cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
sambarajurnal@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
sambarajurnal@gmail.com
Editorial Address
Dusun Turusan RT/RW 004/002 Desa Lorong Kecamatan Sambas
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by CV putra publisher
ISSN : -     EISSN : 29855373     DOI : https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v2i3.595
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Service is a scientific publication published by CV Putra Publisher publishing various fields of community service, covering various disciplines, including education, human resource development, poverty alleviation based on local resources; management of rural and coastal areas based on local resources, economic development, entrepreneurship, cooperatives, creative industries, development of environmentally sound technology, health, nutrition, art, literature and culture
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 184 Documents
Sosialisasi Media Pembelajaran Interaktif Wordwall Rio Parsaoran Napitupulu; Sabar Dumayanti Sihombing; Roma Tamba; Rikki Johannes Hutabalian
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1710

Abstract

Pada saat observasi yang dilakukan di SD Negeri 091537 Hutabayu guru masih belum maksimal dalam menggunakan media pembelajaran yang dimana dapat menyebabkan pembelajaran menjadi monoton maka di perlukan pembaharuan dalam menggunakan media pembelajran agar tercipta pembelajran yang kreatif dan menyenangkan. Hal inilah yang mendasari kegiatan ini dilakukan yaitu untuk memperkenalkan aplikasi Wordwall kepada guru-guru yang ada di SD Negeri 091537 Hutabayu agar dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan mengoptimalisasi aktivitas guru dalam mengoptimalisi kinerja guru di dunia pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran digital serta menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui sosialisasi penggunaan Wordwall sebagai media interaktif. Permasalahan yang dihadapi sekolah mitra adalah rendahnya variasi media pembelajaran, lemahnya keterampilan guru dalam menggunakan teknologi, serta rendahnya minat siswa dalam mengikuti proses belajar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim PkM melaksanakan beberapa tahapan kegiatan, yaitu: observasi dan analisis kebutuhan, penyusunan materi pelatihan, sosialisasi, pelatihan praktik pembuatan media, pendampingan penerapan Wordwall dalam pembelajaran, serta evaluasi melalui kuesioner dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu membuat media pembelajaran interaktif menggunakan berbagai template Wordwall seperti kuis, matching game, dan random wheel. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Selain itu, keterampilan digital guru meningkat seiring dengan pendampingan yang diberikan. Dengan demikian, sosialisasi Wordwall memberikan dampak positif dalam mendukung pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad 21. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dengan pendampingan berkesinambungan dan replikasi di sekolah lain agar manfaatnya semakin luas
Analisis Implementasi Pendekatan STEM Dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama Eneng Fitri Windasari; Hendro Prasetyono
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1712

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat SMP memerlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika secara kontekstual guna mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Namun, pelaksanaan pembelajaran IPA di sekolah masih cenderung berpusat pada guru sehingga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah siswa belum berkembang secara optimal. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA di tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti artikel ilmiah, jurnal terakreditasi, buku referensi, dan dokumen terkait Kurikulum Merdeka yang relevan dengan topik penelitian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA SMP. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan STEM umumnya diintegrasikan dengan model pembelajaran seperti project-based learning, problem-based learning, dan discovery learning. Implementasi STEM terbukti mampu meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, serta literasi sains siswa. Selain itu, pendekatan STEM juga mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasi STEM masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kesiapan guru, sarana pembelajaran, serta belum optimalnya peningkatan literasi teknologi dan kemampuan pengambilan keputusan siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan fasilitas dan peningkatan kompetensi guru agar implementasi pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA dapat berjalan secara optimal.
Analisis Literatur Penggunaan Assembler Edu sebagai Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Siti Kulsum; Hendro Prasetyono
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1714

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan sekolah menengah pertama membutuhkan media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, yang mendorong partisipasi aktif siswa. Namun, keterbatasan kompetensi teknis para guru sering kali menghambat pengembangan konten multimedia interaktif. Tujuan studi ini adalah menganalisis literatur mengenai penggunaan “Assembler Edu” sebagai alat multimedia interaktif dalam pembelajaran di sekolah menengah pertama. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap 27 artikel terpilih dari basis data Scopus, Google Scholar, DOAJ, Garuda, dan ERIC, yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa Assembler Edu dapat meningkatkan keterlibatan belajar, motivasi, serta prestasi akademik siswa melalui pengalaman belajar berbasis Augmented Reality (AR). Sebanyak 37% studi menyoroti aspek desain multimedia interaktif, 33,3% mengevaluasi efektivitasnya, dan 29,7% membahas pengaruhnya terhadap motivasi belajar. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas Assembler Edu bergantung pada kesiapan guru dan integrasi pedagogis yang optimal. Secara teoritis, hasil ini memperkaya penerapan Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia dan kerangka kerja TPACK dalam konteks pendidikan dasar. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi guru dan pembuat kebijakan pendidikan untuk mengadopsi Assembler Edu sebagai alat pembelajaran inovatif.
Deteksi Dini Risiko Kehamilan dengan Pemeriksaan Hb dan Konseling Tanda Bahaya di Desa Lembar Selatan Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati; Sri Hawari Jannati; Raudatul Jannah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1717

