cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
Fasies Sedimen Laut dalam di Formasi Cinambo (Miosen Awal – Tengah): Pengamatan dari Singkapan di Sebagian Sungai Cilutung, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia Muhammad Firdaus; Andri Perdana Putra; Ade Yogi; Ryan Akbar Fadhilah; Iwan Sukma Gumilar; Erwin Hariyanto Nugroho; Amir Hamzah
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formasi Cinambo adalah salah satu formasi di Sub-Cekungan Majalengka yang berpotensi memiliki prospektifitas hidrokarbon yang ditunjukkan dengan adanya potensi batuan induk pada sampel batuan di daerah penelitian. Studi-studi terdahulu hanya membahas masing-masing terkait fasies atau potensi kandungan material organic saja, sehingga kami melakukan studi ini untuk mengetahui fasies sedimentologi dan kandungan material organic serta hubungan antara fasies dan kandungan material organik di Sebagian Sungai Cilutung, Majalengka, Jawa Barat. Dari hasil kenampakan di Lapangan, Formasi Cinambo menunjukkan sedimen laut dalam pada bagian lantai samudera, dicirikan oleh endapan turbidit yang dominan dari urutan sekuen Bouma (Ta, Tb, Tc, Td, dan Te) dan endapan suspensi batulempung yang sangat tebal dan dominal. Asosiasi fasies di lapangan terbagi jadi 6 yaitu Dasar Channel, Pengisi Channel – Gosong Channel, Tanggul Channel dan Splay, Cabang-cabang Channel tanpa Tanggul dan Splay, Kipas cabang-cabang Channel, dan Serpih luat dalam. Hasil Analisis geokimia dilakukan pada empat sampel serpih menunjukkan kandungan Total Organic Content (TOC) berkisar antara 0.46-1.27 %, berpotensi menjadi batuan induk dengan kualitas buruk hingga baik. Nilai TOC yang cukup baik ditemukan di serpih di fasies kipas cabang Channel
Analisis Keefektifan Pour Point Depressant pada Waxy Crude Oil pada Lapangan TAP Astra Agus Pramana D.N; Teddy Anda Pagpa
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh inhibitor terhadap nilai pour point dimana nantinya nilai ini dapat menentukan kapan terjadinya pengendapan wax dengan beberapa tujuan diantaranya ialah menentukan faktor yang mempengaruhi nilai pour point, menentukan inhibitor yang paling efektif untuk menurunkan nilai pour point, dan menentukan pengaruh konsentrasi pada inhibitor yang digunakan. Metode yang digunakan adalah melakukan eksperimen pour point test yang dilakukan di laboratorium. Hasilnya menunjukan bahwa inhibitor sangat berpengaruh terhadap penurunan nilai pour point dimana faktor – faktor yang mempengaruhi nilai pour point antar lain seperti nilai dari saturates, aromatic, resin, dan asphaltenes. Dari hasil beberapa percobaan didapatkan penggunaan inhibitor inorganik lebih efektif dari pada penggunaan inhibitor organik dengan penurunan suhu hingga 7 degC, dimana suhu dari crude oil pada lapangan tersebut akan optimum berjalan pada suhu 38 degC pengaruh dari konsentrasi dari inhibitor yang digunakan menjadi salah satu parameter pengaruh untuk menurunkan nilai pour point pada waxy crude oil
Identifikasi Prospek Reservoir Hidrokarbon Menggunakan Inversi Impedansi Akustik Pada Blok Kampar Martin Horas Parulian Butar Butar; Juventa; Lenny Marlinda
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan zona potensial hidrokarbon diperlukan untuk mendapatkan gambaran kemungkinan tempat atau zona yang dapat dijadikan sebagai endapan hidrokarbon. Lokasi penelitian berada pada Blok Kampar yang termasuk ke dalam Cekungan Sumatera Tengah. Cekungan Sumatera Tengah merupakan cekungan belakang busur magmatik penghasil hidrokarbon yang terbantuk selama Tersier Awal (Eosen-Oligosen) sebagai rangkaian struktur setengah graben yang dipisahkan oleh suatu bidang hasil patahan. Penelitian menggunakan data 13 lintasan seismik 2D post-stack dan 3 data sumur dalam metode analisis inversi seismik impedansi akustik. Berdasarkan analisis penentuan zona target dari komponen log gamma ray, densitas, neutron porositas, dan resistivitas menunjukan ketebalan zona target dari formasi Telisa hingga formasi Kelesa. Indikasi ini kemudian dikembangkan dengan melakukan inversi impedansi akustik sebagai fungsi pengolahan data seismik. Hasil inversi impedansi akustik diperoleh rentan nilai AI sebesar 14243 (ft/s)*(g/cc) – 30276 (ft/s)*(g/cc), sedangkan nilai nilai pancung yang menunjukan zona batupasir berada pada rentan 18300 (ft/s)*(g/cc) – 24500 (ft/s)*(g/cc) yang menjadi berpotensi menjadi batuan reservoir hidorkarbon. Hasil picking horizon dan picking fault menunjukan arah migrasi hidrokarbon struktur antiklin yang berasosiasi dengan sesar naik. Didapat zona prospek hidrokarbon MB-1 dan MB-2 berada pada utara barat laut lapisan formasi Tualang dan Formasi Lakat. Lokasi sumur pengembangan 1 berada area tutupan tinggian yang mempunyai reservoar batupasir.
Karakteristik dan Potensi Batuan Sumber Hidrokarbon dari Conto Permukaan di Daerah Pemalang, Jawa Tengah Praptisih; Yoga Andriana Sendjaja; Vijaya Isnaniawardani; Anggoro Tri Mursito
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan pada singkapan batulempung di daerah Pemalang, Jawa tengah bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi batuan sumber hidrokarbon. Metode yang digunakan adalah penelitian di lapangan dan laboratorium. Penelitian di lapangan meliputi pengamatan litologi dan pengambilan conto batulempung. Analisa di laboratorium terdiri dari analisa TOC dan pirolisis Rock Eval. Hasil analisa TOC terhadap terhadap 11 conto batulempung menunjukkan nilai TOC sebesar 0,59-1,86 %. Tmaks 410-502oC menunjukkan tingkat kematangan belum matang hingga paska matang. Nilai HI berkisar antara 1-115 mgHC/TOC. Potensi hidrokarbon di daerah penelitian menunjukkan kategori material organik rendah dengan kerogen yang termasuk type III. Kualitas batuan sumber berdasarkan nilai HI termasuk dalam kategori gas prone.
Analisis Fasies Sedimen Batulempung Airbenakat Sub-Cekungan Jambi, Cekungan Sumatra Selatan Berdasarkan Profil Penampang Stratigrafi di Daerah Sungai Rotan, Tanjung Barat Aviv Ramadya Akbar; Hari Wiki Utama
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batulempung Airbenakat yang terendapkan pada kala Miosen Tengah - Miosen Akhir memiliki potensi hidrokarbon yang baik dengan sejarah eksplorasi dan produksi yang panjang. Analisis fasies sedimen dan kontribusinya terhadap sekuen stratigrafi merupakan metode pendekatan yang digunakan dalam eksplorasi yang berguna untuk membantu mengetahui distribusi fasies, interpretasi suksesi pengendapan, dan interpretasi sistem minyak dan gas bumi yang termasuk fasies batuan penutup dan batuan reservoar. Analisis fasies sedimen perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi dan lingkungan pengendapan daerah penelitian yang diperkuat dengan data pemetaan geologi, analisis profil batuan, dan pengukuran penampang stratigrafi detil pada daerah Sungai Rotan, Tanjung Jabung Barat, Jambi. Hasil analisis pada fasies Batulempung Airbenakat penampang profil SR-1 didapatkan fasies batulempung dengan pola progradasi, dan profil SR-2 dan SR-3 di dapatkan fasies batulempung dengan pola sedimen agradasi dan di atasnya dari profil tersebut diendapkan fasies batupasir dengan pola sedimen progradasi. Berdasarkan hasil analisis fasies dengan struktur sedimen laminasi, perlapisan, lentikuler, dan perlapisan bergelombang, diyakini fasies ini terbentuk pada lingkungan pengendapan Mouth Bar. Berdasarkan data analisis fasies sedimen tersebut, sehingga dapat mengetahui sekuen pengendapannya berupa Clastical Turbidite. Karakteristik fasies Batulempung Aribenakat ini diyakini memiliki kemampuan sebagai penyusun dalam sistem minyak dan gas bumi di Sub-Cekungan Jambi.
Identifikasi Struktur Geologi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Horizontal Gradient, Euler Deconvolution and Second Vertical Derivative. Studi Eksplorasi Panas Bumi Baturaden, Jawa Tengah Edy Wijanarko; Djoko Sunarjanto; Dian Nur
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan eksplorasi geothermal untuk mencari potensi sumber energi panasbumi telah dilakukan di daerah Baturaden dan sekitarnya menggunakan metode Horizontal Gradient (HG) Euler Deconvolution (ED) dan Second Vertical Derivative (SVD). Pengukuran alir bahang dan analisis data gravitasi atau gayaberat telah dilakukan untuk menggambarkan profil struktur geologinya seperti sesar, konfigurasi batuan dasar dan instrusi batuan beku. Keberadaan sistem panas bumi diidentifikasi dari keberadaan struktur geologi yang mengontrol daerah tersebut. Penentuan kontak batuan di bawah permukaan bumi dan perkiraan kedalaman anomali serta jenis struktur sesar telah dilakukan. Hasil studi menunjukkan puncak reservoir terdapat pada kedalaman mulai dari 400 m ke bawah. Kedalaman reservoir dangkal panasbumi yang teridentifikasi kurang dari 750 m terdapat di Baturaden, Limpakuwus, Gunung Cendana, Rempowah, yang merupakan daerah dengan nilai alir bahang tinggi (> 12, 50 HFU). Terdapat dua daerah prospek panasbumi yang terletak di wilayah Baturaden - Limpakuwus di bagian Utara dan wilayah Gunung Cendana dan di bagian Selatan daerah penelitian. Integrasi data gayaberat dengan model geologi daerah penelitian diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi untuk eksplorasi dan pengembangan panasbumi daerah Baturaden - Gunung Cendana dan sekitarnya.
Monitoring Perubahan Saturasi Minyak Residual dengan Metode Pemodelan Single Well Tracer Test Aznil Arif Rahman; Dike Fitriansyah Putra
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saturasi minyak residual secara kuantitatif dapat ditentukan dengan metode logging dan coring akan tetapi metode tersebut mempunyai keterbatasan radius investigasi yang kecil. Oleh karena itu, metode Single Well Tracer Test (SWTT) menjadi alternatif yang lebih baik karena memiliki radius investigasi 10-30 ft dari lubang sumur. Namun pengukuran Sor dengan metode SWTT menjadi tidak efektif apabila parameter yang digunakan tidak optimal sehingga menimbulkan keliruan dalam interpretasi. Observasi parameter untuk mengetahui pengaruh hasil pengukuran hasil Sor terhadap konsetrasi chemical tracer pada SWTT perlu dilakukan. Konsentrasi MeOH pada overflush serta shut-in time digunakan sebagai acuan untuk mengetahui efektivitas injeksi surfaktan, yaitu perubahan Sor sebelum dan setelah injeksi surfaktan. Prinsip SWTT adalah menginjeksikan Ethyl Acetate (EtAc) ke dalam lubang sumur, kemudian berdasarkan reaksi hidrolisis antara EtAc dan H2O menghasilkan produk berupa Ethyl Alkohol (EtOH) sebagai secondary tracer. Reaksi ini terjadi hingga titik kesetimbangan. EtAc Yang tersisa akan larut di dalam minyak dan tidak dapat larut di dalam air sedangkan EtOH akan larut di dalam air. Akibatnya EtOH akan lebih mudah bergerak daripada EtAc sehingga kumulatif produksi EtAc dan EtOH pada peak concectration berbeda (retardation factor). Perbedaan ini menjadi indikator pengukuran Sor apabila +semakin besar retardation factor maka semakin besar pula Sor yang didapatkan. Begitupun sebaliknya, apabila retardation factor kecil maka Sor juga akan kecil. Simulator STARS merupakan produk yang dikeluarkan oleh Computer Modeling Group (CMG), pemodelan dapat mencakup multicomponent, multiphase, chemical flooding, chemical reaction model dan single well tracer test, simulator ini dapat mengetahui tingkah laku fluida reservoir pada media berpori yang homogen maupun heterogen. Setelah dilakukan analisis yang mengacu pada kurva permeabilitas relatif, maka skenario 1 case 10 merupakan skenario terbaik karena didapatkan kan Sor 0,4. Adapun parameter yang digunakan adalah konsentrasi EtAc , 0,0025 mole fraction, MeOH 0,011 mole fraction dan shut in time 2,5 hari. Setelah injeksi surfaktan diperoleh Sor 0,26. Ini berarti terjadi perubahan 14% Sor menurun setelah injeksi surfaktan yang membuktikan kesuksesan metode SWTT dalam memonitor efektivitas injeksi surfaktan. berdasarkan peak concentration EtAc diikuti oleh penurunan Sor. sebaliknya penurunan konsentrasi EtOH diikuti oleh kenaikan Sw.
Perbandingan Uji Densitas Menggunakan Metode ASTM D1298 dengan ASTM D4052 pada Biodiesel Berbasis Kelapa Sawit Nurmajid Abdurrojaq; Rossy D. Devitasari; Lies Aisyah; Nur A. Faturrahman; Saepul Bahtiar; Widi Sujarwati; Cahyo S. Wibowo; Riesta Anggarani; Maymuchar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parameter densitas merupakan salah satu karakteristik yang penting, baik dari aspek perhitungan kandungan energi maupun faktor konversi satuan dalam jual-beli. Secara eksperimen laboratorium, terdapat dua metode acuan untuk mengukur densitas bahan bakar, yaitu ASTM D1298 dan ASTM D4052. Penelitian ini menyajikan perbandingan hasil pengukuran densitas antara metode manual, ASTM D1298, maupun metode otomatisasi pada ASTM D4052, menggunakan sampel biodiesel berbasis kelapa sawit. Hasil pengukuran densitas biodiesel pada berbagai temperatur, termasuk pengukuran pada temperatur acuan spesifikasi biodiesel di Indonesia, yaitu 40oC, dan temperatur densitas standar internasional, yaitu 15oC. Hasil penelitian menunjukkan, suhu observasi mempengaruhi nilai densitas dari biodiesel. Semakin rendah suhu pengujian maka semakin besar nilai densitas yang dihasilkan, yang teramati pada 2 metode pengujian ini. Pengukuran densitas dengan metode ASTM D1298 memiliki kekurangan untuk suhu observasi yang lebih rendah dari 18°C karena memanfaatkan kondisi visual oleh penglihatan. Dengan metode tersebut pengujian suhu dibawah 18°C untuk mengukur densitas biodiesel berbasis kelapa sawit mengalami bias pembacaan skala hidrometer akibat kondisi pengujian yang mendekati titik kabut biodiesel.
Evaluasi Batuan Induk pada Sumur Loku-1 dan Alpha-1A, dan Penentuan Rekomendasi Area untuk Eksplorasi Rinci pada Cekungan Taliabu Dzul Fadli Badaruddin; Achmad Fahruddin
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cekungan Taliabu merupakan salah satu cekungan di Indonesia yang mempunyai potensi minyak dan gas bumi. Hal ini dibuktikan dengan adanya rembesan gas di bagian utara Pulau Mangole dan gas pada pemboran sumur Loku-1. Rembesan gas di permukaan bumi dan pemboran sumur, merupakan indikasi yang menunjukkan batuan induk pada cekungan ini telah matang dan menghasilkan gas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi batuan induk yang telah mengalami kematangan termal pada fase katagenesis dan metagenesis pada pemboran sumur Loku-1 dan Alpha-1A, serta menentukan rekomendasi area untuk eksplorasi rinci pada Cekungan Taliabu. Metode evaluasi potensi batuan induk dilakukan pada tiga parameter, yaitu; kekayaan, tipe kerogen, dan kematangan. Penentuan rekomendasi area untuk eksplorasi rinci dilakukan dengan menggabungkan hasil evaluasi batuan induk efektif pada sumur Loku-1 dan Alpha-1A, rembesan gas yang muncul di permukaan dan gas di sumur Loku-1, serta peta geologi permukaan. Hasil penelitan menunjukkan, batuan induk efektif ditemukan pada Formasi Buya berumur Jura Tengah pada sumur Loku-1 dengan tebal 131 m pada kedalaman 2727 - 2858 m, dengan kematangan awal Ro pada kedalaman 2727 m adalah 0,58%. Tipe kerogen terdiri dari tipe II, II/III, dan III yang dapat menghasilkan minyak dan gas bumi. Pada pemboran sumur Alpha-1A tidak ditemukan adanya potensi batuan induk. Konsep play Cekungan Taliabu menunjukkan arah migrasi hidrokarbon berasal dari bagian utara Cekungan Taliabu, ke arah tengah dan selatan Cekungan Taliabu yang lebih tinggi. Kesimpulan penelitian ini, rekomendasi area untuk eksplorasi rinci selanjutnya, terletak pada darat dan laut bagian timur dan timur laut Pulau Taliabu dan utara Pulau Mangole.
Algoritma Komputasi Machine Learning untuk Aplikasi Prediksi Nilai Total Organic Carbon (TOC) Sanggeni Gali Wardhana; Henry Julois Pakpahan; Krisdanyolan Simarmata; Waskito Pranowo; Humbang Purba
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Organic Carbon (TOC) merupakan salah satu parameter penting yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan source rock secara kuantitas. Pada umumnya, data TOC diperoleh melalui core yang kemudian dilakukan proses pirolisis rock-eval pada setiap perconto. Namun, proses tersebut memerlukan waku yang cukup lama dan biaya yang cukup besar sehingga data yang didapatkan jumlahnya terbatas. Hal ini akan berimplikasi terhadap validitas penyebaran nilai TOC pada tahapan eksplorasi batuan induk unkonvensional. Data yang terbatas dapat diprediksi dengan pendekatan pola karakterisitik data itu sendiri. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melakukan prediksi nilai TOC dengan menggunakan algoritma machine learning yaitu Artificial Neural Network, K-Nearest Neighbors, Support Vector Regression, Decision Tree, dan Random Forest dengan memanfaatkan data sumur “A” untuk membangun model dari setiap algoritma machine learning dan data sumur “B” untuk mengevaluasi model yang telah dibangun berdasarkan data sumur “A”. Pengolahan data untuk memprediksi nilai TOC dimulai dari mempersiapkan data pada sumur “A” berdasarkan korelasi yang tinggi pada prediktor dan data output yang akan diprediksi. Selanjutnya dilakukan pembagian atau splitting datasets dengan presentase 60% data digunakan untuk melakukan training dan 40% data sebagai test datasets. Setelah itu, train datasets dapat digunakan untuk membangun model algoritma machine learning. Kemudian dilakukan hyperparameter tuning dan cross validation sehingga dapat dihasilkan model algoritma machine learning dengan hyperparameter tertentu dengan hasil prediksi yang konsisten. Model terbaik diperoleh berdasarkan hasil cross validation dengan menggunakan prediktor dari test datasets hasil splitting sumur “A” dan test datasets dari sumur baru “B”. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil prediksi TOC terbaik pada data sumur “A” diperoleh dengan menggunaan algoritma Random Forest dan pada sumur “B” menggunakan algoritma K-Nearest Neighbors.

Page 3 of 55 | Total Record : 544


Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue