cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6285255067957
Journal Mail Official
jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumordjo KM 4 Makassar Ruangan Program Studi Sosiologi Lantai 7 Gedung 1 Email: jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Kontemporer
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28088859     EISSN : 28088840     DOI : https://doi.org/10.56326/jsk.v3i1
Jurnal Sosiologi Kontemporer menerbitkan artikel yang pada bidang sosiologi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 57 Documents
Disfungsi Sosial Kartu Indonesia Sehat Di Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Rakyat Di Kota Makassar Aisyah, Sitti; Asmirah, Asmirah; Harifuddin, Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i1.4875

Abstract

Pelayanan kessehatan yang berkualitas dan proposional menjadi dambaan bagi setiap rakyat Indonesia, oleh karenanya diperlukan komitmen dari pelaksana pemberi layanan khususnya rumah sakit dalam menunjang pelaksanaan program pemerintah melalui kartu Indonesia sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala pengguna Kartu Indonesia Sehat dalam pelayanan kesehatan berbasis Kartu Indonesia Sehat dan untuk mengetahui presepsi pasien pemilik Kartu Indonesia Sehat terhadap penggunaannya di Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Rakyat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena yang terjadi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa program Kartu Indonesia Sehat masih kurang efektif dikarenakan banyaknya kendala yang dihadapi seperti sosialisasi program yang belum merata, masih ada pasien yang belum mengetahui tentang program Kartu Indonesia Sehat dan kurangnya sosialisasi dari pemerintah ketika mengeluarkan suatu kebijakan sehingga masyarakat banyak kurang mengerti dan tahu kegunaan Kartu Indonesia Sehat Quality and proportional health services are the dream of every Indonesian, therefore commitment is needed from service providers, especially hospitals, in supporting the implementation of government programs through the Indonesia Health Card. The purpose of this research is to find out what are the obstacles for users of the Indonesia Health Card in health services based on the Indonesia Health Card and to find out the perceptions of patients who own the Indonesia Health Card regarding its use at the Sayang Rakyat Regional General Hospital. The approach in this research uses descriptive qualitative to describe and explain the phenomena that occur. The results of this research show that the Healthy Indonesia Card program is still less effective due to the many obstacles faced such as uneven socialization of the program, there are still patients who do not know about the Healthy Indonesia Card program and there is a lack of socialization from the government when issuing a policy so that many people do not understand and know the use of the Healthy Indonesia Card
Analisis Tradisi Ma’pasilaga Dalam Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat Toraja Padandi, Astuti; Burchanuddin, Andi; Asmirah, Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i1.4876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana tradisi ma’pasialaga tedong berkontribusi dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat Toraja serta faktor-faktor yang membuatnya tetap relevan hingga kini. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada tradisi Ma’pasilaga Tedong dalam konteks masyarakat Toraja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ma’pasialaga tedong berperan sebagai sarana pertemuan dan kekerabatan bagi masyarakat Toraja, serta bertahan hingga saat ini karena dianggap sebagai hiburan dan bagian integral dari kebudayaan, termasuk dalam konteks perjudian. This study aims to uncover how the of buffalo fighting tradition contributes to strengthening the social cohesion of the Toraja community as well as the factors that make it relevant today. The research method applied is qualitative descriptive, focusing on the tradition of buffalo fighting in the context of the Toraja community. Data collection is carried out through observation, interviews, documentation, and field recording. The findings of the study show that the tradition of buffalo fighting serves as a means of meeting and kinship for the Toraja people, and has survived to this day because it is considered entertainment and an integral part of culture, including in the context of gambling
Relasi Kekerabatan Masyarakat Toraja Dalam Pelaksanaan Upacara Adat Rambu Solo’ Kecamatan Rantetayo Kabupaten Tana Toraja Resti, Resti; Burchanuddin, Andi; Bahri, Syamsul
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i2.4864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi kekerabatan masyarakat terbangun dari upacara adat Rambu solo’ dan untuk mengetahui peran keluarga dalam pelaksanaan tradisi upacara adat Rambu solo’. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan Studi kasus objek penelitiannya adalah Relasi kekerabatan masayarakat Toraja dalam pelaksanaan upacara adat Rambu solo’ di kecamatan rantetayo. Pengumpulan data menggunakan tehnik Observasi, Wawancara, Dokumentasi Dan Catatan Pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Relasi sosial yang yang terjalin antara ampu sara’ dengan kerabat, keluarga, tetangga, kenalan, sahabat dan masyarakat Lembang Tapparan terbangunnya modal sosial, berupa kerjasama dalam jaringan, sikap saling berbalas kebaikan satu sama lain, dan sikap saling percaya. Akrab atau tidak akrab ampu sara’ dan masyarakat Lembang Tapparan tidak berpengaruh terhadap kerjasama pada saat acara Rambu solo’. Peran keluarga dalam upacara Rambu solo’ yaitu sebagai aktor utama berperan penting dalam mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di acara Rambu solo’ seperti perlengkapan, persediaa/kebutuhan logistik yang dibutuhkan selama acara berlangsung di sini nampak partisipasi kelurga dalam upacara tersebut, bukan saja ikut serta dalam acara akan tetapi juga harus mempersiapkan segala sesuatunya termasuk kebutuhan-kebutuhan pokok dan perlengkapannya. Implikasi dari pelaksanaan upacara Rambu solo’ terhadap keutuhan kekerabatan di lembang tapparan yaitu membentuk nilai-nillai yang mempererat tali persaudaraan antar keluarga dan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap sistem kekerabatan antara keluarga dengan keluarga, keluarga dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat lainnya This research aims to find out the kinship relations of the community based on the Rambu Solo' traditional ceremony and to find out the role of the family in carrying out the tradition of the Rambu Solo' traditional ceremony. The research method used is a qualitative descriptive research method, with a case study approach, the research object of which is the kinship relations of the Toraja community in carrying out ceremonies. custom signs solo' di kecamatan rantetayo. Data collection uses Observation, Interview, Documentation and Observer Notes techniques. The results of the research show that: Social relations exist between Ampu Sara' and relatives, family, neighbors, acquaintances, friends and the community of Lembang Tapparan the building of social capital, in the form of cooperation in networks, an attitude of reciprocating kindness to each other, and an attitude of mutual trust. Familiar or unfamiliar with Ampu Sara' and the people of Lembang Tapparan has no influence on cooperation during the Rambu Solo' event. The role of the family in the Rambu Solo ceremony is as the main actor, playing an important role in preparing everything needed for the Rambu Solo event such as equipment, supplies/logistical needs Yes, it is necessary during the event, here we see the family's participation in the ceremony, not only do they take part in the event but they also have to prepare everything including the necessities. n principal and equipment. The implication of the performer of the Rambu Solo ceremony for the integrity of kinship between families and has an influence on Very big impact on the kinship system between family and family, family and community and community and other communities
Pelaksanaan Tradisi Pesta Pasca Panen A’lammang Di Desa Lantang Kecematan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar Syam, Nur Adela; Bahri, Syamsul; Hamka, Husain
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i2.4865

