cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6281342239898
Journal Mail Official
pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Bosowa, Gedung A, Lt 8. Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar Lt. 8 Gedung A Universitas Bosowa Email: pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pallangga: Journal of Agriculture Science and Research
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 29874149     EISSN : 29875994     DOI : https://doi.org/10.56326/pallangga.v2i2
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang pertanian yang mencakup antara lain ilmu tanah, budidaya tanaman semusim, budidaya pertanian dan perkebunan, pangan olahan, rekayasa pangan, analisis pangan, mikrobiologi pangan, manajemen agribisnis, ekonomi pertanian dan sosiologi pedesaan. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Studi Pembuatan Minuman Instan Alpukat (Persea americana) Dengan Penambahan Gula Semut Lois, Olivia; Halik , Abdul; Fatmawati, Fatmawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4735

Abstract

Instant powdered drinks are products with quite low water content, namely around 0.6-0.85% through certain processing processes, and do not affect the content or efficacy of food ingredients. Brown sugar is crystallized palm sugar. Avocados contain vitamins A, C, E, K, vitamin B6, thiamine, riboflavin, niacin, and magnesium. This research aims to determine the best addition of ant sugar in making instant drinks and to determine the effect of adding ant sugar on water content, sugar content, and organoleptic tests (color, aroma, and taste) in instant avocado drinks. The research treatment was the addition of ant sugar (30%, 35%, 40%, 45%) and 40% avocado meat (constant). Research parameters for water content, sugar content, organoleptic tests for color, aroma, and taste. Data analysis used the Completely Randomized Design (CRD) method, with four treatment levels and three replications. The observation data was analyzed using diversity (ANOVA) with a follow-up test using the Least Significant Difference (BNT) test. The best results obtained from adding ant sugar were found in the treatment of adding 40% ant sugar in terms of water content 3.9%, sugar content 48.71%, color 3.02 (like), aroma 2.85 (like), and taste 2.74 (suka). The water content produced in this research does not meet SNI 01-4320-2004. Meanwhile, the sugar content of instant avocado drinks meets the requirements of SNI-4320-2004. Minuman serbuk instan merupakan produk dengan kadar air yang cukup rendah yaitu sekitar 0.6-0.85% melalui proses pengolahan tertentu, dan tidak mempengaruhi kandungan atau khasiat dalam bahan pangan. Gula semut (Brown sugar) adalah gula merah palma (palm sugar) yang dikristalkan. Alpukat memiliki kandungan vitamin A, C, E, K, vitamin B6, tiatamin, riboflavin, niasin, dan magnesium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan terbaik gula semut pada pembuatan minuman instan dan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula semut terhadap kadar air, kadar gula, dan uji organoleptik (warna, aroma, dan cita rasa) pada minuman instan alpukat. Perlakuan penelitian yaitu penambahan gula semut (30%, 35%, 40%, 45%) dan daging alpukat 40% (konstan). Parameter penelitian kadar air, kadar gula, uji organoleptik warna, aroma, dan cita rasa. Analisis data digunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan keragaman (ANOVA) dengan uji lanjutan yang digunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil terbaik diperoleh pada penambahan gula semut terdapat pada perlakuan penambahan gula semut 40% ditinjau dari kadar air 3.9%, kadar gula 48.71%, warna 3.02 (suka), aroma 2.85% (suka), dan cita rasa 2.74 (suka). Kandungan kadar air yang dihasilkan dalam penelitian ini tidak memenuhi SNI 01-4320-2004; sedangkan, kandungan kadar gula minuman instan alpukat memenuhi syarat SNI 01-4320-2004.
Studi Perbandingan Daun Tin Dengan Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Produk Teh Herbal Ramadani, Reski Amalia; Abriana, Andi; Fatmawati, Fatmawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4753

