cover
Contact Name
Mokhamad Nizar Z
Contact Email
disdikkbb@gmail.com
Phone
+6283829108047
Journal Mail Official
jurnalkinanti@gmail.com
Editorial Address
Gedung A Lantai 1, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Jl. Padalarang - Cisarua Km. 2, Mekarsari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia 40381
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih
ISSN : 30314917     EISSN : 30316642     DOI : https://doi.org/10.62518/t86cq065
Core Subject : Education,
Kinanti: Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih merupakan jurnal online, akses terbuka, dan peer-review. JK terbit dua kali setahun (Desember, Juni; Pertama kali diterbitkan pada Desember 2023). Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian asli, laporan kasus, dan ulasan kritis di bidang pendidikan. Fokus dan ruang lingkup ini termasuk best practice yang dilaksanakan para pendidik dan tenaga kependidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Analisis Kesulitan Membaca dan Menulis Pada Siswa Sekolah Dasar Ambarawati, Nina
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/zzxbj692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca dan menulis siswa kelas tinggi dan faktor yang menghambat pembaca kelas atas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang beranggotakan sebanyak 30 siswa, dengan 15 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan pada kesulitan dari 1 orang siswa. Dalam penelitian kualitatif, di dalam kelas untuk mengetahui jumlah siswa yang tidak bisa membaca tulis hanya 1 siswa menggunakan teknik wawancara mendalam. Teknik ini melibatkan interaksi antara peneliti dan subjek penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman dan pandangan subjek terkait dengan kemampuan membaca tulis. Penelitian dilaksanakan di SD 2 Hadipolo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa seorang siswa SD mengalami kesulitan membaca dan menulis. Kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa tersebut disebabkan oleh keterbatasan identifikasi kemampuan dasar membaca seperti huruf, menginterpretasikan bunyi huruf, mengidentifikasi huruf, dan menggabungkan huruf untuk membentuk kata. Kesulitan siswa dalam membaca juga disebabkan oleh kurangnya minat untuk belajar huruf, dorongan untuk membaca, dan bantuan dari lingkungan sekitar, seperti orang tua dan guru.
Pengaruh Artifical Intelligence Terhadap Efektivitas Praktik Digital Public Relations di Indonesia Zakia, Dhysa Humaida
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/9z2rjx13

Abstract

Perkembangan teknologi digital, terutama Artificial Intelligence (AI), telah mengubah praktik public relations (PR) secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh AI terhadap efektivitas strategi digital public relations di Indonesia melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan praktisi PR. Fokus penelitian mencakup peran AI dalam otomasi komunikasi, analisis data, dan pengambilan keputusan strategis. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi operasional, kecepatan respons, serta pemantauan opini publik secara real-time. Namun, terdapat tantangan terkait etika komunikasi dan keterbatasan sentuhan personal dalam interaksi digital. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan praktik PR yang adaptif dan berbasis teknologi di era digital.
Sinkronisasi Program Trias UKS dengan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka: Sebuah Tinjauan Kebijakan Kesehatan Sekolah Rosyadah, Risa
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/dkrehr68

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dengan tiga program pokoknya yang dikenal sebagai Trias UKS—meliputi Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat—merupakan strategi yang esensial dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik di Indonesia. Di tengah evolusi sistem pendidikan nasional, transisi dari Kurikulum 2013 (K13) yang berbasis kompetensi dan cenderung kaku menuju Kurikulum Merdeka (KMB) yang menawarkan fleksibilitas dan pembelajaran berbasis proyek, sinkronisasi program UKS menjadi sangat krusial. K13 dikritik karena perencanaan pembelajaran yang kaku, beban materi yang terlalu padat, dan kurangnya ruang untuk integrasi materi kesehatan secara efektif, yang pada akhirnya menghambat pencapaian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara optimal. Sebaliknya, KMB dengan Capaian Pembelajaran (CP) yang lebih fleksibel, serta fokus pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), berpotensi besar untuk mengintegrasikan Pendidikan Kesehatan secara kontekstual, asalkan tantangan implementasi seperti ketersediaan sarana prasarana dan koordinasi yang optimal antara sekolah dan Puskesmas dapat diatasi. Tinjauan ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan bagaimana kebijakan perubahan kurikulum tersebut memengaruhi dan dapat mengoptimalkan pelaksanaan Trias UKS sebagai pilar utama kebijakan kesehatan sekolah di Indonesia.
Pengaruh Pelatihan Berbasis Experiential Learning terhadap Internalisasi Core Value BerAKHLAK pada Guru SMP di Bandung Barat Kusnadi, Kusnadi
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/wden5a77

