cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6281342239898
Journal Mail Official
pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Bosowa, Gedung A, Lt 8. Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar Lt. 8 Gedung A Universitas Bosowa Email: pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pallangga: Journal of Agriculture Science and Research
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 29874149     EISSN : 29875994     DOI : https://doi.org/10.56326/pallangga.v2i2
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang pertanian yang mencakup antara lain ilmu tanah, budidaya tanaman semusim, budidaya pertanian dan perkebunan, pangan olahan, rekayasa pangan, analisis pangan, mikrobiologi pangan, manajemen agribisnis, ekonomi pertanian dan sosiologi pedesaan. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
Persepsi Petani Terhadap Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Padi Sawah Muh. Fitrah Hamzah; Faidah Azuz; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4240

Abstract

Farmers' perceptions of the role of agricultural extension workers are crucial to the success of rice farming groups. The purpose of this study was to determine farmers' opinions on the role of agricultural extension workers in the development of rice farming groups. To achieve this objective, the study was conducted in Belapunranga Village, Parangloe Subdistrict, Gowa Regency, involving 135 farmers. The research data was collected using the Likert scale technique. Based on the analysis using the Likert scale, it can be concluded that farmers' perceptions of the role of agricultural extension workers in Belapunranga Village are categorized as satisfactory. Farmers are satisfied with the knowledge and guidance provided by agricultural extension workers. Persepsi petani terhadap peranan penyuluh pertanian sangat menentukan keberhasilan pengembangan kelompok tani padi sawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapat petani terhadap peranan pernyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani padi sawah. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka penelitian ini dilakukan di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa dengan melibatkan 135 petani. Data penelitian ini menggunakan teknik skala likert. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis menggunakan skala likert maka dapat disimpulkan bahwa persepsi petani terhadap peranan penyuluh pertanian di Desa Belapunranga dikategorikan memuaskan. Petani merasa puas dengan layanan pengetahuan dan pendampingan yang ddiberikan oleh penyuluh pertanian.
Studi Pembuatan Stik Talas Colocasia Esculenta Dengan Perbandingan Wortel Daucus Corotal L Rahmia Rahmia; Abdul Halik; Fatmawati Fatmawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4663

Abstract

Stik merupakan makanan ringan yang diminati semua kalangan masyarakat, biasanya stik umumnya dibuat hanya menggunakan tepung terigu namun seiring berkembangnya tren makanan ringan, masyarakat menambahkan bahan pangan lain seperti talas yang mengandung antioksidan dan rendah kolestrol, serta wortel yang mengandung vitamin dan senyawa -karoten yang memberi warna alami. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui konsentrasi perlakuan terbaik dan (2) pengaruh stik talas dengan perbandingan wortel terhadap kadar air, kadar abu dan uji organoleptik. Perlakuan penelitian yaitu talas dengan kosentrasi (50%, 40%, 30%, 20%) dan wortel (0%, 10%, 20%, 30%). Analisis data menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian ini diperoleh perlakuan terbaik yaitu talas 20% : wortel 30% ditinjau dari kadar air 3,16%, kadar abu 1,05%, warna 3,68% (suka), aroma 3,64% (suka), rasa 3,89% (suka) dan tekstur 3,59% (suka). Berdasarkan hasil penelitian stik talas dengan perbandingan wortel berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, warna, aroma, dan tekstur, sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap rasa. Berdasarkan SNI 2973:2022 kadar air semua perlakuan memenuhi standar mutu dibawah dari 5%, sedangkan kadar abu tidak ada perlakuan yang memenuhi SNI 2973:2022 yaitu dibawah dari 0,1%.
Pemanfaatan Pepaya Muda Carica Papaya L. Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Abon Dengan Perbandingan Ikan Cakalang Katsuwonus Pelamis St. Masitah; Suriana Laga; Rosdiani Azis
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4715