Abstract

Processing fig leaf tea with a comparison of telang flowers is an effort to utilize fig leaves which contain flavonoids, triterpenoids/steroids, tannins, alkaloids, have antioxidant activity in them, while telang flowers contain flavonoids and anthocyanins which have been proven to have an anti-inflammatory effect. So these two ingredients are suitable for combining in making herbal tea. This study aims to (1) determine the effect of the concentration of fig leaves compared to telang flowers (Clitoria ternatea L.) in making tea on water content, ash content, and organoleptic tests on color, aroma and taste (2) the best comparison between fig leaves and butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) in herbal tea. The research method was a comparison of fig leaves with butterfly pea flowers (100% : 0%, 95% : 5%, 90% : 10%, 85% : 15%), with using a Completely Randomized Design (CRD) with three replications, the observational data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and the Least Significant Difference follow-up test. The results of comparing fig leaves with butterfly pea flowers for herbal tea did not differ significantly in water content, but had a significant effect on ash content, aroma, color and taste. The best results from fig leaf tea are found in the ratio (90% fig leaves: 10% telang flowers) in terms of water content 9.3%, color 3.9 (like it), aroma 3.37 (somewhat like it), and taste 3 .3 (somewhat like it). Pengolahan teh daun tin dengan perbandingan bunga telang merupakan upaya untuk memanfaatkan daun tin yang memiliki kandungan flavonoid, triterpenoid/steroi, tanin, dan alkaloid memiliki aktivitas antioksidan didalamnya, sedangkan bunga telang yang memiliki kandungan flavonoid dan antosianin yang terbukti memiliki efek sebagai antiinflamasi. Sehingga dari kedua bahan tersebut cocok untuk dipadukan dalam pembuatan teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh konsentrasi daun tin dengan perbandingan bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam pembuatan teh terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan citarasa; dan (2) perbandingan terbaik antara daun tin dan bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap teh herbal.. Metode penelitian yaitu perbandingan daun tin dengan bunga telang (100% : 0%, 95% : 5%, 90% : 10%, 85% : 15%), dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan, data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA) dan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil. Hasil perbandingan daun tin dengan bunga telang terhadap teh herbal tidak berbeda nyata pada kadar air, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar abu, aroma, warna, dan citarasa. Hasil terbaik dari teh daun tin terdapat pada perbandingan (daun tin 90% : 10% bunga telang) yang ditinjau dari kadar air 9,3%, warna 3,9 (suka), aroma 3,37 (agak suka), dan citarasa 3,3 (agak suka).
Peran Perum Bulog Cabang Parepare Pada Pendistribusian Beras : Studi Kasus Perum Bulog Cabang Parepare Rahmadani, Suci; Baharuddin, Baharuddin; Fitriyah, A. Tenri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4762

Abstract

This study aims to analyzed role of Perum Bulog in rice distribution with a special fokus on Lapadde Warehouse, Perum Bulog Parepare Branch. Rice distribution is an important aspect in maintaining price stability and food avalaibality in Indonesia, especially inthe midst of price dynamics and global geopolitical conditions that affect food prices. This interview with key informants as well as secondary data analysis. The result of of the study showed that although rice production in Parepare was relatively low compared to toher regions in South Sulawesi, Perum Bulog Parepare Branch succeeded in carrying out its role in procuring and distributing rice effectively. This Perum Bulog also contributes to maintaining price stability and rice availability in the market though efficient distribution strategies and the use modern storage warehaouses. Thus, the role of Perum Bulog is not only important in the economic aspect but also in supporting food security and community walfare in the Parepare region. This research provides important insight for the development of more effective rice distribution strategies in the future. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Perum Bulog dalam pendistribusian beras, dengan fokus khusus gudang Lapadde, Perum Bulog Cabang Parepare. Pendistribusian beras merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Indonesia, terutama di tengah dinamika harga dan kondisi geopolitik global yang mempengaruhi harga pangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. yang melibatkan wawancara dalam informan kunci serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun produksi padi di kota Parepare tergolong rendah dibandingkan dengan wilayah lain di Sulawesi Selatan. Perum Bulog Cabang Parepare berhasil menjalankan perannya dalam pengadaan dan distribusi secara efektif. Perum Bulog ini juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar melalui strategi distribusi yang efisien dan penggunaan gudang penyimpanan yang modern. Dengan demikian, peran Perum Bulog Cabang Parepare tidak hanya penting dalam aspek ekonomi tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Parepare. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi distribusi beras yang lebih efektif dimasa depan.
Pemanfaatan Rambut Jagung (Zea mays L.) Sebagai Bahan Dasar Minuman Teh Herbal Dengan Penambahan Madu Oktaviana , Miranti Oktaviana A; Abriana, Andi; Azis , Rosdiani
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4766

