cover
Contact Name
Hengki Hendra Pradana
Contact Email
hengkihendra007@gmail.com
Phone
+6281585567780
Journal Mail Official
psi@unublitar.ac.id
Editorial Address
Jl. Masjid No. 22 Kota Blitar
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Psycho Aksara Jurnal Penelitian Psikologi
ISSN : -     EISSN : 29882850     DOI : https://doi.org/10.28926/pyschoaksara
Jurnal Psycho Aksara Jurnal Psikologi menerima naskah penelitian terkait pengembangan dalam bidang ilmu Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri dan organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Agama, Psikologi Perkembangan dan Psikologi Konseling, Jurnal Psycho Aksara terbit satu tahun dua kali yaitu bulan Januari dan Juli. Diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Agama Islam bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia.
Articles 170 Documents
Pengembangan Kekuatan Karakter melalui Program Strenghts Builder berbasis VIA-IS: Studi Kasus pada Mahasiswa: Indonesia Muhammad Haidarsyah Kasyfillah; Muhammad Anis Bachtiar; Nida Rivdah Aulia; Feti Astuti; Deassy Marlia Destiani
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pengembangan kekuatan karakter melalui program kekuatan karakter berbasis Values in Action Inventory of Strengths (VIA-IS) yang dilaksanakan selama empat minggu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan lima mahasiswa sebagai partisipan. Data penelitian dikumpulkan melalui hasil tes VIA-IS, observasi, jurnal reflektif, serta dokumentasi aktivitas selama program berlangsung. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis tematik guna mengidentifikasi pola dan tema utama terkait implementasi kekuatan karakter dalam berbagai situasi kehidupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter dominan yang paling sering muncul meliputi keadilan, ketekunan, kepemimpinan, harapan, kerjasama tim, kebaikan, dan rasa ingin tahu. Pengembangan karakter tersebut memberikan kontribusi positif terhadap kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, ketekunan dalam bidang akademik, optimisme, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan. Proses refleksi dan observasi membantu partisipan memahami pentingnya pengembangan karakter sebagai bagian dari peningkatan kualitas diri dan pembentukan hubungan interpersonal yang lebih baik. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa program kekuatan karakter berbasis VIA-IS berpotensi menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung penguatan karakter positif, khususnya pada mahasiswa dan lingkungan sosial di sekitarnya.
Self-Adjustment Self-Adjustment Mahasiswa dalam Menghadapi Transisi dari Dunia Perkuliahan ke Dunia Kerja melalui Program Magang di PT. Prima Tunggal Mandiri: Studi Fenomenologi Maulana Azis Bahrudin
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman self-adjustment mahasiswa dalam menghadapi transisi dari dunia perkuliahan menuju dunia kerja melalui program magang di PT. Prima Tunggal Mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa selama proses adaptasi di lingkungan kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tujuh partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyesuaian diri berlangsung secara bertahap dan melibatkan aspek psikologis serta sosial. Analisis data menghasilkan lima tema utama, yaitu pemahaman peran dan pengalaman kerja nyata, lingkungan kerja suportif sebagai faktor adaptasi, penyesuaian terhadap disiplin dan budaya kerja, kerja sama dan sikap saling membantu, serta penerimaan sosial dan peningkatan kepercayaan diri. Pengalaman magang membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan profesional, komunikasi interpersonal, kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa percaya diri dalam menghadapi tuntutan kerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa self-adjustment tidak hanya berkaitan dengan kesiapan kerja secara teknis, tetapi juga pembentukan identitas profesional melalui pengalaman diterima, dipercaya, dan dilibatkan dalam lingkungan kerja.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur pada Pengguna Aplikasi Tiktok Rizky Maulina; Defi Astriani; Devia Purwaningrum; Zainal Rosyadi
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada remaja pengguna aplikasi TikTok. Penggunaan aplikasi TikTok secara intensif diduga memicu kondisi psikologis dan fisik yang memengaruhi kesehatan tidur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 100 remaja berusia 15 hingga 17 tahun di Kota Blitar yang memenuhi kriteria penggunaan TikTok selama 95 menit atau lebih per hari, serta durasi tidur kurang dari 6 horas. Data dikumpulkan menggunakan skala Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik dengan kekuatan sedang antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p = 0,000; r = 0,392). Semakin tinggi kecemasan, maka semakin buruk kualitas tidur partisipan. Hasil tersebut juga mengindikasikan bahwa seluruh partisipan (100%) mengalami kualitas tidur yang buruk, sementara mayoritas tingkat kecemasan mereka berada dalam kategori ringan (68%). Selain itu, ditemukan bahwa remaja perempuan mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan bahwa kecemasan merupakan faktor penting dalam penurunan kualitas tidur pada remaja yang aktif di aplikasi TikTok
Peran Dukungan Sosial dan Religiusitas terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Karang Taruna Muhammad Alfan Fadhli; Maharani Tyas Budi Hapsari
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2744

Abstract

Remaja yang terlibat dalam organisasi sosial berada pada persimpangan antara tuntutan sosial yang semakin kompleks dan kebutuhan akan kesejahteraan psikologis yang optimal. Keterlibatan dalam organisasi sosial menuntut kemampuan adaptasi, relasi interpersonal yang sehat, serta pengelolaan tekanan psikologis secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh dukungan sosial dan religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis remaja yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi melalui analisis regresi berganda. Partisipan penelitian berjumlah 130 remaja berusia 15–24 tahun yang dipilih menggunakan teknik criterion sampling, dengan kriteria remaja berusia 15-24 tahun, aktif dalam kegiatan Karang Taruna dan beragama Islam. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala kesejahteraan psikologis, dukungan sosial, dan religiusitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial dan religiusitas berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis remaja (p < 0,05), baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,894 menunjukkan bahwa dukungan sosial dan religiusitas secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 89,4% terhadap kesejahteraan psikologis. Analisis regresi menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan religiusitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesejahteraan psikologis remaja terbentuk melalui interaksi antara faktor eksternal berupa relasi sosial yang suportif dan faktor internal berupa religiusitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan dukungan sosial serta internalisasi nilai-nilai religius perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja berbasis komunitas.
Efektivitas Konseling Supportif dalam Membantu Transisi Siklus Kehidupan Dewasa Awal Lela Vitaloka; Nindia Pratitis
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2749

Abstract

Kesulitan dalam menghadapi transisi kehidupan pada masa dewasa awal dapat menimbulkan berbagai permasalahan psikologis, seperti kecemasan, keraguan dalam mengambil keputusan, dan kebingungan dalam menentukan arah hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas konseling suportif dalam membantu mengatasi kesulitan transisi kehidupan pada dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan single subject research (SSR) dengan desain eksperimen kasus tunggal. Subjek penelitian adalah seorang laki-laki berusia 32 tahun yang mengalami kesulitan menghadapi transisi kehidupan yang ditandai dengan rendahnya kepercayaan diri, ketergantungan dalam pengambilan keputusan, kecemasan terhadap masa depan, dan kebingungan menentukan tujuan hidup. Intervensi konseling suportif dilaksanakan secara individual dalam enam sesi. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) pada tahap pra-intervensi dan pasca-intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan. Subjek menunjukkan peningkatan keterbukaan dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan, kemampuan mengidentifikasi pengalaman positif, serta kemampuan membangun harapan dan tujuan hidup yang lebih jelas. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling suportif efektif membantu individu dewasa awal menghadapi kesulitan transisi kehidupan secara lebih adaptif.
Beyond Financial Stress: Peran Future Anxiety terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa di Era Ketidakpastian Ekonomi 2026 Siti Mufarochah; ahmad Mu'di; Toifur ahmad balya; Ahmad Ainun Najib; M. Dafi Faizin; Nayla Malichatul Qolbiyah
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tekanan finansial terhadap kesehatan mental, pengaruh tekanan finansial terhadap kecemasan akan masa depan, pengaruh kecemasan akan masa depan terhadap kesehatan mental, serta peran mediasi kecemasan akan masa depan dalam hubungan antara tekanan finansial dan kesehatan mental mahasiswa. Pendekatan survei kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa Universitas Islam Al Azhar Gresik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0.9.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan finansial memiliki pengaruh positif dan signifikan baik terhadap kecemasan akan masa depan maupun kesehatan mental. Kecemasan akan masa depan juga berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental. Selain itu, analisis mediasi menunjukkan bahwa kecemasan akan masa depan secara signifikan memediasi hubungan antara tekanan finansial dan kesehatan mental, dengan besaran pengaruh tidak langsung yang melampaui pengaruh langsung
Hubungan Antara Harapan Dan Quarter Life Crisis Terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa Tingkat Akhir laila rizky putri; Wisnu Sri Hertinjung
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2841

