cover
Contact Name
Hengki Hendra Pradana
Contact Email
hengkihendra007@gmail.com
Phone
+6281585567780
Journal Mail Official
psi@unublitar.ac.id
Editorial Address
Jl. Masjid No. 22 Kota Blitar
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Psycho Aksara Jurnal Penelitian Psikologi
ISSN : -     EISSN : 29882850     DOI : https://doi.org/10.28926/pyschoaksara
Jurnal Psycho Aksara Jurnal Psikologi menerima naskah penelitian terkait pengembangan dalam bidang ilmu Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri dan organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Agama, Psikologi Perkembangan dan Psikologi Konseling, Jurnal Psycho Aksara terbit satu tahun dua kali yaitu bulan Januari dan Juli. Diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Agama Islam bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia.
Articles 170 Documents
Kesulitan Perempuan Gen Z yang Mengalami Fatherless dalam Memilih Pasangan Hidup Vera Hasna Salma Syarifah; Satiningsih Satiningsih
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menggali secara mendalam kesulitan yang dialami oleh perempuan Gen Z yang mengalami fatherless secara emosional dalam memilih pasangan hidup. Fatherless dalam konteks ini merujuk pada kondisi di mana ayah secara fisik hadir serumah, namun tidak terlibat secara emosional dan tidak menjalankan peran pengasuhan yang mendalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan lima partisipan perempuan usia 21–25 tahun yang sudah menikah dan berdomisili di Kecamatan X, Kabupaten Y. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (in depth interview). teknik analisis data menggunakan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman fatherless memengaruhi kepercayaan diri, membentuk rasa ragu dalam menjalin hubungan, serta menciptakan standar dan ekspektasi khusus terhadap pasangan hidup. Partisipan mengaku mencari pasangan yang mampu memberi perhatian, dukungan emosional, dan komunikasi terbuka hal-hal yang tidak mereka dapatkan dari figur ayah. Selain itu, tekanan sosial dan budaya untuk menikah muda turut menjadi faktor eksternal yang mempercepat pengambilan keputusan, meski dalam kondisi emosional yang belum stabil. Dalam hubungan pernikahan yang dijalani saat ini, luka emosional dari masa lalu masih memengaruhi pola interaksi dengan pasangan. Namun, partisipan juga menunjukkan refleksi dan kesadaran untuk membangun relasi yang lebih sehat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman peran ayah terhadap perkembangan psikologis perempuan serta pengambilan keputusan dalam membangun relasi jangka panjang
Pengelolaan Negative Thinking Melalui Teknik Coping Thought Pada Ibu Rumah Tangga yang Tidak Bekerja Di Desa Darungan Kabupaten Blitar Alaiya Choiril Mufidah; Nur Ida Fitria; Wiwik Suatin
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.2139

Abstract

Keharmonisan sebuah rumah tangga salah satunya ditentukan oleh peran ibu dalam sebuah keluarga, ketika ibu mampu berperan maksimal dalam keluarga maka akan menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman bagi anggota keluarga lainnya, namun belakangan ini, munculnya banyak pemberitaan kasus mengenai ibu rumah tangga yang stres dan depresi akibat kurangnya edukasi pengelolaan diri, sehingga memunculkan sikap ekstrim mulai dari perundungan pada anak bahkan hingga tega melakukan pembunuhan pada buah hatinya sendiri, semua itu dilakukan atas motif-motif yang irasional. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja yang sering memiliki pikiran negative terhadap hidupnya. Karakteristik penelitian ini antara lain: (1) subjek penelitian hanya satu kelompok; (2) subjek penelitian diberikan pre-test sebelum perlakuan dan post-test setelah perlakuan. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan teknik coping thoght ini efektif untuk menanggulangi negative thinking pada ibu rumah tangga yang tidak bekerja sehingga mampu menumbuhkan keluarga yang harmonis dan meningkatkan kesehatan mental.
Persepsi Karyawan Terhadap Kesejahteraan Psikologi (Psychological Well-Being) di Lingkungan Kerja Putri Namia; Sri Nurhayati Selian
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2559

