cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 523 Documents
ANALISIS PROFIL MINYAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L. M. Perry) DAN PRODUK DI PASARAN : PROFILE ANALYSIS OF CLOVE LEAF OIL (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L. M. Perry) AND PRODUCTS IN THE MARKET Any Guntarti; Putri Lestari; Laela Hayu Nurani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.534

Abstract

Minyak cengkeh memiliki nilai komersial dan manfaat yang besar serta permintaan ketersediaan minyak cengkeh di pasaran sangat tinggi, namun hasil ekstraksi minyak cengkeh cukup rendah sekitar 2-3% sehingga dapat menimbulkan motif untuk mengeksplorasi pasokan minyak daun cengkeh dengan tindakan pemalsuan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis secara kualitatif profil dan kemurnian minyak daun cengkeh dan produk minyak daun cengkeh di pasaran berdasarkan persyaratan mutu dari Standar Nasional Indonesia (SNI). Jenis penelitian ini berupa penelitian non eksperimental. Minyak daun cengkeh dan minyak produk A, B dan C dilakukan uji kualitas minyak berdasarkan syarat uji SNI 06-2387-2006 yang meliputi organoleptis (warna dan bau), bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam etanol 70%. Selanjutnya dilakukan analisis KLT dengan menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak Toluen : Etil Asetat (93:7). Hasil destilasi minyak daun cengkeh sebanyak 3 Kg dengan destilasi uap air  didapatkan rendemen sebesar 0,83%. Hasil analisis profil minyak menunjukkan bahwa minyak daun cengkeh dan minyak produk A memenuhi syarat uji SNI 06-2387-2006, sedangkan pada minyak produk B dan C terdapat beberapa parameter pengujian yang tidak memenuhi syarat uji di antaranya bobot jenis, indeks bias dan kelarutan dalam etanol 70%, sedangkan pada hasil uji dengan KLT menunjukkan pola noda yang sama dengan nilai Rf sebesar 0,63.
UJI TOKSISITAS AKUT LD50 EKSTRAK BATANG BAJAKAH TAMPALA (Spatholobus littoralis Hassk.) DAN BATANG BAJAKAH KUNING (Arcangelisia flava (L.) Merr.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus): ACUTE TOXICITY TEST LD50 OF BAJAKAH TAMPALA STEMP EXTRACT (Spatholobus littoralis Hassk.) AND YELLOW BAJAKAH (Arcangelisia flava (L.) Merr.) ON WHITE MICE (Mus musculus) Lili Andriani; Rizky Yulion; Olin Santia Manora; Regita Brilian Nanda
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.537

Abstract

Batang bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) dan bajakah kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr.) merupakan suatu tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat Kalimantan secara empiris tujuan pengobatan secara tradisional. Kajian ilmiah batang bajakah tampala dan bajakah kuning telah mulai untuk diteliti lebih jauh. Namun kajian tentang keamanan penggunaannya masih belum dilakukan, sehingga perlu dilakukan uji toksisitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menentukan nilai LD50 menggunakan persamaan dalam metode Farmakope Indonesia Edisi III pada pemberian batang bajakah tampala dan bajakah kuning serta mengetahui pengaruhnya pada bobot organ paru-paru, jantung, lambung, ginjal, dan hati terhadap variasi dosis dan jenis kelamin. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan mencit putih (Mus musculus) jantan dan betina sebanyak 50 ekor dan terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi suspensi Na CMC 1% dan kelompok perlakuan diberi ekstrak batang bajakah tampala dan bajakah kuning dengan dosis 625 mg/kgBB, 1.250 mg/kgBB, 2.500 mg/kgBB, dan 5.000 mg/kgBB dengan sekali pemberian secara oral kemudian diamati setelah 24 jam dengan melihat jumlah kematian dan menghitung nilai rasio bobot organ. Hasil peneltian menunjukkan tidak ada kematian hewan uji sehingga dinyatakan dengan LD50 semu dan termasuk kategori praktis tidak toksik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan antara jenis kelamin dengan bobot organ pada paru-paru, lambung, dan hati serta tidak ada perbedaan antara variasi dosis dengan bobot organ pada paru-paru, jantung, lambung, ginjal, dan hati sehingga batang bajakah tampala aman digunakan. Kata kunci : Bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk.), bajakah kuning (Arcangelisia flava (L.) Merr.), toksisitas akut, LD50 semu
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMBINASI JAHE DAN BUAH TIN TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 : THE EFFECTIVENESS OF GIVING A GINGER AND TIN FRUIT COMBINATION ON EMESIS GRAVIDARUM IN THE 1ST TRIMESTER OF PREGNANT WOMEN Naniek Widyaningrum; Dewi Alfisyah Ramadhanty; Masita Oktasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.545

