cover
Contact Name
Eko Prasetyo
Contact Email
prasetyo.kesmas@gmail.com
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jupenkes.msi@gmail.com
Editorial Address
Puripaka Regency Blok E No 18/19 Bawu Batealit Jepara Jawa Tengah 59461
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30483042     DOI : https://doi.org/10.70109/jupenkes
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan (kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran, keperawatan, kebidanan, farmasi, gizi, dan ilmu kesehatan lainnya)
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025" : 5 Documents clear
Komunikasi Informasi Edukasi Pencegahan Stunting pada Orang Tua di Ruang Maranatha 1 Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Faidah, Noor; Wedyaningsih, Heriyanti; Yusianto, Wahyu; Hendrawan, Fajar
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.19

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi Anak Balita (bayi di bawah lima tahun) yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita yang pendek (stunted) dan sangat pendek (severely stunted) merupakan balita yang memiliki panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study). Data yang diperoleh oleh World Health Organization (WHO), Indonesia menjadi negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR). Indonesia pada tahun 2005-2017 memperoleh rata-rata prevalensi balita stunting adalah 36,4%.Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) yang diperoleh tahun 2021, prevalensi stunting hingga saat ini berada pada posisi angka 24,4 % atau 5,33 juta balita. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8% (Kemenkes, 2023). Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua khususnya di daerah Kudus yang anaknya dirawat di Rumasakit Mardirahayu tentang pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab.
Penerapan Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) menuju Kecamatan Bebas Stunting Simbolon, Demsa; Meriwati, Meriwati; Sari, Ayu Pravita; Ervina, Lissa
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.45

Abstract

Masalah baduta stunting di Indonesia termasuk masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 20%, termasuk Kabupaten Bengkulu Utara Propinsi Bengkulu.  Diperlupakan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah stunting dengan pemberdayaan modal sosial masyarakat berupa bahan pangan lokal padat gizi. Solusi yang dilakukan pada program kemitraan wilayah adalah Pemulihan Status Gizi Baduta di Desa Lokus Stunting melalui Implementasi Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) dengan melibatkan Mitra dan kalayak sasaran yaitu 8 Kader, 4 tenaga kesehatan dan perangkat desa serta 20 ibu baduta. Kalayak sasaran kegiatan Pengabdian kepada masyarakat adalah ibu baduta. Metode pengabdian kepada masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat dengan pendampingan keluarga. Kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi kegiatan desiminasi dan sosialiasasi hasil penelitian SEAMEO RECFON tahun 2021 di Kabupaten Bengkulu Utara. Kegiatan terdiri dari pendidikan gizi, pemantauan status gizi, suplementasi gizi, dan tata laksana gizi untuk pemulihan dan peningkatan status gizi baduta. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan cara mengukur peningkatkan pengetahuan kader, ibu baduta dan pemulihan status gizi anak. Pelaksanaan kegiatan dari bulan Februari-November 2022. Data yang diperolah dianalisis dengan membandingkan hasil pre test dan post test. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan, sikap dan tindakan Kader Kesehatan, tentang PGS-PL. Pelatihan dan pembinaan efektif untuk meningkatkan rata-rata pengetahuan, sikap dan tindakan tentang PGS-PL. Perlu kegiatan berkelanjutan bagi Kader kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampian dalam memberikan pendampingan gizi bagi ibu sebagai implementasi PGS-PL.
Edukasi Keamanan Pangan pada Siswa SMA sebagai Upaya Pencegahan Food Borne Disease Pertiwi, Siti Maisyaroh Bakti; Relawati, Ratna; Firdaus, Muhammad Fahri; Prasasti, Bela
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.46

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama bagi siswa sekolah menengah atas yang rentan terhadap konsumsi makanan tidak sehat untuk mencegah food borne disease. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai keamanan pangan melalui edukasi yang dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kota Semarang pada 11 Februari 2025. Metode yang digunakan adalah penyuluhan langsung dengan presentasi digital serta demonstrasi pemilihan makanan yang aman. Setelah sesi edukasi, dilakukan post-test menggunakan Google Form untuk mengukur pemahaman siswa. Hasil post-test menunjukkan bahwa 83,3% siswa memperoleh nilai sempurna (100), sementara 16,7% lainnya mendapatkan nilai 80. Hasil ini mengindikasikan bahwa penyuluhan yang dilakukan   secara   interaktif   dan   berbasis   demonstrasi   efektif   dalam   meningkatkan pengetahuan  siswa  mengenai  keamanan  pangan.  Edukasi  serupa  diharapkan  dapat diterapkan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran akan pola konsumsi pangan yang aman dan sehat di lingkungan sekolah
Sosialisasi SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Posyandu IBI Jabal Nur Khaira, Nuswatul; Faisal, T Iskandar; Lisnawati; Mangun, Mardiani; Saripah, Eli
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.47

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang berkembang dari sel-sel payudara yang mengalami pertumbuhan tidak terkendali. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita, meskipun pria juga dapat terkena penyakit ini dengan prevalensi yang jauh lebih rendah. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita, yang menekankan urgensi pentingnya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini. Di Indonesia kasus kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Salah satu langkah efektif dalam mendeteksi dini kanker payudara adalah melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Pemeriksaan SADARI terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi perubahan yang mencurigakan pada jaringan payudara sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Meskipun demikian, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan ini secara rutin. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah metode sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat melalui sosialisasi SADARI dalam upaya mendeteksi dini kanker payudara. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan edukasi 1 hari yaitu tanggal 7 September 2024 kemudian di lakukan observasi dan evaluasi satu kali kunjungan kepada peserta yaitu pada tanggal 21 September 2024 dalam melakukan SADARI. Hasil posttest menunjukkan pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil pretest. Jika dilihat hasil postest 100% pengetahuan peserta tentang SADARI mengalami peningkatan.
Upaya Pencegahan Tindak Kekerasan melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Bullying pada Remaja di SMA Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang Minardo, Joyo; Haryani, Siti; Herdinata, Guntur Ratih Prestifa
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.48

Abstract

Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan dan tak berdaya.  Dampak yang diakibatkan oleh tindakan inipun sangat luas cakupanya.  Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Kasus penganayaan ringan di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 12.211 kasus. Sedangkan penganiayaan berat sebanyak 8.445 kasus.  Pada tahun 2017 total kasus mencapai  33.734 kasus, namun pada tahun 2021 menjadi 20.656 kasus, capaian ini turun 27,69 % dari tahun 2020. Tujuan dilakukan kegiatan agar siswa SMA Negeri 2 Ungaran dapat memperoleh peningkatan kognitif dan afektif  tentang upaya pencegahan tindakan kekerasan/bullying yang terjadi dilingkungan pendidikan, sehingga para siswa memiliki pertahanan mental dan sikap yang baik untuk tidak melakukan atau tidak menjadi korban atas tindakan kekerasan/bullying. Metode pendekatan yang dilakukan melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada siswa dengan memberikan   materi Kesehatan mental pada remaja,  Perilaku kekerasan/ bullying dan resiko yang dihadapi, serta melatih tehnik EFT (emotional freedom technicque) dan (Seft spiritual emosional Freedom Technique). Hasil pelaksanaan Pengetahuan siswa tentang  tindakan perudungan atau bullying sebelum dilakukan pre tes telah memiliki pemahaman yang baik dengan kategori pengetahuan exelent 3.6%,  kategori pengetahan dengan baik sekali 35,7 %, dan pengetahuan dengan hasil baik 14% serta degan kategori cukup 10,7 %.  Pengetahuan siswa setelah post test mendapatkan hasil pengetahuan dengan kategori exxelent :89,3 %, dan pengetahuan dengan kategori baik sekali : 10,7 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 5