Abstract

Kesejahteraan psikologis di tempat kerja semakin menjadi perhatian utama seiring dengan kesadaran organisasi akan perannya yang vital dalam meningkatkan produktivitas karyawan, kepuasan kerja, dan kinerja organisasi secara keseluruhan. Karyawan yang memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi cenderung menunjukkan tingkat keterlibatan, ketahanan, dan komitmen yang lebih tinggi, sedangkan subjek yang mengalami stres, kurang dukungan, atau beban kerja berlebihan seringkali mengalami penurunan motivasi dan kelelahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi karyawan tentang kesejahteraan psikologis di tempat kerja menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan karyawan Klise Caffe di Banda Aceh sebanyak 3 orang. Subjek telah bekerja selama satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memandang kesejahteraan psikologis berasal dari lingkungan kerja yang nyaman, mendapatkan dukungan dari atasan dan teman kerja, semua tim bertangung jawab dalam melaksanakan tugasnya dan saling menjaga suasana di tempat kerja agar mood tim dalam bekerja baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan psikologis karyawan terbentuk melalui lingkungan kerja yang nyaman, adanya dukungan sosial dari atasan maupun rekan kerja, serta tanggung jawab dan kerja sama tim yang baik. Suasana kerja yang harmonis dan saling mendukung berperan penting dalam menjaga mood positif karyawan, sehingga mampu meningkatkan motivasi dan kinerja di tempat kerja.
Proses Transisi Dari Fear Of Missing Out (FOMO) Menuju Joy Of Missing Out (JOMO) Melalui Penerapan Digital Detox Pada Mahasiswa UIN Walisongo Maulana Azis Bahrudin; Abdullah Azzam Al Afghani
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2560

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika psikologis mahasiswa dalam menghadapi kecanduan media sosial melalui lensa transisi dari Fear of Missing Out (FOMO) menuju Joy of Missing Out (JOMO). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan dari enam mahasiswa UIN Walisongo yang menjalani praktik digital detox. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa FOMO di kalangan mahasiswa bermanifestasi sebagai gangguan kecemasan yang berinteraksi dengan konflik nilai spiritual. Proses transisi melalui digital detox ditemukan berlangsung fluktuatif, diawali dengan fase resistensi (withdrawal) yang kemudian dapat diatasi melalui strategi koping religius dan dukungan lingkungan. JOMO bukanlah penolakan terhadap teknologi, melainkan sebuah kompetensi regulasi diri untuk mendapatkan kembali otonomi atensi, meningkatkan kualitas hubungan interpersonal yang autentik, dan mencapai kesejahteraan psikospiritual. Temuan ini menyarankan perlunya integrasi literasi digital dengan pendekatan nilai-nilai spiritual dalam menangani kesehatan mental mahasiswa di era digital.
Pengaruh Grit terhadap Fear of Failure pada Fresh Graduate di Universitas Negeri Padang yang Mencari Kerja Amanda Septriana; Silvi Juwita
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2561

Abstract

Masa transisi dari perguruan tinggi ke dunia kerja pada fresh graduate dihadapkan dengan tuntutan psikologis yaitu sulit bersaing dengan pencari kerja, sedikit lapangan pekerjaan, kurang memiliki mental yang kuat. Tingginya angka pengangguran, pengaruh AI menyebabkan persaingan dalam mencari pekerjaan. Adanya tuntutan tersebut menimbulkan fear of failure. Salah satu cara yang bisa mengurangi fear of failure yaitu grit. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh grit terhadap fear of failure pada fresh graduate di Universitas Negeri Padang yang mencari kerja. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel pada penelitian ini fresh graduate Universitas Negeri Padang yang mencai kerja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan memakai quota sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala likert yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data yang digunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa grit berpengaruh dengan terhadap fear of failure dengan nilai R square sebesar 10,3 dan p < 0.05 dengan arah hubungan positif. Artinya semakin tinggi grit maka semakin tinggi fear of failure.
Pengembangan Platform Konseling Mahasiswa Berbasis Sistem Informasi sebagai Inovasi Layanan Psikologis Kampus Shofwatun Amaliyah; Puspita Puji Rahayu; Dody Indra Sumantiawan
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2569

