cover
Contact Name
Mohammad Ali
Contact Email
dedek_ali@yahoo.com
Phone
+6282112741140
Journal Mail Official
ifikotabekasi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Arteri Jorr Jatiwarna Bekasi, Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Gedung J Hardjono
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPMFKI
ISSN : -     EISSN : 29875013     DOI : https://doi.org/10.59946/jpmfki.v3i01
Jurnal pengabdian masyarakat fisioterapi dan kesehatan Indonesia memfasilitasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi para tenaga kesehatan, dan khususnya untuk kegiatan fisioterapi
Articles 108 Documents
SKRINING DAN EDUKASI FLAT FOOT PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN Sugiono, Sugiono; Noerdjanah, Noerdjanah; ., Intan Nugraheni Kusuma; ., Monicha Suryaning Ratri; ., Kamila Ainun Rahmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.430

Abstract

Flat foot atau kaki datar adalah kondisi ketika lengkung longitudinal medial pada telapak kaki menghilang atau menurun, yang umum terjadi pada anak usia dini. Deteksi dini terhadap flat foot penting dilakukan agar tidak berdampak pada postur tubuh, fungsi gerak, dan perkembangan motorik anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining dan edukasi flat foot pada anak usia 4–6 tahun dengan metode sederhana dan murah, yaitu poddo scop flat foot menggunakan kertas dan tinta, atau dikenal sebagai metode “Wet Test” (Tes Jejak Kaki). Skrining dilakukan pada 65 siswa TK yang terdiri dari 33 siswa laki-laki dan 32 siswa perempuan. Pemeriksaan dilakukan dengan mencetak jejak kaki anak menggunakan tinta di atas kertas putih, lalu dianalisis berdasarkan pola lengkung kaki. Hasil skrining menunjukkan bahwa 31 siswa (47,7%) memiliki bentuk kaki normal, 24 siswa (36,9%) teridentifikasi flat foot grade 1, 10 siswa (15,4%) grade 2, dan tidak ditemukan siswa dengan flat foot grade 3. Setelah proses skrining, diberikan edukasi kepada guru dan orang tua mengenai klasifikasi flat foot, dampaknya, serta latihan pencegahan dan koreksi yang dapat dilakukan di rumah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining menggunakan metode wet test dapat menjadi alternatif pemeriksaan yang efektif dan aplikatif dalam mendeteksi flat foot pada anak usia dini. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan pengathuan terhadap pentingnya kesehatan kaki sebagai bagian dari tumbuh kembang anak.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENANGANI HIPERTENSI DI DESA NAMBO KECAMATAN KLAPANUNGGAL Agustina, Dwi; Sudarsono, Ari; Junisti, Afrilia; Kamila Ghaisani, Grania; Putri Zahraa, Hiliyah; Al-Qahhar, Muhammad Adnan; Adristi, Ratri; Alicia Ariyanto, Salsa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.431

Abstract

Backround: Uninfectious disease, particularly hypertension, have become a significant global health concern. Hypertension is a silent killer that often goes unnoticed until complications arise. Hypertension has risk factors that can be prevented through non-pharmacological approaches, such as health education and physical activity. Community empowerment programs are essential in addressing hypertension through education, lifestyle changes, and physical activities such as aerobic exercise. Objective: This study aims to empower the community in handling hypertension by increasing awareness, knowledge, and physical activity through counseling and low impact aerobic exercise. Method: This activity begins with a door-to-door survey to identify problems, then a pre-tests, health screenings, health education sessions, aerobic exercise training, post-tests, and program evaluation. Results: The program was successful in raising awareness and knowledge about hypertension among the participants, as evidenced by the significant improvement referring to the questionnaire test results. Conclusion: The community physiotherapy program showed a positive impact on hypertension awareness and prevention in Nambo Village. Regular aerobic exercise and continued health education are recommended to sustain the improvements achieved. Further involvement from village leaders and healthcare workers is essential to ensure long-term success. Keywords: Hypertension, Community Physiotherapy, Aerobic Exercise, Public Health, Health Education, Lifestyle Modification.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMEN DALAM MENGURANGI RESIKO STROKE MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK PEDULI STROKE PADA MASYARAKAT DESA JATIMELATI Trioclarise, Rovika; Fratidhina, Yudhia; Lina, Ratu Karel; Kurniawan, Ganesa Puput Dinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.434

