cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6281342239898
Journal Mail Official
pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Bosowa, Gedung A, Lt 8. Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar Lt. 8 Gedung A Universitas Bosowa Email: pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pallangga: Journal of Agriculture Science and Research
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 29874149     EISSN : 29875994     DOI : https://doi.org/10.56326/pallangga.v2i2
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang pertanian yang mencakup antara lain ilmu tanah, budidaya tanaman semusim, budidaya pertanian dan perkebunan, pangan olahan, rekayasa pangan, analisis pangan, mikrobiologi pangan, manajemen agribisnis, ekonomi pertanian dan sosiologi pedesaan. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah Allium Cepa L. Pada Aplikasi Berbagai Dosis Cendawan Mikoriza Arbuskula Reski, Musdalifa; Abri, Abri; Amirudin, Amirudin
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4820

Abstract

Shallots (Allium cepa L.) is one of the world's main cooking spices originating from Iran, Pakistan and the mountains and then spreading to various corners of the world. This research began from April to June 2024 at the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University in Bontoramba Village, Palangga, Gowa Regency, South Sulawesi. The aim of this research was to determine the best response to the application of various doses of arbuscular mycorrhizal fungi. This research used a Randomized Group Design (RAK) with five treatments and three replications. The treatment tried was the application of arbuscular mycorrhizal fungi consisting of (3 g/plant), (6 g/plant), (9 g/plant), (12 g/plant), and (15 g/plant). Each treatment was repeated three times so that 15 trials were obtained. Each experiment used 6 plants, so there were a total of 90 plants in the experiment. The results of this study showed that the best response to arbuscular mycorrhizal fungi was at a dose of M5 (15 g/plant) which gave better results in the growth and production of shallot plants. Bawang merah (Allium cepa L.) Merupakan salah satu bumbu masak utama dunia yang berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan yang kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia. Penelitian ini dimulai pada bulan April sampai Juni 2024 di Kebun Pendidikan Integrateed Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa di Desa Bontoramba, Palangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon terbaik pada aplikasi berbagai dosis cendawan mikoriza arbuskula. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah aplikasi cendawan mikoriza arbuskula yang terdiri dari (3 g/tanaman), (6 g/tanaman), (9 g/tanaman), (12 g/tanaman), dan (15 g/tanaman). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga di peroleh 15 percobaan. Tiap percobaan menggunakan 6 tanaman, sehingga total percobaan terdapat 90 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon terbaik cendawan mikoriza arbuskula yaitu pada dosis M5 (15 g/tanaman) yang memberikan hasil yang lebih baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Paprika (Capsicumannum Var.Grossum) Pada Berbagai Perlakuan Dosis Pupuk Serbuk Cangkang Telur Ayam Sophia, Listya Arche; Abri, Abri; Nasution, Muhammad Arif
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4854

Abstract

Paprika plants (Capsicum Annuum var. Grossum L.) are woody plants from the eggplant family which have the Latin name Capsicum Annuum var. Grossum L. The purpose of this study was to determine the best response to the growth and production of paprika plants with the application of various doses of chicken eggshell powder fertilizer. This research was conducted at the Green House of the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University. This research began in March to July 2024. This research was carried out in the form of an experiment arranged according to a Randomized Block Design (RAK) with five treatments and three replications V1 = 15 g / Plant V2 = 30 g / Plant V3 = 45 g / Plant V4 = 60 g / Plant V5 = 75 g / Plant. The results of this study indicate that the administration of eggshell powder fertilizer with a dose of 75 gr / plant gave the best results for paprika plant yields in the growth phase and a dose of 60g / plant gave the best results in terms of production weight and fruit diameter. Tanaman paprika (Capsicum Annuum var. grossum L.) merupakan tanaman berkayu dari suku terong-terongan yang mempunyai nama latin Capsicum Annuum var. grossum L. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui respon terbaik pertumbuhan dan produksi tanaman paprika dengan pengaplikasian berbagai dosis pupuk serbuk cangkang telur ayam. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Kebun Pendidikan Integrateed Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai Juli 2024. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun menurut Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan V1 = 15 g/Tanaman V2 = 30 g/Tanaman V3 = 45 g/ Tanaman V4 = 60 g/Tanaman V5 = 75 g/Tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk serbuk cangkang telur dengan dosis 75 gr/tanaman memberikan hasil terbaik terhadap hasil tanaman paprika pada fase pertumbahan dan dosis 60g/tanaman memberikan hasil terbaik di di hasil produksi berat dan diameter buah.
Penambahan Bubuk Jahe Pada Pengolahan Teh Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Akmar, Muhammad; Fatmawati, Fatmawati; Azis , Rosdiani
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4883

