cover
Contact Name
Mokhamad Nizar Z
Contact Email
disdikkbb@gmail.com
Phone
+6283829108047
Journal Mail Official
jurnalkinanti@gmail.com
Editorial Address
Gedung A Lantai 1, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Jl. Padalarang - Cisarua Km. 2, Mekarsari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia 40381
Location
Kab. bandung barat,
Jawa barat
INDONESIA
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih
ISSN : 30314917     EISSN : 30316642     DOI : https://doi.org/10.62518/t86cq065
Core Subject : Education,
Kinanti: Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih merupakan jurnal online, akses terbuka, dan peer-review. JK terbit dua kali setahun (Desember, Juni; Pertama kali diterbitkan pada Desember 2023). Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian asli, laporan kasus, dan ulasan kritis di bidang pendidikan. Fokus dan ruang lingkup ini termasuk best practice yang dilaksanakan para pendidik dan tenaga kependidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 86 Documents
Study Cancel Culture: Pengaruhnya dalam Mencegah Cyberbullying Zakia, Dhysa Humaida
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/kn0hhq35

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat digital. Salah satu fenomena yang muncul adalah cancel culture, yaitu tindakan kolektif masyarakat dalam memberikan kritik, penolakan, atau boikot terhadap individu maupun kelompok yang dianggap melakukan pelanggaran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cancel culture dalam mencegah cyberbullying di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, fenomena ini dapat menjadi bentuk kontrol sosial terhadap perilaku negatif dan mendorong kesadaran etika digital. Namun, di sisi lain, cancel culture juga berpotensi memicu perundungan digital baru apabila dilakukan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital dan komunikasi yang bijak agar cancel culture dapat berfungsi sebagai upaya preventif terhadap cyberbullying.  
Pemanfaatan Rapor Tes Kemampuan Akademik (TKA) Sebagai Basis Intervensi Pedagogik dan Peningkatan Kapasitas Guru MGMP di Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/54d69r14

Abstract

Evaluasi pendidikan merupakan instrumen fundamental dalam menentukan arah kebijakan dan kualitas pembelajaran di tingkat satuan pendidikan, yang berfungsi tidak hanya sebagai alat ukur tetapi juga sebagai kompas diagnostik. Transisi paradigma evaluasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan Ujian Nasional (UN) dan pergeseran menuju Asesmen Nasional (AN) serta pemanfaatan Tes Kemampuan Akademik (TKA), menuntut transformasi mendalam dalam praktik pedagogik guru di ruang kelas. Penelitian ini secara komprehensif menganalisis pemanfaatan rapor pendidikan dan rapor Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai basis data empiris untuk merancang intervensi pedagogik yang presisi, sekaligus mengevaluasi perannya dalam peningkatan kapasitas profesional guru melalui wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kabupaten Bandung Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan kerangka studi kasus yang berfokus pada dinamika pendidikan di Kabupaten Bandung Barat berdasarkan publikasi BPS Kabupaten Bandung Barat Dalam Angka 2025 dan Rapor Pendidikan 2025. Hasil analisis mengindikasikan bahwa sebagian besar intervensi pedagogik yang dilakukan oleh guru pada masa lampau masih bersifat spekulatif dan belum sepenuhnya berakar pada analisis data diagnostik yang akurat. Rapor TKA 2025 dan Rapor Pendidikan sejatinya menyediakan metrik yang krusial terkait kemampuan penalaran tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), literasi, numerasi, hingga indikator prioritas baru terkait iklim inklusivitas siswa yang sangat dibutuhkan di era disrupsi. Melalui optimalisasi MGMP, guru dapat difasilitasi dengan model pembelajaran dan pengembangan 70:20:10, di mana kolaborasi sejawat dan bimbingan berkelanjutan menjadi katalisator dalam menerjemahkan data rapor menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdiferensiasi. Kendati demikian, implementasi ini di Kabupaten Bandung Barat masih dihadapkan pada kendala struktural yang kompleks, termasuk disparitas infrastruktur digital antara wilayah perkotaan dan perdesaan, keterbatasan literasi data di kalangan pendidik, serta alokasi waktu yang minim untuk refleksi pedagogik. Laporan ini merekomendasikan revitalisasi MGMP yang berpusat pada integrasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan penguatan kompetensi literasi data, sehingga intervensi pedagogik yang dihasilkan tidak hanya responsif terhadap kelemahan akademik siswa, tetapi juga adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.
Analisis Efektivitas Perencanaan Berbasis Data (PBD) Berdasarkan Rapor Pendidikan Terhadap Peningkatan Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/bmft1q20