Abstract

Emesis Gravidarum ialah perubahan fisiologis yang sering Ibu hamil rasakan sekitar 60-70%. Emesis Gravidarum ini harus di tangani dengan baik sehingga tidak semakin parah sampai muncul Hiperemesis Gravidarum. Emesis Gravidarum dapat ditangani dengan farmakologi dan non farmakologi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan jahe terbukti dapat menurunkan intensitas Emesis Gravidarum pada Ibu hamil penggunaan dosis dibawah 1000 gram/ hari. Selain jahe ada juga buah tin yang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk perkembangan Ibu hamil dan buah tin juga mengandung flavonoid yang bisa membuat berkurangnya rasa mual sehingga frekuensi Emesis Gravidarum bisa menurun serta akan hilang. Jahe dan buah tin ini disebutkan didalam Al-Qur an memiliki sejuta manfaat yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk melihat ada ataupun tidak pengaruh kombinasi jahe dan buah tin terhadap frekuensi Emesis Gravidarum pada Ibu hamil. Studi yang dilakukan ialah Kuasi eksperimen menggunakan pretest and postest with control group design. Pengukuran pretest serta postest dengan pemberian jahe dan buah tin selama 3 hari dengan menggunakan kuisioner data demografi dan 24-hour Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) Scale dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil studi yang didapatkan terdapat pengaruh pengurangan intensitas terhadap Emesis Gravidarum pada ibu hamil bernilai sig. p (0.000 < 0.05) dan berdasarkan perbedaan mean, kelompok tertinggi terdapat pada kelompok kombinasi jahe dan buah tin yaitu 7.30 untuk mean perubahan mual dan 5.50 untuk mean perubahan muntah. Kata Kunci : Kehamilan, Emesis Gravidarum, Kombinasi Buah Tin dan Jahe
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN EKSTRAK KUNYIT(Curcuma longa L.) DENGAN METODE DPPH: ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST COMBINATION OF RED DRAGON FRUIT RIND EXTRACT (Hylocereus polyrhizus) AND TURMERIC EXTRACT (Curcuma longa L.) WITH DPPH METHOD Muhammad Yani Zamzam; Yuniarti Fayla; Yossi Onirika Anggraeni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.546

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) dibanding dengan bentuk tunggalnya dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhdrazyl). Kulit buah naga merah dan kunyit dilakukan maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya dilakukan uji pemeriksaan mutu dan skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol kulit buah naga merah dan ekstrak etanol kunyit. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhdrazyl). Kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan ekstrak kunyit dibuat dengan perbandingan 1:2 dan 2:1. Pengukuran aktivitas antioksidan ditentukan dengan % inhibisi dan nilai IC50 (inhibition concentration). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) IC50  42,31 ppm, ekstrak kunyit (Curcuma longa L.)  56,88 ppm. Kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan kunyit  menunjukkan hasil IC50 sebesar 113,66 ppm untuk perbandingan (1:2) dan 87,23 ppm untuk perbandingan (2:1). Kesimpulan penelitian bahwa sediaan tunggal lebih kuat efek antioksidannya dibandingkan dengan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan ekstrak kunyit.
ANTI-HIPERGLIKEMIK TEH CELUP HERBAL KOMBINASI Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana MELALUI MEKANISME ANTIOKSIDAN PADA MENCIT GANGGUAN METABOLIK YANG DIINDUKSI ALOXAN: ANTI-HYPERGLYCEMIC HERBAL TEA COMBINATION OF Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana THROUGH ANTIOXIDANT MECHANISM IN ALLOXAN-INDUCED METABOLIC DISORDERS MICE Ni Made Dwi Sandhiutami; Yuslia Noviani; Milla Fitri Amalia; Rafif Fadhlurrahman Ahmad
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.551

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x ananassa), teh (Camellia sinensis), dan stevia (Stevia rebaudiana) mengandung flavonoid, epigallocatechin gallate, steviosida, dan rebaudiosida yang memiliki aktivitas tinggi sebagai antioksidan dan secara empiris digunakan sebagai pengobatan alternatif Diabetes Millitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan anti-hiperglikemik dari teh herbal celup kombinasi daun stroberi, teh dan stevia melalui mekanisme antioksidan. Uji aktivitas anti-hiperglikemik dilakukan dengan metode induksi aloksan (300 mg/kgBB) pada hewan coba mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif (glibenklamid), dan 3 kelompok dosis teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh dan stevia (15,6; 31,2; 62,4 mg/20 gBB). Pengukuran kadar malondialdehid dilakukan dengan metode TBARs (Wills)  dan SOD dengan metode Adrenochrome Assay Kadar glukosa darah mencit diamati pada hari ke-0, 4, 11 dan 18 dengan metode enzimatik glucose oxidase strip glucometer. Histopatologi pankreas dilakukan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentasi penurunan kadar glukosa darah teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, stevia kelompok dosis uji 15,6 mg/20gBB; 31,2 mg/20gBB; 62,4 mg/20gBB secara berturut-turut yaitu 9,74%; 13,79%; 20,76%. Dosis 62,4 mg/20gBB memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan anti-hiperglikemik yang lebih baik daripada dosis lain dan pada gambaran histopatologi menunjukkan bahwa teh celup herbal kombinasi tiga daun tersebut dapat memperbaiki Pulau Langerhans mencit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, dan stevia dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki gambaran histopatologi Pulau Langerhans pada pankreas mencit.
PENETAPAN KADAR ANTOSIANIN TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR, METANOL, ETANOL 70% TAPE KETAN HITAM : DETERMINATION OF ANTHOCYANIN AND ANTIOXIDANT ACTIVITIES OF WATER, METHANOL, ETHANOL 70% EXTRACT BLACK GLUTINOUS RICE Elvi Trinovani; Mimin Kusmiyati; Yayat Sudaryat; Muhamad Iqbal Rhamadianto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.553

Abstract

Tape ketan hitam merupakan bahan pangan berkhasiat yang mengandung senyawa antosianin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar total antosianin dan aktivitas antioksidan tape ketan hitam dari ekstrak air, metanol dan etanol 70%. Kandungan total antosianin ditentukan menggunakan metode pH differensial pada pH 1,0 dan pH 4,5 dengan hasil rata-rata kadar antosianin total dari ekstrak tape ketan hitam dengan pelarut aquadest sebesar 3,6598 mg/100g, pelarut metanol p.a sebesar 4,1191 mg/100g, dan pelarut etanol 70% sebesar 8,4190 mg/100g. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan standar yang digunakannya adalah kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak air, metanol p.a, dan etanol 70% secara berturut-turut adalah 119,6697 ppm; 94,6237 ppm; dan 88,4847 ppm. Hasil ini menunjukkan ekstrak tape ketan hitam dengan pelarut etanol 70% menunjukkan kadar total antosianin dan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut metanol p.a dan air.
REVIEW: MEDICAL CONSUMABLE LOGISTIC MANAGEMENT PROCESS IN HOSPITALS Rachel Karimah; Chriswardani Suryawati; Septo Pawelas Arso
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.554

Abstract

Medical consumable supply management is done in a continuous cycle, or a logistics cycle, in accordance with the goals of logistics management. The planning, budgeting, purchasing, storing, distributing, withdrawing, destroying, and controlling of the requirements come first. Logistics management strongly emphasize inventory and material movement from the point of origin to consumption to satisfy the demands of consumers and users. In other words, the logistics system aims to provide the most excellent service while minimizing costs. Inventory is a vital component of every organization such as hospital. This study aims to understand the management procedure in the hospital installation's logistics unit. The study used a narrative review methodology. The publications compiled for this study were found using the keywords "Logistics Management," "Hospital Logistics Management," "Medical Consumables," and "Logistics Management" in Scopus, Science Direct, ProQuest, SpringerLink, Google Scholar, and Emerald Insight. Consumable healthcare supplies the amount of the materials used was 11 articles. The findings demonstrate the significance of each element to the operation of logistics management. The study's findings indicate that the logistics management process for managing medical consumables has an impact and can serve as a model for the distribution management system for managing medical supplies based on supply chain management evaluations.
FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK ETANOLIK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) PEABERRY SANGRAI : FORMULATION AND EVALUATION OF GEL PEEL OFF MASK FROM ETHANOLIC EXTRACT ROASTED PEABERRY ROBUSTA COFFEE (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) Septi Wulandari; Achmad Wahyudi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.556

Abstract

Pagar Alam merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Sumatera. Produk kopi robusta di Pagar Alam hanya sebatas untuk minuman. Inovasi sediaan lain belum ada padahal kopi sangat berpotensi dikembangkan sebagai bahan kosmetik. Biji kopi robusta peaberry sangrai mengandung antioksidan tinggi untuk mengatasi permasalahan kulit wajah kusam dengan aroma yang membuat rileks. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui formulasi optimal sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol biji kopi robusta sangrai. Formula terdiri dari formula 1 dengan tanpa ekstrak, formula 2 dengan ekstrak 2,5%, formula dengan  3 ekstrak 5%. valuasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, viskositas, uji waktu mengering, dan uji hedonik. Pengujian F1 dan F2 secara organoleptis memberikan hasil tekstur halus, warna kecoklatan, bau khas kopi tanpa parfum tambahan dan tahan lama pada F2.  Uji homogenitas  menunjukkan F1 dan F2 homogen. Uji pH rata-rata  F1 4,9 dan F2 6,2. Uji daya sebar yaitu F1 5,8 cm dan F2 5m, uji viskositas F1 2884 cPs dan F2 2896 cPs. Uji waktu mengering F1 20 menit, F2 23 menit dan pada uji hedonik menunjukan F2 paling disukai  aromanya. Dari hasil penelitian sediaan masker gel peel-off ekstrakketanol biji kopi robusta sangrai, dapat disimpulkan bahwa formula F2 merupakan formula1sediaan masker gel peel-off  terbaik. Kata Kunci:  kopi peaberry, sangrai, masker peel off
PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA DAN ANTIOKSIDAN : EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DARI RIMPANG BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,): COMPARISON OF SUNSCREEN AND ANTIOXIDANT ACTIVITIES: 70% AND 96% ETHANOL EXTRACT FROM BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,) RHIZOME Nur Aji; Shirly Kumala; Esti Mumpuni; Deni Rahmat
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.557

Abstract

Rimpang Zingiber montanum memiliki potensi sebagai antioksidan dan tabir surya. Pelarut etanol merupakan pelarut yang diijinkan dalam pembuatan ekstrak untuk bahan obat tradisional. Etanol 70% dan 96% lazim digunakan dalam proses ekstraksi namun belum diketahui bagaimana pengaruh kedua konsentrasi etanol terhadap kandungan senyawa aktif dan aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan karakteristik,  aktivitas antioksidan, dan tabir surya dari ekstrak Z. montanum yang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Penelitian ini menggunakan metode komparatif kuantitatif. Penelitian dibagi dalam tiga tahap, yaitu :  uji parameter ekstrak, aktivitas antioksidan, dan tabir surya. Data aktivitas antioksidan dan tabir surya antara ekstrak Z. montanum dengan pelarut etanol 70 dan 96% dilakukan uji banding dengan t-tes. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak, kadar fenol total, dan kadar kurkuminoid total dari ekstrak etanol 96% memiliki nilai yang lebih tinggi. Aktivitas antioksidan walaupun memiliki aktivitas sangat kuat, kedua ekstrak berbeda signifikan (t hitung > t tabel)  antara ekstrak etanol 70%  memiliki nilai konsentrasi hambatan 50% (IC50) 11,25 µg/mL, sedangkan ekstrak etanol 96%  sebesar 11,67 µg/mL. Aktivitas tabir surya kedua ekstrak tidak berbeda secara signifikan (t hitung < t tabel)  dengan nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 100 µg/mL dengan kategori daya proteksi tinggi. Semua parameter ekstrak menunjukkan ekstrak etanol 96% memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 70%. Aktivitas antioksidan kedua ekstrak memiliki nilai yang berbeda signifikan, walaupun keduanya memiliki aktivitas sangat kuat. Sedangkan aktivitas tabir surya keduanya tidak berbeda signifikan. Kata kunci : Zingiber montanum, Antioksidan, Tabir Surya, Etanol 70%, Etanol 96%
ASSESSMENT OF PHARMACOVIGILANCE SYSTEM IN INDONESIA ACCORDING TO WHO PHARMACOVIGILANCE INDICATORS: CHALLENGES AND POSSIBLE SOLUTIONS Maulidwina Bethasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.559

Abstract

Due to the potential of Indonesia as a market and a huge number of emerging new products, a comprehensive pharmacovigilance evaluation is critical in overcoming challenges and assure product safety. This article evaluates the current pharmacovigilance establishment in Indonesia in accordance with indicators stated in the manual published by WHO to identify actual challenges and solution. Evidence of compliance with each indicator was based on data published by the Indonesian national agency of drug and food control that can be accessed on the official website. Furthermore, the collected data were  categorized and summarized in tables. From the table, evidence of compliance for indicators CST6, CP6-7, and CO3-8 cannot be found on any official website. These indicators are related to a system for reporting therapeutic ineffectiveness and suspected medication errors, the cost and the number of medicine-related hospital admissions and medicine-related deaths, and low human resources and report numbers. Major cause of the issues, which is  reflected in the low number of annualy taken actions,  is the low number of reports of Adverse Drug Reactions (ADR) which are highly dependent on the Healthcare Professionals’ (HCPs) and industries’ pharmacovigilance competency and system. Improving HCP’s competency and procurement of resources necessary to arrange the required system are considered as effective solutions for attaining a comprehensive pharmacovigilance system. Keywords: Assessment, national agency of drug and food control, pharmacovigilance, WHO Indicators