Abstract

Corn (Zea mays L.) is a plant that is widespread in Indonesia. So far, people only know about the benefits of corn, corn silk is waste that has not been utilized by the community. Corn silk contains compounds such as tannins, phenolics, flavonoids, beta carotene, beta sitosterol, and antioxidants. Apart from that, corn silk also contains carbohydrates, protein, vitamin C, vitamin E and vitamin K. The aim of this research is to determine the effect of adding powdered honey on chemical tests, namely water content, ash content and organoleptic tests, namely taste, aroma and color. The research treatment was the addition of honey powder (0%, 15%, 25% and 35%). Data analysis used the Completely Randomized Design (CRD) method with 4 levels and 3 replications, then analyzed using SPSS and the Least Significant Difference Test (BNT). Based on research, the addition of powdered honey in making corn silk tea (Zea Mays L), has a significant effect on water content and ash content, while organoleptic tests on color, aroma and taste. The best results produced by corn hair tea with the addition of honey powder were in the T4 treatment (35%). Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Selama ini masyarakat hanya mengetahui manfaat buah jagung saja, rambut jagung merupakan limbah yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Rambut jagung mempunyai Kandungan senyawa seperti tanin, fenolik, flanoid, beta karoten, beta sitosterol, dan antioksidan. Selain itu, rambut jagung juga mengandung karbohidrat, protein, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan madu bubuk terhadap uji kimia yaitu kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik yaitu rasa, aroma, dan warna. Perlakuan penelitian yaitu penambahan bubuk madu (0%, 15%, 25% dan 35%). Analisis data menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf dan tiga kali ulangan, kemudian dianalisis menggunakan SPSS dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan penelitian penambahan madu bubuk dalam pembuatan teh rambut jagung (Zea mays L), berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar abu, sedangkan uji organoleptik pada warna, aroma, dan cita rasa. Hasil terbaik yang dihasilkan teh rambut jagung dengan penambahan bubuk madu yaitu pada perlakuan T4 (35%)
Penambahan Bubuk Madu Dalam Pembuatan Teh Daun Sukun (Artocarpus Altilis) Khaerunnisah, Syakirah; Fatmawati, Fatmawati; Halik , Abdul
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4769

