cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6285255067957
Journal Mail Official
jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumordjo KM 4 Makassar Ruangan Program Studi Sosiologi Lantai 7 Gedung 1 Email: jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Kontemporer
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28088859     EISSN : 28088840     DOI : https://doi.org/10.56326/jsk.v3i1
Jurnal Sosiologi Kontemporer menerbitkan artikel yang pada bidang sosiologi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 57 Documents
Adaptasi Sosial Budaya Masyarakat Kelurahan Pampang Di Era Pandemi Adiyanto Adiyanto; Muh. Rusdi Maidin; M. Harifuddin Halim
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i2.2160

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola interaksi masyarakat Kelurahan Pampang di Era Pandemi dan bagaimana bentuk penyesuaian prilaku masyarakat Kelurahan Pampang selama pandemi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu wawancara langsung untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian ditentukan dengan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi masyarakat Kelurahan Pampang di era pandemi terdapat adanya perbedaan sebelum dan sesudah terjadinya pandemi dan memberikan dampak yang positif maupun negatif bagi masyarakat Kelurahan Pampang dan bentuk penyesuaian prilaku masyarakat Kelurahan Pampang selama pandemi yaitu banyak masyarakat Kelurahan Pampang yang sudah terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru tetapi masih ada juga beberapa masyarakat yang masih perlahan mengikuti dan menyesuaikan diri dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. This research is a study that aims to find out how the interaction patterns of the Pampang Village community in the Pandemic Era and how the form of adjustment to the behavior of the Pampang Village community during the pandemic. This research was conducted with a qualitative approach, namely direct interviews to obtain the required data or information. Data collected through observation, interviews and documentation. The research subjects were determined by purposive sampling, namely the sampling technique of data sources with certain considerations. The results showed that the interaction pattern of the Pampang Village community in the pandemic era there were differences before and after the pandemic and had a positive or negative impact on the Pampang Village community and the form of adjusting the behavior of the Pampang Village community during the pandemic, namely many Pampang Village people who were already accustomed to adaptation. new habits but there are still some people who are still slowly following and adapting to the rules set by the government.
Posisi Broker Dalam Ikatan Patronase Sebagai Wujud Kelas Menengah Komunitas Petani di Pedesaan Sulawesi Selatan Iskandar Iskandar; Kamrin Kamrin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i2.2161

Abstract

Terbentuknya ikatan vertikal dan horizontal tidak terlepas dari akses para penghubung yang berperan sebagai broker di kedua jaringan patronase di pedesaan Sulawesi Selatan. Perbedaan posisi patron dan posisi broker terbedakan oleh distribusi sumber daya (patron penyedia sumber daya dan broker sebagai penyalurnya), sedangkan posisi broker dengan klien terbedakan oleh nilai konsumsi sumber daya (broker menyalurkan sumber daya yang bukan miliknya dan klien menerima sumber daya tersebut). Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus ditemukan bahwa keberadaan broker sebagai salah seorang patron di ikatan vertikal ini dapat dikaitkan dengan fenomena pasang surutnya tiga masalah ketimpangan sosial di tiga wilayah (kemiskinan, pengangguran, dan konflik), di balik ketiga kasus tersebut. Sedangkan peran broker sebagai perantara dengan patronhanya meladeni kelompok atas masyarakatnya yang minoritas dan berkecukupan dalam hidup, di sisi lain kebrokerannya tidak menyentuh golongan bawah yang jumlahnya mendominasi penduduk, serta sangat membutuhkan uluran penanganan di sektor pekerjaan dan pendidikan. The formation of vertical and horizontal ties is inseparable from the access of intermediaries who act as brokers in both patronage networks in rural South Sulawesi. The difference between the position of the patron and the position of the broker is distinguished by the distribution of resources (the patron provides resources and the broker as the distributor), while the position of the broker and the client is distinguished by the consumption value of the resource (the broker distributes resources that are not his and the client receives these resources). Using a qualitative approach and case study method, it was found that the existence of a broker as a patron in this vertical tie can be associated with the phenomenon of the ups and downs of three problems of social inequality in three areas (poverty, unemployment, and conflict), behind the three cases. While the role of brokers as intermediaries with patrons only serves the upper class of society who are in the minority and are well-off in life, on the other hand the brokerage does not touch the lower class whose numbers dominate the population, and really need help handling in the employment and education sectors.
