cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 3 (2022)" : 31 Documents clear
DEFINE DAILY DOSE (DDD) PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PROFILAKSIS PEMBEDAHAN DI RSUD CILACAP: DEFINE DAILY DOSE OF ANTIBIOTICS USE FOR PROPHYLAXIS SURGERY AT CILACAP HOSPITAL Ana Hidayati; Susan Candradewi; Syahnindita Erhan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.305

Abstract

Proses pembedahan adalah proses pembukaan bagian tubuh yang akan ditangani dan diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Kondisi ini memungkinkan terjadinya infeksi yang dapat dicegah dengan pemberian antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai DDD penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap bedah umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Evaluasi penggunaan obat dengan DDD bertujuan untuk melihat gambaran dosis pemeliharaan rata-rata per hari suatu obat yang digunakan sebagai indikasi utama pada orang dewasa.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang akan dianalisis dengan DDD (Defined Daily Dose). Metode penelitian ini adalah retrospektif dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 162 rekam medis pasien dengan kriteria inklusi, pasien dewasa berusia 18-60 tahun yang mendapat terapi antibiotik serta data medis dan konsumsi obat lengkap pasien periode Januari–Juni 2019. Data yang diperoleh dianalisis pola penggunaan antibiotik dan dilakukan menghitung nilai DDD. DDD/100 hari tidur untuk gentamisin adalah 0,260. Ciprofloxacin adalah 0,279 untuk penggunaan parenteral, dan 0,112 untuk penggunaan oral. DDD sefalosporin generasi pertama adalah 0,391 untuk sefadroksil dan 4.092 untuk sefazolin. Sefalosporin lainnya adalah 0,012 untuk anbasin, sefotaksim 0,012, seftazidim 0,112, seftizoksim 0,056, seftriakson 25.893, sefiksim 0,335, sefoperazon 0,112, dan sefoperazon-sulbaktam 0,112. DDD/100 hari tidur untuk penisilin adalah 1.007, carbapenem 1.004, metronidazol 12.227, klindamisin 0,112, azitromisin 0,186 dan doksisiklin 0,223. Kesimpulan penelitian ini DDD/100 bed days tertinggi adalah ceftriaxone.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI PENYAKIT GASTRITIS PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN DI INDONESIA: THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE LEVEL WITH GASTRITIS SWAMEDICATION BEHAVIOR IN HEALTH AND NON-HEALTH UNDERGRADUATE STUDENTS IN INDONESIA Dinda Rahmadani Nasution; Ragil Setia Dianingati; Eva Annisaa'
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.308

Abstract

Gastritis merupakan peningkatan produksi asam lambung sehingga terjadi iritasi lambung. Salah satu upaya pengobatan yang sering dilakukan adalah dengan mengobati diri sendiri (swamedikasi). Dalam melakukan swamedikasi terhadap gastritis membutuhkan pengetahuan yang baik agar swamedikasi dilakukan dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi pada mahasiswa dengan jenis bidang pendidikan kesehatan dan non kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis potong lintang (cross sectional) dengan teknik pengambilan sampel 200 responden menggunakan teknik accidental sampling dari mahasiswa di Indonesia. Uji statistik menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis pada mahasiswa kesehatan sebagian besar tergolong tinggi (61%) dan pada mahasiswa non kesehatan tergolong sedang (55%) sedangkan tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis pada mahasiswa kesehatan sebagian cukup tergolong baik (67%) dan pada mahasiswa non kesehatan tergolong sedang (49%) serta terdapat perbedaan skor yang signifikan pengetahuan p 0.001 dan perilaku 0.046. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku swamedikasi gastritis.
EVALUASI SISTEM PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI GUDANG FARMASI RSPAU dr. S. HARDJOLUKITO YOGYAKARTA: EVALUATION OF PHARMACEUTICAL STORAGE SYSTEM IN PHARMACEUTICAL WAREHOUSE RSPAU dr. S. HARDJOLUKITO YOGYAKARTA Yoga Dwi Saputra; Dede Tri Cahyono
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.323

Abstract

Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang sekaligus revenue center utama bagi Rumah Sakit. Instalasi Farmasi khususnya gudang farmasi bertanggung jawab untuk menjaga persediaan obat-obatan agar terhindar dari kerusakan serta menjaga mutu obat-obatan yang disimpan di gudang farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tata ruang dan sistem penyimpanan sediaan farmasi di gudang farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta berdasarkan Petujuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara prospektif dengan observasi langsung dan wawancara kepada kepala gudang farmasi yang meliputi tata ruang dan sistem penyimpanan sediaan farmasi. Hasilnya dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan analisa persentase. Hasil penelitian yang didapat berdasarkan lembar ceklist untuk tata ruang mendapat hasil 94,75% dan untuk sistem penyimpanan mendapatkan hasil 100%. Hasil ceklist yang didapat dibandingkan dengan Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian Tahun 2019. Hasil ceklist diperkuat dengan hasil wawancara yang menunjukan bahwa sistem penyimpanan obat di Gudang Farmasi RSPAU dr. S. Hardjolukito telah sesuai dengan standar.
STUDI PENAMBATAN MOLEKULER SENYAWA METABOLIT SEKUNDER BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTI INFLAMASI MELALUI INHIBISI COX-2: MOLECULAR DOCKING STUDY OF SECONDARY METABOLITES OF WATERMELON (Citrullus lanatus) POTENTIALLY AS ANTI-INFLAMMATORY THROUGH COX-2 INHIBITION Muhammad Noor Rezki; Andika; Rahmawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.341

Abstract

Inflamasi merupakan bagian dari proses atau mekanisme pertahanan tubuh dan berfungsi dalam proses penyembuhan sementara itu inflamasi yang bersifat progresif cenderung akan merusak dan menimbulkan beberapa permasalahan dalam tubuh. Enzim COX-2 merupakan salah satu enzim yang berkontribusi dalam terjadinya inflamasi progresif. Ekstrak buah semangka (Citrullus lanatus) terbukti memiliki aktivitas anti-inflamasi namun masih belum ada penelitian terkait menguji selektivitasnya terhadap penghambatan COX-2. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi metabolit sekunder buah semangka yang memiliki aktivitas anti-inflamasi yang selektif menghambat COX-2 menggunakan uji penambatan molekul. Pengujian ini juga melakukan, pengujian Lipinski’s rules of five dan prediksi ADMET. Metode yang digunakan berbasis oriented docking dengan kompleks protein ligandd dibuat semi fleksible docking menggunakan software Autodock Tools. Hasil menunjukan bahwa semua 16 senyawa yang ada pada buah semangka berpotensi sebagai inhibitor COX- 2. Nilai docking (energi ikat bebas (?G)) terbaik yang berasal dari myricetin sebesar -8,62 kcal/mol, disusul oleh tricetin sebesar -8,53 kcal/mol serta quercetin -8,32 kcal/mol. Myricetin merupakan senyawa uji yang memiliki potensi besar sebagai inhibitor COX-2 selektif karena memiliki kekuatan dan kestabilan ikatan yang tinggi saat ditambatkan pada protein 6COX. Residu asam amino GLN 192, PHE 518, LEU 352, SER 530 dan MET 522 banyak berkontribusi membentuk ikatan hidrogen.
REVIEW : POTENSI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) DARI BERBAGAI AKTIVITAS FARMAKOLOGI & BENTUK SEDIAAN FARMASI: REVIEW : POTENTIAL ARABICA COFFEE (Coffea arabica L.) FROM VARIOUS PHARMACOLOGICAL ACTIVITIES & PHARMACEUTICAL PREPARATION FORMS Firman Muharam; Sriwidodo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.349

Abstract

Kopi Arabika (Coffea arabica L.) adalah tanaman yang memiliki populasi cukup banyak di Indonesia dan merupakan salah satu komoditas di dunia. Kopi arabika memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antihiperglikemik, antiselulit, hiperurisemia, antimikroba, dan antioksidan. Hal ini mengindikasikan kopi arabika (Coffea arabica L.) memiliki bahan aktif atau metabolit sekunder seperti kafein dan asam klorogenat yang memberikan aktivitas tersebut. Penggunaan kopi arabika (Coffea arabica L.) pada kalangan masyarakat terbatas pada obat herbal dan juga minuman dengan pengolahan standar sehingga saat ini banyak dikembangkan ulasan mengenai formulasi dan inovasi dari kopi arabika (Coffea arabica L.) sehingga lebih memberikan aktivitas terapi. Pada review artikel ini akan diulas secara lengkap mengenai kopi arabika (Coffea arabica L.)  dalam hal  kandungan kimia, aktivitas, dan formulasi yang telah dikembangkan pada kopi arabika (Coffea arabica L.). Kopi arabika (Coffea arabica L.) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif berdasarkan tinjauan tentang efektivitas kopi arabika (Coffea arabica L.).
REVIEW PENGGUNAAN OBAT HERBAL SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER: A REVIEW OF THE USE OF HERBAL MEDICINE FOR THE PREVENTION OF CORONARY HEART DISEASE Febio Gutama; Irma Melyani Puspitasari; Melisa Intan Barliana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.352

