terhadap Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru. 2). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Integritas terhadap Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru. 3). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Tunjangan terhadap Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru. 4). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh secara Simultan Flexible Working Arrangement, Integritas dan Tunjangan terhadap Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru dan 5). Untuk mengetahui dan menganalisis variabel yang dominan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan pada Kantor DPRD Kabupaten Barru dengan Populasi penelitian adalah pegawai DPRD Kabupaten Barru yang berjumlah 25 orang. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sampling jenuh jumlah populasi sekaligus menjadi sampel sehingga jumlah sampel sebanyak 25 orang, tehnik pengumpulan data menggunakan kusioner dan tehnik analisis data menggunakan tehnik analisis regresi berganda. Hasil Penelitian 1).Variabel Flexible Working Arrangement (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru. 2). Variabel Tunjangan Kinerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru. 3). variabel Integritas (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai DPRD Kabupaten Barru. 4). Nilai sig. uji F sebesar 0,000 pada tingkat signifikan 0,05. Nilai ini lebih kecil dari 0,05 yang menunjukkan bahwa semua variabel independen yaitu teridiri dari; Flexibel Working Arrangement (X1) Tunjangan Kinerja (X2) Integritas (X3) secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada DPRD Kabupaten Barru. 5). variabel yang paling dominan mempengaruhi Kinerja Pegawai pada Kantor DPRD Kabupaten Barru adalah Integritas.
Efektivitas Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tana Toraja Serang, Palerias; Bahri, Syamsul; Nurkaidah, Nurkaidah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6419

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tana Toraja serta faktor-faktor determinan yang memengaruhinya. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci (pejabat struktural, petugas, dan pemohon), dan kajian dokumen sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan IMB telah mencapai tingkat efektivitas signifikan, ditandai oleh ketepatan waktu penyelesaian permohonan, kecermatan verifikasi dokumen, dan gaya pelayanan profesional-ramah. Faktor determinan utama mencakup Kesadaran Masyarakat terhadap kepatuhan prosedural, Aturan yang Jelas dan transparan, Organisasi yang Terstruktur dengan koordinasi optimal, Pendapatan yang Memadai dari retribusi untuk pengembangan sarana, serta Kemampuan dan Keterampilan Petugas yang mumpuni. Pemanfaatan teknologi informasi berperan krusial dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi proses. Temuan ini mengonfirmasi bahwa komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung telah berdampak positif pada kepuasan masyarakat. Implikasi kebijakan merekomendasikan intensifikasi sosialisasi prosedur, pelatihan berkala petugas, dan pengembangan sistem online terintegrasi untuk menjaga konsistensi kualitas layanan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perbaikan tata kelola pelayanan perizinan di daerah berkarakteristik serupa. This study examines the effectiveness of Building Permit (IMB) services at the Investment and One-Stop Integrated Service Office (DPMPTSP) in Tana Toraja Regency and its determinant factors. A descriptive qualitative method was employed, utilizing participatory observation, in-depth interviews with 15 key informants (structural officials, officers, and applicants), and secondary document analysis. Results indicate that IMB services have achieved significant effectiveness, characterized by timely processing, accuracy in document verification, and professional-friendly service delivery. Key determinants include Public Awareness of procedural compliance, Clear and Transparent Regulations, a Well-Structured Organization with optimal coordination, Adequate Revenue from retribution for infrastructure development, and sufficient Employee Competence and Skills. The utilization of information technology played a crucial role in enhancing transparency and process efficiency. These findings confirm that the local government’s commitment to strengthening human resource capacity and supporting infrastructure has positively impacted community satisfaction. Policy implications recommend intensifying procedural socialization, regular staff training, and integrated online system development to maintain service quality consistency. The study provides practical contributions for improving permit service governance in regions with similar characteristics, emphasizing the synergy between institutional readiness and community engagement in public service optimizationretribution management.