Abstract

Moringa leaves, apart from being a vegetable, can also be made into herbal tea. Moringa leaf tea is tea made from moringa leaves that have been dried and then mashed into powder. This study aims to determine the best moringa leaf tea formula with the addition of ginger on moisture content, ash content, and organoleptic test. This study aims to determine the effect of ginger powder addition on moringa tea and to determine the best formulation of moringa tea with ginger powder addition on moisture content, ash content, and organoleptic test (color, aroma, and taste). The research treatment was the addition of ginger powder (0%, 10%, 20%, and 30%). The research parameters were moisture content, ash content, organoleptic test of color, aroma, and taste. Data were analyzed using the Completely Randomized Design (CRD) method, with four treatments and three replications. Observation data were analyzed using the test of variance (ANOVA) with further test (BNT). The best results obtained by moringa leaf tea with the addition of ginger powder are in P3 treatment of 30% ginger powder addition in terms of water content of 5.69%, ash content of 9.63%, color 3.88 (like), aroma 3.6 (like), and taste 3.32 (like). The water content in this study meets SNI 3945 - 2016 BSN. Meanwhile, the ash content of moringa leaf tea with the addition of ginger powder does not meet SNI 3945 - 2016 BSN. Daun kelor selain sebagai sayur, juga dapat dibuat menjadi teh herbal. Teh daun kelor adalah teh yang dibuat dari daun kelor yang telah dikeringkan kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik teh daun kelor dengan penambahan jahe terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk jahe terhadap teh daun kelor dan untuk mengetahui formulasi terbaik teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Perlakuan penelitian penambahan bubuk jahe (0%, 10%, 20%, dan 30%). Parameter penelitian kadar air, kadar abu, uji organoleptik warna, aroma, dan rasa. Analisis data dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji keragaman (ANOVA) dengan uji Lanjut (BNT). Hasil terbaik diperoleh teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe terdapat pada P3 perlakuan penambahan bubuk jahe 30% ditinjau dari kadar air 5,69%, kadar abu 9,63%, warna 3,88 (suka), aroma 3,6 (suka), dan rasa 3,32 (suka). Kandungan kadar air dalam penelitian ini memenuhi SNI 3945 – 2016 BSN; sedangkan kandungan kadar abu teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe tidak memenuhi SNI 3945 – 2016 BSN.
Rasionalitas Pilihan Pemasaran Hasil Produksi Kelapa Sawit Di Desa Lereng Kecamatan Pangale Kabupaten Mamuju Tengah Wardana, Pastika Kusuma; Azuz, Faidah; Salam, Suryawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4885

Abstract

This study aims to analyze the rationality of marketing choices for palm oil production in Central Mamuju Regency. Using Rational Choice theory, this study explores the factors that influence farmers' decisions in choosing marketing channels for their products. Data were collected through interviews and observations of 35 palm oil farmers selected as samples. The results show that most of farmers prefer to sell their products directly to the factory because of more stable prices and a larger purchasing scale, although a small number still choose to sell through collectors. This choice is driven by the size of land owned as well as price fluctuations and ease of access. These findings provide important insights for policymakers to improve the efficiency of palm oil marketing in this area. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pilihan pemasaran produksi kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah. Dengan menggunakan teori Rati'onal Choice, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran untuk hasil produksi. Data Dikumpul melalui wawancara dan observasi terhadap 35 petani kelapa sawit yang dipilih sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani lebih memiIih untuk menjual hasil produksi langsung ke pabrik karena harga yang lebih stabil dan skala pembelian yang lebih besar, meskipun sebagian kecil masih memilih untuk menjual melalui pengepul. Pilihan didorong oleh luas lahan yang dimiliki serta pertimbangan harga dan kemudahan akses. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengambil kebijakan untuk meningkatkan efisiensi pemasaran kelapa sawit di’ daerah ini.
Keragaman Morfologi Populasi F6 Sorgum (Sorghum bicolor L) Persilangan Bioguma X Gando Keta Terhadap Peningkatan Hasil Lebang, Abraham Edward; Amirudin, Amirudin; Nasution, Muhammad Arif
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4952

Abstract

This study aims to provide information on the genetic diversity of sorghum plants to increase yields and provide information on candidate F6 lines for alternative food for the food crisis in Indonesia. The study was conducted at the BSIP Cereal Plants, Lau District, Maros Regency, South Sulawesi, from March to June 2024. The research design used was a Randomized Block Design (RAK) with 15 F6 lines and two comparison varieties, which were repeated three times. Each plot measures 3 x 4 meters and consists of 80 plants. Genetic diversity and growth characteristics are supported by significant differences such as plant height, leaf length, leaf width, stem diameter, and panicle weight. characters indicate that these traits are influenced by genetic factors and can be passed down to the next generation. Characters such as plant height, leaf length, leaf width, stem diameter, and panicle weight show a positive correlation with yield potential. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi keberagaman genetik tanaman sorgum terhadap peningkatan hasil serta memberikan informasi kandidat galur F6 untuk pangan alternatif bagi krisis pangan di indonesia. Penelitian dilaksanakan di BSIP Tanaman Serealia, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Maret hingga Juni 2024. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 15 galur F6 dan dua varietas pembanding, yang diulang sebanyak tiga kali. Setiap plot berukuran 3 x 4 meter dan terdiri dari 80 tanaman. Keragaman genetik dan karakter pertumbuhan didukung oleh adanya perbedaan signifikan seperti tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan bobot malai. karakter menunjukkan bahwa sifat-sifat tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik dan dapat diturunkan ke generasi berikutnya. Karakter-karakter seperti tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan bobot malai menunjukkan korelasi positif dengan potensi hasil.
Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Pada Berbagai Dosis Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Sangka, Yusly; Nasution, Muhammad Arif; Amirudin, Amirudin
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.5029

Abstract

This study aims to determine the growth response of Mustard Plants (Brassica juncea L) to various doses of Local Microorganism Solutions (MOL). The usefulness of this study is expected to provide information and knowledge about used rice can be utilized by being made into POC with MOL solution. This study was conducted in the form of an experiment arranged according to a Randomized Block Design (RAK) consisting of 5 treatments and three replications. The experiment carried out was the dose of Local Microorganisms (MOL) consisting of P0 = control (without treatment), P1 (50ml / liter of Water), P2 (200ml / liter of Water), P3 (250ml / liter of Water), P4 (300ml / liter of Water). Each treatment was repeated 3 times to obtain 15 experimental units. Each experimental unit used 6 plants so that the total experimental plants were 90 Green Mustard plants. The results of the experiment showed that the 250ml/liter treatment gave the best growth results in terms of plant height and wet weight of Green Mustard plants (Brassica juncea L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman Sawi (Barassica Juncae L) pada berbagai dosis larutan Mikroorganisme Lokal (MOL). Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan tentang nasi bekas dapat dimanfaatkan dengan cara dibuat menjadi POC dengan larutan MOL. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk percobaan yang disusun menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Percobaan yang dilakukan adalah dosis Mikroorganisme Lokal (MOL) yang terdiri dari P0= kontrol (tanpa perlakuan), P1(50ml/liter Air), P2(200ml/liter Air), P3(250ml/liter Air), dan P4(300ml/liter Air). Tiap perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 15unit percobaan. Tiap unit percobaan menggunakan enam tanaman sehingga total tanaman percobaan adalah 90 tanaman Sawi Hijau. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada perlakuan 250ml/liter memberikan hasil pertumbuhan paling baik dalam hal tinggi tanaman dan bobot basah tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncae L).
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica chinensis L.) Dengan Aplikasi Eco-enzyme Dan Asam Amino Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Awalia, Juwita; Amirudin, Amirudin; Abri, Abri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.5049

Abstract

This study aims to find and analyze the effect of the application of various doses of eco- enzyme and amino acids on the growth and production of mustard plants. The purpose of this study is to determine the benefits of managing organic waste produced in household kitchens that can be used as Liquid Organic Fertilizer (POC) to replace chemical fertilizers. The study was conducted at the Bosowa Agro Education Garden, Bontoramba Village, Pallangga District, Gowa Regency, South Sulawesi Province, and took place from April to June 2024. This study was conducted in the form of an experiment using a Randomized Block Design (RAK) 2 dose factors P (eco-enzyme) with 4 treatment levels and dose factors N (amino acids) with 4 treatment levels so that 16 treatment combinations were obtained. The treatments used were the administration of Liquid Organic Fertilizer (POC) eco-enzyme (P) at concentration levels of 0 ml/ L, 20ml/ L, 30 ml/ L, 40 ml/ L and amino acids (N) at concentration levels of 0 ml/ L, 20ml/ L, 30 ml/ L, 40 ml/ L. The results showed that the treatment of Liquid Organic Fertilizer (POC) eco-enzyme at a dose of 20 ml (P1) and amino acids at a dose of 30 ml (N2) had a better effect on the growth and production of mustard greens. However, there was no significant effect of the application of eco-enzyme and amino acids on the growth and production of mustard greens. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis pengaruh aplikasi berbagai dosis eco-enzyme dan asam amino terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Kegunaan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat pengelolaan limbah organik yang dihasilkan pada dapur rumah tangga dapat digunakan sebagai Pupuk Organik Cair (POC) pengganti pupuk kimia. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan Bosowa Agro, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, dan berlangsung dari April sampai Juni 2024. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor dosis P (eco-enzyme) dengan 4 taraf perlakuan dan faktor dosis N (asam amino) dengan 4 taraf perlakuan sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah pemberian Pupuk Organik Cair (POC) eco-enzyme (P) pada taraf konsentrasi 0 ml/L, 20ml/L, 30 ml/L, 40 ml/L dan asam amino (N) pada taraf konsentrasi 0 ml/L, 20ml/L, 30 ml/L, 40 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) eco-enzyme pada dosis 20 ml (P1) dan asam amino pada dosis 30 ml (N2) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Namun, tidak terdapat pengaruh yang nyata dari aplikasi eco-enzyme dan asam amino terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L) Terhadap POC Enceng Gondok Kekak, Berliando; Muhibuddin, Andi; Amirudin, Amirudin
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.5059

