cover
Contact Name
Nurul Makrifah
Contact Email
pgmistital@gmail.com
Phone
+6285852640051
Journal Mail Official
pgmistital@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Galis No.3, Kec. Galis, Kab. Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia, 69173.
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : -     EISSN : 3048197X     DOI : https://doi.org/10.61815/jemi
Core Subject : Education,
Jurnal Edukasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah is a scientific journal that contains the results of research, analysis, or literature review in the fields of mathematics, science, Indonesian language, citizenship and social studies education for basic education levels. This journal publishes research studies using various qualitative, quantitative and/or development methods and approaches Scope Including: Learning model in elementary school Learning media in elementary school Elementary school curriculum Basic literacy Elementary school management Policy in elementary school
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 60 Documents
PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Walib Abdullah; Munawwaroh, Sayyidatul
JEMI Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v1i1.291

Abstract

THE INFLUENCE OF IMPLEMENTING AN INDEPENDENT CURRICULUM ON STUDENT CHARACTER FORMATION, The focus of this study is on two issues. The first is whether the autonomous curriculum's implementation has had any impact on the development of the students' character at SMP Negeri 3 Pamekasan. Second, how much of an impact does the Independent Curriculum's implementation have on SMP Negeri 3 Pamekasan students' development of character? The participants in this study were 158 kids in class VII at SMP Negeri 3 Pamekasan; because this number was higher than 100, the researchers included 40 students, or 25% of the entire population. Questionnaires and written records are the instruments utilized in data collecting. Between January 26 and February 27, 2023, data were collected. Product Moment statistical analysis was the method employed for data analysis. First, the implementation of the independent curriculum at SMP Negeri 3 Pamekasan had an impact on how students formed their character. This was clear from the data analysis results, which showed that the r count value was 0.723 higher than the product moment r table value, where at N=40 in a 5% confidence interval, a value of 0.312 and a value of 0.403 were achieved. Second, because the rcount value of 0.723 is in a range of numbers from 0.600 to 0.800 with a high/strong correlation, the application of the independent curriculum at Pamekasan 3 Public Middle School has a pretty significant impact on the development of student character. Keywords: Independent Curriculum , Student Character
PENGARUH MODEL PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA KELAS II SDN TOLBUK Subaidi; Alfiyatin , Yuliana
JEMI Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v1i1.297

Abstract

Belajar merupakan aktivitas interaksi aktif individu terhadap lingkungan sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Sementara itu pembelajaran adalah penyediaan kondisi yang mengakibatkan terjadinya proses pelajaran pada siswa. Yang perlu menjadikan perhatian adalah pola interaksi yang dibangun karena disinilah proses penyampaian pengetahuan dan nilai-nilai dalam materi pelajaran tersebut berlangsung. Apabila pola interaksi yang dibangun antara guru dan siswa sangat baik, maka bukan untuk memperoleh perubahan prilaku melalui berbagai upaya, metode dan pendekatan kearah pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus kreatif dan tepat dalam memilih model ataupun metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Salah satunya menggunakan model paradigma pedagogi reflektif (PPR) yang hal itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Model PPR juga mengembangkan pola pikir siswa menjadi siswa yang berkemanusian. Model PPR mengembangkan competence, conscience, dan compassion yang sama dengan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Langkah-langkah model PPR sendiri diawali dengan konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Siswa diharapkan mempunyai pemikiran yang nalar, sikap disiplin dan berinisiatif, serta mampu mengembangkan integritas pribadi dan berpikir positif. Siswa juga diharapkan mampu menerima nilai kedisiplinan dengan baik, bukan hanya kemampuannya kognitifnya saja, namun juga dapat merasakan pentingnya nilai dalam kehidupan serta dapat melaksanakan nilai tersebut. Penerapan model paradigma pedagogi reflektif di kelas II SDN Tolbuk dikategorikan baik. Hal ini terbukti dari angket yang sudah dianalisa karena rata-rata berada diatas 70% Kemandirian siswa kelas II SDN Tolbuk berkategorikan baik dan secara klasikal memperoleh nilai lebih dari 3 dan berkategori baik. Berdasarkan hasil penghitungan korelasi product moment antara model paradigma pedagogi reflektif di kelas II SDN Tolbuk menggunakan rumus product moment dengan nilai perhitungan yang diperoleh dari koefisien kolerasi (r) sebesar 0,78 lebih besar daripada r table, baik taraf signifikansi 10% dengan nilai maupun pada signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesa penelitian Ha yang diajukan dapat diterima artinya ada pengaruh model paradigma pedagogi reflektif terhadap kemandirian siswa kelas II SDN Tolbuk. Kata Kunci: model paradigma pedagogi reflektif, kemandirian
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BERBASIS TAKSONOMI FINK Rohman, Syaiful; Syahid, Ishaq
JEMI Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v1i2.307

Abstract

Taksonomi Fink adalah taksonomi yang diciptakan oleh L.Dee Fink pada tahun 2003 yang mengekspresikan kebutuhan untuk jenis belajar yang baru, yaitu jenis yang melampaui domain kognitif. Taksonomi Fink mengacu pada enam aspek pembelajaran yaitu foundational knowledge, application, integration, human dimension, caring, learning how to learn. Taksonomi Fink memiliki penekanan pada penilaian aspek afektif, metakognitif dan kognitif. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses, validitas dan reliabilitas pengembangan instrumen penilaian hasil belajar matematika berbasis taksonomi Fink. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research Development). metode penelitian pengembangan (Research Development) merupakan dasar untuk mengembangakan produk tertentu yang akan dihasilkan, yaitu pada penelitian ini akan mengembangkan instrumen penilaian hasil belajar berbasis taksonomi Fink dengan menggunakan teknik penilaian tes tertulis dan penilaian observasi sikap. Metode dalam penelitian ini mengacu pada metode pengembangan Thiagarajan yaitu hanya dibatasi pada 3D, yaitu define (pendahuluan), design (perancangan), develop (pengembangan). Uji coba dilakukan pada 30 siswa kelas VI di MI Raudlatul Mubtadiin Ketapang Sampang. Data penelitian dianalisis dan diperoleh data sebagai berikut: kevalidan instrumen soal diperoleh butir soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 masing-masing dengan rata-rata total adalah 30,5, 30, 29, 30, 31,5, 30,5, 29,5 dan nilai akhir masing-masing butir soal 84,8, 83,3, 80,5, 83,3 87,5, 84,8 dan 82 dengan predikat B yaitu dapat digunakan dengan sedikit revisi, kevalidan instrumen pengamatan sikap memiliki rata-rata total 36,5 dengan nilai akhir yang diperolah adalah 83 dengan predikat B dapat digunakan dengan sedikit revisi. Perhitungan validitas menggunakan rumus korelasi product moment dan uji-t dibantu dengan perhitungan aplikasi Microsoft Excel, diketahui bahwa nilai butir soal nomor 1, 2, 3, 4, 6, dan 7 berturut-turut 1.613995, 1.813196, 1.533539, 1.613995, 4.652325, dan 6.422057 yang lebih besar dari nilai = 1,071. Dengan demikian, keenam butir soal tersebut dinyatakan valid. Sedangkan butir soal ke 5 dengan nilai adalah -1.31546 yang lebih kecil dari nilai = 1,071, maka butir soal tersebut tidak valid. Perhitungan reliabilitas instrumen penilaian, diperoleh nilai = 0.46096 dan reliabilitas instrumen penilaian dinyatakan reliabel dengan mendapat kategori moderat atau sedang.
URGENSI PENDIDIKAN LITERASI KEUANGAN PADA ANAK Syahid, Ishaq
JEMI Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v1i1.309

Abstract

Artikel ini membahas mengapa dan bagaimana literasi keuangan penting diterapkan pada anak sedini mungkin. Menanamkan nilai-nilai literasi keuangan pada anak sedini mungkin berdampak besar terhadap pemahaman dan pengetahuan literasi keuangan serta tingkat kesejahteraannya di masa depan. Kemampuan kognitif anak yang masih konkrit dan terus berkembang sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai literasi keuangan. Keluarga sebagai komunitas pertama merupakan wadah yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai literasi keuangan. Peran sekolah juga sangat penting dalam memberikan informasi literasi keuangan kepada anak. Menumbuhkan nilai-nilai literasi keuangan melalui keluarga atau sekolah memerlukan komitmen bersama dan sinergi dari semua pihak.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI STATISTIKA KELAS VI MI MAMBAUL ULUM KELBUNG GALIS BANGKALAN Makrifah, Nurul; Romlah, Siti
JEMI Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v1i1.323

Abstract

The problems that exist in improving student learning outcomes in Mathematics subjects in class VI MI Mambaul Ulum Kelbung are students' passive response and students' interest in learning in Mathematics subjects is low and students have the perception that Mathematics is a difficult subject to learn so that in When learning takes place, students pay less attention to explanations from educators, causing low student learning outcomes. Therefore, the formulation of the problem in this research is "How is the Talking Stick Type Cooperative Learning Model Implemented in Improving Student Learning Outcomes in Mathematics Subjects, Statistics Material in Class VI MI Mambaul Ulum, Smangkaan Hamlet, Kelbung Village, Galis District, Bangkalan Regency, Academic Year 2021/ 2022. Data analysis techniques use averages. Based on the learning outcomes of students after using the talking stick type cooperative learning model, there has been an increase. This can be seen from the increase in students' classical completeness in cycle I by 58.33% and in cycle II by 83.33%, an increase of 25%. From the results of the analysis above, it can be understood that the use of the talking stick type cooperative learning model can improve student learning outcomes and can be used as an alternative for Mathematics learning at MI Mambaul Ulum Kelbung.
UPAYA GURU KELAS DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA (DISKALKULIA) PADA SISWA KELAS V SDN GUNGGUNG 1 Rafikatul Arifa; Bella Helliyana Febria; Moh. Ainor Rofiqi
Jurnal Edukasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Learning difficulties in mathematics are a common issue faced by elementary school students, particularly in basic arithmetic operations, which can impact academic performance and attitudes towards mathematics in the future. This study aims to examine teachers' efforts to address learning difficulties in mathematics among fifth-grade students, especially those with dyscalculia. The research employs a qualitative approach using a case study method at SDN Gunggung 1, with the fifth-grade homeroom teacher selected as the research subject through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results indicate that fifth-grade students experience difficulties in learning mathematics, particularly in multiplication and division, driven by low learning motivation, minimal parental supervision due to work commitments, and reliance on technology that diminishes the habit of memorizing basic concepts. The efforts made by the teacher include strengthening multiplication memorization, implementing heterogeneous group learning, and communicating with parents through home visits. This study concludes that overcoming difficulties in learning mathematics requires effective collaboration between teachers, schools, and parents to create optimal continuity in learning. Keywords: learning difficulties, dyscalculia, efforts of teachers Abstrak Kesulitan belajar matematika merupakan permasalahan yang sering dialami siswa sekolah dasar, khususnya dalam operasi hitung dasar yang dapat berdampak pada prestasi akademik dan sikap terhadap matematika di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika pada siswa kelas V, khususnya yang mengalami diskalkulia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN Gunggung 1, dengan guru wali kelas V sebagai subjek penelitian yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V mengalami kesulitan belajar matematika terutama pada operasi perkalian dan pembagian yang disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar, minimnya pengawasan orang tua akibat kesibukan kerja, dan ketergantungan pada teknologi yang mengurangi kebiasaan menghafal konsep dasar. Upaya yang dilakukan guru meliputi penguatan hafalan perkalian, penerapan pembelajaran kelompok heterogen, dan komunikasi dengan orang tua melalui kunjungan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan mengatasi kesulitan belajar matematika memerlukan kolaborasi efektif antara guru, sekolah, dan orang tua untuk menciptakan kontinuitas pembelajaran yang optimal Kata kunci: kesulitan belajar, diskalkulia, upaya guru
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK SEKOLAH DASAR Desinta Nurina Dwi Maharani
Jurnal Edukasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial adalah platform atau sarana daring yang dimanfaatkan oleh pengguna untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Selain itu, media sosial juga berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi. Terlebih di era sekarang, semua yang dibutuhkan manusia dapat diakses melalui media sosial dengan cepat. Media sosial telah menjadi sesuatu yang populer di berbagai kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Perkembangan media sosial mempercepat proses kerja, membuatnya lebih tepat dan akurat sehingga dapat meningkatkan hasil produktivitas. Beberapa platform media sosial yang banyak digunakan saat ini mencakup facebook, twitter, instagram, whatsApp, dan lainnya. Salah satu kelompok pengguna media sosial saat ini adalah siswa, karena mereka dapat dengan mudah berkomunikasi baik secara lokal maupun jarak jauh tanpa perlu bertemu secara langsung. Bagi pelajar, media sosial telah menjadi elemen penting, bukan hanya sebagai sumber informasi yang menarik, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
KONSEP DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR : (STUDI KASUS DI SDN KARPOTE 2 BLEGA BANGKALAN) Rohman, Syaiful; Tohari, Mustofa; Ishaq Syahid
Jurnal Edukasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The goal of the independent learning curriculum is to provide students with a wide range of relevant competencies and skills to be developed in the future. This is coupled with a radical (deep and deeply rooted) understanding and practice of monotheistic values, freedom to choose their chosen field of study, and learning practices that reflect future needs and projections. This article uses a qualitative case study approach, where researchers conduct in-depth explorations of programs, events, processes, and activities involving one or more individuals. A case study is bound by time and activity, and researchers collect detailed data using various data collection procedures over a continuous period. Teachers' perspectives on the independent learning curriculum concept significantly impact their readiness to implement it in elementary schools or madrasas. Age, reluctance to develop personal capacity or learn IT, and reluctance to apply various methods using innovative learning media are key obstacles. On the other hand, limited infrastructure, such as mobile devices or laptops, also poses a barrier to the implementation of digital-based learning, making it difficult to innovate with current learning models. Keywords: Elementary education institutions, Concept and Implementation of the independent curriculum
PENERAPAN PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATERI PECAHAN DI KELAS III SDN KRAMAT 01 BANGKALAN Alfiyatin, Yuliana
Jurnal Edukasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika menuntut keaktifan peserta didik menerapkan sesuatu yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan belajarnya. Maka pembelajaran aktif sangat perlu diadakan untuk membantu mendengarkannya, melihatnya, mengajukan pertanyaan tentang pelajaran tertentu, dan mendiskusikannya dengan yang lain.. Pembelajaran aktif masih sulit direalisasikan oleh guru khususnya guru di SDN Kramat 01 Bangkalan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru mata pelajaran matematika di SDN Kramat 01 Bangkalan. Guru juga menyatakan saat pembelajaran berlangsung masih banyak peserta didik yang berdiskusi diluar pembahasan dan pasif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Flipped Classroom diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Pembelajaran ini menuntut peserta didik untuk aktif dalam memenuhi kebutuhan belajarnya. Pembelajaran Flipedd classroom adalah model dimana dalam proses pembelajaran berlangsung tidak seperti pada umumnya, yaitu dalam proses pembelajaran peserta didik mempelajari materi pelajaran dirumah sebelum kelas dimulai dan kegiatan belajar mengajar dikelas berupa mengerjakan tugas, berdiskusi tentang materi atau masalah yang belum dipahami peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Penerapan pembelajaran Flipped Classroom serta ada tidaknya pengaruh Pembelajaran Flipped Classroom terhadap keaktifan peserta didik pada materi pecahan di kelas III SDN Kramat 01 Bangkalan. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket dan observasi yang kemudian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara Penerapan pembelajaran Flipped Classroom serta ada tidaknya pengaruh Pembelajaran Flipped Classroom terhadap keaktifan peserta didik pada materi pecahan di kelas III SDN Kramat 01 Bangkalan yaitu menggunakan analisis product moment. Diperoleh hasil rxy hitungnya adalah adalah 0,703 dan r table pada taraf signifikan 5% adalah 0,433. r hitung diperoleh 0,703 yang kemudian dibandingkan dengan r tabelnya diperoleh 0,433 menunjukkan bahwa lebih besar r hitung dibandingkan r table, artinya H1 diterima dan H0 ditolak, maka ada pengaruh Penerapan pembelajaran flipped classroom terhadap keaktifan peserta didik pada materi pecahan di kelas III SDN Kramat 01 Bangkalan.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Makrifah, Nurul; Nur Fauzi
Jurnal Edukasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe the role of the Principal at UPTD SDN Longkek 1, as well as to describe the Principal's efforts in improving the quality of education at UPTD SDN Longkek 1. Data collection techniques in this study are through observation, interviews, and documentation. While data analysis in this study uses qualitative descriptive with data reduction steps, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the Principal at UPTD SDN Longkek 1 carries out several roles including, first, the Principal as an educator, proven by improving the quality of learning, providing encouragement, and advice to teachers. Second, the Principal as a manager, this is seen from the way the Principal empowers Education Personnel through Cooperation, providing opportunities for teachers to improve their profession. Third, the Principal as an administrator by driving teacher performance improvement. Fourth, the Principal as a supervisor. Fifth, the Principal as a supervisor by compiling educational supervision programs at school; controlling teaching and learning activities, utilizing the results of supervision that has been implemented. Sixth, the Principal as a Leader. Seventh, the principal acts as a motivator, as evidenced by the physical environment, work atmosphere, discipline, encouragement, and recognition. Meanwhile, the principal's achievement in improving educational quality is evident in achievement, which is a competency measured by knowledge, success created by learning and school management, and a positive impact that significantly influences student learning outcomes.