Pergeseran Tradisi Ma’parampo Dalam Pola Pertunangan Masyarakat Toraja Utara Arni Rantetasik; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i2.2162

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pergeseran bentuk dan makna tradisi ma’parampo dalam pola pertunangan masyarakat Toraja dan mengetahui faktor ppenyebab yang mendorong terjadinya pergeseran tradisi ma’parampo dalam pola pertunangan masyarakat Toraja. Hasil dari Penelitian ini menunjukan bahwa pergeseran bentuk dan makna tradisi ma’parampo dalam pola pertunangan masyarakat Toraja, dibagi dalam dua versi yaitu versi Aluk Todolo dan versi Agama Kristen. Dari segi Aluk Todolo masih terdapat beberapa prosesi dalam tradisi ma’parampo yaitu Palingka Kada dan Umba Pangngan. Sedangkan dari versi Agama Kristen sudah mengacu pada peraturan gereja dan pendeta memiliki peran yang lebih dominan daripada ketua adat. Faktor penyebab yang mendorongterjadinya pergeseran tradisi ma’parampo adalah Pengetahuan dan Teknologi, Pengaruh Agama, Pengaruh Kebijakan Pemerintah dan Derajat Ekonomi. The purpose of this study was to find out how the shift in the form and meaning of the ma'parampo tradition in the engagement pattern of the Toraja people and find out the causative factors that encourage the shift in the ma'parampo tradition in the engagement pattern of the Toraja people. The results of this study indicate that the shift in the form and meaning of the ma'parampo tradition in the engagement pattern of the Toraja people, is divided into two versions, namely the Aluk Todolo version and the Christian version. In terms of Aluk Todolo, there are still several processions in the ma'parampo tradition, namely Tepika Kada and Umba Pangngan. Meanwhile, the Christian version refers to church regulations and the priest has a more dominant role than the traditional leader. The causal factors that encourage the shift in the ma'parampo tradition are Knowledge and Technology, Religion Influence, Government Policy Influence and Economic Degree.
Relasi Sosial Petani Sayur dalam Sistem Pemasaran di Kecamatan Makale Tana Toraja Palerias Serang; Asmirah Asmirah; A. Rusdi Maidin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2691

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji suatu fenomena mengenai ragam dan varian bentuk interaksi yang terjadi dari adanya sebuah sistem pemasaran antara penjual dan pembeli. Dari interaksi tersebut mungkin akan memunculkan suatu kerjasama yang dapat menguatkan hubungan-hubungan sosial dari para pelaku dipasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), yaitu mendatangi langsung ke tempat penelitian untuk memperoleh data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan melakukan observasi, wawancara, atau penelaahan dokumentasi guna memperoleh data yang lengkap. Dari hasil wawancara  mengenai bentuk interaksi anatara pedagang sayur dengan pembeli maka terdapat kesimpulan yang bisa ditarik yaitu interaksi dapat berjalan dengan baik. Namun, terdapat beberapa ketidaksepakatan antara pembeli dan penjual, yang dapat menyebabkan perpecahan dan konflik. Peralihan hak milik dari penjual kepada pembeli disebabkan karena perdagangan merupakan sarana manusia untuk memenuhi kebutuhan dan menjalin silaturahmi. Mengenai perjanjian jual beli yang diduga telah terjadi antara pedagang dan konsumen, bagaimana jika mereka menyepakati barang dan harga yang ditempelkan, yang menjadi kesepakatan penting antara penjual dan pembeli. Di pasar makale, tawar-menawar juga merupakan praktik yang tidak akan pernah hilang karena orang menggunakannya setiap kali berbicara tentang membeli barang atau setiap hari. The purpose of this research is to examine a phenomenon regarding the variety and variants of forms of interaction that occur from the existence of a marketing system between sellers and buyers. From this interaction, it is possible that a collaboration will emerge that can strengthen the social relations of the actors in the market. The type of research used in this research is field research, namely going directly to the research site to obtain data related to the problem under study and conducting observations, interviews, or reviewing documentation in order to obtain complete data. From the results of interviews regarding the form of interaction between vegetable traders and buyers, a conclusion can be drawn that interaction can work well. However, there are some disagreements between buyers and sellers, which can lead to divisions and conflicts. The transfer of ownership rights from the seller to the buyer is due to the fact that trade is a human means to meet needs and establish friendships. Regarding the sale and purchase agreement that allegedly occurred between traders and consumers, what if they agreed on the goods and prices attached, which became an important agreement between the seller and the buyer. In the makale market, haggling is also a practice that will never disappear because people use it whenever talking about buying goods or every day.
Penggunaan Gadget di Kalangan Siswa: Studi Kasus Perilaku Sosial pada Siswa SD Negeri Mawas Kota Makassar Rio Aswandi; Iskandar Iskandar; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak penggunaan gadget terhadap perilaku siswa dan faktor apa yang mempengaruhi siswa sehingga sangat tergantung pada gadget. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penentu informan menggunakan teknik Snowball sampling dengan kriteria informan yang telah ditentukan. Dalam teknik pengumpulan data dilakukan observaasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis datanya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Penggunaan gadget awalnya hanya dipergunakan untuk membantu proses pembelajaran, tetapi jika kurangnya kontrol dari orang tua mereka pasti akan sangat tergantung akan gadget, perubahan pola perilaku siswa yang menjadi lebih emosional terhadap apa yang mereka lakukan, suka berbohong hanya untuk bermalas-malasan, boros karena pengeluaran yang tidak perlu, dan kurang bergaul karena kurangnya sosialisasi pada lingkungan sekitar. Perubahan perilaku tersebut dapat disebabkan karena penggunaan gadget yang berlebihan. (2) Terdapat beberapa faktor yang dapat menarik ketertarikan siswa sehingga menjadi sangat tergantung pada gadget. Faktor-faktor tersebut ialah lingkungan, sosial media dan game online. This study aims to find out (1) How is the impact of using gadgets on student behavior? (2) What factors influence students to be highly dependent on gadgets? This type of research is descriptive qualitative, determining informants using the Snowball sampling technique with predetermined informant criteria. In data collection techniques, observations, interviews, and documentation are carried out. As well as data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate: (1) The use of gadgets was initially only used to assist the learning process, but if there is a lack of control from their parents they will definitely be very dependent on gadgets, changes in students' behavior patterns that become more emotional about what they do, like to lie only to be lazy, extravagant because of unnecessary expenses, and less sociable because of a lack of socialization in the surrounding environment. These changes in behavior can be caused by excessive use of gadgets. (2) There are several factors that can attract students' interest so that they become very dependent on gadgets. These factors are the environment, social media and online games.