Abstract

Shredded meat is a processed product in the form of drying raw materials to which spices have been added and then roasted with the aim of improving the taste and extending the shelf life.  Currently, shredded products are not only made from animal raw materials but can also use vegetable ingredients such as papaya.  So far, most people do not use young papaya, only a few use it to make vegetables or salads. Therefore, by making young papaya shreds, people can make maximum use of papaya fruit, especially young papaya.  This research aims to determine the effect of comparing young papaya with skipjack tuna on water content, protein content, and organoleptic tests on the color, aroma, taste and texture of young papaya shreds. The research treatment was a comparison of young papaya with skipjack tuna (100%: 0%, 90%: 10%, 80%: 20%, and 70: 30%). The research parameters are water content, protein content, and organoleptic tests on the color, aroma, taste and texture of young papaya shreds. Data analysis used the Completely Randomized Design (CRD) method, with four treatment levels and three repetitions. The follow-up test used is the Least Significant Difference Test (BNT). The results of research on comparative treatment of young papaya with skipjack tuna had a significant effect on protein content, organoleptic tests on color, aroma, taste and texture, but had no significant effect on the water content of young papaya shreds. The best treatment was obtained in treatment P3 (70% young papaya: 30% skipjack tuna) in terms of protein content of 27.32%, organoleptic test for aroma 4.04 (like), taste 3.85 (like), and texture 3.93 (like). Abon adalah hasil olahan berupa pengeringan bahan baku yang telah ditambahkan bumbu-bumbu kemudian disangrai dengan tujuan untuk meningkatkan citarasa dan memperpanjang masa simpan.  Saat ini produk abon tidak hanya berbahan baku hewani tetapi juga dapat menggunakan bahan nabati seperti pepaya.  Selama ini sebagian besar masyarakat tidak memanfaatkan pepaya muda, hanya sebagian saja yang memanfaatkannya untuk dijadikan sayur atau salad. Oleh karena itu, dengan pembuatan abon pepaya muda masyarakat dapat memanfaatkan buah pepaya secara maksimal, khususnya pepaya muda.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan pepaya muda dengan ikan cakalang terhadap kadar air, kadar protein, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur abon pepaya muda. Perlakuan penelitian yaitu perbandingan pepaya muda dengan ikan cakalang (100%: 0%, 90%: 10%, 80%: 20%, dan 70%: 30%).  Parameter penelitian yaitu kadar air, kadar protein, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur abon pepaya muda. Analisis data menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat taraf perlakuan tiga kali pengulangan. Uji lanjutan yang digunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian perlakuan perbandingan pepaya muda dengan ikan cakalang berpengaruh nyata terhadap kadar protein, uji organoleptik terhadap warna, aroma, rasa, dan, tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air abon pepaya muda. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan P3 (pepaya muda 70%: ikan cakalang 30%) ditinjau dari kadar protein 27,32%, uji organoleptik terhadap aroma 4,04 (suka), rasa 3,85 (suka), dan tekstur 3,93 (suka).
Studi Penambahan Sari Daun Bayam Hijau Amaranthus Tricolor Terhadap Brownis Kukus Fahriya Ningsi; Fatmawati Fatmawati; Abdul Halik
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4720