Peran Pemerintah Dalam Pembangunan Rumah Ibadah Di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah Ada, Renzo Kalvien Palino; Mustafa, Delly; Juharni, Juharni
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6420

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis peran pemerintah terkait pemberian izin, penyediaan lahan, pemberian subsidi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran pemerintah dalam pemberian izin dalam pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Mimika, terkait regulasi/kebijakan Perizinan mengacu pada aturan/regulasi pemerintah yang memang sudah ada; terkait Persyaratan Administratif, pemerintah daerah dalam pengurusan pembangunan rumah ibadah, syarat administrasi harus terpenuhi; terkait Penegakan Kebijakan Zonasi dan Tata Ruang, semua dokumen dan prosedur harus dipenuhi, barulah izin pembangunan rumah ibadah dapat diberikan. Peran pemerintah terkait Penyediaan lahan dalam pembangunan rumah ibadah; terkait Regulasi dan Kebijakan. cukup baik dijalankan oleh pemerintah setempat, Terkait Penyediaan lahan, walaupun agak sulit, tetapi diupayakan tersedia; terkait proses izin dan persetujuan dijalankan berdasarkan peraturan pemerintah daerah yang sudah berjalan. Peran pemerintah terkait pemberian subsidi dalam pembangunan rumah ibadah; Kebijakan yang mendukung dengan adanya kebijakan pemberian subsidi. Alokasi Anggaran sudah dilakukan, program bantuan subsidi sudah dilakukan, akan tetapi masih sangat minim. Masalah yang dihadapi antara lain: masalah tanah dan lokasi, persoalan perizinan dan regulasi, isu sosial dan keagamaan, keterbatasan anggaran daerah, keamanan dan ketertiban, dan konflik kepentingan. The purpose of the study is to analyze the role of the government in granting permits, land provision, and subsidies. This study uses a qualitative approach. Data sources are primary and secondary data sources. Data collection methods through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the role of the government in granting permits for the construction of houses of worship in Mimika Regency, related to licensing regulations/policies refers to existing government rules/regulations; related to Administrative Requirements, the local government in managing the construction of houses of worship, administrative requirements must be met; related to Enforcement of Zoning and Spatial Planning Policies, all documents and procedures must be met, only then can a permit for the construction of a house of worship be granted. The role of the government in the provision of land in the construction of houses of worship; related to Regulations and Policies. is quite well carried out by the local government, related to Land Provision, although it is rather difficult, it is attempted to be available; related to the permit and approval process is carried out based on existing local government regulations. The role of the government in the provision of subsidies in the construction of houses of worship; Policies that support the existence of subsidy policies. Budget allocation has been carried out, subsidy assistance programs have been carried out, but are still very minimal. The problems faced include: land and location issues, licensing and regulatory issues, social and religious issues, regional budget limitations, security and order, and conflicts of interest.
Monitoring Dan Evaluasi Kinerja Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar Pada Program Penanganan Stunting Nisa, Siti Musafira; Bahri, Syamsul; Nurkaidah, Nurkaidah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6421

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) dalam program penurunan stunting di Kota Makassar, dengan fokus pada peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data diperoleh dari informan kunci, termasuk pejabat struktural dan fungsional Bappeda, serta operator Aksi Bangda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan monev stunting di Kota Makassar telah berjalan dengan baik, didukung oleh alokasi anggaran yang memadai dan pelatihan kader posyandu. Namun, tantangan utama meliputi ketidakakuratan data, ego sektoral antar-organisasi perangkat daerah (OPD), serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang pola asuh anak. Studi ini mengidentifikasi lima faktor kunci yang memengaruhi efektivitas monev, yaitu ketersediaan data, komitmen pemimpin, penggunaan teknologi informasi, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan sistem pendataan terintegrasi, peningkatan kapasitas kader, dan sosialisasi kebijakan yang lebih efektif. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi perbaikan kebijakan penurunan stunting di tingkat daerah, khususnya dalam konteks pembangunan kesehatan berbasis bukti. This study aims to analyze the factors influencing the effectiveness of monitoring and evaluation (monev) implementation in stunting reduction programs in Makassar City, focusing on the role of the Regional Development Planning Agency (Bappeda). The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. Key informants include structural and functional officials of Bappeda, as well as Aksi Bangda operators. The results indicate that stunting monev in Makassar City has been implemented effectively, supported by adequate budget allocation and posyandu cadre training. However, major challenges include data inaccuracy, sectoral egos among regional apparatus organizations (OPD), and low public awareness of child-rearing practices. This study identifies five key factors affecting monev effectiveness: data availability, leadership commitment, information technology utilization, cross-sector coordination, and community participation. Recommendations include strengthening integrated data systems, enhancing cadre capacity, and improving policy socialization. The findings provide practical contributions to refining stunting reduction policies at the regional level, particularly in evidence-based health development contexts.
Implementasi Kebijakan Dinas Kesehatan Dalam Penanganan Gizi Buruk Pada Balita Di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya Kalampung, Stephanie M.; Muhibuddin, Andi; Juharni, Juharni
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6422

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi kebijakan Dinas Kesehatan dalam penanganan gizi buruk pada balita di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya dan mengkaji implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Kabupaten Sorong Selatan. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Dinas Kesehatan dalam menangani gizi buruk pada balita dilaksanakan melalui program penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang, pemberian vitamin, suplemen penambah nafsu makan, serta makanan bergizi seperti susu dan biskuit. Selain itu, dilakukan identifikasi penyebab gizi buruk, seperti pola makan, sanitasi, dan pola asuh, serta penyuluhan gizi kepada ibu hamil, anak-anak, dan remaja putri melalui kerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit. Implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat aspek utama: komunikasi, sumber daya, disposisi (komitmen pelaksana), dan struktur birokrasi. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan terdiri atas faktor internal, yakni kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan anggaran, fasilitas dan infrastruktur, serta sistem monitoring dan evaluasi; serta faktor eksternal, seperti kondisi geografis, kesadaran dan partisipasi masyarakat, budaya lokal, kemitraan lintas sektor, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. This study aims to identify the policies of the Health Office in addressing malnutrition among children under five in South Sorong Regency, Southwest Papua Province and examine the implementation of these policies. A qualitative research approach was employed, with the study conducted in South Sorong Regency. Data were collected from primary and secondary sources through observation and in-depth interviews The findings reveal that the Health Office’s policy in addressing malnutrition is carried out through community outreach programs focusing on balanced nutrition, the provision of vitamins, appetite stimulants, and nutritious food such as milk and biscuits. The approach also includes identifying the main causes of malnutrition—such as eating patterns, sanitation, and parenting—followed by education campaigns on nutrition for pregnant women, children, and adolescent girls in collaboration with local health centers and hospitals. Policy implementation is influenced by four key aspects: communication, resources, disposition (implementers’ commitment), and bureaucratic structure. Factors affecting implementation include internal factors such as human resource capacity, budget availability, facilities and infrastructure, and monitoring and evaluation systems; and external factors such as geographical conditions, community awareness and participation, local culture and customs, cross-sectoral partnerships, and socio-economic influences.
Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di SMP Kartika XX-2 Makassar Marsel, Denny Ibafianda; Iskandar, Iskandar; Asmirah, Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6423

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kondisi sosial ekonomi orang tua berkontribusi terhadap capaian akademik siswa, sekaligus untuk menggambarkan profil status sosial ekonomi orang tua peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Data yang dimanfaatkan berasal dari dua jenis sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran angket, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, publikasi akademis, serta referensi bacaan lainnya yang relevan dengan pokok masalah yang diteliti. Informasi tambahan juga diperoleh melalui pihak Sekolah Menengah Pertama Kartika XX-2 Makassar sebagai lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, sebagian besar orangtua mampu memberikan serta mencukupi fasilitas belajar yang memadai dan mamapu membayar biaya pendidikan anak, meskipun ada beberapa orangtua mengalami kesulitan dalam menyisihkan pendapatan untuk tabungan pendidikan atau memenuhi kebutuhan sekolah. This study seeks to examine the extent to which parental socioeconomic background impacts students' academic performance, while also gaining insight into the economic and social standing of their families. A quantitative research approach is employed in this investigation. The data utilized consist of both primary and secondary sources. Primary data are gathered through the distribution of questionnaires, whereas secondary data are drawn from various literature sources such as books, scholarly journals, academic publications, and other relevant materials related to the research topic. Additional information is also obtained from Kartika XX-2 Junior High School in Makassar, which serves as the research site. The results of this research indicate that most parents are able to provide and meet adequate learning facilities and can pay for their children's education costs, although some parents face difficulties in setting aside income for educational savings or fulfilling school needs.