Abstract

Breadfruit leaves have unique pharmacological activity and chemical content in the form of phenolic compounds, saponins, tannins, flavonoids, polyphenols, hydrocyanic acid, acetylcholine, and riboflavin. This compound includes secondary metabolites that are beneficial for human health. The breadfruit plant, especially its leaves, is believed to be efficacious in treating various diseases such as kidney, heart, high blood pressure, liver, enlarged spleen, diabetes, alleviating asthma, and so on. Breadfruit leaves have a highwater content so they cannot last long, so it is necessary to process the breadfruit leaves into tea so that they have a longer shelf life. The aim of this research was to determine the effect of adding honey powder to breadfruit leaf tea and the best treatment of breadfruit leaf tea on organoleptic tests (taste, color and aroma) and chemical tests (water content and ash content). The research treatment was the addition of honey powder with concentrations (0%, 15%, 30%, 45%). Data analysis used a completely randomized design (CRD) method with four treatment levels and 3 replications, then analyzed using SPSS and the Least Significant Difference Test (BNT). Based on research, the addition of honey powder in making breadfruit leaf tea (Artocarpus altilis) has a significant effect on water content and ash content, while organoleptic tests on color, aroma and taste. The best results produced by breadfruit leaf tea with the addition of honey powder were in the S4 treatment (45%). Daun sukun memiliki aktivitas farmakologi dan kandungan kimianya yang unik berupa senyawa fenolik, saponin, tanin, flavanoid, polifenol, asam hidrosianat, asetilkolin, dan riboflavin. Senyawa ini termasuk metabolit sekunder yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Tanaman sukun, terutama daunnya dipercaya berkhasiat mengobati berbagai penyakit seperti ginjal, jantung, tekanan darah tinggi, liver, pembesaran limpa, kencing manis, meringankan asma, dan sebagainya. Daun sukun memiliki kadar air yang tinggi sehingga tidak dapat bertahan lama olehnya itu perlu pengolahan daun sukun dibuat menjadi teh agar memiliki daya simpan lebih lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk madu terhadap teh daun sukun dan perlakuan terbaik teh daun sukun terhadap uji organoleptik (rasa, warna, dan aroma) dan uji kimia (kadar air dan kadar abu). Perlakuan penelitian yaitu penambahan bubuk madu dengan konsentrasi (0%, 15%, 30%, dan 45%). Analisis data menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan, kemudian dianalisis menggunakan SPSS dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan penelitian penambahan bubuk madu dalam pembuatan teh daun sukun (Artocarpus altilis) berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar abu, sedangkan uji organoleptik pada warna, aroma, dan cita rasa. Hasil terbaik yang dihasilkan teh daun sukun dengan penambahan bubuk madu yaitu pada perlakuan S4 (45%.)
Minat Petani Padi Terhadap Penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Di Desa Abbanuangnge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng Astuti, Widia; Azuz, Faidah; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4777

Abstract

This study aims to determine the interest of rice farmers in the use of people's business credit and the use of people's business credit in rice farming. This study was conducted in Abbanuangnge Village, Lilirilau District, Soppeng Regency. The research sample used was 20% of the population, namely 76 people consisting of farmers who used and did not use people's business credit using the simple random sampling method. The analysis method used is descriptive qualitative. The types of data used in this study are qualitative and quantitative data. The results of this study indicate that the interest of rice farmers in the use of people's business credit is influenced by factors such as age, education level, number of family members, length of farming, land area, income, knowledge and access. The use of people's business credit in rice farming is utilized well in accordance with the objectives proposed, namely to purchase inputs, invest in modern agricultural equipment and technology. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat petani padi terhadap penggunaan kredit usaha rakyat pada usahatani padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Abbanuangnge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Sampel penelitian yang digunakan adalah 20% dari jumlah populasi yaitu 76 orang yang terdiri dari petani yang menggunakan dan tidak menggunakan kredit usaha rakyat dengan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat petani padi terhadap penggunaan kredit usaha rakyat dipengaruhi oleh faktor umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, lama berusahatani, luas lahan, pendapatan, pengetahuan dan akses. Penggunaan kredit usaha rakyat pada usahatani padi dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan tujuan diajukan yaitu untuk membeli input, berinvestasi dalam peralatan, dan teknologi pertanian modern.
Analisis Fungsi-Fungsi Pemasaran Pada Pengepul Rumput Laut Di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan Abdillah, Muh. Khalil; Azuz, Faidah; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4785