Abstract

Brownies are one of the bakery products that are very popular and commonly consumed by people in Indonesia. Spinach (Amaranthus) is considered the king of vegetables because its nutritional content contains vitamins A, B, and C, in addition spinach contains important mineral salts such as calcium, phosphorus, and iron. This study aims to determine the effect of adding green spinach leaf juice to steamed brownies and to determine the best concentration of green spinach leaf juice in steamed brownies for organoleptic tests of color, aroma, taste, texture and water content and ash content tests. The research treatment was the addition of green spinach leaf juice (0%, 2%, 4%, and 6%). Data analysis used a completely randomized design (CRD) method with 4 treatment levels and 3 replications. The best result of adding green spinach leaf extract to making steamed brownies was treatment B2 (4%) green spinach leaf extract, seen from the results of water content (41.27%), ash content (0.59%), organoleptic test of color 3.97 (like), aroma 3.84 (like), taste 4.03 (like), and texture 4 (like). Brownis adalah salah satu produk bakery yang sudah sangat populer dan umum dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Bayam (Amaranthus) dianggap sebagai raja sayuran karena kandungan gizinya mengandung vitamin A, B, dan C, selain itu bayam mengandung garam-garam mineral yang penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari daun bayam hijau terhadap brownis kukus dan mengetahui konsentrasi terbaik sari daun bayam hijau pada brownis kukus terhadap uji organoleptik warna, aroma, cita rasa, tekstur dan uji kadar air dan kadar abu. Perlakuan penelitian yaitu dengan penambahan sari daun bayam hijau (0%, 2%, 4%, dan 6%). Analisis data menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil terbaik penambahan sari daun bayam hijau pada pembuatan brownis kukus adalah perlakuan B2 (4%) sari daun bayam hijau, dilihat dari hasil kadar air (41,27%), kadar abu (0,59%), uji organoleptik warna 3,97 (suka), aroma 3,84 (suka), cita rasa 4,03 (suka), dan tekstur 4 (suka).
Studi Pengolahan Minuman Instan Jahe Putih Zingiber Officinale Var. Amarum Dengan Penambahan Bubuk Cokelat Agnes Anisa Datu Manik; Fatmawati Fatmawati; Rosdiani Azis
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4721

Abstract

Ginger is a type of spice which is one of the export commodities that is widely traded in the form of fresh ginger. The high production of ginger can be used as an opportunity to innovate food products. According to BPS, in 2022 cocoa production in Indonesia will reach 650.6 thousand tons, cocoa commodities, especially in South Sulawesi, have managed to contribute 13.36% to the total production. This research aims to determine the effect of adding chocolate powder on water content, ash content and organoleptic tests including taste, color, and aroma of instant white ginger drinks.The research treatment was the addition of chocolate powder (10%, 12.5%, 15% and 17.5%). Data analysis used a completely randomized design (CRD) method with 4 treatment levels and 3 replications. The best results from this research were obtained in instant drinks treated with 12.5% F2 chocolate powder, seen from the water content of 2.24%, ash content of 4.08%, taste of 3.71 (like), color 4 (like), and fragrance 3.89 (likes). Jahe merupakan jenis rempah-rempah yang menjadi salah satu komoditas ekspor yang banyak di perdagangkan dalam bentuk jahe segar. Tingginya produksi jahe dapat di jadikan sebagai peluang untuk melakukan suatu inovasi produk pangan. Menurut BPS tahun 2022 produksi kakao di Indonesia mencapai 650,6 ribu ton, komoditas kakao khususnya di Sulawesi selatan telah berhasil menyumbangkan 13,36% terhadap total keseluruhan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk cokelat terhadap kadar air, kadar abu dan uji organoleptik meliputi cita rasa, warna, dan aroma pada minuman instan jahe putih. Perlakuan penelitian yaitu dengan penambahan bubuk cokelat (10%, 12,5%, 15% dan 17,5%). Analisis data menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil terbaik dari penelitian ini diperoleh pada minuman instan perlakuan perlakuan bubuk cokelat F2 12,5% dilihat dari kadar air 2,24%, kadar abu 4,08%, cita rasa 3,71 (suka), warna 4 (suka), dan aroma 3,89 (suka).
Studi Pengolahan Tepung Aren Dari Batang Arena Arenga Pinata Marr Semris Novenri Marsantri Ton; Abdul Halik; Suriana Laga
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4730