Identitas Sosial Dalam Pola Circle Mahasiswa Ramadhan, Fajrianan Lutfi; Mutahir, Arizal; Restuadhi, Hendri; Rizkidarajat, Wiman
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6359

Abstract

Fenomena circle pertemanan di kalangan mahasiswa menunjukkan bagaimana identitas sosial terbentuk melalui proses interaksi sosial dalam kehidupan kampus. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai individu akademik, tetapi juga sebagai aktor sosial yang membangun jaringan pertemanan sebagai sarana pembentukan jati diri dan nilai sosial. Penelitian ini bertujuan memahami proses pembentukan identitas sosial mahasiswa melalui circle pertemanan di ruang fisik dan digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) berdasarkan teori Identitas Sosial Tajfel dan Turner serta teori Interaksionisme Simbolik Mead dan Blumer. Analisis dilakukan secara interpretatif dan komparatif terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas sosial mahasiswa terbentuk melalui proses kategorisasi, identifikasi, dan perbandingan sosial yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap kelompok (in-group) serta membedakan diri dari kelompok lain (out-group). Circle pertemanan menjadi arena negosiasi makna sosial dan pembentukan solidaritas, sementara ruang digital seperti grup WhatsApp dan media sosial memperluas interaksi simbolik yang memperkuat kohesi serta ekspresi identitas kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa circle pertemanan berperan penting dalam membentuk identitas sosial mahasiswa yang adaptif, reflektif, dan inklusif, sekaligus mencerminkan perubahan pola interaksi sosial generasi muda di era digital. The phenomenon of friendship circles among students shows how social identity is formed through the process of social interaction in campus life. Students not only act as academic individuals, but also as social actors who build a network of friends as a means of forming identity and social values. This study aims to understand the process of social identity formation of students through the circle of friends in the physical and digital space. The method used is descriptive qualitative with library research approach based on social identity theory of Tajfel and Turner and symbolic interactionism theory of Mead and Blumer. The analysis was carried out in an interpretative and comparative manner to the relevant primary and secondary literature. The results showed that the social identity of students is formed through the process of categorization, identification, and social comparison that fosters a sense of belonging to the group (in-group) and distinguish themselves from other groups (out-group). Friendship circles become arenas for negotiating social meaning and forming solidarity, while digital spaces such as WhatsApp groups and social media expand symbolic interactions that strengthen cohesion as well as the expression of collective identity. This study concludes that the circle of friends plays an important role in shaping the social identity of students who are adaptive, reflective, and inclusive, as well as reflecting the changing patterns of social interaction of the younger generation in the digital age.
Analisis Gender Pelaku Ekonomi di Pariwisata Buntu Burake Kab. Tana Toraja Sini, Era; Iskandar, Iskandar; Asmirah, Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gender dalam pembagian jenis pekerjaan serta kontribusi perempuan terhadap perekonomian keluarga di kawasan wisata Buntu Burake, Kabupaten Tana Toraja. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan (lima perempuan dan tiga laki-laki) yang bekerja sebagai pelaku ekonomi di sektor pariwisata kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian kerja di Buntu Burake masih dipengaruhi konstruksi sosial berbasis gender. Perempuan cenderung mendominasi sektor informal seperti penjualan makanan, minuman, souvenir, dan pekerjaan kebersihan, sedangkan laki-laki lebih banyak terlibat pada pekerjaan fisik seperti pengaturan parkir, keamanan, dan koordinasi lapangan. Meskipun demikian, perempuan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian keluarga, baik melalui pendapatan langsung maupun dukungan dalam menjaga citra pariwisata dan keberlangsungan usaha mikro. Faktor pendorong perempuan bekerja meliputi kebutuhan ekonomi keluarga, fleksibilitas waktu kerja, dan peluang usaha di kawasan wisata. Tantangan yang dihadapi antara lain rendahnya pendapatan pada hari biasa, keterbatasan modal, persaingan usaha, serta stereotip gender. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan melalui pelatihan, akses modal, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan, guna menciptakan pembagian kerja yang lebih adil dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. This study aims to analyze the role of gender in the division of labor and women's contribution to the family economy in the Buntu Burake tourist area, Tana Toraja Regency. A qualitative descriptive approach wa used, with dat collwction techniques including observation, in-depth interviews, and documentation of eight informants (five women and three men) who work as economic actors in the area's tourism sector. The results indicate that the division of labor in Buntu Burake is still influenced by gender-based social constructs. Women tend to dominate informal sectors such as selling food, beverages, souvenirs, and cleaning, while men are more involved in physical labor such as parking arrangements, security, and field coordination. Nevertheless, women make significant contributions to the family economy, both through direct income and support in maintaining the tourism image and the sustainability of micro-enterprises. Factors driving women to work include family economic needs, flexible working hours, and business opportunities in the tourist area. Challenges faced include low income on weekdays, limited capital, business competition, and gender stereotypes. This study recommends the need to increase the capacity of women entrepreneurs through training, access to capital, and involvement in decision-making, in order to create a more equitable division of labor and encourage sustainable economic empowerment of local communities.
Media Sosial dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Lowongan Ketenagakerjaan terhadap Literasi Digital di Kalangan Tenaga Kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar Asran, Alviona; Nonci, Nurmi; Harifuddin, Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media soisal dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital di kalangan tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana mencari informasi lowongan kerja, yang berpotensi memengaruhi keterampilan literasi digital masyarakat, khususnya angkatan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran atau yang disebut mixed methode dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, dan jumlah sampel adalah 135 responden yang ditentukan menggunakan teknik Total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentas, selanjutnya melakukan wawancara kepada 10 informan guna mendukung data kuantitaif kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dan menggunakan pendekatan purposive sampling. Berdasarkan hasil data disimpulkan bahwa nilai signifikansi pada variabel “media sosial” (X1) adalah 0,003 dan variabel pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan (X2) adalah 0,000, yang lebih kecil dari signifikansi 0,05. Selain itu, nilai t-hitung adalah 2,769 pada variabel “media sosial” (X2) dan 4,966 pada variabel pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan (X2), kedua nilai t-hitung tersebut melebihi t-tabel sebesar 1,977. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel X1 dan X2 secara positif dan signifikan mempengaruhi variabel Y. Dengan demikian, penelitian ini memvalidasi hipotesis penelitian (H1) yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh media sosial terhadap literasi digital” dan (H2) yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital”. Hipotesis nol (H0) yang menyatakan bahwa “tidak terdapat pengaruh media sosial dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital” ditolak. Hal ini didukung dari hasil wawancara yang menyatakan bahwa media sosial memiliki peran yang cukup signifikan sebagai sarana informasi informal yang praktis, cepat dan mudah dijangkau dalam meningkatkan keterampilan literasi digital di era digitalisasi sebagai bentuk tindakan algoritmik di era digital. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media sosial dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan kerja berpengaruh terhadap literasi digital tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial bukan hanya sebagai sarana informasi, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan literasi digital masyarakat dalam menghadapi era digitalisasi. This study aims to analyze the influence of social media and the fulfillment of job vacancy information needs on digital literacy among workers in Tamamaung Village, Makassar City. The background of this study is the growing use of social media to find job vacancy information, which may affect the community's digital literacy skills, particularly among the workforce. The research method employed is a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The population of this study was all workers in Tamamaung Village, and the number of samples was 135 respondents, determined using the Total sampling technique. Data were collected through questionnaires and documentation, then conducted interviews with 10 informants to support quantitative data and then analysed using multiple linear regression analysis and using a purposive sampling approach. Based on the data results, it was concluded that the significance value of the "social media" variable (X2) was 0.003, and the variable fulfilling job vacancy information needs (X2) was 0.000, which is smaller than the significance of 0.05. In addition, the t-count value is 2.769 on the variable "social media" (X1) and 4.966 on the variable of fulfilling the need for information on job vacancies (X2), both t-count values exceed the t table of 1.977. This indicates that variables X1 and X2 positively and significantly influence variable Y. Thus, this study validates the research hypothesis (H1) which states that "there is an influence of social media on digital literacy" and (H2), which states that "there is an influence of fulfilling the need for information on job vacancies on digital literacy". The null hypothesis (H0) which states that "there is no influence of social media and fulfilling the need for information on job vacancies on digital literacy" is rejected. This is supported by the results of interviews, which state that social media has a significant role as a means of informal information that is practical, fast and easy to access in improving digital literacy skills in the digitalisation era as a form of algorithmic action in the digital era. Based on this, the study demonstrates that social media use and the need for job vacancy information influence the workforce's digital literacy in Tamamaung Village, Makassar City. This demonstrates that social media is not only a source of information but also capable of improving the community's digital literacy skills in the digital era.