Abstract

Internalisasi nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK—Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif—merupakan mandat strategis nasional guna mewujudkan budaya kerja kelas dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh signifikan dan efektivitas Pelatihan Berbasis Experiential Learning (EL) terhadap internalisasi nilai BerAKHLAK pada Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat, yang merupakan ASN pelayan publik. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest (Kastawaningtyas & Martini, 2018). Subjek penelitian adalah 35 Guru SMP yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan Skala Internalisasi Core Value BerAKHLAK sebelum dan sesudah intervensi pelatihan EL, kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan Normalized Gain Score (N-Gain). Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pelatihan EL terhadap peningkatan internalisasi Core Value BerAKHLAK, dibuktikan dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0.000. Efektivitas pelatihan dikategorikan Tinggi (Kastawaningtyas & Martini, 2018), dengan rata-rata nilai N-Gain sebesar 0.76, yang menghasilkan peningkatan persentase ketuntasan subjek dari 5.7% menjadi 94.3%. Peningkatan efektivitas tertinggi terjadi pada indikator Kolaboratif (0.85) dan Berorientasi Pelayanan (0.82), sedangkan indikator Adaptif (0.58) dan Akuntabel (0.65) menunjukkan peningkatan kategori Sedang. Pola ini mengindikasikan bahwa meskipun model EL efektif, internalisasi nilai yang kompleks dan terikat kondisi struktural organisasi masih memerlukan dukungan penguatan pasca-pelatihan.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Kerja Berlandaskan Core Value ASN BerAKHLAK di Lingkungan Sekolah Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/pc499818

Abstract

Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur menjadi agenda prioritas Reformasi Birokrasi Indonesia, menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk guru dan kepala sekolah, menginternalisasi nilai dasar yang seragam, yaitu Core Value BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menerjemahkan dan mengimplementasikan ketujuh nilai BerAKHLAK ke dalam budaya kerja sekolah, serta mengukur dampaknya terhadap kinerja guru dan mutu pendidikan. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan analisis konten komparatif. Data dikumpulkan dari literatur kebijakan (Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021) dan studi kasus empiris mengenai kepemimpinan pendidikan dan implementasi BerAKHLAK di berbagai instansi publik. Ditemukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif harus bertransisi menjadi kepemimpinan transformasional (inovator dan motivator) untuk mengatasi resistensi budaya dan kelemahan adopsi nilai Adaptif, yang sering ditemui dalam birokrasi. Peran kepemimpinan ini dikategorikan dalam empat pilar aksi: Keteladanan dan Komunikasi (untuk Harmonis dan Loyal), Manajerial dan Pengawasan (untuk Akuntabel dan Pelayanan), serta Pengembangan dan Inovasi (untuk Kompeten dan Adaptif). Penerapan konsisten terbukti meningkatkan kinerja guru yang terukur melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan memperkuat iklim organisasi yang kolaboratif dan profesional.
Integrasi Kecerdasan Buatan Dalam Kurikulum Pembelajaran Koding Di Sekolah Menengah Pertama Di Kabupaten Bandung Barat: Analisis Efektivitas Dan Tantangan Strategis Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/7pe65s40

Abstract

Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) menuntut adaptasi kurikulum pendidikan, terutama pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global di era. Urgensi ini selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia yang menekankan pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir komputasional (CT), kreativitas, dan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi efektivitas dan tantangan kritis yang menyertai integrasi AI dalam kurikulum pembelajaran koding di SMP, dengan memproyeksikan temuan literatur sistematis ke konteks Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dan deskriptif kualitatif, yang mensintesis data empiris dan konseptual dari jurnal-jurnal bereputasi dalam kurun lima hingga sepuluh tahun terakhir. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi AI secara signifikan meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui personalisasi, menyediakan scaffolding kognitif, dan memperkuat keterampilan non-kognitif siswa (seperti komunikasi dan presentasi) hingga lebih dari 30% dibandingkan metode konvensional. Namun, implementasinya dihadapkan pada tantangan utama, yaitu kesenjangan kompetensi pedagogis guru dalam mengintegrasikan AI secara interdisipliner, keterbatasan infrastruktur teknologi yang merata (kesenjangan digital), dan kebutuhan mendesak untuk merumuskan pedoman etika digital guna melindungi privasi data siswa (berita.upi.edu; kemendikdasmen.go.id). Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi triple helix antara pemerintah daerah, akademisi, dan industri untuk memastikan pelatihan guru yang intensif serta alokasi sumber daya yang adil dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Pengembangan Model Pembelajaran Koding Berbasis Proyek (PjBL) Dengan Pemanfaatan Generative AI untuk Peningkatan Kreativitas Siswa SD di Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/mh2j6e75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan kreativitas dan keterampilan koding siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat melalui pengembangan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan Generative Artificial Intelligence (GenAI). Model ini dirancang untuk menyediakan pengalaman belajar yang adaptif dan personal, yang sangat krusial mengingat tantangan kompleksitas materi koding dan perlunya pemikiran orisinal pada siswa SD. Menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D) modifikasi yang mengombinasikan tahapan Borg & Gall dengan model Dick & Carey/ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Validasi), studi ini berfokus pada perancangan model konseptual dan uji validasi ahli (feasibility). Analisis kebutuhan awal menunjukkan bahwa guru dan siswa SD sangat membutuhkan model pembelajaran inovatif yang mampu memfasilitasi ideasi proyek yang lebih bervariasi dan kontekstual, khususnya untuk mengimbangi keterbatasan sumber belajar dan waktu bimbingan guru. Desain model yang dihasilkan secara sistematis mengintegrasikan GenAI (seperti Gemini atau ChatGPT) sebagai intelligent scaffolding dalam fase Penentuan Pertanyaan Mendasar dan Perencanaan Proyek, secara eksplisit menargetkan peningkatan indikator kreativitas fluency (kelancaran ide) dan originality (orisinalitas gagasan) siswa SD dalam konteks koding. Hasil validasi ahli (materi, media, bahasa) menunjukkan bahwa model ini memenuhi kriteria "Sangat Layak" untuk digunakan (rerata validasi keseluruhan 85%), menegaskan bahwa secara konseptual dan pedagogis, model GenAI-PjBL ini valid dan relevan untuk diimplementasikan. Meskipun demikian, implementasinya di Kabupaten Bandung Barat memerlukan strategi mitigasi yang terencana untuk mengatasi kesenjangan digital dan pelatihan guru yang berkelanjutan.
Model Blended Learning Terintegrasi Project-Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Merancang Pembelajaran Inovatif di Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/7y753b11

Abstract

Krisis pembelajaran (learning crisis), yang diperburuk oleh pandemi Covid-19, menuntut transformasi mendasar dalam praktik pendidikan, mendorong adopsi Kurikulum Merdeka (KM) yang memprioritaskan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui Project-Based Learning (PjBL). Namun, keberhasilan implementasi KM sangat bergantung pada kompetensi guru dalam merancang instruksi yang inovatif, autentik, dan terintegrasi teknologi, sebuah kapabilitas yang masih menjadi tantangan bagi para pendidik di Jawa Barat, khususnya dalam penguasaan teknologi penunjang. Penelitian ini mengusulkan pengembangan model Project Based Blended Learning (PjB2L) terintegrasi yang distrukturkan dalam kerangka Research and Development (R&D) Model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) untuk meningkatkan profesionalisme guru di Kabupaten Bandung Barat. Model PjB2L yang diusulkan secara spesifik mengadaptasi enam fase PjBL, mengintegrasikan kegiatan daring (berbasis Learning Management System/LMS) untuk akses materi dan monitoring asinkron, dengan sesi tatap muka (luring) esensial untuk kolaborasi perancangan instruksional, validasi asesmen kritis, dan evaluasi reflektif. Sintesis literatur menunjukkan bahwa model PjB2L efektif mendorong peningkatan kompetensi kunci yang dibutuhkan untuk pengajaran inovatif, terbukti menghasilkan dampak positif yang signifikan. Model yang dihasilkan menekankan kemampuan guru untuk memproduksi perangkat ajar berkualitas tinggi, sehingga mampu mengatasi defisit pedagogis-teknologis dan mendukung keberlanjutan implementasi Kurikulum Merdeka melalui partisipasi aktif dalam komunitas belajar.
Blended Learning Berbasis Kolaborasi Daring: Strategi Efektif Peningkatan Kompetensi Abad Ke-21 Bagi Guru SMP di Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/ba0pph77

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut adanya pergeseran paradigma pendidikan, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang bertujuan membekali peserta didik dengan kompetensi esensial yang dikenal sebagai 4C: Berpikir Kritis, Kreativitas, Komunikasi, dan Kolaborasi. Guru merupakan garda terdepan dalam transformasi ini dan harus mampu beradaptasi dengan laju perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Namun, guru SMP, terutama yang berada di konteks regional seperti Kabupaten Bandung Barat (KBB), seringkali menghadapi tantangan signifikan terkait variasi kesiapan infrastruktur dan rendahnya tingkat literasi digital yang memadai untuk mendukung pembelajaran inovatif. Kajian ini bertujuan merumuskan kerangka strategis penerapan Blended Learning Berbasis Kolaborasi Daring (BL-KD) yang dirancang secara spesifik untuk meningkatkan kompetensi 4C guru di KBB. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan sintesis tematik, yang menganalisis hubungan kausalitas antara model Blended Learning, implementasi Kolaborasi Daring, dan mekanisme pengembangan profesionalisme guru pada jenjang pendidikan menengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa Blended Learning (BL) merupakan solusi pedagogis yang efektif karena mampu menciptakan keseimbangan antara interaksi tatap muka langsung—yang vital untuk transfer nilai, etika, dan karakter—dengan fleksibilitas yang ditawarkan oleh teknologi digital. Lebih lanjut, Kolaborasi Daring (KD), yang diwujudkan melalui Komunitas Praktik (Community of Practice/CoP) virtual, terbukti berfungsi sebagai meta-strategi pendampingan berkelanjutan yang krusial. Mekanisme ini sangat penting untuk mengatasi kesenjangan literasi digital antar guru, memastikan adopsi teknologi yang produktif, dan mengurangi resistensi terhadap metode pengajaran baru. Berdasarkan sintesis temuan, kajian ini mengusulkan Model Strategis Empat Fase yang dirancang untuk menginstitusionalisasi BL-KD secara sistematis. Fase-fase ini meliputi Analisis Kebutuhan, Desain Pedagogi Inovatif, Implementasi dan Pendampingan Taktis, serta Evaluasi dan Keberlanjutan. Penerapan kerangka ini diharapkan dapat memastikan peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru, yang pada akhirnya akan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih berpusat pada siswa (student-centered learning) yang mampu mengasah keterampilan 4C peserta didik.
Penerapan Konsep Pembelajaran Mendalam dalam Desain Kurikulum Tematik SD: Studi Kasus Integrasi Literasi Digital di Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 3 No. 2 (2025): Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/1yc9s137

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi antara literasi digital, pembelajaran mendalam (deep learning), dan penguatan karakter pada konteks pendidikan dasar dan menengah, didorong oleh kebutuhan untuk membangun kecerdasan dan etika digital siswa dalam menghadapi tantangan Abad ke-21. Berbagai studi menunjukkan pentingnya integrasi literasi digital dalam mata pelajaran seperti PKn untuk menanamkan nilai etika digital dan keamanan siber. Pada saat yang sama, pendekatan pembelajaran mendalam diakui memiliki potensi signifikan dalam kurikulum sekolah dasar, yang juga berperan penting dalam upaya pembentukan karakter siswa sebagai pembelajar mandiri. Lebih lanjut, penguatan pendidikan karakter secara terintegrasi melalui pembelajaran berbasis literasi digital dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, sejalan dengan kerangka pedagogi baru yang mengarah pada pembelajaran mendalam untuk mempersiapkan siswa di era digital.