Abstract

The starch content in the larger aren tree trunks can produce an average aren starch ranging from 74.60% - 88.96% in the small aren trunks can produce aren starch ranging from 60.77% - 70.94% in the trunk section. Arenga flour is flour made from aren tree trunk starch, this aren flour is a semi-finished product and has a smooth nature so that it is used as a raw material for various traditional foods. This study aims to determine the effect of the duration of aren starch sedimentation on the water content, crude fiber, and organoleptic tests (color, aroma, and texture) of aren flour. The treatment of this study was the duration of aren starch sedimentation of 22 hours, 24 hours, 26 hours and 28 hours. Data analysis using Completely Randomized Design (CRD), and three replications. Data from the analysis of diversity with the Advanced Test (LSD). The parameters observed in this study consisted of water content tests, crude fiber tests and organoleptic tests on the color, aroma and texture of aren flour. Based on the results of the study, it was concluded that the treatment of the duration of sedimentation of palm starch had a significant effect on the water content and crude fiber of palm flour, but had a very significant effect on the color, aroma and texture of palm flour. The best treatment was obtained at a sedimentation time of palm starch of 28 hours in terms of water content of 8.01%, crude fiber 0.09%, color 4.32, aroma 4.22, and texture 4.38 of palm flour. It is recommended for further researchers to be able to analyze the yield and storage time of palm flour and analyze the fat, carbohydrate, and amylose content of palm flour. Kandungan pati pada batang pohon aren yang lebih besar dapat menghasilkan pati aren rata-rata berkisar antara 74,60% - 88,96% pada batang aren yang beukuran kecil dapat menghasilkan pati aren berkisar antara 60,77% - 70,94% pada bagian batang. Tepung aren adalah tepung yang terbuat dari pati batang pohon aren, tepung aren ini adalah produk stengah jadi dan memiliki sifat yang halus sehingga digunakan sebagai bahan baku berbagai macam makan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengendapan pati aren terhadap kadar air, serat kasar, dan uji organoleptik (warna, aroma, dan tekstur) tepung aren. Perlakuan penelitian ini yaitu lama pengendapan pati aren 22 jam, 24 jam, 26 jam dan 28 jam. Analisis data dengan menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL), dan tiga kali ulangan. Data hasil analisis keragaman dengan uji Lanjut (BNT). Parameter yang diamati pada penelitian ini terdiri dari uji kadar air, uji serat kasar dan uji organoleptik terhadap warana, aroma dan tekstur tepung aren. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan perlakuan lama pengendapan pati aren berpengaruh nyata terhadap kadar air dan serat kasar tepung aren, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap warna, aroma dan tekstur tepung aren. Perlakuan terbaik diperoleh pada lama pengendapan pati aren 28 jam ditinjau dari kadar air 8,01%, serat kasar 0,09%, warna 4,32, aroma 4,22, dan tekstur 4,38 tepung aren. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat menganalisis terhadap rendemen dan lama waktu penyimpanan tepung aren dan menganalisis kadar lemak, karbohidrat, dan kadar amilosa pada tepung aren.
Studi Pembuatan Minuman Instan Alpukat (Persea americana) Dengan Penambahan Gula Semut Olivia Lois; Abdul Halik; Fatmawati Fatmawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4735

Abstract

Instant powdered drinks are products with quite low water content, namely around 0.6-0.85% through certain processing processes, and do not affect the content or efficacy of food ingredients. Brown sugar is crystallized palm sugar. Avocados contain vitamins A, C, E, K, vitamin B6, thiamine, riboflavin, niacin, and magnesium. This research aims to determine the best addition of ant sugar in making instant drinks and to determine the effect of adding ant sugar on water content, sugar content, and organoleptic tests (color, aroma, and taste) in instant avocado drinks. The research treatment was the addition of ant sugar (30%, 35%, 40%, 45%) and 40% avocado meat (constant). Research parameters for water content, sugar content, organoleptic tests for color, aroma, and taste. Data analysis used the Completely Randomized Design (CRD) method, with four treatment levels and three replications. The observation data was analyzed using diversity (ANOVA) with a follow-up test using the Least Significant Difference (BNT) test. The best results obtained from adding ant sugar were found in the treatment of adding 40% ant sugar in terms of water content 3.9%, sugar content 48.71%, color 3.02 (like), aroma 2.85 (like), and taste 2.74 (suka). The water content produced in this research does not meet SNI 01-4320-2004. Meanwhile, the sugar content of instant avocado drinks meets the requirements of SNI-4320-2004. Minuman serbuk instan merupakan produk dengan kadar air yang cukup rendah yaitu sekitar 0.6-0.85% melalui proses pengolahan tertentu, dan tidak mempengaruhi kandungan atau khasiat dalam bahan pangan. Gula semut (Brown sugar) adalah gula merah palma (palm sugar) yang dikristalkan. Alpukat memiliki kandungan vitamin A, C, E, K, vitamin B6, tiatamin, riboflavin, niasin, dan magnesium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan terbaik gula semut pada pembuatan minuman instan dan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula semut terhadap kadar air, kadar gula, dan uji organoleptik (warna, aroma, dan cita rasa) pada minuman instan alpukat. Perlakuan penelitian yaitu penambahan gula semut (30%, 35%, 40%, 45%) dan daging alpukat 40% (konstan). Parameter penelitian kadar air, kadar gula, uji organoleptik warna, aroma, dan cita rasa. Analisis data digunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan keragaman (ANOVA) dengan uji lanjutan yang digunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil terbaik diperoleh pada penambahan gula semut terdapat pada perlakuan penambahan gula semut 40% ditinjau dari kadar air 3.9%, kadar gula 48.71%, warna 3.02 (suka), aroma 2.85% (suka), dan cita rasa 2.74 (suka). Kandungan kadar air yang dihasilkan dalam penelitian ini tidak memenuhi SNI 01-4320-2004; sedangkan, kandungan kadar gula minuman instan alpukat memenuhi syarat SNI 01-4320-2004.
Studi Perbandingan Daun Tin Dengan Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Produk Teh Herbal Reski Amalia Ramadani; Andi Abriana; Fatmawati Fatmawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4753