Abstract

Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan serius di Desa Jatimelati, ditandai dengan meningkatnya angka kejadian yang dipicu oleh faktor risiko seperti hipertensi, gaya hidup tidak sehat, dan rendahnya pengetahuan masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Jatimelati dalam mengurangi risiko stroke melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini berfokus pada mobilisasi aset internal komunitas untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan, meliputi: observasi aset, pemeriksaan risiko stroke, penyuluhan kesehatan, pelatihan kader, senam bersama, pendampingan kader, serta monitoring dan evaluasi. 33333333 Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stroke. Pemeriksaan awal pada 111 responden menunjukkan 40,5% menderita hipertensi dan 75,6% memiliki risiko stroke kategori hati-hati hingga tinggi. Program ini berhasil membentuk Kelompok Peduli Stroke dan melatih 20 kader kesehatan yang siap menjalankan edukasi secara mandiri. Pendekatan ABCD terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif warga, membangun rasa kepemilikan program, dan menciptakan kerangka kerja promotif-preventif yang berkelanjutan untuk menekan risiko stroke di tingkat komunitas.
PROMOTIF PREVENTIF PENYAKIT MENULAR MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DAN SENAM NAPAS SEHAT BERSAMA KADER DAN KERABAT PENDERITA TUBERKULOSIS TAHUN 2025 Syakib, Ahmad; Aminoto, Toto; Sariana, Erna; Haliza, Chantika Putri; Amru, Muhammad Naufal; Muslimah, Nida Fathiyyah; Ramadhani, Thahirah; Fikroh, Tiara Rojihatul; Husin, Muhamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.435

Abstract

Abstrak : Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2024 terdapat 1.060.000 kasus baru dan 134.000 kematian setiap tahunnya akibat infeksi tuberkulosis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paruparu, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain, sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius dan menurunkan kualitas hidup pengidap tuberkulosis. Oleh karena itu, fisioterapi memiliki peran penting dalam proses rehabilitasi pasien tuberkulosis dan berperan dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran perilaku hidup sehat bagi seluruh kalangan masyarakat. Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai isu tuberkulosis dengan meningkatkan pengetahuannya mengenai tuberkulosis itu sendiri serta meningkatkan perilaku hidup sehat. Metode: Berbentuk promotif preventif dengan memberikan penyuluhan berupa edukasi yang berkaitan dengan tuberkulosis dan pemberian latihan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien tuberkulosis yang mencakup latihan pursed lip breathing, latihanmobilisasi sangkar thorax, latihan batuk efektif dan latihan postur yang tepat, serta memberikan pemberdayaan yang dapat mencegah penularan penyakit tuberkulosis dengan meningkatkan imun melalui aktivitas fisik berupa senam napas sehat bersama. Hasil: Berdasarkan perbandingan data pre-test dan post-test, didapatkan hasil bahwasanya nilai mean pada pre-test sebesar 19,71(kurang) dan nilai mean pada post-test sebesar 29,06 (baik) yang artinya terlihat adanya peningkatan rata-rata yang signifikan setelah dilakukan pemberdayaan. Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan untuk kader dan masyarakat yang memiliki kerabat pengidap tuberkulosis ini terlaksana dengan lancar, sistematik dan terorganisir dengan baik serta tercapai sesuai dengan tujuan utama.
OPTIMALISASI PERAN KADER MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN SENAM NAPAS SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TBC DI DESA NAMBO TAHUN 2025 Syakib, Ahmad; Aminoto, Toto; Sariana, Erna; Haloho, Ajeslin Fajar; Adiba, Fairuza; Fatana, Firda Anisa; Utami, Laras; Utari, Nabila Vinca; Romauli, Novita; Delfia, Wan Sella
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.437

Abstract

Latar belakang: Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan global dan nasional. Di Indonesia, tingginya angka kejadian TBC salah satunya disebabkan oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat serta terbatasnya peran kader kesehatan dalam edukasi dan penanganan dini. Tujuan: untuk mengkaji efektivitas program edukasi dan senam napas sehat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran aktif kader kesehatan masyarakat di Desa Nambo, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif melalui penyuluhan, pelatihan senam napas sehat, serta pemeriksaan tanda vital. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 13 kader dan 30 warga yang memiliki kerabat penderita TBC. Hasil: menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan baik pada kader (rata-rata skor meningkat dari 8,23 menjadi 13,46; p=0,000) maupun warga (dari 11,93 menjadi 17,47; p=0,000). Senam napas sehat terbukti membantu meningkatkan kapasitas paru dan imunitas, serta mudah diterapkan secara mandiri. Kesimpulan: program edukasi dan senam napas sehat efektif dalam memberdayakan kader sebagai agen promosi kesehatan dan mendukung upaya pencegahan serta penanganan TBC di komunitas.
PROMOTIF PREVENTIF DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT DAN SENAM DIABETES DI DESA NAMBO TAHUN 2025 B L, Abdurahman Berbudi; Ali, Mohammad; Azizah, Ainun Nur; Farouq, Muhammad; dhiyandari, indhira; fikri, rhama; syauqi, syahdan; yovitaningtyas, taniya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.438

