cover
Contact Name
Sofia Februanti
Contact Email
sofia.februanti@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285222942264
Journal Mail Official
tnj.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl Cilolohan no 35 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Tasikmalaya Nursing Journal
ISSN : 30265614     EISSN : 30265614     DOI : https://doi.org/10.37160/tnj.v2i01
Core Subject : Health,
Jurnal ini diharapkan dapat menjadi wadah publikasi bagi dosen, mahasiswa, peneliti dalam bidang keperawatan. TNJ merupakan jurnal peer review yang dapat digunakan untuk mempublikasikan artikel, mendesiminasikan karya penelitian perawat di Indonesia Artikel yang akan diterima dalam TNJ antara lain sub bidang keperawatan dasar, keperawatan manajemen dan Pendidikan keperawatan, keperawatan medical bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, keperawatan gerontic, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas. Jenis artikel yang diterima dalam TNJ merupakan hasil penelitian, literature review, studi kasus, dan lain-lain
Articles 39 Documents
Penerapan Terapi Inhalasi Uap pada Status Pernapasan pada Balita dengan Bronkopneumonia di Ruang Jasmine Lantai 5 RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Ilham, Ferdy; Enis Rosuliana, Novi; Herliana, Lia; Mariani, Dini
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 2 No. 02 (2024): Tasikmalaya Nursing Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v2i02.652

Abstract

Bronkopneumonia merupakan salah satu bagian dari penyakit pneumonia. Pneumonia adalah penyakit infeksi oleh bakteri, virus, atau jamur, yang mengakibatkan anak-anak sulit bernapas karena paru-paru mereka terisi nanah dan cairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan terapi Steam Inhalation terhadap status pernapasan pada balita dengan bronkopneumonia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah keperawatan dan teknik penyelesaian masalah klien. Penelitian ini dilakukan terhadap 2 orang anak yang mengalamai bronkopneumonia. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kelompok intervensi mengalami perubahan perbaikan status pernapasan setelah dilakukan intervensi terapi steam inhalation. Kesimpulan dalam penelitian ini penerapan terapi steam inhalation minyak kayu putih bermanfaat bagi pernapasan dan meningkatkan status respirasi pada balita sebagai terapi komplementer dalam terapi medis rumah sakit.
Sentuhan Harmoni: Efektivitas Terapi Lima Jari dalam Mengurangi Kecemasan dan Kuali-tas Tidur pada Warga Binaan Pemasyarakatan Reni Hertini; siti Rohimah; Enik Suharyanti; Aneng Yuningsih
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 01 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i01.739

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) rentan mengalami gangguan kecemasan dan tidur akibat tekanan dan stresor lingkungan. Intervensi non-farmakologis, seperti terapi komplementer berbasis dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk mengatasi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pada warga binaan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi lima jari dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pada warga binaan pemasyarakatan.Kecemasan dan gangguan tidur merupakan tanda genjala dari gangguan psikologis yang sering dialami oleh warga binaan, yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan perilaku mereka. Terapi lima jari, yang melibatkan teknik relaksasi melalui jari-jemari, dipercaya dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan membantu meningkatkan kualitas tidur. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 40 warga binaan yang mengalami kecemasan tingkat ringan hingga sedang. Sebelum dan setelah intervensi, tingkat kecemasan peserta diukur menggunakan skala kecemasan yang telah tervalidasi dan kualitas tidur diukur dengan tes Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan 17 responden mengalami perubahan skor kecemasan dari cemas sedang menjadi cemas ringan, kemudian 22 responden mengalami peningkatan kualitas tidur dari kategori buruk menjadi baik. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa terapi lima jari dapat menjadi intervensi yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada warga binaan, serta memberikan pendekatan alternatif yang dapat diterapkan dalam sistem rehabilitasi mental di lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program rehabilitasi psikologis yang lebih holistik dalam konteks pemasyarakatan.
PENERAPAN INTERVENSI RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF PADA PASIEN STROKE DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT Genta Pangripta; Ida Rosidawati; Astrid Putri Maulana; Dea Puspita
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 01 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i01.792

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan dampak neurologis yang signifikan terutama pada kelemahan otot. Sehingga salah satu intervensi yang dilakukan adalah menerapkan Range Of Motion (ROM). Tujuan penelitian: Untuk mengeksplorasi pengaruh latihan Range of Motion (ROM) aktif terhadap pemulihan fungsi motorik pada pasien stroke Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelusuran sumber data pada systematic literature review ini yaitu dengan penulusuran database terdiri dari Google Scholar dan Portal Garuda. Kriteria inklusi yang digunakan mencakup Quasi Experimental yang melibatkan pasien dewasa berusia ≥15 tahun dengan diagnosis stroke. Artikel yang terpilih dievaluasi menggunakan kerangka kerja PRISMA untuk memastikan kualitas dan relevansi Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kekuatan otot ekstremitas pada pasien yang terkena stroke Hasil penelitian: Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa terapi ROM merupakan bagian penting dari perawatan rehabilitasi pasien stroke, terutama pada fase awal, untuk mengoptimalkan hasil pemulihan.
EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN AKUT MIOKARD INFARK: LITERATURE RIVIEW noneng yulianti; Ida Rosidawati; Nur Hidayat; Ulfi Afifah
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 01 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i01.796

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Infark miokard akut (IMA) merupakan salah satu penyebab utama kematian global. Gejala utama dari infark miokard akut adalah nyeri dada yang tidak hilang meskipun sudah beristirahat. Nyeri pada pasien IMA perlu dikelola secara efektif untuk meningkatkan prognosis. Relaksasi Benson merupakan teknik nonfarmakologis yang diyakini dapat mengurangi intensitas nyeri pada pasien IMA. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas teknik relaksasi benson dalam menurunkan intensitas nyeri pasien IMA berdasarkan literatur yang tersedia. Metodologi: Metode literatur review dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA dengan pencarian artikel melalui Google Scholar dan Portal Garuda pada kurun waktu 2014-2024. Sebanyak lima jurnal nasional yang relevan dan memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kritis. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini semua artikel yang direview menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skala nyeri setelah penerapan teknik relaksasi Benson. Penurunan skala nyeri berkisar dari kategori nyeri berat menjadi nyeri ringan. Hal ini menunjukkan bahwa Teknik Relaksasi Benson efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien infrak miokard akut.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE PADA LANSIA PENDERITA DIABTES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATIBARANG Kamsari Kamsari; Wenny Nugrahati Carsita; Estefaniah Apriyanti
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 01 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i01.836

Abstract

Latar Belakang: Lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 sering terjadi masalah penurunan kemampuan untuk melakukan self care. Kurangnya dukungan dari kelurga dapat mengakibatkan komplikasi pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Adanya dukungan keluarga maka self care pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 bisa menjadi lebih baik, lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 juga dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan self care pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini yaitu lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 yang berjumlah 119 responden. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 92 responden. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan bahwa 30 responden (61,2%) mimiliki dukungan keluarga dengan kategori baik, dan sebanyak 22 responden (53,7%) memiliki self care yang kurang. Hasil uji statistik didapatkan hasil p-value =0,326 (p-value>0,05). Dapat disimpulkan dari penelitian ini tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan self care pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk mengkaji lebih lanjut penyebab kurangnya melakukan self care pada lansia penderita diabetes mellitus
The Effect of the Blindfold Wrapping Technique in Reducing Pain in Cases of Bleeding in Fracture Patients in the Emergency Room: Literature Review: Blindfold Wrapping Technique in Reducing Pain Hikmal Fahridza Ramadhani Qudus; yanti cahyati
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 01 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i01.852

Abstract

Latar belakang: Kejadian yang sering kita jumpai pada “gerbang” rumah sakit atau IGD (instalasi gawat darurat) adalah kecelakaan atau trauma. Memerlukan tindakan yang tepat dalam penanganan yang mengancam nyawa khususnya trauma hebat yang menyebabkan nyeri yang tak tertahan. Nyeri hebat dapat diakibatkan dengan kondisi trauma tertentu atau kecelakaan sehingga perlu penanganan cepat dan tepat untuk menurunkan rasa nyeri atau komplikasi lainnya. Tujuan penelitian: Dengan kejadian tersebut, sebuah metode seperti balut bidai (splinting and bandaging) menjadi salah satu prosedur dalam mengendalikan serta memberikan stabilisasi pada luka akibat kecelakaan. Kajian pustaka bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian teknik balut bidai dengan rasa nyeri pada kasus fraktur. Metodologi: Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Artikel ini diambil dari Google Scholar tahun 2019-2025. Prosedur pencarian dan pemilihan artikel berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Metaanalyses (PRISMA) memperoleh 5 artikel untuk dianalisis. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 5 artikel yang dianalisis, diketahui bahwa terdapat hubungan antara pemberian teknik balut bidai dengan rasa nyeri pada kasus fraktur
PENERAPAN TEKNIK BERCAKAP-CAKAP DENGAN PEER SUPPORT PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH PUSKESMAS SINDANGKASIH KABUPATEN CIAMIS Roihan Salim Yasin; Asep Riyana; Dudi Hartono
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 02 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i02.875

Abstract

Latar Belakang: Masalah gangguan jiwa kini menjadi masalah yang sangat serius diseluruh dunia. Kasus skizofrenia menjadi salah satu kasus gangguan jiwa terbanyak di Indonesia, diperkirakan ada 282.654 orang yang mengalami skizofrenia. Sedangkan di Kabupaten Ciamis terdapat 6,80 permil prevalensi skizofrenia, artinya terdapat 603 ART yang memiliki penderita skizofrenia dari 1.000 rumah tangga yang ada di Kabupaten Ciamis. Di Kecamatan Sindangkasih terdapat 76 kasus dengan diagnosa skizofrenia. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan teknik bercakap-cakap dengan peer support sebagai cara untuk mengontrol halusinasi pada pasien skizofrenia.. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pada 2 orang pasien dengan gangguan halusinasi pendengaran. Pelaksanaan dilakukan 2 kali sehari dengan waktu 30 menit setiap sesinya selama 5 hari. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala halusinasi, pasien 1 terdapat 14 menjadi 3 tanda gejala, sedangkan pasien 2 terdapat 13 menjadi 5 tanda gejala halusinasi. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan latihan bercakap-cakap dengan peer support efektif dalam menurunkan tanda gejala halusinasi. Saran untuk pasien dan keluarga agar dapat menerapkan terapi bercakap-cakap dengan peer support serta meningkatkan motivasi pasien dan dukungan keluarga
Penerapan Relaksasi Genggam Jari (Finger Hold) Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Anak Usia Remaja Dengan Post OP Apendisitis Di Ruang Said Bin Zaid RSUD Al – Ihsan Kabupaten Bandung Alifah Khaerun Nisa; Dini Mariani; Novi Enis Rosuliana
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 02 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i02.881

Abstract

Latar Belakang : Apendisitis merupakan kondisi peradangan pada saluran apendik atau usus buntu yang diakibatkan adanya infeksi pada saluran pencernaan yang termasuk dalam kategori kegawatdaruratan abdomen Tujuan penelitian : Memberikan gambaran penerapan relaksasi genggam jari (Finger Hold) terhadap penurunan skala nyeri pada anak usia remaja dengan post OP Apendisitis Metodologi : Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan menggunakan subjek penelitian yang diteliti berjumlah 2 kasus pasien remaja dengan masalah utama nyeri yaitu nyeri akut Hasil penelitian : Hasil studi kasus menunjukkan bahwa relaksasi genggam jari efektif dalam menurunkan skala nyeri pada dua pasien anak usia remaja pasca operasi apendisitis. Intervensi ini memberikan dampak positif berupa penurunan intensitas nyeri secara bertahap setelah dilakukan selama tiga hari, serta mempercepat proses pemulihan luka operasi.
Penerapan PENERAPAN TERAPI BERMAIN “HEALTHIES STACKO” DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KOOPERATIF PADA ANAK THALASEMIA USIA SEKOLAH: Thalasemia Adilah Rosna Putri; Lia Herliana; Dini Mariani
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 02 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i02.882

Abstract

Latar belakang: Pada anak perilaku kooperatif sangat dibutuhkan saat anak menjalani hospitalisasi. Healthies stacko merupakan salah satu terapi bermain yang inovatif dan edukatif yang bisa diberikan pada anak yang menjalani hospitalisasi. Tujuan penelitian:  Mengetahui gambaran penerapan terapi bermain healthies stacko dalam meningkatkan perilaku kooperatif anak thalasemia. Metodologi: Kuantitatif dengan eksperimental semu (quasi exsperimental), yaitu dengan rancangan one group pre test post-test design. Responden penelitian ini berjumlah 2 orang usia sekolah yang dilakukan selama 3 hari penelitian. Hasil penelitian: Pasien 1 mendapatkan skor awal 18 dan setelahnya dengan skor 25. Kemudian, pasien 2 mendapatkan skor awal 24 dan setelahnya dengan skor 27. Keduanya setelah dilakukan terapi bermain memiliki nilai skor  >23, sehingga lebih kooperatif dalam melakukan perawatan thalasemia
EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK LULLABY DAN PRONE POSITION TERHADAP SATURASI OKSIGEN BAYI PREMATUR neng adinda bella az-zahra; Novi Enis Rosuliana; Dini Mariani
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 02 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i02.883

Abstract

Latar Belakang: Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia gestasi kurang dari 37 minggu. Masalah yang sering dijumpai pada bayi prematur salah satunya adalah imaturitas sistem pernapasan, yang ditandai dengan rendahnya kadar saturasi oksigen. Sehingga dibutuhkan penanganan segera untuk menghindari keadaan tersebut, terapi musik lullaby dan prone position adalah tindakan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen pada bayi prematur. Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas penerapan Terapi Musik Lullaby dan Prone Position terhadap saturasi oksigen bayi prematur. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi dengan menggunakan subjek penelitian yang diteliti berjumlah 2 kasus pasien dengan pendekatan asuhan keperawatan mencakup pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dilakukan pada pasien bayi prematur yang mengalami penurunan pada kadar saturasi oksigen. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif tidak terstruktur yang disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Kedua pasien mengalami penurunan kadar saturasi oksigen dengan diagnosa pola napas tidak efektif dan defisit nutrisi. Intervensi diberikan terapi musik lullaby dan prone position yang dilakukan selama 1x sehari di pagi hari pada pukul 10.00 WIB dengan durasi 15-30 menit dalam 3 hari berturut-turut. Hasil penerapan dilihat dari hasil evaluasi pengukuran kadar saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan penerapan. Terjadi peningkatan kadar saturasi oksigen pada kedua pasien, yaitu pasien 1 dari saturasi oksigen 80% menjadi 96%. Pasien 2 dari saturasi oksigen 79% menjadi 97%. Kesimpulan: Penerapan Terapi Musik Lullaby dan Prone Position dapat meningkatan kadar saturasi oksigen pada bayi prematur.

Page 3 of 4 | Total Record : 39