Abstract

Processing fig leaf tea with a comparison of telang flowers is an effort to utilize fig leaves which contain flavonoids, triterpenoids/steroids, tannins, alkaloids, have antioxidant activity in them, while telang flowers contain flavonoids and anthocyanins which have been proven to have an anti-inflammatory effect. So these two ingredients are suitable for combining in making herbal tea. This study aims to (1) determine the effect of the concentration of fig leaves compared to telang flowers (Clitoria ternatea L.) in making tea on water content, ash content, and organoleptic tests on color, aroma and taste (2) the best comparison between fig leaves and butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) in herbal tea. The research method was a comparison of fig leaves with butterfly pea flowers (100% : 0%, 95% : 5%, 90% : 10%, 85% : 15%), with using a Completely Randomized Design (CRD) with three replications, the observational data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and the Least Significant Difference follow-up test. The results of comparing fig leaves with butterfly pea flowers for herbal tea did not differ significantly in water content, but had a significant effect on ash content, aroma, color and taste. The best results from fig leaf tea are found in the ratio (90% fig leaves: 10% telang flowers) in terms of water content 9.3%, color 3.9 (like it), aroma 3.37 (somewhat like it), and taste 3 .3 (somewhat like it). Pengolahan teh daun tin dengan perbandingan bunga telang merupakan upaya untuk memanfaatkan daun tin yang memiliki kandungan flavonoid, triterpenoid/steroi, tanin, dan alkaloid memiliki aktivitas antioksidan didalamnya, sedangkan bunga telang yang memiliki kandungan flavonoid dan antosianin yang terbukti memiliki efek sebagai antiinflamasi. Sehingga dari kedua bahan tersebut cocok untuk dipadukan dalam pembuatan teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh konsentrasi daun tin dengan perbandingan bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam pembuatan teh terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan citarasa; dan (2) perbandingan terbaik antara daun tin dan bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap teh herbal.. Metode penelitian yaitu perbandingan daun tin dengan bunga telang (100% : 0%, 95% : 5%, 90% : 10%, 85% : 15%), dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan, data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA) dan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil. Hasil perbandingan daun tin dengan bunga telang terhadap teh herbal tidak berbeda nyata pada kadar air, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar abu, aroma, warna, dan citarasa. Hasil terbaik dari teh daun tin terdapat pada perbandingan (daun tin 90% : 10% bunga telang) yang ditinjau dari kadar air 9,3%, warna 3,9 (suka), aroma 3,37 (agak suka), dan citarasa 3,3 (agak suka).
Peran Perum Bulog Cabang Parepare Pada Pendistribusian Beras : Studi Kasus Perum Bulog Cabang Parepare Suci Rahmadani; Baharuddin Baharuddin; A. Tenri Fitriyah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4762

Abstract

This study aims to analyzed role of Perum Bulog in rice distribution with a special fokus on Lapadde Warehouse, Perum Bulog Parepare Branch. Rice distribution is an important aspect in maintaining price stability and food avalaibality in Indonesia, especially inthe midst of price dynamics and global geopolitical conditions that affect food prices. This interview with key informants as well as secondary data analysis. The result of of the study showed that although rice production in Parepare was relatively low compared to toher regions in South Sulawesi, Perum Bulog Parepare Branch succeeded in carrying out its role in procuring and distributing rice effectively. This Perum Bulog also contributes to maintaining price stability and rice availability in the market though efficient distribution strategies and the use modern storage warehaouses. Thus, the role of Perum Bulog is not only important in the economic aspect but also in supporting food security and community walfare in the Parepare region. This research provides important insight for the development of more effective rice distribution strategies in the future. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Perum Bulog dalam pendistribusian beras, dengan fokus khusus gudang Lapadde, Perum Bulog Cabang Parepare. Pendistribusian beras merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Indonesia, terutama di tengah dinamika harga dan kondisi geopolitik global yang mempengaruhi harga pangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. yang melibatkan wawancara dalam informan kunci serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun produksi padi di kota Parepare tergolong rendah dibandingkan dengan wilayah lain di Sulawesi Selatan. Perum Bulog Cabang Parepare berhasil menjalankan perannya dalam pengadaan dan distribusi secara efektif. Perum Bulog ini juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar melalui strategi distribusi yang efisien dan penggunaan gudang penyimpanan yang modern. Dengan demikian, peran Perum Bulog Cabang Parepare tidak hanya penting dalam aspek ekonomi tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Parepare. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi distribusi beras yang lebih efektif dimasa depan.
Pemanfaatan Rambut Jagung (Zea mays L.) Sebagai Bahan Dasar Minuman Teh Herbal Dengan Penambahan Madu Miranti Oktaviana A Oktaviana; Andi Abriana; Rosdiani Azis
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4766

Abstract

Corn (Zea mays L.) is a plant that is widespread in Indonesia. So far, people only know about the benefits of corn, corn silk is waste that has not been utilized by the community. Corn silk contains compounds such as tannins, phenolics, flavonoids, beta carotene, beta sitosterol, and antioxidants. Apart from that, corn silk also contains carbohydrates, protein, vitamin C, vitamin E and vitamin K. The aim of this research is to determine the effect of adding powdered honey on chemical tests, namely water content, ash content and organoleptic tests, namely taste, aroma and color. The research treatment was the addition of honey powder (0%, 15%, 25% and 35%). Data analysis used the Completely Randomized Design (CRD) method with 4 levels and 3 replications, then analyzed using SPSS and the Least Significant Difference Test (BNT). Based on research, the addition of powdered honey in making corn silk tea (Zea Mays L), has a significant effect on water content and ash content, while organoleptic tests on color, aroma and taste. The best results produced by corn hair tea with the addition of honey powder were in the T4 treatment (35%). Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Selama ini masyarakat hanya mengetahui manfaat buah jagung saja, rambut jagung merupakan limbah yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Rambut jagung mempunyai Kandungan senyawa seperti tanin, fenolik, flanoid, beta karoten, beta sitosterol, dan antioksidan. Selain itu, rambut jagung juga mengandung karbohidrat, protein, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan madu bubuk terhadap uji kimia yaitu kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik yaitu rasa, aroma, dan warna. Perlakuan penelitian yaitu penambahan bubuk madu (0%, 15%, 25% dan 35%). Analisis data menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf dan tiga kali ulangan, kemudian dianalisis menggunakan SPSS dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan penelitian penambahan madu bubuk dalam pembuatan teh rambut jagung (Zea mays L), berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar abu, sedangkan uji organoleptik pada warna, aroma, dan cita rasa. Hasil terbaik yang dihasilkan teh rambut jagung dengan penambahan bubuk madu yaitu pada perlakuan T4 (35%)

Page 10 of 13 | Total Record : 124