cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 544 Documents
PREDIKSI KECEPATAN GELOMBANG S DENGAN MACHINE LEARNING PADA SUMUR “S-1”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH, INDONESIA Sthevanie Dhita Sudrazat; Humbang Purba; Egie Wijaksono; Waskito Pranowo; Muhammad Irsyad Hibatullah
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data kecepatan gelombang S (shear) sangat diperlukan untuk karakterisasi reservoar dalam menentukan zona reservoar. Namun data kecepatan gelombang S sangat terbatas dan tersedia pada sumur tertentu saja. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi nilai kecepatan gelombang S dengan menggunakan metode supervised machine learning pada sumur S-1 lapangan migas di cekungan Sumatra Tengah. Simulasi algoritma machine learning dilakukan melalui tahapan sebelum dan setelah tuning pada algoritma library Scikit learn dan algoritma artificial neural network (ANN). Selain itu, parameter dan jumlah data yang digunakan dalam memprediksi nilai kecepatan gelombang akan menentukan nilai error dan akurasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma yang digunakan untuk memperoleh akurasi terbaik pertama dalam memprediksi kecepatan gelombang S, yaitu random forest dengan nilai parameter n_estimator terbaik 10 dan algoritma kedua yang terbaik yaitu k-nearest neighbor dengan nilai parameter n_neighbor terbaik 5.
KORELASI CEKUNGAN KETUNGAU DAN MELAWI BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYA BERAT Eddy Supriyana; Tatang Padmawidjaja
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cekungan Ketungau dan cekungan Melawi mempunyai karakter batuannya yang berbeda, sehingga dalam kajian ini mencoba untuk dianalisis berdasarkan nilai-nilai rapat massa batuannya. Pola anomali gayaberat daerah Sintang membentuk cekungan dan tinggian anomali yang berarah barat–timur, tinggian anomali tersebut berhubungan dengan pengangkatan Komplek Semitau sebagai batas antara Cekungan Ketungau dan Melawi. Berdasarkan hasil analisa rapat massa diharapkan dapat memberikan informasi terkait keberadaan kedua cekungan tersebut. Nilai anomali gayaberat yang tinggi membentuk kelurusan dan berarah barat timur diduga sebagai Penggangkatan Semitau dan Komplek Selangkai. Nilai anomali gayaberat tersebut juga memisahkan dua buah cekungan yaitu Cekungan Ketungau di bagian utara dan Cekungan Melawi dibagian selatan. Komplek Semintau dan Batuan Alas Samudera diterobos oleh batuan granit (Toms). Batuan granit tersebut tersingkap dibagian utara dan selatan di Komplek Semitau yang tercermin dari sebaran anomali gayaberat dibawah 15 mGal, sedangkan kelompok batuan dari Komplek Semitau yang memanjang barat-timur dicirikan oleh nilai anomali tinggi antara 35mGal sampai 55 mGal dan nilai anomali gayaberat regional mencapai 40 mGal. Model geologi dari lintasan anomali gayaberat menunjukkan adanya cekungan sedimen dengan nilai anomali gayaberat -5 mGal yang diterobos oleh batuan dari Komplek Semitau dengan nilai anomali 55 mGal, hal ini ditunjukkan juga oleh bentuk sesar dan kelurusan didaerah cekungan Melawai dan Ketungau.Berdasarkan analisa gayaberat dengan nilai-nilai rapat massanya 2.50 gr/cm3 sampai dengan 2.75 gr/cm3 dapat menunjukkan bahwa cekungan Melawi dan Ketungau dipisahkan oleh batuan dari Komplek Semitau sebagai batuan alas dari kedua cekungan tersebut.
DESAIN PROGRAM PENGEBORAN EKSPLORASI LAPANGAN PANAS BUMI MENGGUNAKAN METODE SLIMHOLE CONTINUOUS CORING Muhammad Yudatama Hasibuan; Fitrianti; Daniel Adiyatama
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuatdesain program pemboran eksplorasi lapangan panas bumi pada sumur Well-1 lapangan X menggunakan metode slimhole continuous coring dengan perbedoman pada standar New Zealand Code 2015. Sumur well-1 merupakan sumur pertama pada lapangan X yang akan digunakan untuk mengambil data dibawah permukaan dengan tujuan untuk pengembangan lapangan. Puncak reservoir berada pada kedalaman 1200 m dengan ketebalan 1000 m. Temperatur reservoir sekitar 25oC dengan minimum dan maksimum temperatur adalah 220oC dan 280oC. Sumur well-1 akan didisain sebagai sumur slimhole dengan diameter konduktor 9 5/8’’ dan kedalaman total 2000 m. Penentuan desain performa casing harus diatas minimal desain faktor standar NZ 2015, sehingga penentuan casing string merupakan hal yang penting agar tidak terjadi kerusakan pada casing. Casing string menggunakan grade K-55 dan T-95 untuk casing perforasi dimana tekanan maksimum kepala sumur 12.8 MPa dengan jenis ANSI 900. Sumur well-1 menggunakan campuran semen jenis G sebanyak 71.60 m3 dengan adiktif slica flour 559.25 gallon untuk casing produksi dan perforasi dengan tekanan maksimum sebesar 18.82 MPa. Sedangkan fluida pemboran yang digunakan adalah unweighted/polymer/freewater bersamaan dengan metode coring yang dilakukan dengan pengambilan core barrel setiap 3 m menggunakan diamond bit berdiameter core PQ 55 mm dan HQ 63.5 mm. Penelitian ini sangat bermanfaat sebagai acuan standar dalam program pengeboran eksplorasi panas bumi yang akan dilakukan di Indonesia.
KAJIAN PEMANFAATAN GAS DME (DIMETHYL ETHER) ATAU UJI TERAP PADA SEKTOR RUMAH TANGGA DI WILAYAH SUMATERA SELATAN Emi Yuliarita; Zulkifliani; Murachmad Dwi Atmanto; Djoko Sunarjanto; Aziz Masykur Lubad
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian pemanfaatan gas Dimethyl Eter (DME) atau Uji Terapan telah dilakukan di kota Palembang, Muara Enim dan Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Tujuan dilakukannya uji terap pemanfaatan gas DME dengan kompor khusus DME pada sektor rumah tangga guna mengetahui keberterimaan gas DME di masyarakat khususnya daerah Sumatera Selatan. Pemilihan wilayah tempat pelaksanaan uji terap terkait adanya program hilirisasi batu bara (Coal to DME) oleh PT. Bukit Asam. Metodologi yang dilakukan adalah survey kelayakan responden melalui pengisian kuisener yang sudah disiapkan, pemantauan/monitoring pemakian kompor gas DME selama masa uji terap dan evaluasi data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan statistik hasil uji lapangan. Hasil uji terap menunjukkan keberterimaan masyarakat sangat baik berdasarkan respon positif masyarakat. Umumnya responden lebih memilih gas DME dengan alasan DME lebih lama masa pakainya.
EVALUASI PEKERJAAN SQUEEZE CEMENTING DENGAN METODE HESITATE PADA SUMUR MINYAK Fitrianti; Firdaus; M.Yoghi Satria
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering dijumpai pada sumur tua adalah menurunnya kekuatan ikatan semen, turunnya produksi minyak, dan produksi air yang berlebihan. Berkurangnya kekuatan ikatan semen akan menimbulkan celah pada semen dibelakang casing yang menyebabkan fluida dari zona lain masuk melalui celah dan mempengaruhi zona produksi. Permasalahan ini bisa dicegah dengan melakukan squeeze cementing atau penyemenan ulang pada target kedalaman tertentu. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menilai desain squeeze cementing, cement bond log (CBL) dan variable density log (VDL), laju produksi minyak dan water cut setelah dilakukan squeeze cementing. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode hesitate, karena metode ini dapat mengeringkan semen, sehingga squeeze cementing bisa dilakukan dengan optimal. Perbedaan metode ini dibandingkan dengan metode lainnya adalah pada prosedur penyemenannya. Setelah dilakukan pekerjaan squeeze cementing terlihat bahwa jumlah sak semen yang digunakan pada masing – masing sumur X dan Y adalah 99 sak dan 41 sak. Penilaian data CBL dan VDL setelah squeeze cementing dominan bernilai good bonding namun belum optimal karena masih terdapat interval bad bonding yang menyebabkan semen kurang sempurna. Pada performa produksi minyak pada sumur X dan Y yang mengalami peningkatan dan penurunan water cut. Pada sumur X laju produksi meningkat 24 bbl/d dan water cut turun 4.76% dibandingkan sebelum dilakukan pekerjaan squeeze cementing. Pada sumur Y laju produksi meningkat 6 bbl/d dan water cut turun 0.37%.
BIODEGRADASI SENYAWA HIDROKARBON MINYAK BUMI MENGGUNAKAN AKTIFITAS BAKTERI LAUT DALAM Syafrizal; Restiya Rahmaniar; Tri Partono; Zulkifliani; Onie Kristiawan; Novie ArdhyArini; Yanny Handayani; Rofiqoh
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran minyak bumi semakin banyak terjadi dengan semakin meningkatnya permintaan minyak untuk dunia industri, meningkatnya jumlah anjungan pengeboran minyak lepas pantai, dan meningkatnya transportasi laut.Beberapa cara penanggulangan tumpahan minyak meliputi penanggulangan mekanis, pembakaran in situ, kimiawi, dan bioremediasi. Bioremediasi adalah penggunaan makhluk hidup, khususnya mikroorganisme untuk mendegradasi atau mendetoksifikasi pencemar lingkungan. Mikroorganisme yang digunakan dapat berupa bakteri alami yang berasal dari daerah yang tercemar maupun bakteri yang diisolasi dari daerah lain lalu diintroduksi ke daerah yang tercemar.Penelitian ini bertujuan menguji kemampuan bakteri laut dalam mendegradasi minyak menggunakan media yang berbeda, yaitu antara media seawater nutrient broth dan media air terformasi, serta menyimulasikan proses degradasi minyak yang mengalami dispersi dalam sebuah microcosmPenelitian ini merupakan peningkatan skala dari penelitian Dwinovantyo (2015) dan modifikasi dari penelitian Cappello et al. (2006) dan Darmayati et al (2015). Simulasi degradasi tumpahan minyak dilakukan menggunakan media bervolume 8 liter berisi air laut yang tercemar tumpahan minyak, kemudian dilakukan pengamatan populasi bakteri serta kandungan tumpahan minyak. Bakteri yang digunakan adalah konsorsium dari Raoultella sp., Pseudomonas sp., dan Enterobacter sp. yang berasal dari sedimen laut dalam hasil isolasi dan identifikasi Dwinovantyo (2015).
PENGARUH BIODIESEL BERBASIS MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP COLD-FLOW PROPERTIES MINYAK SOLAR 48 DAN MINYAK SOLAR 51 Nur Allif Faturrahman; Cahyo S. Wibowo; Riesta Anggarani; Risvita B. Anugrah; Kemal Ginanjar; Gian Akmal; Rizal Zaelani; Majid Abdurrojak; Wahyu N. Hidayat; Marsha Katili; Rossy D. Devitasari; Saepul Bahtiar; Hadi Mulyadi; Sylvia Ayu Bethari; Lies Aisyah; Maymuchar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cold-flow properties merupakan parameter kunci dalam menganalisis ketahanan bahan bakar pada temperatur rendah. Penelitian ini menyajikan analisis cold-flow properties, meliputi titik kabut dan cold filter plugging point (CFPP) dari bahan bakar campuran minyak solar-biodiesel. Analisis varians (ANOVA) dilakukan untuk mendapatkan signifikansi dari pengaruh rasio pencampuran minyak solar-biodiesel terhadap titik kabut dan CFPP bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan rasio pencampuran minyak solar-biodiesel berpengaruh signifikan terhadap titik kabut dan CFPP bahan bakar. Keragaman titik kabut dan CFPP dari basis Minyak Solar 48 dan Minyak Solar 51 dipengaruhi oleh rasio pencampuran biodeisel dengan nilai > 96,7%. Hasil eksperimen menunjukkan cold-flow properties bahan bakar campuran minyak solar-biodiesel dapat diprediksi dengan menghubungkan temperatur awal titik kabut atau CFPP minyak solar murni, dengan rasio pencampuran melalui persamaan model matematika.