Abstract

The study aims to determine the functions of seaweed marketing in Sanrobone Village.          This research was conducted from July to August 2023. The data collection method was carried out by conducting a location survey and recording the total number of seaweed collectors in Sanrobone village. Respondents in this study were 10 seaweed farmers with the snowball sampling method (purposefully selected) the number of informants was 30% of the population, namely 10 respondents with the consideration that the selected respondents could provide accurate information, especially regarding the implementation of seaweed farming production functions. The results of the study show that in the seaweed marketing channel there are marketing agencies or institutions, both individuals and institutions as parties that organize marketing activities or functions where seaweed products move from producers to consumers. Meanwhile, farmers and collector traders in Takalar Regency also carry out marketing functions in the seaweed marketing flow so that seaweed products can move from producers to customers (wholesalers). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran rumput laut di Desa Sanrobone. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Metode pengumpulan data di lalukan dengan cara melakukan survey lokasi dan mencatat jumlah keseluruhan pengepul rumput laut yang berada di Desa sanrobone, Responden dalam penelitian ini yaitu petani rumput laut sebanyak 10 orang pengepul rumput dengan metode snowball sampling (sengaja dipilih) jumlah narasumber adalah 30% dari jumlah populasi yaitu 10 responden dengan pertimbangan bahwa responden yang dipilih tersebut dapat memberikan informasi yang akurat khususnya yang menyangkut tentang penerapan fungsi-fungsi produksi usahatani rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam saluran pemasaran rumput laut terdapat badan-badan atau lembaga pemasaran, baik perorangan maupun kelembagaan selaku pihak yang menyelenggarakan kegiatan atau fungsi pemasaran yang mana produk rumput laut bergerak dari pihak produsen sampai konsumen; sedangkan petani dan pedagang pengumpul di Kabupaten Takalar juga menyelenggarakan fungsi pemasaran dalam  alur pemasaran rumput laut sehingga produk rumput laut dapat bergerak dari pihak produsen sampai ke pihak pelanggan (pedagang besar).
Strategi Pengembangan Pemasaran Digital (Digital Marketing) Melalui Media Sosial Instagram Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Toko Seleraa Buah Makassar Indarwati, Nahda Divanka; Baharuddin, Baharuddin; Fitriyah, A. Tenri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4787

Abstract

This study aims to determine out with the aim of knowing the condition of internal factors (strengths - weaknesses), the condition of external factors (opportunities - threats), formulating alternative marketing strategies and the marketing mix at Toko Seleraa Buah Makassar. This research was conducted from May to August 2024. Respondents consisted of 12 people including owners, employees, and consumers. The data analysis method uses SWOT analysis. The results obtained in this research were, IFAS Internal Strategy Factor Analysis in the form of strengths and weaknesses, obtained a score of 3.19. Meanwhile, the results of the EFAS External Strategy Factor Analysis in the form of opportunities and threats, the total score obtained was 2.8. The most appropriate strategy to be implemented by Toko Seleraa Buah is the S-O Strategy (Strength-Opportunity) which includes maintaining and maintaining the quality of fruit, increasing creativity in promotional activities, expanding connections by collaborating with various business actors and influencers to create brand awareness, maintaining promotions and the facilities offered, as well as taking advantage of the enthusiasm of people with a healthy lifestyle to consume fruit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi faktor internal (kekuatan – kelemahan), kondisi faktor eksternal (peluang – ancaman), merumuskan alternatif strategi pemasaran serta bauran pemasaran pada Toko Seleraa Buah Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Responden terdiri dari 12 orang termasuk pemilik, karyawan dan juga konsumen. Metode analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu, Analisis Faktor Internal IFAS berupa kekuatan dan kelemahan diperoleh skor sebesar 3,19; sedangkan hasil Analisis Faktol EFAS berupa peluang dan ancaman total skor yang diperoleh sebesar 2,8. Strategi yang paling tepat untuk diterapkan oleh Toko Seleraa Buah yaitu Strategi S-O (Streght-Opportunity) meliputi menjaga dan mempertahankan kualitas buah, meningkatkan kreatifitas dalam kegiatan promosi, memperluas koneksi dengan bekerjasama dengan berbagai pihak pelaku usaha maupun influencer agar terciptanya brand awarness, mempertahankan promo, dan fasilitas yang ditawarkan, serta memanfaatkan antusias masyarakat dengan gaya hidup sehat untuk mengonsumsi buah.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Padi: Studi Kasus Di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa Fitriyah, Farah; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah; Nurlaela, Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4794