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami tekanan psikologis akibat tuntutan akademik dan ketidakpastian masa depan, yang berpotensi menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara harapan (hope) dan quarter life crisis dengan kualitas hidup pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 386 mahasiswa tingkat akhir program sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen terstandardisasi, yaitu WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup, Adult Hope Scale untuk mengukur harapan, dan skala quarter life crisis berdasarkan teori Robbins dan Wilner. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan dan quarter life crisis secara simultan berhubungan signifikan dengan kualitas hidup, dengan kontribusi sebesar 57,2%. Secara parsial, harapan berhubungan positif signifikan dengan kualitas hidup, sedangkan quarter life crisis berhubungan negatif signifikan dengan kualitas hidup. Harapan diketahui memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan quarter life crisis dalam menjelaskan kualitas hidup mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan harapan dan mitigasi quarter life crisis melalui program intervensi universitas guna meningkatkan kualitas hidup mahasiswa tingkat akhir di tengah tekanan akademik dan ketidakpastian masa depan.
Pengaruh Dukungan Teman Sebaya terhadap Self Regulated Learning pada Mahasiswa di Kota Banjarmasin Asih Rapita; Dicky Listin Quarta; Gladis Corinna Marsha
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan teman sebaya terhadap self regulated learning pada mahasiswa di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 113 responden yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Instrumen pengumpul data mencakup skala self regulated learning yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia dan skala dukungan teman sebaya. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas dan uji linieritas lalu dilanjutkan dengan uji regresi linear sederhana sebagai uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap self regulated learning (B = 0.10, β = 0.27, t = 2.92 p < 0.01), (F (1, 111) = 8.52, p < 0.01) dengan koefisien determinasi sebesar R² 0.07. Semakin tinggi dukungan teman sebaya yang diterima, maka semakin tinggi pula self regulated learning yang dimiliki oleh mahasiswa, begitupun sebaliknya semakin rendah dukungan teman sebaya yang diterima, maka semakin rendah juga self regulated learning yang dimiliki oleh mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan hubungan pertemanan yang positif melalui kelompok belajar, organisasi kemahasiswaan dan komunitas akademik yang menjadi salah satu upaya dalam mendukung self regulated learning mahasiswa.
Peran Konflik Keluarga dalam Meningkatkan Resiko Perilaku Bullying pada Remaja Nur Kumala Sari; Nanik Kholifah
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik orang tua–anak terhadap perilaku bullying pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.500 siswa SMP, sedangkan sampel penelitian sebanyak 320 siswa yang ditentukan menggunakan teknik Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologis konflik orang tua–anak dan skala perilaku bullying yang disusun berdasarkan model skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik orang tua–anak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku bullying pada remaja. Semakin tinggi tingkat konflik yang terjadi antara orang tua dan anak, semakin tinggi pula kecenderungan remaja melakukan perilaku bullying. Sebaliknya, semakin rendah konflik orang tua–anak, semakin rendah pula kecenderungan perilaku bullying. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan antara orang tua dan anak memiliki peran penting dalam pembentukan perilaku sosial remaja. Oleh karena itu, upaya pencegahan bullying tidak hanya memerlukan intervensi dari pihak sekolah, tetapi juga perlu melibatkan keluarga melalui peningkatan komunikasi, dukungan emosional, dan penyelesaian konflik secara konstruktif.
Analisis Relevansi Tradisi Weton Pernikahan terhadap Keharmonisan Rumah Tangga: Studi Fenomenologi Desa Tumpang Bagus Nugroho; Nur Ida Fitria; Dinda Dewi santri; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat Jawa, tradisi weton masih menjadi salah satu pertimbangan adat dalam menentukan kecocokan pasangan sebelum menikah. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tradisi weton pernikahan dengan keharmonisan rumah tangga pada masyarakat Jawa di era modern. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga keluarga. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pasangan suami istri bersuku Jawa yang menjadikan tradisi weton sebagai pertimbangan dalam pernikahan, telah menjalani pernikahan minimal lima tahun, memanfaatkan teknologi digital, bersedia berbagi pengalaman secara mendalam, dan berdomisili di Desa Tumpang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan memandang tradisi weton pernikahan tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan keharmonisan rumah tangga. Keharmonisan rumah tangga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti saling memahami, memiliki tujuan bersama, komunikasi yang efektif, saling percaya, empati, kejujuran, kemampuan menyelesaikan masalah, menjaga perasaan pasangan, serta saling memaafkan.