cover
Contact Name
Mokhamad Nizar Z
Contact Email
disdikkbb@gmail.com
Phone
+6283829108047
Journal Mail Official
jurnalkinanti@gmail.com
Editorial Address
Gedung A Lantai 1, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Jl. Padalarang - Cisarua Km. 2, Mekarsari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia 40381
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih
ISSN : 30314917     EISSN : 30316642     DOI : https://doi.org/10.62518/t86cq065
Core Subject : Education,
Kinanti: Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih merupakan jurnal online, akses terbuka, dan peer-review. JK terbit dua kali setahun (Desember, Juni; Pertama kali diterbitkan pada Desember 2023). Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian asli, laporan kasus, dan ulasan kritis di bidang pendidikan. Fokus dan ruang lingkup ini termasuk best practice yang dilaksanakan para pendidik dan tenaga kependidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Teknik Pembelajaran Sosial-Emosional di Sekolah Menengah Pertama Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/7ct9gt02

Abstract

Penelitian ini mengupas bahwa pengembangan kompetensi murid tentu tidaklah cukup dengan hanya fokus pada aspek kognitif saja, namun kompetensi sosial dan emosional sangat diperlukan. Diperlukan keterampilan dalam berinteraksi antara guru dengan murid yang dapat membangkitkan kompetensi tersebut, sehingga bisa membangun hubungan harmonis keduanya. Oleh karena itu kompetensi sosial dan emosional memiliki peran sentral dalam keberhasilan akademik dan kehidupan guru dan murid. Seperti diketahui, Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan anak yang sesuai dengan dunianya. Hal tersebut menegaskan pembelajaran sosial dan emosional yang berbasis kesadaran penuh merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong bertumbuhnya budi pekerti, selain intelektual tentunya. Melalui pembelajaran sosial dan emosional ini, murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami sejumlah pengalaman yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif.
Implementasi Program Salam Sambut Siswa Untuk Penanaman Nilai Profil Pelajar Pancasila AR, Ana Kartina
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/f2hg6715

Abstract

Kajian ini membahas tentang program Sambut Salam Siswa (SASIS) yang bertujuan membangun karakter siswa berlandaskan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui pendekatan disiplin dan kegiatan positif. Program ini melibatkan siswa, guru, dan staf sekolah dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pembentukan karakter.Dengan pendekatan sistematis menggunakan metode BAGJA, SASIS difokuskan pada implementasi nilai-nilai, seperti kedisiplinan, gotong royong, kemandirian, serta toleransi. Hasil dari penerapan SASIS diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan siswa, mempererat hubungan guru-siswa, dan membangun budaya sekolah yang positif.Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan intelektual siswa, tetapi juga membentuk karakter sesuai nilai-nilai kebangsaan. Salah satu kerangka nilai yang relevan adalah Profil Pelajar Pancasila, yang mencakup aspek religiusitas, kebinekaan, gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan kreativitas.Untuk mendukung tujuan tersebut, program Salam Sambut Siswa (SASIS) dirancang sebagai upaya mendisiplinkan siswa sejak awal kedatangan mereka di sekolah. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan intelektual siswa, tetapi juga membentuk karakter sesuai nilai-nilai kebangsaan.
Program “Sami Sahabat” Dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi dan Kepemimpinan Murid Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/jm3bbp14

Abstract

Penelitian ini mengupas bahwa pengembangan kompetensi murid tentu tidaklah cukup dengan hanya fokus pada aspek kognitif saja, namun kompetensi sosial dan emosional sangat diperlukan. Diperlukan keterampilan dalam berinteraksi antara guru dengan murid yang dapat membangkitkan kompetensi tersebut, sehingga bisa membangun hubungan harmonis keduanya. Oleh karena itu kompetensi sosial dan emosional memiliki peran sentral dalam keberhasilan akademik dan kehidupan guru dan murid. Seperti diketahui, Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan anak yang sesuai dengan dunianya. Hal tersebut menegaskan pembelajaran sosial dan emosional yang berbasis kesadaran penuh merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong bertumbuhnya budi pekerti, selain intelektual tentunya. Melalui pembelajaran sosial dan emosional ini, murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami sejumlah pengalaman yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif.
Peran Guru Penggerak dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi di Sekolah Lia Amalia, Nenden
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/qzbcbv04

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang transformasi perubahan pendidikan yang menjadikan seorang guru menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidikan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.Guru penggerak diharapkan menjadi motor dalam pengembangan komunitas praktisi baik di sekolah atau di luar lingkungan sekolah. Salah satu Peran Guru Penggerak adalah menjalin komunikasi yang efektif dengan guru lain melalui komunitas praktisi, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Guru penggerak dapat mengajak rekan guru lain untuk menjadi tim untuk menggerakkan komunitas praktisi di sekolahnya. Komunitas praktisi merupakan strategi pelengkap bagi pengembangan profesi yang berkelanjutan. Konsep komunitas praktisi sudah banyak diterapkan oleh berbagai profesi dan penting pula diterapkan oleh para aktor utama dalam pendidikan yaitu guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.
Program MOSC Meningkatkan Keterampilan Teknologi Pada Siswa SMA Tua Maria, Risnawaty
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/tzrfwb12

Abstract

Kajian ini membahas tentang program MOSC yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknologi, yaitu: Memberikan pelatihan yang komprehensif tentang penggunaan aplikasi Microsoft Office (Word, Excel, Power Point) untuk meningkatkan keterampilan teknis siswa. mengajak siswa untuk menggunakan Microsoft Office secara kreatif dalam menyelesaikan tugas dan proyek, sehingga mereka dapat mengeksplorasi cara-cara baru dalam menyajikan informasi. Kemudian, mempersiapkan siswa untuk dunia kerja, dan menyediakan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia profesional, membantu siswa menjadi lebih kompetitif di pasar kerja setelah lulus.Di era digital saat ini, keterampilan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat penting bagi siswa, terutama dalam menghadapi tantangan di dunia akademik dan profesional.
Strategi Branding Kabupaten Bandung Barat Sebagai Destinasi Investasi di Koridor Jakarta – Bandung Horizon, Apri
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/e5qjfp16

Abstract

Kabupaten Bandung Barat berada pada koridor strategis Jakarta–Bandung yang berkembang pesat sebagai kawasan berdaya tarik investasi. Namun, wilayah ini masih dipersepsikan sebagai “wilayah belakang” dan identik dengan wisata Lembang. Padahal, potensi investasinya luas dan dapat dikemas menjadi destinasi investasi dengan value proposition yang jelas. Policy paper ini menawarkan strategi branding investasi yang terarah, berbasis data, dan berkelanjutan melalui penyusunan Investment Branding Blueprint, pembangunan portal one-stop investment terintegrasi OSS, promosi tersegmentasi, strategi promosi agresif dengan layanan investasi proaktif, serta penguatan kapasitas SDM. Implementasinya diharapkan mendorong realisasi investasi, peningkatan lapangan kerja dan infrastruktur, serta memastikan kepatuhan ESG menuju green investment di Kabupaten Bandung Barat.
Strategi “MITIGASI” dalam Pembelajaran IPS Bagi Anak di Daerah Rawan Gempa Bumi Sesar Lembang Topik
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/6vn6c889

Abstract

Minimnya pengenalan mitigasi bencana gempa bumi yang diintegrasikan dengan materi pembelajaran yang ada di sekolah menyebabkan siswa kurang paham dan kurang siap dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana gempa bumi yang terjadi, khususnya pada peserta didik yang berada di sekitar Sesar Lembang. Untuk itu diperlukan upaya kegiatan mitigasi gempa bumi yang dapat mereduksi potensi bahaya atau kerugian yang timbul, salah satunya dengan mengintegrasikan mitigasi bencana gempa bumi dalam mata pelajaran IPS. Dalam hal ini penulis berupaya menyusun dan menciptakan strategi “MITIGASI” dalam pembelajaran IPS bagi anak rawan gempa yang berada di Daerah Sesar Lembang dalam bentuk best practice. Strategi “MITIGASI” merupakan akronim dan langkah-langkah pembelajaran dari Masalah, Identifikasi Masalah, Topik Masalah, Investigasi, Gambar/desain, Aksi, Sharing dan Intropeksi diri. Best practice ini telah diimplementasikan kepada siswa kelas VII SMPN 4 Ngamprah dimana hasilnya menunjukan bahwa pembelajaran mitigasi dengan strategi “MITIGASI” dapat meningkatkan kemampuan mitigasi bencana gempa bumi.
Inovasi Pembelajaran IPS dalam Mengatasi Siswa Berkebutuhan Khusus di SMP Reguler Putri, Alya
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/rtcmc104

Abstract

Abstrak: Pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus berkarakteristik slow leaner di SMP reguler saat ini dipandang masih belum berhasil. Ketidakberhasilan proses pembelajaran bukan semata-mata karena keterbatasan yang dimiliki oleh slow leaner, tetapi karena ketidakefektifan proses pembelajaran yang terjadi di sekolah. Proses pembelajaran terlalu formal dan lebih menekankan pada pembelajaran yang bersifat akdemik. Oleh karena itu diperlukan orientasi ulang tantang pembelajaran dari yang bersifat formal ke yang bersifat fungsional. Pembelajaran yang bersifat fungsional menekankan pada hambatan belajar dan kebutuhan setiap peserta didik agar dapat mencapai perkembangan secara optimal, baik perkembangan vertikal maupun perkembangan horizontal, bukan didasarkan semata-mata pada kurikulum. Pembelajaran lebih berpusat pada anak, bukan pada kurikulum. Pendidikan bagi peserta didik slow leaner seharusnya ditujukan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak secara optimal, agar mereka dapat hidup mandiri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana mereka berada. Menurut peneliti bahwa hambatan yang dialami peserta didik slow leaner mengalami dua hambatan utama yaitu hambatan dalam perkembangan kognitif dan hambatan dalam perilaku adaptif. Kedua hal itu menimbulkan hambatan dalam belajar, hambatan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan hambatan dalam menolong diri. Berdasarkan penelitian kualitatif, strategi pembelajaran kooperatif dan metode pembelajaran seperti: Metode tanya jawab, metode demonstrasi, metode eksperimen, metode pemberian tugas, dan metode diskusi, adalah beberapa bentuk inovasi pembelajaran dalam mengatasi siswa berkebutuhan khusus, terutama siswa yang diidentifikasi sebagai siswa slow leaner di SMP regular.  
Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Materi Teks KhususPada Siswa SMPN Satap Lembang Cililin Komara, Hidayat
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/d8jrrg02

Abstract

Proses pembelajaran yang dilaksanakan guru di dalam kelas kadang-kadang membuat guru kaku terutama dalam memilih satu atau metode pembelajaran, dan mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Pada kenyataannya pendidikan telah dilaksanakan semenjak adanya manusia, hakikatnya pendidikan merupakan serangkaian peristiwa yang kompleks yang melibatkan beberapa komponen antara lain: tujuan, murid, pendidik, isi/bahan, cara/metode dan situasi/lingkungan. Hubungan keenam faktor tersebut berkait satu sama lain dan saling berhubungan dalam suatu aktifitas satu pendidikan. Keadaan siwa SMP dengan sistem menerapakan Kurikulum 2013 dan menuntut siswa untuk lebih aktif dalam hal ini yang berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, lebih tepatnya dalam materi teks khusus yaitu notice, short message, announcement, dan report text, tidak menutup kemungkinan banyak guru yang mengalami kesulitan dalam menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Karena guru dituntut untuk mengejar target materi yang cukup banyak dan harus diselesaikan pada setiap semester. Keberhasilan pengajaran juga tergantung pada keberhasilan murid dalam proses belajar mengajar, sedangkan keberhasilan murid tidak hanya tergantung pada sarana dan prasarana pendidikan, kurikulum maupun metode. Akan tetapi guru mempunyai posisi yang sangat strategi dalam meningkatkan prestasi murid dalam penggunaan strategi pembelajaran yang tepat. Banyaknya persiapan yang ingin dilakukan dalam metode pembelajaran Kurikulum 13 sehingga guru sasaran merasa terbebani dalam memberikan pembelajaran, dan guru sasaran lebih cenderung untuk menggunakan pembelajaran langsung. Oleh karena itu model pembelajaran Kurikulum 2013 tersebut perlu disosialisasikan lebih optimal pada guru sasaran untuk dapat diaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dimaksudkan supaya guru sasaran tidak tertinggal dengan inovasi pendidik dengan penerapan model pembelajaran inovatif.
Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning dengan Penggunaan Media dan Bahan Ajar Gambar Bermakna  dalam Meningkatkan Pastisipasi dan Minat Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran PKn Suwandari, Lilisa
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/sa53ps90

Abstract

Melalui model Problem Based Learning    terlihat hubungan siswa dengan guru sangat signifikan karena guru tidak dianggap sosok yang menakutkan tetapi sebagai fasilitator dan mitra untuk berbagi pengalaman sesuai dengan konsep creatif learning yaitu melalui discovery dan invention serta creativity and diversity sangat menunjol dalam model pembelajaran ini. Dengan model Problem Based Learning  guru hanya mengarahkan strategi yang efektif dan efisien yaitu belajar bagaimana cara belajar (learning how to learn). Dalam metode learning how to learn guru hanya sebagai guide (pemberi arah/petunjuk) untuk membantu siswa jika menemukan kesulitan dalam mempelajari dan menyelesaikan masalah. Melalui metode learning how to learn siswa dapat mengeksplorasi dan mengkaji setiap persoalan, setiap kasus tentang pelaksanaan nilai-nilai  Pancasila Dalam model Problem Based Learning    melalui diskusi kelompok guru dapat mengamati karakteristik atau gaya belajar masing-masing peserta didik. Ada kelompok siswa yang lebih suka membaca daripada mendengarkan  orang lain. Siswa yang lebih suka membacakan/mempresentasikan  dalam hal ini tergolong kepada siswa yang memiliki potensi atau modalitas visual (gaya belajar visual). Sedangkan siswa yang lebih suka berdialog, saling mngajukan argumentasi dengan cara mendengarkan siswa yang lain sewaktu menyampaikan pendapatnya baru kemudian menyampaikan pendapatnya tergolong kepada siswa yang memiliki potensi atau modalitas Auditorial (gaya belajar Auditorial). Dan siswa yang dengan lugas, lincah dan fleksibel, selain melihat, mendengar uraian dari siswa yang lain, dia juga mengakomodasi semua permasalahan, mampu membuktikan teori kedalam praktek,  mampu memecahkan masalah secara rasional, tergolong kepada kelompok belajar yang memiliki potensi atau modalitas Kinestetik (gaya belajar kinestetik). Kelompok kinestetik ini tergolong kepada tipe belajar konvergen dimana siswa memiliki kekuartan otak kiri lebih dominan dan cenderung bertanya dengan menggunakan kata tanya “How” (bagaimana). Berdasarkan hasil penelitian prosentasi ketercapaian pada siklus pertama mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus kedua, maka dapat disimpulkan bahwa temuan pada penelitian menjawab hipotesis melalui model Problem Based Learning    dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dalam hal pelaksanaan nilai-nilai  Pancasila  dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.