Interaksionisme Simbolik Tindakan Penipuan Modus Undian Berhadiah di Kabupaten Sidenreng Rappang Muhammad Asrul; Muh. Rusdi Maidin; Harifuddin Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana simbol penipuan sistem online dan bagaimana bentuk penafsiran terhadap simbol penipuan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penentu informan menggunakan teknik Porposive sampling dengan kriteria informan yang telah ditentukan yaitu pelaku yang telah menggeluti pekerjaan passobis. Dalam teknik pengumpulan data dilakukan observaasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis datanya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Bagaimana simbol penipuan sistem online yaitu menggunakan simbol travel tiket pesawat ada juga menggunakan simbol online shop dan juga kupon undian berhadiah. cara pelaku berkomunikasi dengan korban yaitu di dalam kupon tercantumkan nomor yang akan dihubungi oleh korban setelah itu pelaku berusaha untuk menyakinkan korbanya  agar dapat mengikuti syarat-syarat yang di arahkan oleh pelaku sehingga korban tersebut tanpa berfikir panjang mempercayai pelaku dan korban tersebut melakukan proses pembayaran atau transfer. (2) Bagaimana bentuk penafsiran terhadap simbol penipuan tersebut yaitu penafsiran terhadap wawancara setiap kasus mengenai kasus penipuan travel, Darni mengatakan penafsiranya sebagai berikut: Menurut saya travel sekarang lagi naik daun mengapa demikian karna bisnis travel dapat menguntungkan dan menggiurkan memudahkan orang untuk membeli tiket dan memudahkan orang untuk bertransaksi, sehingga banyak orang yang melakukan bisnis travel tersebut. Penfsiran yang lain juga dikemukakan oleh ibu sulis dia mengatakan: Jadi pembelanjaan online shop ini sangat memudahkan kita untuk berbelanja dan juga menawarkan efisien waktu yang sangat cepat.  hanya memesan lewat online terus hanya beberapa menit kita bisa melakukan transaksi dan tinggal menunggu barangnya dikirim sampai rumah This study aims to find out (1) How is the online system fraud symbol (2) What is the form of interpretation of the fraud symbol. This type of research is descriptive qualitative, determining informants using a porposive sampling technique with predetermined informant criteria, namely actors who have worked in passobis jobs. In data collection techniques, observations, interviews, and documentation are carried out. As well as data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate: (1) How does the online system fraud symbol, namely using the airplane ticket travel symbol, also use the online shop symbol and also lottery coupons with prizes. the way te perpetrator communicates with the victim is that the coupon contains the number to be contacted by the victim after that the perpetrator tries to convince the victim to follow the conditions directed by the perpetrator so that the victim without thinking twice trusts the perpetrator and the victim makes a payment or transfer process. (2) What is the form of interpretation of the fraud symbol, namely the interpretation of interviews in each case regarding travel fraud cases, Darni said the interpretation is as follows: In my opinion, travel is currently on the rise, why is that because the travel business can be profitable and tempting, making it easier for people to buy tickets and making it easier people to transact, so many people do the travel business. Another interpretation was also put forward by Mrs. Sulis, who said: So online shop shopping makes it very easy for us to shop and also offers a very fast time efficiency. we only order online and then only a few minutes we can make a transaction and just wait for the goods to be delivered to the house
Anak Jalanan Penggunaan Lem Aibon di Kota Makassar: Studi Fenomenologi Melcy Anjella Saputri; Syamsul Bahri; Harifuddin Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2694

Abstract

Anak jalan adalah jenis struktur yang digunakan oleh anak-anak dan anak-anak yang tinggal di jalan. Menurut Kementerian Sosial RI, anak jalanan adalah anak yang sudah lama terbiasa mencari nafkah atau keluaran di jalanan atau di tempat lain. Anak Jalanan adalah anak-anak yang telah meninggalkan rumah, sekolah, dan masyarakat sekitarnya sebelum usia enam belas tahun dan telah hanyut dalam kehidupan jalanan yang berpindah-pindah. Perilaku menghisap lem sangat umum terjadi di masyarakat karena lingkungan. Dua jenis lem yang paling banyak digunakan adalah lem rubah dan lem ibon. Lem rubah dan aibon adalah zat yang berbahaya dan sangat adiktif. Anak akan terbebani secara finansial jika menggunakan obat atau media suntik sebagai pengganti media lem ini yang lebih hemat biaya. Karena lebih murah dan lebih mudah didapat dengan media lem, maka anak akan lebih banyak mengkonsumsi zat adiktif (Ngelem). Street children are a type of structure used by children and children living on the street. According to the Indonesian Ministry of Social Affairs, street children are children who have long been accustomed to earning a living or going out on the streets or elsewhere. Street children are children who have left their homes, schools and the surrounding community before the age of sixteen and have drifted into a nomadic street life. The behavior of sucking glue is very common in society because of the environment. The two most widely used types of glue are fox glue and ibon glue. Fox glue and aibon are dangerous and highly addictive substances. Children will be burdened financially if they use drugs or injecting media as a substitute for this glue media which is more cost effective. Because it is cheaper and easier to obtain using glue, children will consume more addictive substances (Ngelem).
