cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
sambarajurnal@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
sambarajurnal@gmail.com
Editorial Address
Dusun Turusan RT/RW 004/002 Desa Lorong Kecamatan Sambas
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by CV putra publisher
ISSN : -     EISSN : 29855373     DOI : https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v2i3.595
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Service is a scientific publication published by CV Putra Publisher publishing various fields of community service, covering various disciplines, including education, human resource development, poverty alleviation based on local resources; management of rural and coastal areas based on local resources, economic development, entrepreneurship, cooperatives, creative industries, development of environmentally sound technology, health, nutrition, art, literature and culture
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 237 Documents
Pendampingan Berbasis Jejaring Multi-Komunitas Melalui Program GESIT Ber-PID untuk Optimalisasi Adopsi PID di Situbondo Syaiful Rahman; Muzammil
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2276

Abstract

Transformasi digital pendidikan melalui penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah dasar merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, pemanfaatan PID di Kabupaten Situbondo belum optimal karena keterbatasan literasi digital guru, rendahnya kepercayaan diri dalam mengoperasikan perangkat, serta belum tersedianya sistem pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan adopsi PID melalui Program GESIT Ber-PID dengan model pendampingan berbasis jejaring multi-komunitas. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi, dan evaluasi. Pendampingan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Duta Teknologi Provinsi Jawa Timur, Korwil Bidang Pendidikan, Pengawas Sekolah, Penggerak Zona, Kepala Sekolah, serta Kelompok Kerja Guru (KKG). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pendampingan berbasis jejaring multi-komunitas mampu meningkatkan kompetensi dan partisipasi guru dalam memanfaatkan PID sebagai media pembelajaran interaktif. Keberhasilan program ditunjukkan oleh meningkatnya praktik baik pemanfaatan PID yang terdokumentasi melalui aplikasi berbasis web https://gesitberpid.my.id dan dashboard GESIT Ber-PID, bahkan melampaui target 5.000 karya praktik baik di tingkat Kabupaten Situbondo, serta tingginya kontribusi guru di Kecamatan Panji melalui pendampingan kolaboratif. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi jejaring multi-komunitas, change agent, platform digital, monitoring berbasis data, dan pengimbasan praktik baik mampu mempercepat proses adopsi inovasi serta membangun ekosistem transformasi digital pembelajaran yang berkelanjutan. Dengan demikian, Program GESIT Ber-PID berpotensi menjadi model pendampingan yang efektif dan dapat direplikasi untuk mendukung transformasi digital pendidikan di sekolah dasar.
Socialization Of The Risks Of Polypharmacy And Education On Safe Medication Management For Elderly Patients With Degenerative Diseases Siti Setianingsih; Galih Samodra; Mega Kartika Sari; Lukman Hakim; Rian Ardianto; Atina Salamah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2073

Abstract

Peningkatan populasi lansia berdampak pada tingginya penggunaan obat yang berisiko menimbulkan masalah polifarmasi, yang dapat menyebabkan interaksi obat berbahaya dan menurunkan kualitas hidup pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) terkait pengelolaan obat berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) untuk mencegah risiko polifarmasi pada lansia penderita penyakit degeneratif. Metode yang digunakan adalah Edu-Tech Empowerment Cycle yang meliputi tahapan explore, design, build, implement, dan measure. Kegiatan dilaksanakan di Desa Karangrau dengan melibatkan 20 KPM melalui penyuluhan, diskusi, dan simulasi menggunakan media buku saku dan video tutorial. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator, dengan nilai rata-rata meningkat dari 74% pada pre-test menjadi 89% pada post-test. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi partisipatif berbasis teknologi efektif meningkatkan kapasitas KPM sebagai agen edukasi kesehatan, yang berpotensi mendukung perbaikan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya pada lansia penderita penyakit degeneratif.
Strengthening Early Detection Of Pregnancy Risks Via An Intelligent System In Rural Communities Rian Ardianto; Deny Nugroho Triwibowo; Riska Suryani; Atina Salamah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2098

Abstract

Maternal health is a crucial indicator of public health quality, yet monitoring in rural areas is often conducted manually with low technological literacy. This study aims to evaluate the effectiveness of technology-based education using a web-based application in improving health cadres' knowledge and skills regarding pregnancy danger signs, maternal and child nutrition, and early pregnancy risk detection. The method used is a participatory approach based on community engagement adapted with a design sprint framework, encompassing understand, define, develop, deliver, and evaluate stages. The activity involved 30 health cadres in Karangrau Village through counseling, discussions, and web-based application simulations. Evaluation used a descriptive Likert-scale pre-test and post-test questionnaire. Results showed a significant improvement in participants' understanding, with average scores increasing from 89% in the pre-test to 99% in the post-test. The use of a web-based application proved effective in concretely visualizing health data. In conclusion, the integration of participatory education and interactive technology effectively enhances cadre capacity and has the potential to become a sustainable educational model. This program is expected to encourage the utilization of simple technology as a medium for delivering health information at the community level.
Improving Digital Health Readiness Among Community Health Cadres Through The AHHEM Model Deny Nugroho Triwibowo; Rian Ardianto; Rosyid Ridlo Alhakim; Hadi Jayusman; Iis Setiawan Mangkunegara; Atina Salamah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2101