Abstract

Penyakit jantung koroner memiliki angka kejadian yang tinggi di Indonesia, terutama pada usia produktif. Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5% pada tahun 2018. Tingkat keparahan penyakit ini memerlukan tindakan pencegahan untuk menghindari serangan jantung. Pencegahan penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman herbal. Tanaman herbal digunakan karena memiliki efek samping yang lebih sedikit dalam pemberian jangka panjang dibandingkan dengan obat kimia. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi obat-obat herbal yang dapat digunakan untuk mencegah perkembangan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengambil data yang telah dipublikasikan dalam artikel penelitian melalui mesin pencarian dari Google Scholar dan Pubmed pada bulan April 2022. Hasil menunjukkan bahwa Curcuma longa, Punica granatum, Malus domestica, Solanum lycopersicum, Allium sativum, Eugenia polyantha, Piperbetle, dan Syzygium polyanthum berpotensi sebagai tindakan pencegahan penyait jantung koroner.
ANALISIS MEDICATION ERROR POLA PERESEPAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA KOTA SEMARANG : ANALYSIS OF MEDICATION ERROR PATTERNS OF OUTSIDE PRESCRIPTION AT MENTAL HOSPITAL IN SEMARANG CITY Meki Pranata; Ibnu Faisal; Tripeni Kurniati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.353

Abstract

Medication error merupakan kejadian yang merugikan bagi pasien akibat pemakaian obat.salah satu medication error yaitu skrining peresepan yang terdiri dari fase prescribing, fase transcribing dan fase dispensing. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kejadian medication error atau kesalahan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Semarang Provinsi Jawa Tengah pada periode Februari - Maret 2022. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analytic dengan desain cross sectional study dan medote pengambilan sampel menggunakan random sampling. Berupa resep pasien rawat jalan yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 100 resep yang ada di instalasi Farmasi Rawat jalan. Hasil penelitian ini terdapat beberapa medication error pada fase prescribing menunjukkan medication error pada resep yaitu; Tidak ada nomor SIP dokter sebanyak 100%, Tidak ada nomor telepon dokter sebanyak 100%, Tidak ada alamat dokter sebanyak 100%, Tidak ada alamat pasien sebanyak 100%, Tidak ada berat badan pasien sebanyak 100%, dan Tidak ada tinggi badan sebanyak 100%. Pada fase transcribing tidak ada terjadinya medication error. Pada fase dispensing menunjukan terjadinya medication error pada resep yaitu; salah pengambilan obat sebanyak 2%, salah menghitung jumlah obat sebanyak 1%, dan obat yang kurang sebanyak 3%. Berdasarkan hasil penelitian terjadi medication error di Rumah Sakit Jiwa Daerah Semarang. Setiap medication error dapat menyebabkan kerugian bagi pasien oleh sebab itu perlu adanya evaluasi dan perbaikan untuk mengurangi dan mencegah medication error.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS UNTUK TINDAKAN SURGICAL DEBRIDEMENT PADA LUKA BAKAR ANAK MENGGUNAKAN METODE ATC/DDD : EVALUATION OF PROPHYLAXIC ANTIBIOTICS FOR SURGICAL DEBRIDEMENT IN CHILDREN WITH BURN INJURY USING ATC/DDD METHOD Oki Nugraha Putra; Iswinarno Doso Saputro; Vaniode Dyahayu Vitari; Ardia Respati Hapsari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.357

Abstract

Pasien luka bakar berisiko tinggi terjadi infeksi. Salah satu cara untuk menurunkan risiko infeksi pada pasien luka bakar adalah surgical debridement yang bertujuan untuk menghilangkan jaringan kulit yang mengalami nekrosis. Tindakan surgical debridement memiliki risiko kontaminasi bakteri yang dapat meningkatkan infeksi luka operasi. Pemberian antibiotik profilaksis diperlukan untuk mencegah infeksi pada surgical debridement. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi kuantitas penggunaan antibiotik profilaksis untuk tindakan surgical debridement pada pasien luka bakar anak menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Define Daily Dose (ATC/DDD). Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif menggunakan rekam medis pasien luka bakar anak yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo pada tahun 2018-2020. Hasil penelitian ini didapatkan 30 pasien luka bakar anak yang memenuhi kriteria inklusi. Antibiotik profilaksis secara keseluruhan diberikan secara intravena dengan pemakaian terbanyak yaitu sefazolin (35%), seftazidim (32%), dan amikasin (8%). Hasil evaluasi menggunakan ATC/DDD didapatkan total nilai DDD/operation-days ialah 2,65 DDD/operation-days yang mengindikasikan 2,65% pasien menerima DDD antibiotik profilaksis per hari untuk tindakan surgical debridement. Antibiotik profilaksis yang masuk dalam segmen DU 90% antara lain sefazolin 0,87 DDD/operation-days, seftazidim 0,49 DDD/operation-days, seftriakson 0,43 DDD/operation-days, dan amikasin 0,41 DDD/operation-days. Selain itu, berdasarkan ketepatan pemilihan jenis antibiotik profilaksis diperoleh persentase sebesar 60%. Kesimpulan pada penelitian ini ialah ditemukan perbedaan jenis antibiotik profilaksis yang digunakan untuk tindakan surgical debridement dengan yang tercantum di pedoman serta terdapat hubungan antara luas luka bakar dengan lama perawatan di rumah sakit serta frekuensi surgical debridement. Berdasarkan ATC/DDD, RSUD Dr.Soetomo telah cukup selektif dalam memilih antibiotik profilaksis untuk tindakan surgical debridement pada pasien luka bakar anak.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN DARI CANGKANG BELLAMYA JAVANICA : ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF CHITOSAN FROM BELLAMYA JAVANICA SHELL Dewi Perwito Sari; Brahmana Rangga Prastyana; Prisma Trida Hardani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.363