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data utamanya adalah hasil wawancara dengan informan, serta data sekunder seperti jurnal penelitian, laporan pemerintah, publikasi akademik, basis data, dan sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan dalam pelaksanaan tradisi A’lammang meliputi pengambilan bambu, pengisian, pembakaran, membawa lemang yang pertama kali dibuat, dan mendorong. Sebagian besar warga masih teguh menjalankan tradisi dan upacara terkait, meskipun ada sebagian yang mulai meragukan relevansinya. Tradisi A’lammang melibatkan pengambilan bambu yang diisi dengan beras ketan, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dibakar hingga matang. Lemang pertama kemudian dibawa ke rumah pinati dan diarak ke Sungai Lantang sebagai sesaji. Rakit yang membawa lemang, songkolo, telur mentah, ayam bakar setengah matang, daun sirih, kapur, dan buah pinang kemudian didorong ke tengah sungai. Secara ekonomi, tradisi A’lammang meningkatkan ekonomi lokal dengan meningkatkan permintaan bahan makanan dan pariwisata. Secara sosiologis, tradisi ini mencerminkan nilai-nilai masyarakat dan perbedaan pandangan antara generasi tua dan muda mengenai adat dan agama. Penelitian ini memberikan wawasan tentang asal-usul dan praktik tradisional A’lammang kepada masyarakat. This study uses a qualitative method. The main data sources are the results of interviews with informants, as well as secondary data such as research journals, government reports, academic publications, databases and other sources. The research results show that the stages in implementing the A’lammang tradition include taking bamboo, filling it, burning it, carrying the lemang that was first made, and pushing it. The majority of residents are still adamant about carrying out related traditions and ceremonies, although there are some who are starting to doubt their relevance. The conclusion of this research is that the A’lammang tradition involves taking bamboo which is filled with sticky rice, then wrapped in banana leaves and baked until cooked. The first lemang is then taken to the pinati's house and paraded to the Lantang River as an offering. The raft carrying lemang, songkolo, raw eggs, half cooked grilled chicken, betel leaves, lime and areca nuts was then pushed into the middle of the river. Economically, the A’lammang tradition improves the local economy by increasing demand for food and tourism. Sociologically, this tradition reflects societal values and differences in views between the older and younger generations regarding customs and religion. This research provides insight into the origins and traditional practices of A’lammang to the community.
Persepsi Masyarakat Pesisir Terhadap Bahaya Bencana Tsunami Di Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor Provensi Nusa Tenggara Timur Dolmo, Virgo; Bahri, Syamsul; Burchanuddin, A.
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i2.4866

Abstract

Bencana tsunami adalah salah satu gejala alam, yang sangat berbahya bagi manusia terutaman terhadap penduduk yang menempati di wilayah pesisir pantai. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagimana presepsi masyarakat pesisir terhadap bahya bencana tsunami. Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian Studi Kasus, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dan instrument penelitian yang di gunakan untuk menggumpul data adalah angket. Peneliti mengunakan pupose sampling dimana purpose sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan kebutuhan peneliti, sampel pada peneliti ini adalah masyarakat pesisir pantai kelurahan moru berjumlah 20 orang. Data statistik skala interval menunjukan bahwa jumlah peresepsi terhadap bencana tsunami sangat tinggi, berdasrakan hasi presentasi jumlah responeden sangat setuju 55% sedangkan jumlah presentasi setuju 45% dan jumlah pada jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak memiliki hasil presentasi secara statistik skala interval ataupun tabel distribusi frekuensi. Hal dapa disimpulkan bahwa masyarakat pesisir memiliki antusiasi presepsi pengetahuan yang tinggi terhadap bencana tsunami di wilayahnya. Dari data observasi dan kuisioner persepsi masyarakat pesisir terhadap bencana tsunami memiliki beberapa aspek yang menentukan bagaimana masyarakat pesisir menanggapi dan mengatakan bencana tsunami. Masyarakat pesisir memiliki persepsi yang lebih toleran terhadap bencana tsunami, mengharapkan pemerintah sebagai pemantau dan penanggulangan, mengharapkan penggunaan teknologi sebagai solusi, mengharapkan pengembangan infrastruktur sebagai prioritas, mengharapkan ketahanan lingkungan sebagai prioritas, mengharapkan pengembangan keterampilan dan pendidikan sebagai prioritas, mengharapkan pengembangan ekonomi sebagai prioritas, mengharapkan pengembangan sosial sebagai prioritas, dan mengharapkan pengembangan politik sebagai prioritas dalam menanggapi bencana tsunami   Perception of Coastal Communities towards Tsunami Hazard in Southwest Alor District, Alor Regency, East Nusa Tenggara Province". Tsunami disaster is one of the natural phenomena, which is very dangerous for humans, especially for residents who live in coastal areas. This study aims to determine how coastal communities perceive the danger of tsunami disasters. The research method in this research is case study research, the approach used is a quantitative approach, and the research instrument used to collect data is a questionnaire. Researchers use pupose sampling where purpose sampling is a sampling technique based on the needs of researchers, the sample in this researcher is the coastal community of Moru village totaling 20 people. Interval scale statistical data shows that the number of perceptions of the tsunami disaster is very high, based on the presentation results of the number of respondents strongly agreeing 55% while the number of presentations agreeing 45% and the number of answers disagreeing and strongly disagreeing do not have statistical presentation results on an interval scale or frequency distribution table. It can be concluded that coastal communities have high enthusiasm for the perception of knowledge of tsunami disasters in their area. From the observation and questionnaire data, the perception of coastal communities towards the tsunami disaster has several aspects that determine how coastal communities respond and perceive the tsunami disaster in their area
Efek Pennggunaan Smartphone Dalam Pembelajaran Terhadap Daya Fokus Siswa Sekolah Menegah Atas Negeri 21 Makassar Mayella, Rasbiyanti; Harifuddin, Harifuddin; Maidin, Rusdi
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i2.4867

Abstract

Penelitian ini diawali oleh fenomena tingginya intensitas penggunaan smartphone sehingga tingkat kefokusan siswa dalam belajar menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek penggunaan smartphone dalam pembelajaran siswa sekolah menengah atas fokusnya (studi pada SMA Negeri 21 Makassar). Jenis penelitian ini yaitu Mixed Method dengan metode inferensial. Sampel penelitian ini yaitu 120 siswa, terdiri dari 36 siswa per kelas dan ada 12 kelas, kelas X. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Hasil dari uji r (uji korelasi) memperoleh signifikansi sebesar 0,490 < 0,05 dan koefisien kolerasi sebesar 0,512 dengan nilai positif. Uji determinasi diperoleh nilai R Square adalah 0,241. Berdasarkan hasil uji t untuk Penggunaan Smartphone terhadap Pembelajaran Siswa diperoleh t hitung = 6,113 < 5,446. Hal ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti Penggunaan Smartphone (X) memiliki pengaruh terhadap Konsentrasi Belajar (Y) This research began with the phenomenon of high intensity of smartphone use so that students' level of focus in learning decreased. The purpose of this research is to determine the effect of using smartphones in the learning of high school students. The focus is (study at SMA Negeri 21 Makassar). This type of research is Mixed Method with inferential methods. The sample for this research was 120 students, consisting of 36 students per class and there were 12 classes, class X. The data collection technique in this research used a questionnaire. The results of the r test (correlation test) obtained a significance of 0.490 <0.05 and a correlation coefficient of 0.512 with a positive value. The determination test obtained an R Square value of 0.241. Based on the results of the t test for Smartphone Use on Student Learning, it was obtained that t = 6.113 < 5.446. This shows that H0 is rejected and H1 is accepted, which means that smartphone use (X) has an influence on learning concentration (Y).
Pengaruh Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Permandian Je’ne Tallasa’ Sileo Di Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Aidah, Nur; Burchanuddin, Andi; Harifuddin, Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i2.4870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata permandian Je’ne Tallasa Sileo. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif deskriptif, dengan focus pada partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata permandian je’ne tallasa sileo. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner/angket dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata permandian je’ne tallasa sileo terdapat beberpa bentuk partisipasi masyarakat diantaranya yaitu partisipasi dalam bentuk buah pikiran, partisipasi dalam bentuk tenaga, dan partisipasi dalam bentuk harta benda This research aims to reveal how community participation is in developing the Je'ne Tallasa Sileo bathing tourist attraction.  The research method applied is descriptive quantitative, with a focus on community participation in the development of the Je'ne Tallasa Sileo bathing tourist attraction.  Data collection is carried out through distributing questionnaires and documentation.  Research findings show that there are several forms of community participation in developing the Je'ne Tallasa Sileo bathing tourist attraction, including participation in the form of ideas, participation in the form of energy, and participation in the form of property
Strategi Sosial Penanganan Konflik Kekerasan Antar Remaja Di Kelurahan Paccerakkang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Rahman, Muh. Taufiq; Nonci, Nurmi; Maidin, Rusdi
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i2.4872

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan remaja serta dampak negatif dari kekerasan terutama bagi pelaku dan masyarakat sekitar dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk penanganan kekerasan remaja tersebut. Kekerasan antar remaja adalah sebuah fenomena yang kompleks dan memiliki banyak faktor yang saling terkait. Fenomena ini tidak dapat dijelaskan secara sederhana karena melibatkan berbagai aspek kehidupan remaja, mulai dari faktor internal individu hingga faktor eksternal yang memengaruhi mereka. Salah satu faktor utama yang disebutkan adalah kondisi keluarga yang kurang harmonis. Ketidakseimbangan pola asuh, kurangnya perhatian dari orang tua, dan kekerasan dalam rumah tangga dapat menjadi pemicu terjadinya kekerasan antar remaja. Selain itu, lingkungan sekolah juga memainkan peran penting. Upaya penanganan kekerasan remaja dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah The aim of this research is to determine the factors that cause youth violence as well as the negative impacts of violence, especially for the perpetrators and the surrounding community, and what efforts can be made to deal with youth violence. Violence between teenagers is a complex phenomenon and has many interrelated factors. This phenomenon cannot be explained simply because it involves various aspects of teenagers' lives, ranging from internal individual factors to external factors that influence them. One of the main factors mentioned is the lack of harmonious family conditions. Imbalanced parenting patterns, lack of attention from parents, and domestic violence can trigger violence between teenagers. Apart from that, the school environment also plays an important role. Efforts to deal with youth violence can be carried out through various approaches involving various parties, including families, schools, communities and government
Pembangunan Jalan Lingkar Berbasis Keadilan Sosial: Studi Sosiologis Di Kawasan Pesisir Kota Bontang Iskandar, Iskandar; Abduh, M. Natsir; Sariman, Syahrul; Rasyidi, Emil Salim; Hijriah, Hijriah; Syahrir, Suryani; Mallawangeng, Thamrin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v4i2.6393