Abstract

Background: The prevalence of diabetes mellitus continues to rise worldwide, including in Indonesia. Cases increased from 200 million in 1990 to 830 million in 2022. Increase public awareness about diabetes mellitus and how to prevent it through healthy lifestyle education and diabetes exercises. This is part of preventive promotive efforts. Diabetes exercise is included in low impact aerobics, the benefits of this exercise can help control blood sugar levels, reduce stress and anxiety, increase stamina, and help maintain weight. Objective: Evaluate and measure the level of knowledge of the community about Diabetes Mellitus disease and healthy lifestyle, as well as blood sugar levels before and after being given education and diabetes gymnastic. Methods: This empowerment uses pre-test and post-test measurements for knowledge levels and blood sugar levels. The sample was people with an age range of 20-80 years. Data analysis involved comparing pre- and post-empowerment scores, using statistical methods to determine program effectiveness. Results: There was an increase in the knowledge of the Nambo Village community related to Diabetes Mellitus and a healthy lifestyle, with a mean pre-test (26.52) and mean post-test (67.39) and a decrease in blood sugar levels with a mean pre (126.17) and mean post (121.07) after being given counseling and diabetic gymnastics.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS MELALUI EDUKASI KESEHATAN DAN LATIHAN SENAM OTAK DI KELURAHAN JATIWARNA PONDOK MELATI BEKASI Rakhmawati, Indriana; Bharaty, Endang Banon Sri; Haryati, Omi; Nurhalimah, Nurhalimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.441

Abstract

Lanjut usia adalah seseorang yang sudah berusia lebih dari 60 tahun dan secara fisiologis mengalami penurunan fungsi tubuh sehingga dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes mellitus, penurunan fungsi kognitif, serta perubahan pada kondisi psikososial yang dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Kementerian Kesehatan sejak tahun 2022 melaksanakan program transformasi kesehatan dan pilar pertama transformasi layanan kesehatan berfokus pada lansia; khususnya pada upaya pencegahan penyakit yang akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup lansia. Upaya peningkatan kualitas hidup lansia dapat dilakukan melalui skrining kesehatan fisik, dan edukasi kesehatan untuk mempertahankan fungsi kognitif dan psikologis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia di RW 06 kel. Jatiwarna, Pondok Melati. Metode kegiatan pengabdian diawali dengan identifikasi masalah, menetapkan solusi/intervensi penyelesaian masalah, pemberian intervensi (skrining kesehatan fisik, dan edukasi kesehatan) dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan ini adalah 35 lansia yang berusia 50 tahun – 74 tahun, dan mempunyai masalah kesehatan hipertensi dan atau diabetes mellitus. Hasil tindakan yang dilakukan selama 5 hari menunjukkan peningkatan skor kualitas hidup lansia yang diukur menggunakan instrumen WHOQoL Disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan (skrining kesehatan fisik dan edukasi kesehatan) dapat meningkatkan kualitas hidup lansia RW 06 kel. Jatiwarna, Pondok Melati.
Peningkatan Pengetahuan Dan Ketrampilan Prenatal Exercise Pada Ibu Hamil Untuk Persiapan Persalinan Di Desa Nambo Tahun 2025 Hariandja, Andy Martahan Andreas; Achwan, Achwan; Attala, Ceiza; Syafi'i, Dyan; Albar, Ibnu; Astri, Jasya; Daffa, Muhammad; Khansa, Syafinka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.445

Abstract

Background: Pregnancy is a physiological process that causes various changes in the mother's body, including hormonal and metabolic changes that can cause discomfort and the risk of complications if not managed properly. One effective way to maintain the health of pregnant women is through prenatal exercise. Objective: This study aims to improve the health and fitness of pregnant women through the role of prenatal exercise, so that it can help reduce the risk of physical disorders during pregnancy and prepare the body for a smoother delivery. Method: The activity method carried out begins with socialization to the community and identification of health problems of pregnant women through examination of vital signs, height, weight, and measurement of muscle strength and flexibility. Furthermore, counseling is provided on the benefits and techniques of prenatal exercise. Prenatal exercise is carried out in a structured manner with movements that are adjusted to the condition of pregnancy. Program evaluation is carried out through measuring fitness levels before and after the intervention, as well as participant satisfaction surveys. Results: The results of the study showed that prenatal exercise improved fitness, strength and flexibility for pregnant women as evidenced by a significant increase in pre-test scores compared to post-test. Conclusion: Increasing knowledge and skills in prenatal exercise has a positive impact on increasing endurance in pregnant women, increasing muscle flexibility and muscle elasticity, and increasing knowledge of pregnant women about physiotherapy during pregnancy.

Page 11 of 11 | Total Record : 108