Abstract

This study aims to determine the factors that influence income from rice cultivation. The study was conducted in Tabbinjai Village, Tombolopao District, Gowa Regency. The research sample was 10% of the total population, namely 51 people and used the simple random sampling method. The data analysis method used in this study was multiple linear regression analysis with the help of the SPSS (Statistical Products and Services Solutions) application. The type of data used in this study is quantitative data. The results of the study showed that yields, selling prices, seed costs, fertilizer costs, drug costs and labor costs together affected the income of the rice planting industry in Tabbinjai Village. Harvest results, selling prices, fertilizer costs and labor costs partly affected the income of rice cultivation businesses in Tabinjai Village, Tombolopao District, Gowa Regency. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dari budidaya padi. Penelitian dilakukan di Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Sampel penelitian berjumlah 10% dari total populasi yaitu 51 orang dan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS (Statistical Products and Services Solutions). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil, harga jual, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan dan biaya tenaga kerja secara bersama-sama mempengaruhi pendapatan industri penanaman padi di Desa Tabbinjai. Hasil panen, harga jual, biaya pupuk dan tenaga kerja sebagian mempengaruhi pendapatan usaha budidaya padi sawah di desa Tabinjai, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa.
Penggunaan Modal Sosial Antara Petani Kelapa Dan Pengrajin Kopra Di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar Ramadhani, Qiqa Maysarah; Azuz, Faidah; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4796

Abstract

This study aims to determine use of social capital between coconut farmers and copra craftsmen in Bontotangnga Village, Bontoharu District, Selayar Islands Regency in May 2024. Respondents consisted of 24 coconut farmers and 8 copra craftsmen. The data analysis technique used scoring techniques, the process of determining the score for the respondent's answer which was carried out by making suitable classifications and categories. The results showed that there are three components of social capital used between coconut farmers and copra artisans in Bontotangnga Village, Bontoharu District, Selayar Islands Regency, namely trust, networks, and norms. In terms of trust between farmers and craftsmen, the level of trust is dominant in the category of trust, meaning that farmers trust the craftsmen who work. In terms of network (network), the relationship between farmers to craftsmen have a very good relationship. As for the norms (norms) or the level of obedience shown by farmers to craftsmen included in the obedient category. In terms of trust (trust) craftsmen against farmers, the level of trust (trust) is dominant in the category of very trusting, meaning that craftsmen have a high level of trust in farmers. In terms of network (network) or the relationship that exists between craftsmen to farmers have a very good relationship. As for norms or the level of integrity shown by craftsmen to craftsmen is included in the very obedient category, meaning that craftsmen are very obedient to the rules and orders given by farmers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan modal sosial antara petani kelapa dan pengrajin kopra di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar pada bulan Mei 2024. Responden terdiri dari 24 petani kelapa dan 8 pengrajin kopra. Teknik analisis data menggunakan teknik skoring, proses penentuan skor atas jawaban responden yang dilakukan dengan membuat klasifikasi dan kategori yang cocok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga komponen modal sosial yang digunakan antara petani kelapa dan pengrajin kopra di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu kepercayaan (trust), jaringan (network), dan norma (norms). Dalam hal kepercayaan (trust) petani terhadap pengrajin, tingkat kepercayaan (trust) dominan pada kategori percaya, artinya petani percaya terhadap pengrajin yang bekerja. Dalam hal jaringan (network), jalinan hubungan yang terjalin antara petani terhadap pengrajin memiliki hubungan yang sangat baik. Adapun untuk norma (norms) atau tingkat ketaatan yang ditunjukkan petani terhadap pengrajin termasuk dalam kategori taat. Dalam hal kepercayaan (trust) pengrajin terhadap petani, tingkat kepercayaan (trust) dominan pada kategori sangat percaya, artinya pengrajin memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap petani. Dalam hal jaringan (network) atau jalinan hubungan yang terjalin antara pengrajin terhadap petani memiliki jalinan hubungan yang sangat baik. Adapun untuk norma (norms) atau tingkat ketaatan yang ditunjukkan oleh pengrajin terhadap pengrajin termasuk dalam kategori sangat taat, artinya pengrajin sangat taat terhadap aturan dan perintah yang telah diberikan oleh petani.