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembangunan Jalan Lingkar Berbas Pantai–Tanjung Laut Indah di Kota Bontang sebagai intervensi sosial yang bertujuan mengurangi ketimpangan spasial, meningkatkan aksesibilitas wilayah pesisir, dan memperkuat keadilan sosial dalam pembangunan kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan wawancara, survei, FGD, dan studi kepustakaan untuk menganalisis persepsi dan respons masyarakat terhadap pembangunan Jalan Lingkar Berbas Pantai–Tanjung Laut Indah secara komprehensif dan berkelanjutan. Studi ini menemukan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Berbas Pantai–Tanjung Laut Indah di Kota Bontang tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan konektivitas fisik, tetapi juga merupakan bentuk intervensi sosial yang berkontribusi dalam mengurangi ketimpangan spasial, memperkuat kohesi sosial, dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat pesisir. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memiliki persepsi positif terhadap proyek ini, meskipun masih terdapat kesenjangan pemahaman mengenai tujuan dan manfaatnya secara menyeluruh. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh pendekatan partisipatif, edukatif, serta integrasi dimensi sosial dan ekologis agar proyek ini benar-benar mewujudkan keadilan sosial dan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan. Dengan demikian, pembangunan Jalan Lingkar Berbas Pantai–Tanjung Laut Indah di Kota Bontang harus dipandang sebagai upaya strategis yang menyatukan dimensi fisik, sosial, dan ekologis untuk mewujudkan pembangunan kota yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. The purpose of this study is to analyze the construction of the Coastal-Tanjung Laut Indah Ring Road in Bontang City as a social intervention aimed at reducing spatial inequality, increasing coastal area accessibility, and strengthening social justice in urban development. This study uses a mix method approach with interviews, surveys, FGDs, and literature studies to analyze community perceptions and responses to the construction of the Coastal-Tanjung Laut Indah Ring Road in a comprehensive and sustainable manner. This study found that the construction of the Coastal-Tanjung Laut Indah Ring Road in Bontang City not only functions as a means of increasing physical connectivity, but is also a form of social intervention that contributes to reducing spatial inequality, strengthening social cohesion, and increasing accessibility for coastal communities. The findings show that the community generally has a positive perception of this project, although there is still a gap in understanding its overall goals and benefits. Therefore, the success of development is largely determined by a participatory, educational approach, and the integration of social and ecological dimensions so that this project truly realizes social justice and inclusive and sustainable development. Thus, the construction of the Coastal-Tanjung Laut Indah Ring Road in Bontang City must be seen as a strategic effort that unites physical, social and ecological dimensions to realize more just, inclusive and sustainable city development
Penerapan E-Government Dan Kinerja Aparatur Sipil Negara Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar Ilham, Muh.; Muhibuddin, Andi; Juharni, Juharni
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6416

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan E-Government, budaya kerja, motivasi, serta sarana dan prasarana terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 29 responden ASN di BPBD Kota Makassar. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Government berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN dengan nilai signifikansi 0,000. Selain itu, budaya kerja, motivasi, serta sarana dan prasarana juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,000; 0,000; dan 0,014. Uji F membuktikan bahwa keempat variabel tersebut berpengaruh secara simultan terhadap kinerja ASN. Temuan ini mengindikasikan bahwa optimalisasi E-Government, peningkatan budaya kerja, motivasi, dan penyediaan sarana-prasarana yang memadai dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kinerja ASN di BPBD Kota Makassar. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengambil kebijakan dalam merancang program peningkatan kinerja aparatur di sektor penanggulangan bencana. This study aims to analyze the influence of E-Government implementation, work culture, motivation, and facilities on the performance of Civil Servants (ASN) at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Makassar City. A quantitative research method was employed, utilizing a survey approach with questionnaires distributed to 29 ASN respondents at BPBD Makassar. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS. The results indicate that E-Government implementation has a positive and significant effect on performance, with a significance value of 0.000. Additionally, work culture, motivation, and facilities also significantly influence performance, with significance values of 0.000, 0.000, and 0.014, respectively. The F-test confirms that these variables collectively impact ASN performance. These findings suggest that optimizing E-Government, enhancing work culture, motivation, and providing adequate facilities can be effective strategies to improve ASN performance at BPBD Makassar. This study provides practical contributions for policymakers in designing programs to enhance civil servant performance in the disaster management sector.