Abstract

Transformasi sistem evaluasi pendidikan nasional di Indonesia telah bergeser secara fundamental dari paradigma penilaian hasil akhir yang berpusat pada Ujian Nasional menuju evaluasi sistemik melalui instrumen Asesmen Nasional (AN) dan Rapor Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) terhadap peningkatan kompetensi literasi dan numerasi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Kabupaten Bandung Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analitis yang dikombinasikan dengan kerangka teoretis Data-Driven Decision Making (DDDM) serta siklus manajemen Plan-Do-Check-Act (PDCA), kajian ini mengevaluasi secara komprehensif bagaimana satuan pendidikan menerjemahkan data capaian menjadi intervensi pedagogis yang presisi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa capaian awal literasi dan numerasi di Kabupaten Bandung Barat secara agregat masih berada pada kategori sedang atau di bawah kompetensi minimum, yang kemudian memicu berbagai intervensi strategis baik dari tataran kebijakan Dinas Pendidikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) maupun inovasi di tingkat akar rumput sekolah (seperti program KILAU, Morid, dan Warna-Warni Literasi). Pendekatan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) terbukti secara signifikan mengarahkan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) untuk lebih berfokus pada penyelesaian akar masalah pembelajaran, alih-alih sekadar pemenuhan infrastruktur fisik. Meskipun efektivitas PBD menunjukkan tren yang sangat positif dalam mengubah budaya sekolah menjadi berbasis bukti objektif, implementasinya di lapangan masih dihadapkan pada hambatan struktural berupa rendahnya literasi data pendidik, kendala infrastruktur teknologi, serta manajemen waktu. Kajian ini menyimpulkan bahwa PBD yang dikelola dengan siklus PDCA secara konsisten memberikan dampak kausalitas yang kuat terhadap efektivitas sekolah dan mutu capaian siswa secara holistik.
Implementasi Kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sistem Zonasi dalam Mewujudkan Pemerataan Akses Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/egcgpk49

Abstract

Pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara yang dijamin secara konstitusional oleh negara. Dalam upaya strategis untuk mewujudkan pemerataan akses dan kualitas layanan pendidikan secara nasional, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengambil langkah transformatif dengan merombak kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan diimplementasikan pada tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan mutakhir ini mengubah nomenklatur sekaligus mekanisme operasional dari sistem "zonasi" menjadi sistem "domisili", dengan tujuan filosofis untuk mengeliminasi pelabelan sekolah favorit, mendekatkan lingkungan sekolah dengan keluarga, dan memberikan keadilan akses bagi seluruh entitas masyarakat tanpa diskriminasi. Laporan penelitian ilmiah ini disusun dengan tujuan utama untuk menganalisis secara mendalam dan komprehensif mengenai implementasi kebijakan SPMB berbasis domisili di lingkungan tata kelola Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif-analitis dan mengoperasionalkan kerangka teori implementasi kebijakan publik dari George C. Edward III, analisis ini membedah empat dimensi krusial yang menentukan keberhasilan kebijakan: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa meskipun secara regulasi kebijakan ini memiliki visi pemerataan yang sangat ideal, implementasinya di lapangan, khususnya di Kabupaten Bandung Barat, dihadapkan pada problematika struktural, geografis, dan sosiologis yang kompleks. Keterbatasan infrastruktur sekolah menengah di daerah-daerah pelosok jika dikomparasikan dengan tingginya jumlah lulusan sekolah dasar menciptakan fenomena blank spot atau area minim fasilitas, di mana banyak calon murid yang tidak terjangkau oleh radius domisili 3 kilometer yang ditetapkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain persoalan infrastruktur, sistem ini juga memicu potensi kendala administratif, seperti ketidaksesuaian titik koordinat dan penyesuaian Kartu Keluarga (KK), serta menimbulkan keberatan dari masyarakat yang masih terbiasa dengan kultur kompetisi akademik. Lebih jauh, transisi kebijakan ini membawa tantangan bagi keberlangsungan institusi pendidikan swasta yang berpotensi mengalami penurunan jumlah peserta didik. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, laporan ini merekomendasikan perlunya sinkronisasi data kependudukan secara lintas instansi, pelibatan sekolah swasta melalui skema subsidi pembiayaan daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan secara proporsional yang merata di seluruh pelosok kecamatan di Kabupaten Bandung Barat guna memastikan keadilan spasial dalam pendidikan.
Evaluasi Kebijakan "Kurikulum Merdeka" dari Perspektif Tata Kelola Pemerintahan: Peran Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat dalam Pendampingan Sekolah Dasar Rustiyana, Rustiyana
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/xeyqfr88

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia menandai pergeseran paradigma pendidikan yang fundamental, bergerak dari pendekatan berbasis konten yang kaku menuju arsitektur pembelajaran yang fleksibel, berdiferensiasi, dan berpusat pada karakteristik esensial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif pelaksanaan kebijakan Kurikulum Merdeka pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan menggunakan kacamata tata kelola pemerintahan (educational governance). Menggunakan desain evaluasi kebijakan kualitatif yang mengadopsi model implementasi George C. Edward III (Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi) serta sembilan prinsip dasar Good Governance, analisis ini menyoroti interaksi fungsional antara Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, pengawas sekolah, dan Komunitas Penggerak Pendidikan Daerah (KPPD) dalam mengeksekusi pendampingan struktural. Temuan penelitian memanifestasikan sebuah paradoks tata kelola: di satu sisi, Dinas Pendidikan KBB telah menunjukkan intensi strategis yang sangat responsif di tingkat makro—seperti pembentukan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) jenjang SD dan peluncuran inisiatif pendampingan kolaboratif "Ngajang Ka Sakola". Namun di sisi lain, pada tataran birokrasi akar rumput (street-level bureaucracy), terjadi defisit kompetensi yang parah. Data empiris dari studi kasus SDN Garuda di KBB mengungkap bahwa mayoritas tenaga pendidik masih berjuang dengan kompetensi pedagogis yang rendah dalam penyusunan modul ajar, tingkat literasi digital yang sangat minim, serta disorientasi kognitif dalam menerapkan instrumen asesmen berdiferensiasi. Kegagalan operasional ini secara kausalitas berakar pada model pelatihan dari dinas yang masih bersifat teoretis-konvensional, tanpa diiringi pendampingan teknis pasca-pelatihan (hands-on mentoring). Sebagai intervensi strategis, laporan ini merekomendasikan restrukturisasi radikal terhadap tata kelola pelatihan guru melalui adopsi model desain instruksional ADDIE dan kerangka evaluasi Kirkpatrick level 2 dan 3, serta transformasi peran pengawas sekolah dari figur pengendali administratif menjadi fasilitator dan coach klinis guna mengamankan mutu pendidikan di tingkat dasar.
Program Makan Bergizi Gratis: Pengaruhnya dalam Meningkatkan Kualitas Belajar dan Kesehatan Siswa di SMPN Satu Atap Lembang Cililin Kabupaten Bandung Barat Geusan Ulun, Adhyatnika
Kinanti : Jurnal Karya Insan Pendidikan Terpilih Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Kinanti (Karya Insan Pendidikan Terpilih)
Publisher : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62518/5cd1d756

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program makan bergizi gratis terhadap kualitas belajar dan kesehatan siswa di SMPN Satu Atap Lembang Cililin Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program makan bergizi gratis mampu meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran siswa, serta kondisi kesehatan peserta didik. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif dan memiliki semangat belajar yang lebih baik selama proses pembelajaran berlangsung sehingga mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.