Abstract

Peningkatan tuntutan akademik dan kompleksitas kehidupan mahasiswa berdampak pada meningkatnya masalah psikologis, khususnya stres akademik, kecemasan, dan kesulitan penyesuaian diri, menuntut perguruan tinggi untuk menyediakan layanan konseling yang adaptif dan mudah diakses. Namun, akses terhadap layanan konseling di perguruan tinggi masih terbatas oleh faktor waktu, stigma, dan ketersediaan tenaga profesional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi platform konseling mahasiswa berbasis sistem informasi sebagai inovasi layanan psikologis kampus. Penelitian menggunakan metode mixed-method evaluatif dengan desain explanatory sequential, yang diawali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif, kemudian diperdalam melalui data kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa yang menggunakan platform konseling serta 2 psikolog dan 1 konselor kampus. Pada tahap kuantitatif dilakukan pengukuran tingkat kegunaan, kepuasan, dan persepsi kebermanfaatan layanan pengguna platform. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman, kelebihan, dan tantangan implementasi platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform konseling memiliki tingkat penerimaan yang tinggi, dinilai mudah digunakan, serta efektif dalam meningkatkan akses layanan psikologis mahasiswa. Temuan kualitatif menguatkan hasil tersebut dengan menyoroti kemudahan akses, fleksibilitas layanan, serta potensi platform dalam memperluas jangkauan konseling, meskipun masih terdapat tantangan terkait penyempurnaan platform layanan, kesiapan pengguna dan etika layanan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform konseling berbasis sistem informasi layak digunakan sebagai inovasi layanan psikologis kampus dengan rekomendasi penguatan regulasi, literasi digital, dan integrasi layanan luring.
Psikoedukasi Resiliensi sebagai Upaya Penguatan Psikologis Guru SLB: Studi Kualitatif Hanun Qothrunnada Mudiantoro; Devi Puspitasari
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam mengikuti psikoedukasi resiliensi serta perubahan pemahaman mereka setelah pelatihan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal yang melibatkan tujuh guru SLB di Kabupaten Sidoarjo sebagai satu unit analisis. Intervensi dilaksanakan melalui satu sesi psikoedukasi berdurasi 90 menit yang memuat penyampaian materi, diskusi kelompok, latihan penerapan, dan refleksi pengalaman. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan proses, dan pre–post test yang dianalisis secara deskriptif menggunakan model evaluasi pelatihan Kirkpatrick Level 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori pemahaman “Sedang” sebelum intervensi, kemudian mengalami peningkatan skor setelah mengikuti pelatihan. Beberapa peserta berpindah ke kategori “Tinggi”, sementara peserta lainnya menunjukkan peningkatan skor meskipun tetap dalam kategori awal. Selain itu, proses intervensi menciptakan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan kesadaran reflektif mengenai strategi resiliensi yang lebih adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi resiliensi memberikan penguatan awal terhadap pemahaman peserta, meskipun diperlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan penerapan keterampilan secara konsisten dalam praktik kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya program penguatan psikologis bagi guru SLB sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan kerja. Kata Kunci : resiliensi, psikoedukasi, guru SLB, studi kasus, kesejahteraan psikologis.
Narrative Therapy dalam Menurunkan Kedukaan pada Dewasa Awal Pasca Kematian Kakak Kandung Muhammad Yusuf Al'anshar Tanjung; Devi Puspitasari
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i1.2578

Abstract

Kehilangan anggota keluarga akibat kematian dapat menimbulkan kedukaan mendalam, terutama pada individu dewasa awal yang sedang berada dalam fase transisi perkembangan menuju kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas narrative therapy dalam menurunkan tingkat kedukaan pada individu dewasa awal yang mengalami kehilangan kakak kandung. Penelitian menggunakan pendekatan single subject research (SSR) dengan desain eksperimen kasus tunggal. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 22 tahun yang mengalami kedukaan berkepanjangan pasca kematian kakak kandung. Intervensi narrative therapy dilaksanakan secara individual dalam lima sesi yang meliputi tahapan eksternalisasi masalah, eksplorasi cerita, re-authoring, re-membering conversation, dan follow up. Pengukuran tingkat kedukaan dilakukan menggunakan Inventory of Complicated Grief (ICG) pada tahap pra-intervensi, pasca-intervensi, dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor ICG secara signifikan dari kategori bermasalah menjadi tidak bermasalah. Secara kualitatif, subjek menunjukkan perubahan positif dalam memaknai kehilangan, mampu memisahkan identitas diri dari masalah kedukaan, mengenali kekuatan diri, serta membangun narasi hidup yang lebih adaptif dan bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa narrative therapy efektif dalam membantu individu dewasa awal memproses kedukaan secara adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyoroti intervensi kedukaan pada konteks kehilangan saudara kandung, meskipun keterbatasan jumlah subjek menuntut penelitian lanjutan dengan desain dan sampel yang lebih luas.
Perbedaan Depresi, Kecemasan, dan Stres Mahasiswa Profesi Psikolog Umum yang Menjalankan Puasa Arafah Ikhlas Hariadi; Evi Afifah Hurriyati
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2656

Abstract

Masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan stres merupakan tantangan umum yang dihadapi mahasiswa, termasuk mahasiswa profesi psikologi. Salah satu pendekatan yang berpotensi mendukung pemulihan kondisi tersebut adalah coping religius, seperti praktik puasa Arafah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat depresi, kecemasan, dan stres antara mahasiswa yang menjalankan puasa Arafah dan yang tidak. Metode yang digunakan adalah desain campuran (mixed method) dengan pendekatan eksplanatori sekuensial. Data kuantitatif dikumpulkan terlebih dahulu melalui desain kuantitatif-komparatif, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif-fenomenologis melalui wawancara mendalam. Observasi dan studi dokumen. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara kedua kelompok dalam ketiga variabel, didukung oleh efektivitas sedang hingga sangat besar berdasarkan nilai Cohen’s d. Data kualitatif mendukung hasil ini, di mana partisipan yang menjalankan puasa Arafah menunjukkan kondisi psikologis yang lebih stabil, memiliki makna hidup yang kuat, serta mampu mengelola tekanan secara lebih adaptif. Sebaliknya, partisipan yang tidak berpuasa menunjukkan tingkat gangguan psikologis yang lebih berat. Temuan ini mengindikasikan bahwa puasa Arafah dapat berfungsi sebagai faktor protektif yang melibatkan aspek spiritual dan psikologis, seperti peningkatan kesadaran diri dan keterhubungan religius. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan intervensi psikologis berbasis keagamaan, terutama bagi kelompok mahasiswa yang rentan terhadap tekanan akademik dan emosional.
Pengaruh Family Support Terhadap Self Efficacy pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus di SLBN Kota Gorontalo Isna Oktaviana Rauf; Asni Ilham; Sitty Khairun Nisa Tahir Rauf; Siti Nurjannah Gani; Imran Nihali
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2670

Abstract

Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus menghadapi tuntutan pengasuhan yang lebih besar dibandingkan orang tua pada umumnya, sehingga memerlukan dukungan yang memadai untuk menjaga kondisi psikologis mereka. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji pengaruh family support terhadap self-efficacy orang tua anak berkebutuhan khusus masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara family support dan self-efficacy pada orang tua anak berkebutuhan khusus di SLBN Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi. Subjek penelitian adalah orang tua anak berkebutuhan khusus yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui skala family support dan self-efficacy yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara family support dan self-efficacy. Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula keyakinan orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan.