cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
KARAKTERISTIK GEOKIMIA ORGANIK PADA FORMASI CIBULAKAN DI DAERAH CIREBON, JAWA BARAT Praptisih
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan pada singkapan batulempung dan rembesan minyak pada Formasi Cibulakan di daerah Cirebon, Jawa Barat bertujuan untuk mengetahui karakterisasi geokimia organik yang diduga sebagai batuan sumber hidrokarbon. Metode yang dilakukan adalah pengambilan conto batuan dan rembesan minyak di lapangan untuk analisa laboratorium yang meliputi GC dan GCMS. Berdasarkan hasil analisis GC menunjukkan kromatogram rembesan minyak dan conto ekstrak batuan mengalami biodegradasi yang dicirikan oleh tidak munculnya puncak-puncak alkana normal, pristana dan fitana. Dari diagram Pristana/n17 vs Fitana/n18 conto ekstrak batuan berada dalam kategori Mixed Organic Source (campuran kerogen II-III). Fragmentogram massa m/z 191 menunjukkan fasies sumbernya berasal dari tanaman material darat. Lingkungan pengendapan asal material organik Formasi Cibulakan di daerah Cirebon berdasarkan plot diagram segitiga (Huang dan Meinchen, 1979) menunjukkan rembesan minyak dan ekstrak batuan pada open marine.
Pembuatan Green-Solvent Dari Limbah Kulit Nanas dan Pemanfaatannya Sebagai Wax Inhibitor Muhammad Khairul Afdhol; Novia Rita; Fiki Hidayat; Tomi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wax cendrung mengkristal pada kondisi suhu yang rendah, yang mengakibatkan minyak bumi sulit untuk mengalir. Sehingga kondisi ini akan mempengaruhi proses transportasi di pipa aliran. Solvent merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengatasi Wax. Pelarut yang digunakan sebagai Wax inhibitor adalah Green Solvent. Green Solvent berasal dari limbah kulit Nanas memiliki kandungan selulosa dan hemiselulosa yang merupakan sumber utama dari produksi Green Solvent. Proses limbah kulit Nanas menjadi produk Green Solvent dilakukan dengan proses pretreatment, hidrolisis, fermentasi dan destilasi. Pengaruh variasi konsentrasi asam yang digunakan didapatkan gula reduksi yang terus meningkat. Proses fermentasi dilakukan dengan menggunakan Saccharomyces dan penambahan inokulan Urea. Selanjutnya, proses destilasi dilakukan untuk mendapatkan green solvent. Proses Destilasi menghasilkan ± 20 mL solvent dari 300 mL sampel hasil dari fermentasi. Kadar etanol tertinggi yang hasil pada Green Solvent mengandung 18% kadar alkohol. Green Solvent yang dihasilkan diaplikasikan sebagai pelarut pada minyak bumi. Hasil pencampuran dapat menurunkan pour point sebesar 3°C. ditambahkan additive xylene dapat meningkatkan penurunan pour point menjadi 11oC. Dapat disimpulkan bahwasannya Green Solvent memiliki potensi yang baik dalam mengatasi permasalahan pengendapan pada minyak bumi.
Investigasi Sifat ION Na+ & NH4 + Pada Hybrid-Alkali ASP Flooding Menggunakan Simulator CMG GEM 2020 Andiansyah Madani Nasution; Dike Fitriansyah Putra
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan hybrid-alkali mampu menangani masalah adsorpsi surfaktan pada formasi menjadi jauh lebih rendah, mengurangi biaya logistik, dan mampu meningkatkan perolehan minyak (Oil Recovery). Hybrid-alkali yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Natrium Karbonat (Na2CO3) dan Amonium Hidroksida (NH4OH) yang mudah didapatkan dan lebih ekonomis dibandingkan alkali lainnya. Penelitian ini menggunakan simulator Computer Modeling Group (CMG) GEM 2020. Pemodelan menggunakan batuan karbonat yang dilakukan pada reservoir heterogen dengan distribusi permeabilitas memiliki nilai 100 mD hingga 300 mD. Pemodelan memiliki ukuran grid 5 x 1 x 10, dengan total volume pori 1,203 x 107 ft3. Reservoirnya terletak pada kedalaman 1900 ft sampai 2060 ft. Adapun komponen fl uida injeksi adalah alkali Na2CO3 dengan berat molekul 105,98 g/mol dan densitas 2,54 gr/cm3 sementara alkali NH4OH memiliki berat molekul 17,03 g/mol dan densitas 0,68 gr/cm3. Surfaktan Heavy Alkylbenzene Sulfonate (HABS) memiliki berat molekul 543 gr/mol dan densitas 3,79 gr/cm3, untuk polimer Hydrolyzed Polyacrylamide (HPAM) yaitu berat molekul 9000 gr/mol dan densitas 1,302 gr/cm3. Simulator CMG GEM 2020 pada penelitian ini digunakan untuk mensimulasikan dengan model Multi-Ion Exchange (MIE). Durasi data yang digunakan untuk pemodelan injeksi hybrid-alkali pada alkali-surfaktan-polimer (ASP) adalah dengan rentang waktu 2 tahun. Penelitian ini menerapkan investigasi pada hybrid-alkali untuk mengetahui pergerakan ion-ion yang mengikat minyak mentah. Berdasarkan hasil analisis secara kualitatif didapatkan bahwa fl uida mampu memenuhi seluruh grid sehingga dapat mengalir dari sumur injeksi hingga sumur produksi yaitu dengan cara mengoptimalkan tekanan injeksi. Hal itu terbukti dengan grafi k pergerakan ion Na+ dan NH4+ yang meningkat setelah diinjeksikannya hybrid-alkali. Berbeda dengan ion SO42- yang mengalami adsorpsi sehingga mengalami penurunan selama proses injeksi.