Abstract

This research was carried out at the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University, on JL. Raya Poros Sapayya, Bontoramba Village, Palangga District, Gowa Regency, South Sulawesi. This research started from May to July 2024. This research used a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments, namely P0 (without water hyacinth POC as a control), P1 (10 ml water hyacinth POC), P2 (20 ml water hyacinth POC), P3 (30 ml POC water hyacinth) and P4 (40 ml POC water hyacinth) and 3 repetitions. The parameters observed were plant height, stem diameter, number of pods, weight of the pods contained, weight of seeds 100 g/plot, weight of seeds per planting.  The results of the research showed that the best growth and production was in the P4 treatment with a dose of 40 ml which was able to provide growth and production in plant height, stem diameter, number of pods, weight of filled pods, seed weight of 100 g/plot, weight of seeds per planting. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan Integrated Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, di JL. Raya Poros Sapayya, Desa Bontoramba, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu P0 (tanpa POC enceng gondok sebagai kontrol), P1 (10 ml POC enceng gondok), P2 (20 ml POC enceng gondok), P3 (30 ml POC enceng gondok) dan P4 (40 ml POC enceng gondok) serta 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong berisi, berat biji 100 g/ plot, berat biji pertanama.  Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan dan produksi terbaik yaitu pada perlakuan P4 dengan dosis 40 ml yang mampu memberikan pertumbuhan dan produksi pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong berisi, berat biji 100 g/ plot, berat biji pertanaman.
Pengaruh Perendaman Larutan Kapur Sirih Terhadap Keripik Batang Pisang Azis, Muh. Fathur Rizky; Halik , Abdul; Azis , Rosdiani
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.5083

Abstract

Chips are classified as snacks or snacks in the form of thin slices which are widely known because they are not too filling, tasty, crunchy and have a variety of flavors such as spicy, salty and sweet. Therefore, the author took the initiative to develop innovation in using banana stems as the main ingredient in making chips.This research aims to evaluate the effect of soaking in whiting solution on the quality of banana stem chips. The method used was experimentation with variations in soaking time (8, 10, 12, and 14 hours) and the influence of water content, ash content, and organoleptic tests (color, aroma, taste, and texture). Data were analyzed using a Completely Randomized Design (CRD) and continued with the ANOVA test.The results showed that soaking in a whiting solution could improve the quality of banana stem chips. Chips soaked for 10 hours produced the lowest water content (4.12%) and optimal ash content (2.65%). Organoleptic tests showed that this sample also received the best assessment from the panelists, with the highest scores on color and aroma. This research concludes that soaking in a whiting solution is effective in improving the quality of banana stem chips, providing new opportunities for utilizing agricultural waste with economic value. Keripik tergolong cemilan ataupun makanan ringan dengan bentuk irisan tipis yang banyak dikenal sebab sifat yang dimiliki yakni tidak terlalu mengenyangkan, gurih, renyah, dan beraneka rasa misalnya pedas, asin, dan manis. Oleh karena itu, penulis berinisiatif mengembangkan inovasi dalam memanfaatkan pelepah pisang sebagai bahan utamanya dalam pembuatan keripik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman larutan kapur sirih terhadap kualitas keripik batang pisang. metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi lama perendaman (8, 10, 12, dan 14 Jam) dan pengaruh parameter kadar air, kadar abu, serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan Tekstur). Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan kapur sirih dapat meningkatkan kualitas keripik batang pisang. Keripik yang direndam selama 10 jam menghasilkan kadar air terendah (4,12%) dan kadar abu yang optimal (2,65%). Uji organoleptik menunjukkan bahwa sampel ini juga mendapat penilaian terbaik dan panelis, dengan skor tertinggi pada warna dan aroma. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perendaman dalam larutan kapur sirih efektif dalam meningkatkan kualitas keripik batang pisang, memberikan peluang baru dalam pemanfaatan limbah pertanian yang bernilai ekonomis.