PENENTUAN KARAKTERISTIK AIR PADA STASIUN PENGUMPUL (SP) LAPANGAN MINYAK Y SESUAI PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP (PER-MEN LH) NO 19 TH 2010 Dahrul Effendi; Berkah Hani; Rosda Syelly; Syamsyida Rozi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air terproduksi adalah air yang terjebak di dalam tanah yang terbawa ke atas permukaan selama terjadinya eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Air terproduksi bisa disebut sebagai brine, saltwater atau air formasi. Air terproduksi merupakan salah satu volume limbah terbesar yang terkait dengan produksi minyak dan gas bumi. Terlebih untuk lapangan marjinal, water cut mencapai 90 persen bahkan lebih. Air tersebut tidak dapat dimanfaatkan dan dibuang secara langsung dikarenakan bahan - bahan berbahaya. Pembuangan secara langsung dan penanganan yang tidak tepat pada limbah air akan menyebabkan efek jangka pendek dan jangka panjang ke lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan kata lain, penanganan limbah air dapat mencegah resiko diatas. Dimulai dengan melakukan penelitian terhadap karakteristik air formasi yang terkait dalam pengurangan kadar bahan berbahaya didalam limbah air tersebut sebelum dibuang. Pengolahan dan proses yang tepat membuat limbah air tersebut dapat dimanfaatkan. Untuk mengetahui karakteristik air yang terproduksi dan untuk mengetahui tingkat pencemaran air formasi perlu dilakukan analisa sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Per-Men LH) No 19 Tahun 2010. Dengan Parameter COD, minyak dan lemak, H2S, Amoniak, Fenol, Temperatur, pH dan TDS, Hasil analisis dari ketiga perconto memperlihatkan bahwa air injeksi Outlet SP#A, Outlet SP#B dan Outlet SP#C dari lapangan minyak Y untuk beberapa parameter masih dibawah baku mutu yang ditetapkan, tetapi untuk konsentarsi TDS melebihi nilai bakumutu yang ditetapkan yaitu 4000 mg/L
Analisis Lingkungan Pengendapan Formasi Batugamping Dayang Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Fajar Kurniawan Rohmala; David V. Mamengko; Wiratama Rana; Pribowo A. Kusumo; Junita Trivianty Musu
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara geologi, Daerah Yensawai didominasi oleh batuan beku sebagai basement (batuan dasar) dan batuan sedimen (batugamping dan silisiklastik) di mana daerah tersebut menjadi bagian dari Auwewa Volcanic Group. Batugamping Dayang merupakan salah satu formasi yang memiliki karakteristik relatif sama dengan batugamping di kawasan Auwewa Volcanic Group dan memiliki kesamaan dengan Batugamping Maruni dan Batugamping Kais. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan analisis diantaranya adalah analisis geokimia (X-Ray Fluorescene/XRF), analisis provenance dan analisis microfasies karbonat. Analisis tersebut dimaksud untuk menentukan menetukan jenis litologi, lingkungan pengendapan, komposisi kimia batuan, dan asal material pembentuk batuan. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa Batugamping Dayang terendapkan pada kondisi laju penguapan air laut (evaporasi) dan paleo salinitas yang rendah, laju reduksi sulfat yang cepat dan memiliki aliran yang tenang serta berenergi rendah. Hasil analisis provenance menunjukkan bahwa sumber Batugamping Dayang berasal dari area dissected arc dan transisional arc. Analisis mikrofasies karbonat daerah penelitian menujukkan daerah penelitian merupakan penciri dari deep shelf. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa batugamping Dayang diendapkan pada lingkungan yang berbeda dengan batugamping Kais maupun batugamping Maruni. Hubungan stratigrafi batugamping Dayang kemiripan dengan batugamping Sagewin pada Formasi Gunungapi Dore diendapkan pada lingkungan fore reef environment sebagai island arc.
Biopolimer dari Bahan Organik sebagai Biopolimer pada Metode EOR Fitra Ayu Lestari; Muhammad Khairul Afdhol; Hidayat Fiki; Erfando Tomi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya area sweep efficiency selama waterflooding merupakan salah satu masalah dalam meningkatkan produksi minyak. Sweep efficiency waterflood kurang efektif dikarenakan permeabilitas air yang besar di batuan. Viskositas air bisa meningkat jika menambahkan polimer pada air sehingga bisa mengurangi permeabilitas air dibatuan. Injeksi polimer cukup menjanjikan untuk meningkatkan produksi minyak. Biopolimer merupakan salah satu jenis polimer yang berasal dari mahkluk hidup dengan komponen utama penyusunnya adalah karbohidrat. Bahan yang sering dijadikan biopolimer dan terdapat banyak di alam adalah polisakarida. Untuk mendapatkan polisakarida maka dilakukan ekstraksi pada bahan yang digunakan. Ekstraksi yang digunakan memiliki banyak jenis yang akan mempengaruhi biopolimer yang terbentuk. Pada review ini, berbagai aspek biopolimer dibahas mulai dari sumber biopolimer, jenis ekstraksi, dan serta uji reologi biopolimer.

Page 5 of 55 | Total Record : 544


Filter by Year

1980 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue