cover
Contact Name
Hasanul Bulqiyah
Contact Email
hasanulbulqiyah@gmail.com
Phone
+6281222227594
Journal Mail Official
jurnalpoligovsunirow@gmail.com
Editorial Address
Jalan Manunggal, No. 61, Tuban, Jawa Timur - Indonesia 62381
Location
Kab. tuban,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Political and Government Issues
ISSN : -     EISSN : 29885868     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal of Political and Government Issues (POLIGOVS) terbit dua kali dalam setahun, dimana setiap artikel yang telah diterbitkan telah melalui proses peer review. Beberapa isu empiris dalam substudi yang dibahas dalam jurnal ini antara lain politik daerah dan kebijakan publik, pemerintahan dan pelayanan publik, pemerintah dan masyarakat sosial, kampanye dan pemilu, pemilu dan partai politik, agama dan demokrasi, relasi kuasa dan komunikasi politik. Journal of Political and Government Issues (POLIGOVS) menggunakan sistem online (Open Journal System) mulai dari publikasi hingga proses penerbitan. Journal of Political and Government Issues mengundang para penulis dari kalangan akademisi, mahasiswa, birokrat, dan LSM untuk mengunggah artikel penelitian atau kajian literatur. Setiap artikel wajib memenuhi standar etika penulisan ilmiah. Saat ini, Journal of Political and Government Issues diterbitkan secara berkala dua kali setahun, pada bulan Mei dan November.
Articles 22 Documents
Perubahan Koalisi Perubahan Untuk Persatuan Dalam Memilih Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pilpres Tahun 2024 ajeng anisa indri astuti indarto; Yuni Khairunnisa; Muhammad Nabil Daud Musyaffa; Azis Setiawan; Nurlaili Rahmawati
POLIGOVS Vol 2 No 1 (2024): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (MEI) 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v2i1.971

Abstract

The Political Party Coalition is very dynamic in nominating the 2024 Presidential and Vice Presidential Candidates. This can be seen in the change coalition which previously consisted of the Nasdem Party, Prosperous Justice Party (PKS) and the Democratic Party to nominate Anies Baswedan as Presidential candidate, but after the Nasdem Party chose Muhaimin Iskandar (general chairman of PKB) as a presidential candidate to accompany Anies Baswedan during the 2024 presidential election unilaterally without asking for consideration from PKS and the Democratic Party, which resulted in the Democratic Party leaving the Change coalition. This research uses a descriptive method with a qualitative approach which aims to discuss causes happen change election of Presidential Candidates and Vice Presidential Candidates from Coalition Change and the impacts that occur from it Change Election of Presidential Candidates and Vice Presidential Candidates from Coalition Change . The results of this research are first, The Nasdem Party chose Anies Baswedan as its presidential candidate because (i) Anies Baswedan has the same vision and mission as the Nasdem Party, (ii) Anies Baswedan's high electability is considered to be able to bring about sustainable development in Indonesia, (iii) Anies Baswedan has proud achievements . The pairing of Anies Baswedan with Muhaimin Iskandar to become presidential and vice presidential candidates in the 2024 presidential election has had the impact of changing political party coalitions with the decline of the Democratic Party because initially AHY was predicted to be Anies Baswedan's running mate as vice president. However, at the time of the declaration the coalition for change put forward Muhaimin Iskandar as vice presidential candidate. This change made the Democrats disappointed and decided to leave this coalition. Second, Muhaimin Iskandar was chosen as a candidate for vice president because PKB was strong on the island of Java, especially East Java and NU throughout the archipelago. It can be seen from the political achievements achieved by PKB under the leadership of Muhaimin Iskandar, marked by the large number of cadres in Jokowi Ma'ruf Amin's cabinet, therefore it is hoped that PKB will be able to gain a lot of votes. The public can choose Muhaimin as vice presidential candidate and it is hoped that the Anies-Muhaimin pair can bring about a political revival for the santri-nationalists.
Leadership Model in Influencing the Performance of Rural Government Officials Rizca Yunike Putri; Ahmad Sufaidi; Silvia Nur Nabiilah; Silvi Rahmawati; Novita Sari Fikana; Rehan Kautsar Amara
POLIGOVS Vol 1 No 2 (2023): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (NOVEMBER) 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v1i2.976

Abstract

The village as a community unit protected by law has territorial boundaries with the authority and power to regulate and manage government affairs in the village environment, the interests and needs of the local community based on community initiative and deliberation, rights of origin, as well as recognized customary or traditional rights. and respected in the government system of the Republic of Indonesia. As a village area whose jurisdiction is recognized, it has the authority to regulate and manage the interests of the local community, based on local origins and traditional customs, which are recognized or formed in the National government system in the districts of each province. However, villages with various resources and potential have leadership problems where leadership factors, especially in villages, are able to influence and maximize community participation in village development. The leadership model that can be implemented and used by a leader in leading his citizens and in increasing village community participation in development will influence the intensity of community participation that will be given to development in his village. The village head is a political position that must go through a legitimized election stage in general elections at the village level. PERMENDAGRI No. 72 of 2020 concerning the Second Amendment to Minister of Home Affairs Regulation Number 112 of 2014 concerning Election of Village Heads states that the village head is a village official elected by the village community with a term of office of 6 years. The method used in this activity uses a Participatory Action Research (PAR) approach with a focus on Action Learning (8). Action Learning or AL in the realm of PAR is understood as the delivery of core material in activities through direct practice.
Relasi Quintuple Helix Dalam Memperkuat Branding Kota Probolinggo Dengan Julukan “Impressive” Nurul Jannah Lailatul Fitria
POLIGOVS Vol 1 No 2 (2023): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (NOVEMBER) 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v1i2.978

Abstract

Pemerintah memberikan rekomendasi dan arahan kepada setiap kota atau daerah untuk membentuk citra kota atau daerah tersebut. Pemerintah kota atau daerah melakukan berbagai upaya untuk memperkenalkan ciri khas dan potensi kota atau daerah tersebut. Penguatan city branding membutuhkan berbagai peran dari aktor-aktor yang terlibat. Para aktor tersebut dapat berjalan beriringan dalam membentuk city branding yang baik bahkan memperkuat city branding di suatu kota atau daerah. Hal ini persis dengan penerapan hubungan Quintuple Helix. Seperti penguatan city branding di Kota Probolinggo dengan branding "Impressive Probolinggo City". Penulis melakukan penelitian terkait hubungan Quintuple Helix dalam Impressive Probolinggo City. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Fokus penelitian adalah hubungan setiap aktor yang ada di Kota Probolinggo dalam memperkuat Impressive Probolinggo City sebagai sebuah branding Kota Probolinggo. Penguatan Impressive Kota Probolinggo sebagai branding Kota Probolinggo dengan teori quintuple helix. Model quintuple helix adalah sistem pendidikan, sistem ekonomi, sistem masyarakat, sistem politik, dan sistem lingkungan. Kelima elemen tersebut dalam mengembangkan inovasi akan saling bersinergi dan saling berhubungan antara satu sistem dengan sistem lainnya. Pengembangan inovasi tersebut, setiap aktor akan bertindak sesuai dengan peran, keahlian, dan kompetensi yang dimiliki. Kesimpulannya, kelima helix tersebut dapat mewujudkan penguatan Impressive Probolinggo City sebagai branding Kota Probolinggo.
Collaborative Governance Dalam Pendataan Sustainable Development Goals Desa Mulyasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis Tahun 2020 Irwan Eka Syafutra; Kiki Endah; Ii Sujai
POLIGOVS Vol 1 No 2 (2023): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (NOVEMBER) 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v1i2.979

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pelaksanaan Collaborative Governance Dalam Pendataan Sustainable Development Goals Desa Mulyasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis Tahun 2020 yang belum optimal, hal itu terlihat dari indikator permasalahan sebagai berikut; Masih banyaknya masyarakat Desa Mulyasari yang belum mengerti mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), Kurangnya informasi dari pihak Pemerintah Desa setempat berkenaan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Dalam pengisian kuisioner banyak data yang kurang akurat dan ada juga yang mengisi secara asal-asalan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis menentukan rumusan masalah mengenai Bagaimana Collaborative Governance Dalam Pendataan Sustainable Development Goals Desa Mulyasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis Tahun 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Collaborative Governance Dalam Pendataan Sustainable Development Goals Desa Mulyasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yakni metode Penelitian Kualitatif Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan langkah analisis mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data sampai penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Collaborative Governance Dalam Pendataan Sustainable Development Goals Desa Mulyasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis Tahun 2020 belum optimal.
Pola Rekrutmen Politik Dalam Penentuan Kader Legislatif PDI Perjuangan di Kabupaten Belu Petrus Gregorius Taek; Adeo Dato Januario Barros Mbiri
POLIGOVS Vol 1 No 2 (2023): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (NOVEMBER) 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v1i2.1067

Abstract

The research aims to describe and explain the implementation of political party functions in the recruitment of cadres for the Indonesian Democratic Party of Struggle in Belu Regency to get votes in the 2024 elections, as well as widening the number of members with a recruitment mechanism that can be used as a mass basis for votes in facing the 2024 elections. This type of research uses the method qualitative to describe and explain the Implementation of Political Party Functions as PDIP Cadre Recruitment in Belu Regency. Data collection techniques use observation, interviews and documentation methods. Data analysis using interactive models. The results of the research show that the implementation of political party functions as recruitment for PDIP Belu party cadres means that PDIP Belu has an open recruitment pattern to produce cadres who have the potential to win the 2024 elections in Belu district.
Menatap Masa Depan Pariwisata Kabupaten Tuban Pasca Pandemi Covid-19 Sri Musrifah; Hasanul Bulqiyah; Sri Ulandari; Bagus Ade Wijaya; M. Davis Andreyansyah Pratama
POLIGOVS Vol 1 No 2 (2023): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (NOVEMBER) 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v1i2.1096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa masa depan pariwisata Kabupaten Tuban pasca Pandemi Covid-19 Dengan menggunakan pendekatan kebijakan, berlokasi di kabupaten Tuban, khususnya pada sembilan puliuh satu (91) lokasi pariwisata yang ada, serta metode kuantitatif dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak secara ekonomi dan sosial terhadap sektor pariwisata kabupaten Tuban. Secara ekonomi, terjadi penurunan kunjungan wisata selama 2020 atau awal pandemi Covid-19, anjlok hingga 2,8 juta kunjungan saja. Baru di tahun 2021 ada kenaikan lebih dari 500 ribu kunjungan. Tempat-tempat wisata sebagian besar tutup karena mengikuti regulasi, sehingga masyarakat mengalami penurunan pendapatan. Secara sosial, kemudian terjadi pengurangan jumlah karyawan dan tidak dibayarkannnya Tunjangan Hari Raya. Pandemi Covid-19 merupakan krisis makro yang merugikan pariwisata. Sehingga diperlukan manajemen krisis pariwisata multisektor untuk menanganinya. Menyiapkan organisasi dan manual untuk menanganinya, kapasitas dalam menjalankan organisasi, lembaga terkait uantuk merespon setiap krisis, serta membangun jaringan krisis pariwisata
STRATEGI BUMDES DAN PEMERINTAH DESA KARANGAGUNG DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Egita Manda Putri Juliansa
POLIGOVS Vol 2 No 1 (2024): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (MEI) 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v2i1.1348

Abstract

BumDes adalah lembaga desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi lokal. Pemerintahan desa penting dalam struktur Negara Kesatuan RI, bertanggung jawab atas pemerintahan lokal. Pemberdayaan ekonomi masyarakat meningkatkan kesejahteraan, bergantung pada pemahaman subjek. Pembinaan sumber daya manusia penting dalam memperbaiki pemenuhan kebutuhan hidup. Masyarakat perlu memahami ekonomi untuk efisiensi program. Tujuan penelitian: peran BUMDes dalam pemberdayaan di Desa Karangagung, strategi BumDes dan PemDes, serta faktor penghambat kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif di Desa Karangagung, Kabupaten Tuban. Subjek penelitian yaitu Kepala Desa, Ketua dan Anggota BumDes dengan pendekatan naturalistik untuk memastikan validitas data. Desa Karangagung di Tuban, Jawa Timur, mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan karena dekat pantai utara. Pemerintah desa berupaya meningkatkan kesejahteraan dengan program pemberdayaan ekonomi melalui pengelolaan alun-alun. Strategi pemberdayaan BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah melalui fasilitas kios untuk membuka usaha UMKM. Hal ini bertujuan agar pedagang bisa maju ekonominya dan masyarakat ikut berkontribusi dalam pengembangan BumDes. Desa Karangagung memiliki sarana dan prasarana lengkap seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan perdagangan. Desa ini terkenal sebagai penghasil terasi udang dan ikan terbesar di Kabupaten Tuban. Terdapat juga pasar, alun-alun, Pusat Oleh-Oleh, minimarket, koperasi, dan Sport Center dengan fasilitas olahraga dan kios makanan.
Peran BUMDES Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Air Bersih Studi Pada Desa Tluwe Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Heru setiyawan
POLIGOVS Vol 2 No 1 (2024): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (MEI) 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v2i1.1349

Abstract

Abstrak BUMDes merupakan substansi usaha yang membantu memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya kebutuhan pokok dan diharapkan sumber daya manusianya mampu menangani unsur usaha tersebut sebagai sumber daya penggerak perekonomian masyarakat. Maksud dari pendirian BUMDes adalah untuk menciptakan bisnis baru dengan memanfaatkan kekayaan yang ada dan mengoptimalkan aktivitas ekonomi masyarakat desa yang sudah ada. Bidang usaha yang dijalankan oleh BUMDes dapat berupa berbagai macam hal, seperti di bidang pemenuhan kebutuhan air. Kebutuhan air adalah air yang diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Desa Tluwe adalah salah satu desa di Kecamatan Soko Kabupaten Tuban yang penduduknya berjumlah 2.135 jiwa yang terdiri atas 1.214 Perempuan dan 921 laki-laki. Dari data tersebut terlihat jelas bahwa jumlah kebutuhan air untuk masyarakat Desa Tluwe tiap tahunnya mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Inilah yang menjadi permasalahan utama di Desa Tluwe dan perlu dikaji bagaimana peran dari BUMDes untuk mengatasi masalah yang ada. Kata kunci: BUMDes, Desa Tluwe, Kebutuhan Air Bersih
Upaya Penguatan Menajemen Keuangan Bumdes Lentera Kabuna Petrus Ans Gregorius Taek
POLIGOVS Vol 2 No 1 (2024): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (MEI) 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0005/poligovs.v2i1.1363

Abstract

The financial management of an institution needs to be managed accountably and transparently so that the institution can continue to develop from various aspects. It is very necessary to have good and correct financial management of BUMDes Bersama so that it can become the driving force of the village economy. BUMDes financial management must be based on the principles of transparent, accountable, participatory village financial management, as well as orderly and budgetary discipline. (Suryo Wibowo & Sulistya Hapsari, 2022). In this case, one effort to increase understanding of Bumdes Kabuna's financial management is to take part in financial literacy training from the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions and Transmigration. Bumdes Lentara Kabuna, located in Kakuluk Mesak District, Belu Regency, has succeeded in managing its finances well and transparently and has increased the progress of the institution. The Kabuna Village Government continues to support Bumdes in every way, one of which is through training to increase the capacity of Bumdes administrators organized by the Ministry of Villages in collaboration with the Belu Regency Social Service. The training was carried out as a form of effort to improve Bumdes financial management so that all forms of Bumdes financial transactions can be accounted for administratively and legally. The problems faced by Bumdes Lentera are the form of financial reporting that continues to change and the availability of human resources that are not in accordance with the financial sector, so training is very necessary. Through this training, the human resources of administrators can be improved and their skills in managing BUMDes finances can continue to be updated according to the nomenclature in the Ministry of Villages. The methods used in the training were talk shows, Focus Group Discussions (FGD) and presentations. The aim and hope of this training is that participants will be able to prepare financial administration properly and correctly according to regulations to the maximum extent.
PERSPEKTIF TINDAKAN SOSIAL KARL MARXS DALAM MEREPRESENTASIKAN RASIONALITAS PEDAGANG LANSIA DI PASAR KEBONAGUNG PASURUAN Asmawati; Roikhan, Mohammad Rizal
POLIGOVS Vol 2 No 2 (2024): JOURNAL OF POLITICAL AND GOVERNMENT ISSUES : (NOVEMBER) 2024 (ON PROCESS)
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/poligovs.v2i2.1498

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait rasionalitas para pedagang lansia dalam perspektif tindakan sosial Karl Marx. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berlandaskan pada teori pemahaman atau Verstehen Theory dimana pendekatan ini menekankan pada tindakan sosial yang ada pada masyarakat. Peneliti menggunakan teknik wawancara kepada 10 pedagang lansia dimana para informan memiliki karakteristik usai lebih dari 60 tahun yang masih berdagang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, rasionalitas instrumental dimana fenomena pedagang lansia di pasar Kebonagung dapat dikatakan bahwa rasionalitas yang dipilih oleh mereka menekankan pada orientasi nilai dimana didalamnya terdapat prospek yang menjadi tujuan. Prospek tersebut adalah keuntungan finansial yang dapat membantu mereka hidup di masa tua. Kedua, rasionalitas berorientasi nilai dimana pertimbangan dalam melakukan kegiatan perdagangan menekankan pada kesehatan, jarak tempuh rumah dan pasar. Namun, pertimbangan tersebut dapat dikesampingkan karena ada tujuan finansial yang lebih rasional yang dapat membentuk keputusan mereka untuk tepat berjualan di masa tua. Kontribusi keilmuan dalam artikel ini menekankan pada dialog tindakan sosial yang menekankan pada pilihan rasional dengan pertimbangan finansial.

Page 2 of 3 | Total Record : 22