cover
Contact Name
Rasdi Asmara
Contact Email
lokokadatuo@gmail.com
Phone
+6281356564847
Journal Mail Official
lokokadatuo@gmail.com
Editorial Address
Bamba Buntu, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia
Location
Kab. mamasa,
Sulawesi barat
INDONESIA
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis
ISSN : -     EISSN : 30474213     DOI : https://doi.org/10.70418/v1xaxy30
Core Subject : Religion, Education,
Ruang lingkup Jurnal LOKO KADA TUO meliputi: 1. Teologi Kontekstual, 2. Biblika, 3. Pendidikan Kristen, 4. Injil dan Kebudayaan, 5. Misi, 3. Filsafat, 4. Pastoral Kristen.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025" : 6 Documents clear
Pementasan Tari Sayo pada Upacara Kematian di Tamalea Sulawesi Barat Berdasarkan Analisis Etno-Teologis Tanan, Rina Lestari; Lilo, Deflit Dujerslaim; Siallagan, Stephani Intan Maritho
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.39

Abstract

Pokok masalah dari penelitian ini adalah budaya yang berada di Tamalea, secara khusus tari Sayo yang di pentaskan pada upacara kematian, dan untuk mencari makna yang terdapat di dalamnya maka peneliti menggunakan kajian etno-teologis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai makna dari pementasan tari Sayo pada upacara kematian di Tamalea, Desa Bonehau, Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Temuan penelitian ini mencakup tiga makna. Pertama, makna sosial yaitu bahwa pementasan tari Sayo bagi orang yang meninggal sebagai bentuk ekspresi relasi sosial yang tetap terjaga antara orang yang masih hidup dan yang telah meniggal. Kedua, dari segi budaya, pementasan tari Sayo tidak sekadar dipandang sebagai kesenian tapi suatu warisan luhur dari nenek moyang yang harus dilestarikan ke generasi berikutnya. Ketiga, pementasan tari Sayo untuk melepas jenazah juga mengandung makna religius yaitu sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang telah meninggal.
Teologi Kontekstual Sebagai Respon Gereja Atas Kemiskinan Di Wara Utara Palopo Erwin; Sirenden, Sernita; Pandayung, Risna; Kalimbuang, Irawanti
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.84

Abstract

Teologi kontekstual telah berkembang sebagai salah satu pendekatan utama dalam teologi modern, dengan penekanan pada pentingnya memahami dan menginterpretasikan ajaran agama dalam konteks sosial, budaya, dan historis yang ada. Di tengah berbagai krisis sosial global seperti ketidakadilan sosial, kemiskinan, perubahan iklim, dan konflik agama. Teologi kontekstual menawarkan wawasan baru untuk gereja dan masyarakat dalam merespons tantangan-tantangan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teologi kontekstual dapat menjadi respons yang relevan terhadap kemiskkinan, dengan menekankan prinsip-prinsip dasar teologi kontekstual serta contoh-contoh aplikasinya dalam berbagai konteks sosial.
Peran Konseling Keluarga dalam Pemulihan Psikologis dan Relasi Sosial Keluarga Peserta Kontestasi Politik dalam Konteks Kristen Runesi, Simri Risaldi; Nitbani, Frenly Timotius; Obehetan, Yulia Adriana; Runesi, Simri
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.86

Abstract

Kontestasi Politik dalam Pemilihan Umum merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam konteks masyarakat Indonesia. Masyarakat memiliki antusias untuk terlibat dalam kontestasi tersebut secara individu sebagai calon maupun keluarga sebagai pendukung. Dalam suasana kontestai politik dapat menimbulkan gesekan dan konflik di antara individu, keluarga, maupun dalam simpatisan dari calon lain. Hal ini dapat menimbulkan tekanan psikoligis serta konflik sosial yang berdampak pada kesejahteraan mental yang dialami individu maupun keluarga. Fenomena ini menimbulkan satu pertanyaan penelitian yaitu bagaimana peran Konseling Keluarga dalam pemulihan psikologis dan relasi sosial keluarga peserta kontestasi politik dalam konteks Kristen? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik dalam kontestasi politik yang dapat menimbulkan gangguan Psikologis dan relasi sosial, serta menganalisis peran konselig keluarga dalam perspektif Kristen sebagai upaya proses pemulihan keluarga kontestasi politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Konseling berbasis nilai-nilai Kristen dengan pendekatan yang berbasis kasih dan pengampunan dapat memberikan dimensi spiritual dalam proses pemulihan psikologis dan relasi sosial dalam keluarga.
MERETAS SERANGAN IDENTITAS DALAM PALÎT DAN SYIBOLET: Menguak Mentalitas Dikotomis dan Pelabelan dalam Teks Hakim-Hakim 12:1-7 sebagai Upaya Reflektif atas Politisasi Identitas di Indonesia. Tore, Makmur
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.91

Abstract

Konflik antara orang Efraim dan orang Gilead dalam Hakim-Hakim 12:1-7 merefleksikan tragisnya perang antar kelompok. Masalah utama tulisan ini adalah bagaimana memahami narasi tersebut dalam konteks pluralitas masyarakat Indonesia yang rentan dengan konflik antar suku dan antar agama. Penafsiran teologis-etik terbatas pada kritik sikap tokoh-tokoh berdasarkan gagasan doktrinal keagamaan dan belum meretas konflik. Tafsir politis-ideologis mengkritisi paradigma penulis teks dengan mangemansipasi ideologi yang direduksi, atau menegaskan ideologi penulis, tetapi belum cukup mengatasi akar konflik dalam teks. Pembacaan kritik linguistik merekonstruksi paradigma politik-kultural teks tetapi tidak memperhatikan aspek politik-teologis yang menjadi salah satu akar konflik. Tulisan ini memperlihatkan bagaimana mentalitas dikotomis dan pelabelan memengaruhi pandangan sosio-politis-teologis kelompok-kelompok dalam teks. Pembacaan ini memanfaatkan gagasan Fernando F. Segovia dan Gale A.Yee tentang kritik postkolonial dengan teori dikotomi dan pelabelan Edward Said sebagai lensa. Mentalitas tersebut selanjutnya didekonstruksi untuk meretas kekerasan yang diformulasi oleh teks dan memperlihatkan relevansinya dalam konteks politik Indonesia yang majemuk.
Pandangan Alkitabiah Mengenai Kerukunan dan Asas-asas Toleransi di Mamasa Terkait Poin-poin Pemikiran Th. Sumartana MADARHAKAD
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.92

Abstract

Tulisan ini menguraikan pandangan Alkitabiah tentang kerukunan dan asas-asas toleransi sebagai dasar kehidupan bersama umat manusia. Alkitab menegaskan bahwa Allah adalah sumber damai sejahtera dan menghendaki umat hidup rukun, harmonis, serta saling menghargai. Kisah Menara Babel (Kej. 11) menunjukkan bahwa perpecahan merupakan akibat dosa, sementara Allah menghendaki persatuan yang kudus. Panggilan Abraham (Kej. 12) menekankan peran umat percaya sebagai saluran berkat bagi semua bangsa. Mazmur 133 menegaskan bahwa hidup rukun membawa berkat. Nubuat Yesaya 2 memaparkan visi damai universal tanpa peperangan. Dalam Perjanjian Baru, Matius 5 menegaskan panggilan orang percaya sebagai pembawa damai melalui Kristus, Sang Raja Damai. Dengan demikian, kerukunan dan toleransi bukan sekadar wacana sosial, melainkan kehendak Allah yang harus diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga bangsa. Perbedaan agama, suku, dan budaya merupakan kekayaan yang memperkaya kehidupan bersama. Hidup rukun dan toleran adalah kebutuhan mendasar sekaligus panggilan iman bagi setiap orang percaya.
Book Review: One Gospel, Many Cultures: Case Studies and Reflections on Cross-Cultural Theology Arulangi, Ronal
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/lkt.v2i2.93

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6