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di negara berpenghasilan rendah-menengah, termasuk Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan konseling tanda bahaya kehamilan sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal. Tujuan Studi: Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi anemia serta memberikan konseling tanda bahaya kehamilan dan suplementasi zat besi pada ibu hamil di Desa Lembar, Lombok Barat. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif partisipatif dengan pelayanan langsung tatap muka. Subjek sebanyak 30 ibu hamil trimester 1, 2, dan 3 dipilih secara purposif. Intervensi meliputi pemeriksaan Hb menggunakan hemoglobinometer digital, konseling individual berbantuan leaflet (8 tanda bahaya), serta pemberian tablet tambah darah (60 mg Fe + 0,4 mg asam folat) bagi ibu dengan Hb <11 g/dL. Tidak ada pemeriksaan ulang atau pemantauan hari ke-14. Hasil: Seluruh 30 ibu hamil hadir (cakupan 100%). Prevalensi anemia sebesar 60,0% (18 orang), terdiri dari anemia ringan (33,3%), sedang (23,3%), dan berat (3,3%). Anemia tertinggi pada trimester 3 (70,0%). Seluruh peserta anemia mendapat suplementasi, satu kasus anemia berat dirujuk. Semua ibu menerima leaflet dan menyatakan memahami minimal 6 dari 8 tanda bahaya. Tidak ada kegagalan pemeriksaan Hb. Kesimpulan: Integrasi pemeriksaan Hb dan konseling tanda bahaya efektif untuk deteksi dini anemia di komunitas. Angka anemia yang tinggi memerlukan intervensi berkelanjutan, pemantauan kepatuhan, dan dukungan keluarga.
Gerakan Kampus Hijau Melalui Kegiatan Pembersihan Gulma dan Penanaman Tanaman Mint Sebagai Apotek Hidup di Universitas Sunan Giri Surabaya Dharma Setiawan Negera; Fadhil Muhammad Ramadhani; Didit Darmawan; Rommy Hardyansah; Syafra'Ie Mw
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The campus environment plays a strategic role in shaping environmental awareness and pro-environmental behavior among the academic community as part of sustainable development. However, environmental cleanliness management and the optimal use of campus land remain common challenges faced by many higher education institutions. Therefore, collaborative efforts are needed that focus not only on cleanliness but also on the educational and productive use of the environment. This Community Service activity aims to support the realization of a green campus movement through weed removal and the planting of mint plants as part of the utilization of a living pharmacy. The activity was implemented at Universitas Sunan Giri Surabaya as an example of participatory campus environmental management. The method used was Participatory Action Research (PAR), which actively involved students in all stages of the activity, including planning, implementation, and evaluation. The implementation focused on cleaning underutilized campus areas and planting mint plants as an effort to promote greening as well as health education. The results indicate an increase in students’ awareness and participation in maintaining campus environmental cleanliness and sustainability, along with more productive and valuable land use. This activity is expected to strengthen an environmentally oriented and sustainable campus culture.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Sandang Keluarga Rentan Melalui Program Penyaluran Sembako dan Pakaian Layak Pakai di Mojokerto Agung Satryo Wibowo; Adinda Hilyatusy Syarifah; Rahayu Mardikaningsih; Didit Darmawan; Moch. Fauzan
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1735

Abstract

Kemiskinan di Indonesia sangat tinggi angka kenaikan pada setiap presentase. Hal ini justru menjadi tugas setiap warga, terutama oleh para pejabat tinggi untuk menaggulangi permasalah tersebut. Para mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat melalui program penyaluran sembako dan baju yang masih layak pakai di berbagai wilayah. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Pembangunan Masyarakat Berbasis Asset Bassed Community Development (ABCD). Metode ABCD menekankan pengembangan masyarakat berbasis aset, yang berarti menggunakan aset yang unggul untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat. Metode ABCD juga menekankan pengembangan masyarakat melalui pemanfaatan potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Tujuan program ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap masyarakat yang kurang mampu,  melatih diri dengan melihat sekitarnya bagaiamana perekonomian di Indonesia semakin melonjak. Selain itu, banyak hal yang dapat memberikan manfaat pada program ini yakni dengan memberikan rasa syukur bahwa masih banyak warga yang lebih membutuhkan baik dalam hal ekonomi maupun fisik. Program kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan dan menumbuhkan rasa kepedulian dan semangat kepada mahasiswa dan mengajarkan arti dari solidaritas yang sesungguhnya. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk melatih bagaimana kepedulian setiap mahasiswa terhadap masyarakat sekitar, terutama pada mahasiswa beasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya. Analisis dampak kegiatan ini menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik mereka, tetapi juga memberikan dukungan emosional kepada mereka.
Gerakan Peduli Sosial Melalui Kegiatan Berbagi Sembako dan Makanan di Taman Sidoarjo Suwito; Nur Hidayah; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih; Dewi Kholifah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1736

Abstract

Keterbatasan akses terhadap pangan dan tekanan ekonomi tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh sebagian masyarakat kurang mampu. Kondisi ini mempersulit pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan mengurangi kesejahteraan sosial. Gerakan kepedulian sosial, yang melibatkan pembagian paket makanan dan perbekalan pokok, merupakan bentuk pengabdian masyarakat (PkM) yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat kurang mampu dan menumbuhkan kesadaran sosial. Kegiatan pembagian ini dilakukan di kawasan Taman Sidoarjo, melibatkan mahasiswa dan dosen dari Universitas Sunan Giri, Surabaya. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD), yang menekankan pemanfaatan aset dan potensi yang tersedia dalam pelaksanaan kegiatan. Data diperoleh melalui observasi langsung dan dokumentasi dari tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa distribusi paket makanan pokok memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini dapat meningkatkan empati, kesadaran sosial, dan tanggung jawab sosial melalui pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan pembagian makanan dan perbekalan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Menerapkan kegiatan yang melibatkan interaksi langsung antara siswa dan masyarakat juga berkontribusi dalam memperkuat ikatan sosial dan mendorong rasa saling peduli di lingkungan sekitar. Dampak yang dihasilkan diharapkan lebih dari sekadar sementara, tetapi memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sasaran.
Asuhan Kebidanan Komunitas pada Kehamilan dengan Emesis Gravidarum di Desa Mantang Sriani; Nining Fatria Ningsih; Siti Fatmah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1762

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan umum pada trimester pertama kehamilan yang dapat memengaruhi kenyamanan, status nutrisi, dan aktivitas ibu. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan komunitas dengan pendekatan keluarga pada Ny. L, usia 27 tahun, G2P1A0H1, usia kehamilan 6 minggu 3 hari, yang mengalami emesis gravidarum tingkat I di Dusun Mantang, Kabupaten Lombok Tengah pada Maret 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney. Asuhan meliputi edukasi kesehatan, konseling nutrisi, pengaturan pola makan, peningkatan asupan cairan, istirahat yang cukup, serta pelibatan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dan keluarga, penurunan frekuensi mual muntah dari 4–5 kali menjadi 1–2 kali per hari, serta peningkatan kemampuan ibu dalam beraktivitas. Kondisi umum ibu tetap baik dengan tanda vital dalam batas normal. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komunitas berbasis keluarga efektif membantu mengurangi keluhan emesis gravidarum dan mendukung kesehatan ibu selama trimester pertama kehamilan.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Penulisan Buku Ajar David Togi Hutahaen; Christian Neni Purba
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1763

Abstract

Peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan kualitas pembelajaran yang lebih baik. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah melalui penulisan buku ajar. Kegiatan ini tidak hanya mendorong guru untuk memperdalam materi pelajaran yang diajarkan, tetapi juga meningkatkan keterampilan menulis dan kemampuan menyusun bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, penulisan buku ajar menjadi sarana pengembangan profesionalisme guru sekaligus mendukung kemandirian mereka dalam merancang pembelajaranMetode yang dapat digunakan dalam penulisan buku ajar biasanya mencakup tahap perencanaan, penyusunan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru melakukan analisis kebutuhan siswa serta menyesuaikan dengan kurikulum. Tahap penyusunan mencakup pengembangan isi materi, penyajian yang sistematis, serta penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan melalui uji coba atau masukan dari rekan sejawat untuk memastikan kualitas buku ajar. Proses ini mendorong guru untuk berpikir kritis, reflektif, dan kreatif dalam menyusun materi pembelajaran.Secara keseluruhan, penulisan buku ajar dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kompetensi guru. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan dan memperdalam penguasaan materi, tetapi juga meningkatkan keterampilan pedagogik serta profesionalisme. Dengan metode yang tepat, guru mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi siswa, sekolah, maupun pengembangan dirinya sendiri. Oleh karena itu, penulisan buku ajar sebaiknya terus didorong sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan
Penggunaan Laboratorium Virtual PhET dalam Pengajaran Materi IPA bagi Guru di Sekolah SMP Swasta Surya Pematangsiantar Ady Frenly Simanullang; Eva Pratiwi Pane
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i2.1804

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan peluang baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah. Salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan adalah Laboratorium Virtual PhET yang menyediakan simulasi interaktif untuk membantu pemahaman konsep-konsep sains secara visual dan eksperiensial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Laboratorium Virtual PhET sebagai media pembelajaran IPA di SMP Swasta Surya Pematangsiantar. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan simulasi PhET dalam proses pembelajaran. Kegiatan diikuti oleh guru-guru IPA yang diberikan materi mengenai pengenalan PhET, cara mengakses dan mengoperasikan simulasi, serta penerapannya dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan Laboratorium Virtual PhET. Guru mampu mengintegrasikan simulasi virtual ke dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan interaktivitas, efektivitas, dan pemahaman konsep IPA oleh siswa. Selain itu, penggunaan PhET menjadi alternatif solusi dalam pelaksanaan praktikum ketika keterbatasan sarana laboratorium fisik menjadi kendala. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran IPA berbasis teknologi di SMP Swasta Surya Pematangsiantar