Abstract

Kitosan merupakan senyawa alami, non toksik dan sudah banyak digunakan dalam industri makanan maupun farmasi. Kitosan dapat diperoleh dari hasil isolasi cangkang kreca (Bellamya javanica). Kitosan memiliki berbagai aktivitas seperti antitumor, neuroptotektif, antiinflamasi, antijamur dan antibakteri. Aktivitas antibakteri kitosan dari cangkang Bellamya javanica belum diketahui sebelumnya, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kitosan hasil isolasi ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kitosan diuji pada konsentrasi 100, 300 dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan 100, 300 dan 500 ppm memiliki aktivitas antibakteri yang semakin meningkat dengan zona hambat terbesar pada 500 ppm (E.coli 10,1±0,5 mm) dan (S.aureus 1,8±0,1 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kitosan yang diisolasi dari cangkang kreca (Bellamya javanica) memiliki aktivitas sedang terhadap bakteri Escherichia coli dan aktivitas lemah terhadap Staphylococcus aureus. Konsentrasi kitosan yang semakin tinggi akan meningkatkan kemampuan daya hambatnya terhadap bakteri.
PENGARUH CMC-NA TERHADAP STABILITAS FISIK SALEP KOMBINASI EKSTRAK IKAN GABUS DAN EKSTRAK TERIPANG EMAS: THE EFFECT OF CMC-NA ON PHYSICAL STABILITY OF COMBINATION OF SNAKEHEAD FISH AND GOLDEN SEA CUCUMBER EXTRACT OINTMENT Rizki Ardiansyah; Mohamad Andrie; Wintari Taurina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.364

Abstract

Salep yang mengandung zat aktif madu lebah Heterotrigona dan fase air ekstrak ikan gabus terbukti berguna untuk pengobatan  luka. Penambahan ekstrak teripang emas, sirih hijau, dan minyak cengkeh pada formula dapat meningkatkan efektivitas salep terhadap  proses penyembuhan luka. Namun, pada studi orientasi yang dilakukan, penambahan ekstrak teripang emas pada salep menyebabkan penurunan konsistensi yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi kestabilan sediaan salep. Penambahan CMC-Na pada sediaan salep dapat meningkatkan konsistensi sediaan dan menjaga kestabilan sediaan salep. Penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum CMC-Na pada sifat fisik dan kestabilan salep dalam waktu 28 hari suhu 40°±2°C dan kelembaban 75%±5%. Konsentrasi variasi CMC-Na yang digunakan yaitu sebesar 2% dan 3% kemudian diuji stabilitas sifat fisik salep. Evaluasi uji sifat fisik yang dilakukan meliputi pengujian daya proteksi, daya lekat, daya sebar, homogenitas, pH, dan organoleptis. Berdasarkan data yang didapatkan konsentrasi CMC-Na pada formula 2 menunjukkan stabilitas sediaan salep yang baik yaitu mampu bertahan lebih lama dari formula 1 dalam penyimpanan selama 7 hari. Sediaan salep yang memiliki sifat fisik salep yang baik yaitu pada formula 1 nilai daya lekat dan daya sebar lebih baik dari pada formula 2. Hasil rata-rata uji daya lekat, daya sebar, dan pH berturut-turut yaitu formula 1 sebesar 161,65 detik, 5,32 cm, dan 6,22 serta formula 2 sebesar 160,23 detik, 4,96 cm, dan 5,69. Hasil analisis SPSS menunjukkan seluruh formula mengalami penurunan daya lekat dan peningkatan daya sebar yang signifikan dan penurunan pH selama masa simpan.

Page 1 of 4 | Total Record : 31