Tindakan Sosial Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Malaria di Kota Jayapura Juan Lily Pasau; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2695

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles, memasukkan parasit dari air liur nyamuk ke dalam darah seseorang. Terkhusus di Kabupaten Jayapura, penyakit malaria masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jayapura terus berupaya untuk mengeliminasi penyebab dan penyebaran Penyakit Malaria. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku masyarakat sehingga rentan terhadap malaria dapat ditinjau dari berbagai aspek yaitu sejauh mana pengetahuan masyarakat memahami malaria, bagaimana sikap masyarakat terhadap penyakit malaria dan kesiapan masyarakat dalam pencegahan malaria. Bentuk tindakan pencegahan malaria yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan adanya himbauan pemerintah agar masyarakat lebih hidup bersih dan sehat, dengan menjaga kesehatan seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dan rajin berolahraga. gotong-royong dan juga peran dari lingkungan sosial Malaria is a contagious infectious disease that is spread through the bite of an Anopheles mosquito, introducing the parasite from the mosquito's saliva into a person's blood. Particularly in Jayapura District, malaria is still a threat to society. Jayapura District Government continues to strive to eliminate the causes and spread of Malaria. In this study, the type of research conducted by researchers is using a qualitative descriptive approach. The results of the study showed that the behavior of people who are so vulnerable to malaria can be viewed from various aspects, namely the extent to which people understand malaria, how people's attitudes towards malaria and community readiness in preventing malaria. The form of malaria prevention action taken by the community is by calling on the government to live a cleaner and healthier life, by maintaining health such as eating nutritious food, getting enough rest and exercising diligently. mutual cooperation and also the role of the social environment.
Perilaku Pengungsi Afganistan di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Muh. Nur Armin Alam; Syamsul Bahri; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku pengungsi afganistan di kecamatan tamalanrea kota Makassar, bagaimana adaptasi sosial pengungsi afganistan di kecamatan tamalanrea kota makassar dan faktor-faktor pendorong penyebab bermigrasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penentu informan menggunakan teknik Snowball Sampling yang dilakukan dengan sistem jaringan informan pengungsi afganistan. Dalam teknik pengumpulan data dilakukan observaasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis datanya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Bagaimana perilaku pengungsi Afganistan ialah bersubstansi atas 2 perilaku yaitu perilaku alami (innate behavior) ialah perilaku yang dibawa sejak lahir yang berupa refleks dan insting seperti contohnya ada pengungsi yang merasa nyaman dan senang untuk menjalani kehidupan di CH tamalanrea. Namun ada juga pengungsi yang terlihat murung dikarenakan masih memikirkan keluarganya di negara asalnya. Dan juga masih memikirkan kapan ia akan resettlement. Dan perilaku operan (operan behavior) merupakan perilaku yang dibentuk, dipelajari, dan dapat dikendalikan oleh karena itu dapat berubah melalui proses belajar. Perilaku sosial berkembang melalui interaksi dengan lingkungan.. contoh perilaku operan yang dialami oleh pengungsi afganistan ialah mereka belajar untuk berkomunikasi di negara yang ia tempati sementara. Seperti belajar berbahasa Indonesia untuk dapat berinteraksi dengan lancar dengan warga lokal dan itu menjadi reward untuk dirinya sendiri. 2) Bagaimana adaptasi sosial pengungsi afganistan ialah dapat diketahui bahwa sebagian besar pengungsi Afganistan beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya. Baik itu lingkungan bersama pengungsi asing lainnya maupun lingkungan warga lokal sekitar. Jadi adaptasi sosial pada pengungsi afganistan di kecamatan tamalanrea kota makassar dapat beradaptasi dengan baik karena mereka mengetahui beberapa konsekuensi apabila melanggar peraturan-peraturan yang berlaku. 3) Apa saja factor-faktor pendorong pengungsi Afganistan bermigrasi yaitu factor politik atau keamanan lah yang menjadi factor utama atau factor pendorong mereka bermigrasi. Seperti kita tahu, negara Afganistan merupakan negara konflik. Namun ada pun factor ekonomi dan factor status sosial yang menjadi factor penarik para pengungsi untuk bermigrasi. Karena jika mereka bermigrasi, mereka dapat mengubah kondisi ekonomi nya dan otomatis merubah status sosialnya. This study aims to find out (1) How is the behavior of Afghan refugees in Tamalanrea sub-district, Makassar city (2) How is the social adaptation of Afghan refugees in Tamalanrea sub-district, Makassar city (3) What are the driving factors that cause migration. This type of research is descriptive qualitative, determining informants using techniquesSnowball Sampling which was carried out with the Afghan refugee informant network system. In data collection techniques, observations, interviews, and documentation are carried out. As well as data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate: (1) How the behavior of Afghan refugees is in substance on 2 behaviors, namely natural behavior (innate behavior) is behavior that was brought from birth in the form of reflexes and instincts, for example there are refugees who feel comfortable and happy to live life in CH tamalanrea . But there are also refugees who look gloomy because they are still thinking about their families in their home countries. And also still thinking about when he will resettlement. And operant behavior (operan behavior) is a behavior that is formed, learned, and can be controlled because it can change through the learning process. Social behavior develops through interaction with the environment. An example of operant behavior experienced by Afghan refugees is that they learn to communicate in the country they temporarily live in. Like learning to speak Indonesian to be able to interact fluently with local residents and that is a reward for himself. 2) How is the social adaptation of the Afghan refugees. It can be seen that most of the Afghan refugees adapt well to their surroundings. Be it the environment with other foreign refugees or the environment of the local residents. So the social adaptation of Afghan refugees in the Tamalanrea sub-district of Makassar City can adapt well because they know some of the consequences if they violate the applicable regulations. 3) What are the factors driving Afghan refugees to migrate, namely political or security factors which are the main factors or factors driving them to migrate. As we know, Afghanistan is a country of conflict. However, there are also economic factors and social status factors which are the factors that attract refugees to migrate. Because if they migrate, they can change their economic conditions and automatically change their social status
Studi Deskriptif Terhadap Pola Relasi Kerja Waria Dalam Mencari Nafkah Di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Fauzan A, Muh. Rayan; Burchanuddin, Andi; Asmirah, Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i2.4109

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola kerja waria dalam mencari nafkah dan kendala dalam mencari nafkah. Metode penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian dan survei yang dilakukan dengan sistem jaringan informan waria. Dalam teknik pengumpulan data dilakukan observaasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pola kerja waria dalam mencari nafkah ialah bersubstansi atas 2 yaitu relasi sosial hubungan timbal balik antar individu atau kelompok dalam suatu masyarakat, saling mempengaruhi dan didasarkan pada kesadaran saling menolong dan tindakan sosial yaitu menyatakan bahwa semua tindakan individu/subjektif mempunyai motif dan tujuan yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan. Kendala yang dihadapi waria dalam mencari nafkah, terdiri dari kendala internal meliputi masalah ekonomi mengakibatkan tidak lanjutnya pendidikan tinggi dan tidak ada dukungan material dari keluarga maupun teman sejawat dalam memenuhi kebutuhan dalam mencari nafkah This research aims to find out the work patterns of warwomen in earning a living and the obstacles in earning a living. The research method uses the Purposive Sampling technique, which is a sampling method used in research and surveys that is carried out using an information collection system. waria. In data collection techniques, observations, interviews, and documentation are carried out. The results of this research show that the work pattern of women in earning a living is based on two social relations, namely reciprocal relations between individuals or groups in a society, influencing each other and  It is based on awareness of mutual assistance and social action, namely stating that all individual/subjective actions have different motives and goals to achieve goals. The obstacles that women face in earning a living consist of internal obstacles including economic problems resulting in continued high income and lack of support. n material from family and friends to fulfill their needs in earning a living