cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai. Lombok Tenga.
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Golden Age and Inclusive Education
ISSN : -     EISSN : 30472016     DOI : https://doi.org/10.61798/galon.v1i2
Core Subject : Education, Social,
Golden Age and Inclusive Education (E-ISSN: 3047-2016), published twice a year in April and October, focuses on information that will improve the lives of young children in early childhood and with special needs and their families. The practical nature of this journal helps professionals improve service delivery systems for preschool children with special needs. Each issue features reports of original research, literature reviews, conceptual statements, position papers, and programme descriptions
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS" : 5 Documents clear
Analisis Kesulitan Berbicara Siswa Kelas III SDN 307 Benteng dalam Mengungkapkan Pikiran dan Perasaan Muhsyanur
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan berbicara yang dialami oleh siswa kelas III SDN 307 Benteng dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas III SDN 307 Benteng. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan tes performansi berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan berbicara yang dialami siswa dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu: (1) kesulitan linguistik, meliputi keterbatasan kosakata (57%), kesalahan tata bahasa (43%), dan artikulasi yang kurang jelas (38%); (2) kesulitan kognitif, meliputi kesulitan menyusun gagasan sistematis (62%), kesulitan mengembangkan ide (54%), dan kesulitan memberikan alasan logis (49%); (3) kesulitan psikologis, meliputi rendahnya kepercayaan diri (68%), kecemasan berbicara di depan umum (59%), dan ketakutan akan penilaian negatif (51%); serta (4) kesulitan sosio-kultural, meliputi pola pengasuhan yang kurang mendukung (47%), penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pertama (43%), dan kurangnya stimulasi berbicara di lingkungan keluarga (39%). Penelitian ini menyimpulkan perlunya pendekatan holistik dalam pembelajaran berbicara yang mengakomodasi kebutuhan linguistik dan kognitif siswa, menciptakan lingkungan psikologis yang suportif, serta mempertimbangkan konteks sosio-kultural siswa.
Peran Permainan Terstruktur dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme Zanziarti; Ria Astuti
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.290

Abstract

Gangguan Spektrum Autisme (GSA) menyebabkan kesulitan interaksi sosial pada anak didik yang berdampak pada perkembangan keterampilan sosialnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran permainan terstruktur dalam meningkatkan keterampilan sosial anak didik dengan GSA. Studi pustaka dengan analisis konten kualitatif digunakan untuk mengkaji literatur ilmiah terkait permainan terstruktur dan GSA yang diterbitkan tahun 2018-2023. Hasil penelitian menunjukkan empat kategori permainan terstruktur efektif meningkatkan keterampilan sosial: permainan berbagi dan bergiliran, permainan pengenalan emosi, permainan peran sosial, dan permainan komunikasi terstruktur. Kontribusi akademik penelitian ini berupa model konseptual pengembangan intervensi sosial bertahap dari aktivitas paralel ke kolaboratif yang menjembatani preferensi soliter anak didik GSA dengan kebutuhan pengembangan keterampilan sosial. Kontribusi praktis meliputi panduan implementasi permainan terstruktur berdasarkan lima faktor keberhasilan: personalisasi minat anak didik, dukungan visual jelas, intensitas program, keterlibatan orang tua, dan penerapan prinsip pembelajaran kooperatif.
No Student Left Behind? Tantangan dan Solusi Pendidikan STEM Inklusif di Sekolah Dasar Barokah, Rifqa Gusmida Syahrun; Hermita, Neni
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.291

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem pendidikan yang adil bagi seluruh peserta didik. Pada abad ke-21, pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dinilai sebagai sarana strategis untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, literasi digital, dan pemecahan masalah. Namun, penerapan STEM di tingkat sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam menjangkau kelompok siswa yang beragam. Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis menggunakan pendekatan PRISMA untuk mengidentifikasi hambatan dan solusi dalam membangun pendidikan STEM yang inklusif di Indonesia. Hasil kajian mengungkapkan lima dimensi utama: (1) strategi pembelajaran personal, (2) pelatihan dan kesiapan guru, (3) hambatan struktural dan sosial, (4) kebijakan pendidikan inklusif, serta (5) peran komunitas dan keluarga. Selain itu, Kurikulum Merdeka dianalisis sebagai peluang sistemik untuk mengintegrasikan inklusivitas dalam pembelajaran STEM. Kajian ini merekomendasikan sinergi antar pemangku kepentingan, peningkatan kapasitas guru, penggunaan teknologi berbasis lokal, dan evaluasi kebijakan berbasis data guna mewujudkan visi no student left behind dalam pendidikan dasar di Indonesia.
Peran Parenting Partnership dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4–5 Tahun melalui Home-Based Learning: Studi Kasus di RA Nurul Huda Ulya Ainur Rofi’ah; Rifqi Aulia; Widya Fajar Oktaviana
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.292

Abstract

This study analyzes the effectiveness of home-based learning through a parenting partnership in enhancing the independence of children aged 4-5 years at RA Nurul Huda Semarang. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate a significant improvement in children's independence, such as eating independently (40% to 75%) and dressing themselves (25% to 60%). This success was supported by improved parental communication patterns and consistent positive reinforcement. This study confirms that the collaboration between teachers and parents in home-based learning is effective in fostering children's independence. Children become more confident and self-sufficient in completing daily tasks, demonstrating that proper parental guidance can optimally support their development.
Implementasi Bermain Peran Mikro dengan Media Wayang dalam Ekstrakurikuler Assembling untuk Mengembangkan Bahasa AUD Indah Ayu Kusuma; Mila Faila Shofa
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.295

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah adanya kegiatan bermain peran mikro dengan media wayang dalam ekstrakurikuler assembling yang di sediakan oleh PAUD Islam Makarima Kartasura. Kegiatan tersebut belum pernah di terapkan di PAUD sekitarnya. Kegiatan tersebut dapat mengembangkan bahasa anak, khususnya pada bahasa ekspresif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi bermain peran mikro dengan media wayang dalam kegiatan ekstrakurikuler assembling untuk mengembangkan aspek bahasa pada anak usia dini di PAUD Islam Makarima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah guru ekstrakurikuler assembling dan anak yang mengikuti kegiatan bermain wayang serta informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi maka disimpulkan bahwa kegiatan bermain peran mikro dengan media wayang dalam ekstrakurikuler assembling dapat mengembangkan aspek bahasa anak, khususnya bahasa ekspresifnya. Adapun perkembangan bahasanya yaitu dapat mengulangi kalimat yang lebih sulit, menjawab pertanyaan dengan lengkap, berkomunikasi secara lisan, meneruskan cerita yang didengarkan, dan mengucapkan keinginan atau gagasan. Kegiatan ini melalui beberapa tahapan. Tahap pertama perencanaan dengan mulai menentukan jadwal terkait hari dan waktu pelaksanaan. Tahap kedua pelaksanaan, guru mengenalkan dan mencontohkan cara memainkan wayang serta alat musik pengiring dan kemudian anak menirukannya. Tahap ketiga penyelesaian, ditahap ini guru merecalling atau mengulas kembali kegiatan yang telah dilakukan. Adapun evaluasi anatar guru dan kepala sekolah setiap tiga bulan sekali serta dilakukan setiap satu semester bersama guru, kepala sekolah dan orang tua.

Page 1 of 1 | Total Record : 5