Abstract

Digital health transformation requires human resource readiness, particularly community health cadres who serve as the frontline of community-based services. However, limited digital literacy and reliance on manual record-keeping present significant challenges in supporting digital health system implementation. This community service program aims to enhance the understanding and readiness of health cadres in facing digital health transformation. The activity was conducted in Karangrau Village, Banyumas Regency, involving 25 participants consisting of one village midwife and 24 health cadres. The method applied was the Adaptive Hybrid Health Empowerment Monitoring Model (AHHEM), integrating assessment, harmonization, health literacy, empowerment, and evaluation over a one-day intervention. The evaluation employed a pre-test and post-test design to measure cognitive shifts. The results showed a substantial improvement in participants’ understanding, increasing from 53% in the pre-test to 89% in the post-test. Participants also demonstrated improved readiness in understanding the role of digital technology and health information systems. The main strength of this approach lies in its focus on human readiness rather than solely on technological implementation. Therefore, this program strengthens cadre capacity and supports the sustainable implementation of digital health transformation at the community level.
Penguatan Kompetensi Digital Pelaku UMKM Pangan Melalui Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing di Kabupaten Karawang Ikbal Anggara; Muhammad Akhdiyatulaein; Dedi Sudrajat; Yuyu Yuniarsih; Erry Cahyono
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2184

Abstract

UMKM pangan di Kabupaten Karawang masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan kanal digital untuk promosi dan penjualan, terutama dalam pengelolaan toko daring, pembuatan konten visual, dan penulisan pesan pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi digital pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan digital marketing berbasis praktik. Program dilaksanakan pada Mei 2026 dengan melibatkan 20 pelaku UMKM pangan melalui lima pertemuan tatap muka selama 12 jam dan monitoring daring selama tujuh hari. Kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, pelatihan digital marketing dan copywriting, praktik pembuatan atau penataan toko Shopee dan akun media sosial, pendampingan desain konten menggunakan Canva dan kecerdasan buatan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Luaran kegiatan meliputi toko atau akun bisnis yang dibuat atau ditata, flyer, konten media sosial, katalog harga, dan caption produk yang dapat digunakan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor kompetensi digital meningkat dari 35% menjadi 81%. Peningkatan terbesar terjadi pada kemampuan desain konten, dari 30% menjadi 85%, diikuti kemampuan menulis caption dari 33% menjadi 80%, pengelolaan toko daring dan media sosial dari 35% menjadi 78%, serta pemahaman digital marketing dari 42% menjadi 81%. Hasil tersebut menunjukkan penguatan keterampilan digital jangka pendek, bukan peningkatan penjualan. Monitoring lanjutan diperlukan untuk menilai konsistensi penggunaan kanal digital dan dampaknya terhadap aktivitas usaha
Pendampingan Penerapan Sistem Penangkal Petir Franklin Rod Pada Gedung Koperasi Desa Merah Putih Cicalengka Erman Al Hakim; Wijaya; Rio Mubarak; Wawan Gunawan
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2297

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mitra, yaitu Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Cicalengka, yang digunakan sebagai pusat kegiatan usaha dan administrasi masyarakat namun belum memiliki sistem proteksi petir yang terencana. Kegiatan bertujuan menerapkan sistem penangkal petir tipe Franklin Rod sekaligus meningkatkan pemahaman pengelola mengenai pemeriksaan dan pemeliharaan dasar sistem. Pelaksanaan meliputi survei kondisi bangunan, analisis risiko, perancangan menggunakan metode rolling sphere dengan jari-jari 45 m pada Lightning Protection Level III (LPL III), pemasangan tiga terminal udara, pemasangan dua elektroda pembumian secara paralel dengan bentonit, pengujian tahanan pembumian, serta sosialisasi dan serah terima kepada pengelola. Hasil pengukuran menunjukkan tahanan elektroda sebesar 2,19 Ω dan 1,15 Ω, sedangkan tahanan total sistem mencapai 0,754 Ω. Nilai tersebut berada di bawah batas 5 Ω yang digunakan sebagai acuan teknis. Pada tahap pendampingan, mitra diperkenalkan pada fungsi terminal udara, down conductor, test joint box, tanda gangguan fisik, serta kebutuhan pemeriksaan berkala. Evaluasi formatif melalui tanya jawab dan konfirmasi ulang menunjukkan bahwa pengelola dapat menjelaskan kembali komponen utama dan tindakan pemeriksaan dasar. Berdasarkan pengujian awal, sistem menunjukkan kesesuaian dengan parameter teknis perancangan dan memberikan dasar proteksi petir yang lebih terencana bagi bangunan koperasi. Keberlanjutan kegiatan diarahkan melalui pemeriksaan visual dan pengukuran pembumian secara berkala.
Pelatihan Pembuatan Tracker Shockbreaker Bagi Pemuda Karang Taruna Furga 04 di Batutulis Kota Bogor Dadang Rustandi; I Dewa Nyoman Susilayasa; Nurhidayat; Albert Kasman; Kasum
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2306

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis Pemuda Karang Taruna Furga 04 di Batutulis, Kota Bogor melalui pelatihan pembuatan tracker shockbreaker. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2026 dalam dua pertemuan dengan total durasi sekitar 12 jam dan melibatkan 15 peserta. Pendekatan rancang bangun digunakan melalui tahap identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan berbantuan Computer-Aided Design (CAD), pemilihan material, fabrikasi, finishing, uji kelayakan, dan evaluasi. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil dan terlibat bergantian dalam pengenalan komponen, persiapan material, fabrikasi, perakitan, finishing, serta pengujian fungsi dengan pendampingan tim pelaksana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan tracker menghasilkan waktu pengerjaan sekitar 50% lebih singkat dibandingkan metode manual. Mekanisme ulir memberikan gaya secara bertahap dan terkontrol, sedangkan rangka dan penjepit mempertahankan posisi komponen selama pengoperasian. Dalam simulasi evaluasi kompetensi, skor rata-rata meningkat dari 56,3 pada pretest menjadi 78,7 pada posttest, dan 13 dari 15 peserta (86,7%) mencapai skor ≥75. Kegiatan menghasilkan satu unit alat bantu servis sekaligus memberikan pengalaman praktik pembuatan alat mekanik kepada mitra.