Rock Typing Pada Reservoar Gas Upper Eastern View Coal-Measures (EVCM), Cekungan Bass, Australia Dinar Hananto Kurniawan; Sarju Winardi; Ferian Anggara
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan terkadang muncul ketka menentukan permeabilitas, terutama pada interval yang tidak memiliki data batuan inti (core). Pada penelitian ini, digunakan teknik sedimentary rock type (SRT) dan petrophysical rock type (PRT) dengan tujuan untuk mengurai permasalahan tersebut. SRT terdapat 4 rock type, yaitu thoroughly bioturbated sandstone and mudstone, fl aser bedded sandstone, laminated sandstone and mudstone, dan thoroughly bioturbated mudstone. Teknik PRT dilakukan dengan mengkomparasikan metode Hydraulic Flow Unit, Global Hydraulic Element, Winland R35, dan Pore Geometry Structure untuk mendapatkan metode yang paling cocok. Hasilnya, metode GHE yang menghasilkan nilai permeabilitas prediksi paling mendekati nilai permabilitas dari data core (koefi sien korelasi 0,9139). Aplikasi metode GHE pada interval yang tidak memiliki data core dilakukan dengan menggunakan data wireline log menghasilkan 4 RT (RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 4). Setiap rock type tersebut digunakan rumusan poro-perm transform-nya untuk mementukan nilai permeabilitas. Dipadukan dengan data DST, dapat diambil nilai cut-off , yaitu porositas 0,183, permeabilitas 0,55 mD, volume shale 0,6, dan saturasi air 0,99. Dengan nilai cut-off tersebut menghasilkan satu zona potensial pada kedalaman 2216 mRT - 2234 mRT. Dengan demikian maka manfaat yang didapatkan dari penelitian ini antara lain: mengetahui metode PRT yang cocok diaplikasikan di reservoir ini, jumlah rock type beserta karakteristiknya, serta zona yang potensial.
Prediksi Tekanan Pori Pada Lapangan Wiriagar Cekungan Bintuni Warto Utomo; Refsi Dian Paparezzi; Muhammad Thariq Almuqtadir
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediksi tekanan pori menunjang aspek keamanan dan keekonomian kegiatan pengeboran, terlebih jika dilakukan pada litologi batukarbonat dengan tekanan pori beragam formasi yang sama. Cekungan Bintuni adalah salah satu cekungan produktif di Kawasan Timur Indonesia dengan prediksi tekanan pori terbatas pada Formasi Steenkool. Lapangan Wiriagar, Cekungan Bintuni aktif memproduksi minyak bumi dari litologi batukarbonat di Formasi Kais, namun minim prediksi tekanan pori. Prediksi tekanan pori dari data sumur dilakukan untuk mendapatkan kondisi tekanan pori pada Formasi Kais, Lapangan Wiriagar, Cekungan Bintuni. Prediksi tekanan pori menggunakan metode Eaton, dengan nilai eksponensial Eaton untuk data log resistivitas adalah 0,3. Hasil prediksi pada sumur R-3, R-4, R-5, dan RD-1 menunjukkan kondisi tekanan pori normal hidrostatis yang divalidasi dengan plot data berat lumpur, event pengeboran, dan pembacaan gas
Sintesis dan Karakterisasi Kopolimer Lateks Karet Alam dengan Stirena dan Anhidrida Maleat sebagai Penurun Titik Tuang Minyak Mentah Roza Adriany; Dwi Supriningsih; Devitra Saka Rani; Abdul Haris; Efa Yenti; Leni Herlina; Rudi Suhartono; Herizal; Gitta Prawidia
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aditif penurun titik tuang minyak mentah umumnya dibuat dari bahan petrokimia yang merupakan sumber tidak terbarukan. Oleh sebab itu, ketersediaan aditif dari sumber terbarukan sangat diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan petrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan aditif penurun titik tuang minyak mentah berbahan dasar Lateks Karet Alam. Pembuatan aditif ini menggunakan reaksi kopolimerisasi isoprena yang terkandung di dalam Lateks Karet Alam dengan monomer anhidrida maleat dan monomer stirena dengan rasio 70:20:10 (b/b), 70:15:15 (b/b), dan 70:10:20 (b/b) hingga terbentuk kopolimer. Kopolimer tersebut kemudian ditambahkan ke dalam dua jenis minyak mentah pada variasi konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm dan 10.000 ppm. Analisis yang dilakukan meliputi uji karakteristik lateks karet alam, uji fisika dan kimia minyak mentah, serta uji titik tuang minyak mentah sebelum dan sesudah penambahan kopolimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan pour point maksimum terjadi pada penambahan kopolimer 10.000 ppm dengan rasio Lateks Karet Alam, anhidrida maleat, dan stirena adalah 70:20:10. Pada rasio dan konsentrasi ini, kopolimer mampu menurunkan titik tuang minyak mentah dari 45°C menjadi 33°C
Studi Karakteristik Senyawa Hidrokarbon dengan Metode Ekstraksi Geokimia Biomarker pada Cekungan Jawa Barat Utara Asy’ari Alfin Giovany; Yarra Sutadiwiria; Dewi Syavitri; Cahyaningratri; Rendy
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geokimia migas merupakan ilmu untuk mengkorelasi keterdapatan suatu senyawa kimia dalam kegiatan eksplorasi cekungan berdasarkan karakteristik senyawa kimia dan sumber material organik. Komponen senyawa kimia seperti karbohidrat, protein dan lipid digunakan untuk mengamati perubahan material organik pada proses sedimentasi. Tumbuhan tingkat tinggi (higher plants) memiliki kelimpahan lignin yang merupakan komponen utama pada jaringan pendukungnya. Geologi regional daerah penelitian memiliki pola sesar naik yang terjadi pada back-arc basin. Konfigurasi Cekungan Jawa Barat utara dipengaruhi oleh block faulting dengan orientasi arah utara - selatan yang mempengaruhi pembentukan cekungan dan pola sedimentasi. Analisis kualitatif digunakan untuk menginterpretasikan karakteristik senyawa hidrokarbon batuan induk. Sampel cutting diekstraksi dan dianalisis dengan metode kromatografi. Keempat sampel yang berumur Oligosen Akhir – Miosen Tengah dengan interval kedalaman 950m - 950m, 2000 - 2005m, 2150m - 2152m, dan 2200m - 2202m didominasi oleh sterana karbon ganjil sehingga diinterpretasikan terendapkan di lingkungan darat dengan suplai material terrigenous dalam kondisi oksik. Sampel pertama dinyatakan jenuh, sampel ketiga dan keempat dinyatakan tidak jenuh berdasarkan persentase senyawa triterpana. Konfigurasi ikatan stereoisomer keempat sampel memiliki energi aktif yang berbeda sehubungan dengan keterdapatan senyawa hopana dan triterpana yang dapat menentukan sifat geometris hidrokarbon
Delineasi Potensi Migas Berdasarkan Data Geofisika Daerah Kalimantan Selatan Eddy Supriyana; Tatang Padmawidjaja; Erwin Hariyanto Nugroho; Indra Nudiana; Nendi Suhendi Sy
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Kalimantan bagian tenggara secara geologi mempunyai wilayah yang berpotensi dalam pengembangan sumberdaya geologi, Wilayah Kalimantan tenggara bagian barat, tertutup oleh cekungan sedimen Tersier yang diindikasikan mempunyai potensi migas dan batubara, sementara di bagian Timurnya mempunyai potensi bijih mineralisasi. Potensi mineralisasi seperti penambangan emas oleh masyarakat di daerah paramasan bagian timur Pegunungan Meratus terkorelasi dengan adanya nilai anomali tinggi baik magnit yang lebih besar dari 100 nT maupun gayaberat yang lebih besar dari 30 mGal. Namun di bagian barat dari Pegunungan Meratus dengan nilai anomali rendah baik magnet maupun gayaberat yang terkorelasi dengan adanya potensi sumber daya migas. Konsep pemisahan anomali tinggi dan rendah untuk menunjukkan wilayah mana yang mempunyai potensi sumber daya migas dikontrol atau didukung oleh data seismik. Data anomali rendah di bagian barat Pegunungan Meratus dari penampang seismik menunjukkan adanya pola cekungan yang terkorelasi dengan anomali rendah data gayaberat. Pola cekungan struktur geologi permukaan di bagian barat Pegunungan Meratus, tertutup oleh endapan batuan Tersier, namun pola struktur tersebut dapat terinditifikasi dari data gayaberat dari pola anomali horizontal maupun model geologi bawah permukaan. Berdasarkan analisis dari ketiga data geofisika diatas dapat memberikan informasi bahwa potensi migas akan berkembang di bagian Barat Kalimantan, sedangkan potensi mineral akan berkembang di sekitar Pegunungan Meratus
Rancangan Arsitektur Big Data Management Untuk Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Biodesel Berkelanjutan Di Indonesia Supriyanto; Devitra Saka Rani
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan biodiesel yang berkelanjutan akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan tren pengembangan industri 4.0. Biodiesel dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan transportasi, industri dan pembangkit listrik. Peranan manajemen data nasional sangat diperlukan dalam pengelolaan dan perencanaan pemanfaatan sumber daya untuk produksi biodiesel di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah arsitektur Big Data Management masa depan untuk pengelolaan sumber daya biodiesel berkelanjutan di Indonesia. Metode penelitian ini adalah kerangka pengembangan arsitektur yang terdiri dari tahapan investigasi sistem, desain arsitektur data, desain arstitektur aplikasi, desain arsitektur organisasi dan rencana kebijakan strategis dalam pengelolaan data sumberdaya biodiesel di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah arsitektur pengelolaan Big Data Biodisel dan rencana aksi pengelolaan serta pemanfaatan Big Data biodiesel di Indonesia. Arsitektur terkait koleksi data diperlukan dengan melibatkan pemangku kepentingan dari pihak pemerintah, bisnis, dan akademisi. Teknologi pengelolaan Big Data Management menggunakan manajemen basis data dengan Relational Database Management System, no SQL dan data analytic platform. Visualisasi informasi ditampilkan dalam bentuk laporan yang dikemas dalam bentuk dashboard komputer berbasis situs yang menampilkan deskripsi, prediksi dan hasil analisis.
Potensi Polimer Sintetik Sebagai Bahan Chemical Enhaced Oil Recovery Untuk Meningkatkan Sweep Efficiency Pada Skala Pengujian Laboratorium Nia Raudhatul Auni; Muhammad Khairul Afdhol; Muhamad Ridha Fikri; Tomi Erfando
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang terjadi di lapangan minyak dan gas saat ini adalah penurunan produksi minyak dan gas. Kondisi ini dipengaruhi oleh keadaan reservoar yang sudah tua yang mengandung minyak berat sehingga sulit mengalir. Selain itu, factor reservoar yang sudah digenangi air, sehingga air lebih banyak diproduksi dibandingkan minyak. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan polimer hydrolyzed polyacrylamides (HPAM) mendapat hasil yang kurang maksimal untuk reservoar klastik (seperti sandstone ataupun limestone clastic), dan untuk kondisi temperatur dan tekanan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan sweep efficiency pada proses enhanced oil recovery (EOR) dengan menginjeksikan polimer kationik ke dalam reservoar. Penelitian ini menggunakan metode pengujian laboratorium dengan melakukan pengujian karakterisasi, reologi dan pengujian core flooding. Hasil yang diperoleh dari pengujian ini adalah polimer kationik memiliki morfologi yang teratur seperti film, serta pada suhu 30˚C, 50˚C, dan 60˚C tidak terjadi penggumpalan. Adapun, nilai viskositas mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan konsentrasi polimer. Polimer kationik dengan konsentrasi 3000 ppm memiliki nilai viskositas tertinggi yaitu 32,77 cP sehingga nilai konsentrat tersebut memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatkan oil recovery. Namun, hasil uji reologi (salinitas, suhu, dan shear rate) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja polimer. Nilai incremental recovery factor polimer kationik lebih signifikan dibandingkan polimer sintetik lainnya, yaitu 35,62% ROIP.

Page 2 of 55 | Total Record : 544


Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue