cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024)" : 50 Documents clear
Faktor Penyebab “Mudah Lelah” Wanita Pekerja Dari Hasil Tes Self-Reporting Questionnare (Srq)-20 Di Puskesmas Betungan Kota Bengkulu Weti; Febyona Jolest Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu (2023), jumlah pekerja wanita di Provinsi Bengkulu meningkat 2,02%, yaitu sebesar 53,33%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab “mudah lelah” wanita pekerja dari hasil tes Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20. Metode penelitian ini adalah Mixed Methods dengan strategi embedded concurrent. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif – kualitatif bertahap. Sampel pada penelitian ini sebanyak 15 orang wanita usia subur. Pada hasil tes Self-Reporting Questionnaire (SRQ)-20 yang dilakukan pada sampel 15 orang pekerja wanita usia subur diperoleh hasil 7 orang responden yang merasakan “mudah lelah”. Hasil wawancara mendalam (In-Depth Interview) menunjukkan faktor “mudah lelah” adalah kurangnya jam tidur, bertemu banyak orang (pasien), dan banyaknya tuntutan pekerjaan. Lokasi penelitian di Puskesmas Betungan Kota Bengkulu dan dilaksanakan selama 1 bulan (5 Mei 2023 – 11 Juni 2023). Disarankan kepada 7 orang responden untuk istirahat yang cukup, minum air putih, dan olahraga teratur minimal 15 menit/hari.
Hubungan Pengetahuan Keluarga Tentang Triase Terhadap Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Poso Indrawan Manitu; Gloria Floris Topake
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya pasien yang datang di IGD sehingga memungkin banyaknya komplenan dari keluarga terkait dengan pelayanan, maka diperlukanya managemen triase, triase merupakan suatu sistem yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memilih atau mengkategorikan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Salah satu hal yang dapat mencegah kecemasan diperlukan pengetahuan keluarga pasien tentang triase sehingga menguragi kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dengan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi keluarga pasien (keluarga inti) yang mengantar dan menunggu anggota keluarga yang sedang dirawat di IGD, dapat berkomunikasi dengan baik, berusia lebih dari 18 tahun dan minimal telah menunggu di IGD selama 5 menit dan bersedia menjadi responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden, kueisoner yang digunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) untuk mengukur kecemasa,, dan kueisoner Pengetahuan keluarga tentang untuk mengukur pengetahuan keluarga pasien. Berdasarkan uji statistic Chi-square didapatkan hasil nilai p-value = 0,231( > 0,05), maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang triase terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Poso.kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Poso tidak tergantung pada pengetahuan yang dimiliki keluarga pasien tentang triase, namun perlu pihak RSUD Poso untuk tetap memberikan informasi dan pengetahuan tentang procedural triase agar dapat memberikan informasi yang akurat pada keluarga untuk menjadi salah satu hal yang dapat meminimalisir kecemasan.
Intervensi Health Education Tentang Diet Casein Free Gluten Free Sugar Free (CFGFSF) Terhadap Ketaatan Diet Pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) Di Kabupaten Dan Kota Kediri Neny Triana; Maria Suryani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan, ditandai dengan dua gejala yaitu, hambatan komunikasi/interaksi sosial dan perilaku restrictive (terbatas)/ repetitive (berulang-ulang). Salah satu penanganan ASD dengan Complementary and Alternative Medicine (CAM) biologis diet casein free, gluten free, sugar free (CFGFSF). Tujuan penelitian ini adalah melakukan intervensi health education tentang diet casein free gluten free sugar free (CFGFSF) terhadap ketaatan diet pada anak ASD di Kabupaten dan Kota Kediri. Design penelitian quasi eksperiment one grup pretest-post test. Teknik pengambilan sampel total sampling berjumlah 71 responden Ibu yang mempunyai anak ASD. Data diperoleh dari instrument quesioner. Data dianalisis dengan Uji Marginal Homogenity dan Uji Fisher Exact test. Hasil penelitian p<0.001 artinya terdapat pengaruh health education diet CSGFSF terhadap tingkat pengetahuan. Hasil analisis uji Fisher Exact test p=0,213 artinya tidak ada hubungan peningkatan pengetahuan diet dengan ketaatan menjalankan diet CFGFSF. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan ketaaatan orang tua tentang diet CFGFSF usia, tingkat pendidikan. Pekerjaan.
Hubungan Pengetahuan Dan Status Ekonomi Ibu Hamil Dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) Di Puskesmas Kawua Detrina Friska Dian U
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil adalah salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi antara lain anemia, Kurang Energi Kronis (KEK), dan Obesitas. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan yaitu diantaranya kebutuhan asupan gizi selama hamil. Kurangnya asupan zat gizi pada ibu hamil dan masalah gizi pada ibu menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin serta meningkatkan resiko bayi mengalami BBLR. Tujuan : Hubungan pengetahuan dan status ekonomi ibu hamil dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) di Puskesmas Kawua. Metode Penelitian : Jenis Model pendekatan yang digunakan adalah cross-sectional, Populasi dari penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Kawua pada tahun 2023 yaitu sebanyak 52 ibu hamil. Jadi sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 52 ibu hamil. Pengambilan sampel secara purp0sif sampling, Uji stastistic yang digunakan yaitu uji Chi-square dengan alternatif uji Fisher dan uji Kolmogorov-Smirnov Z. Uji Chi-square dapat digunakan untuk tabel 3x2 dengan tingkat kepercayaan 95% dan nilai korelasi (α = 0,05), jika P<0,05 maka terdapat hubungan yang bermakna sedangkan, jika nilai P>0,05. Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat simpulkan Tidak ada hubungan status ekonomi dengan kurang energi kronik pada ibu hamil di Puskesmas Kawua dengan p-value = 0,353 ( > 0,05).
Hubungan Status Fisik American Society Of Anestesiologist (ASA) Dengan Bromage Score Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto M Iqbal Zamzam Budiana; Septian Mixropa S; Asmat Burhan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spinal anestesi merupakan salah tindakan pembiusan untuk mengurangi rasa sakit akibat pembedahan. Penilaian pra pembedahan perlu dilakukan agar dapat mempersiapkan kondisi pasien yaitu salah satunya dengan menggunakan penilaian status fisik American Society of Anestesiologist (ASA). Tindakan monitoring setelah pembedahan harus dilakukan, alah satu indikator yang digunakan untuk monitoring pasca operatif  untuk menetukan kesiapan pasien pasca anestesi dikeluarkan yaitu dengan menggunakan monitoring Bromage Score. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status fisik American Society Of Anestesiologist (ASA) dengan Bromage Score. Metode penelitian yang digunakan yaitu tfanalitik tfkorelasional dengan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel total sampling sehingga diperoleh 64 responden. Hasil penelitian di dapatkan status fisik American Society of Anestesiologist (ASA) (68,8%)  dan Bomage Score (57,8%) , analisis korelasi koefisien menunjukan 0,448 artinya hubungan dengan nilai sedang. Hasil uji menggunakan Kendall’s Rank dengan perolehan hasil p-volue 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dengan arah positif. Kesimpilan:  Semakin tinggi nilai status fisik American Society of Anestesiologits (ASA) semakin tinggi Bromage Score.    
Pengkajian Fisik Pada Ibu Post Partum :Systematic Review Agustin; Diana Ulfah; Gita Mujahidah; Vina Fuji Lestari; Rizky Meilando
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas sekitar 140 juta kelahiran yang terjadi secara global setiap tahun di kalangan wanita tanpa faktor risiko komplikasi sendiri atau bayi mereka di awal dan selama ini tenaga kerja. Meskipun demikian, waktu kelahiran sangatlah penting untuk kelangsungan hidup wanita dan bayinya, sebagai resiko morbiditas dan mortalitas bisa meningkat jauh jika komplikasi muncul. Penting melakukan pengkajian fisik pada ibu postpartum. Tujuan : untuk mensistensis penelitian-penelitian secara empiris sehingga dapat mengidentifikasi pengkajian fisik pada ibu postpartum. Metode Penelitian : Database yang digunakan dalam adalah Willey, Pubmed, Science Direct, Sprink Link, Cambridge, dan SAGE Journal. Kata kunci yang digunakan adalah adalah physical AND examination AND postpartum AND Mother AND Women. Kriteria inklusi yang diambil yaitu artikel memiliki Found PDF, dipublikasikan full text dan open access, dalam rentang waktu tahun 2010 – 2020, artikel memiliki DOI, penelitian Kuantitatif, serta artikel membahas tentang Pengkajian Fisik Pada Ibu Postpartum. Hasil pencarian didapatkan 20.342 artikel sesuai dengan kata kunci, sebanyak 10.633 dari Wiley Online Library, Pubmed sebanyak 2248, Science Direct sebanyak 251, Springer Link sebanyak 5432 dan SAGE journals sebanyak 1778 artikel. Setelah disesuaikan kriteria inkluasi, maka artikel yang tersisa sebanyak sebanyak 4 artikel, terdiri dari pubmed 1, Willey 1, SAGE journal 1 dan Springe Link 1. Hasil : Proses pencarian didapatkan 4 artikel yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik post partum. Dari 4 artikel yang terpilih menjelaskan tentang bagaimana pengkajian fisik pada ibu post partum yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan ibu post partum sehingga apabila ada komplikasi yang terjadi segera ditangani dengan cepat. Kesimpulan dan saran : Pengkajian postnatal pada ibu menjadi bagian penting dalam memberikan perawatan kepada ibu melahirkan. Dalam memberikan perawatan postnatal kepada ibu dimulai dalam waktu satu jam setelah plasenta lahir dan berlanjut hingga enam minggu berikutnya.
Pengaruh Kompres Hangat Dengan Jahe Terhadap Nyeri Artritis Rheumatiod Pada Lansia Di Puskesmas 23 Ilir Palembang Isrizal
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artritis rhematoid merupakan Penyakit autoimun yang menyerang jaringan yang menutupi persendian, menyebabkan nyeri, bengkak, radang dan kerusakan pada persendian. Pengendalian nyeri dapat diatasi dengan pengobatan non obat, antara lain kompres hangat dengan jahe. Jahe hangat membungkus pembuluh darah melebar dan meningkatkan sirkulasi, mengurangi kekakuan dan nyeri pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat dengan jahe terhadap intensitas nyeri pada lansia dengan arthritis rheumatoid di Puskesmas 23 ilir Palembang Tahun 2023. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Pre Eksperiment (One group pretest and posttest design). Waktu penelitian 15 Mei sampai dengan 06 Juni Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas 23 ilir. Sampel pada penelitian ini adalah lansia penderita arthritis rheumatoid di Puskesmas 23 ilir Tahun 2023, yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata skor nyeri sebelum dilakukan kompres hangat dengan jahe sebesar 5,57, skor nyeri sebelum dilakukan kompres hangat dengan jahe terendah adalah 3 dan skor tertinggi adalah 9. Rerata skor nyeri sesudah dilakukan kompres hangat dengan jahe sebesar 3,80, skor nyeri sesudah dilakukan kompres hangat dengan jahe terendah adalah 2 dan skor tertinggi adalah 6. Ada pengaruh kompres hangat dengan jahe terhadap intensitas nyeri pada lansia dengan arthritis rheumatoid (ρ=0,000), dengan perbedaan rata-rata skor sebesar 1,77. Bagi Puskesmas 23 ilir Palembang, diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan kebijakan dalam mengatasi dan meningkatkan kesehatan khususnya lanjut usia yang mengalami nyeri persendian dengan mengunakan kompres hangat jahe.
Hubungan Spiritual Dengan Kesiapan Lansia Dalam Menghadapi Kematian Di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu Hanifah; Ariyus Popsi Gito
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran hidup dan mati merupakan proses menjalani kehidupan serta kemampuan mengantisipasi masa depan terhadap apapun yang akan terjadi, pada saat yang sama seorang individu harus dapat menciptakan kesadaran dan menghindari rasa takut dan cemas akan kematian . Rasa kehilangan (kematian) merupakan rangkaian kehidupan manusia mewakili ketidaktahuan yang dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan dan ketidakpastian bagi banyak orang. Budaya, spiritual, kepercayaan personal dan nilai-nilai seseorang, pengalaman dengan kematian sebelumnya dan tingkat dukungan sosial akan mempengaruhi cara individu mendekati kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritual dengan kesiapan menghadapi kematian di Panti sosial Tresna Werdha (PSTW) Kota Bengkulu. Jenis Penelitian adalah Kuantitatif yang menggunakan pendekatan Survey Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua lansia yang bertempat tinggal di PSTW menggunakan tehnik pengambilan sampel purposive sampling, besar sampel yang diperoleh berjumlah 40 orang. Analisis data menggunakan uji Exact Fisher’s untuk mengetahui keeratan hubungan menggunakan uji contingency coefficient (C). Hasil uji analisis diperoleh nilai p-value 0,022 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan spiritual dengan kesiapan lansia dalam menghadapi kematian di PSTW Kota Bengkulu. Diharapkan kepada perawat lansia agar dapat memberikan edukasi tentang spiritual dalam upaya mengatasi kecemasan pada lansia terhadap kematian.
Hubungan Persepsi Remaja Mengenai Peran Orang Tua Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menachere Di SDN Bojong Herang Papat Patimah; Dhinny Novryhanti; Muhammad Jafar Sidiq
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat menginjak remaja setiap individu akan melewati transisi pertumbuhan yang sangat pesat, manusia sebagai individu akan melewati suatu tahap yang disebut masa pubertas, pada seorang remaja putri pubertas ditandai dengan datangnya menarche, Menarhce dikatakan sebagai menstruasi yang pertama dialami remaja perempuan, kebanyakan usia menstruasi pertama diindonesia berada di 12,5 tahun, perubahan pada masa remaja menjadi salah satu keadaan dimana setiap remaja dituntut untuk siap menerima, dan faktor yang menjadi salah satu pembentuk kesiapan seorang remaja mengalami pubertas adalah peran atau dukungan orang tua serta pengetahuan yang di dapatkan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Persepsi remaja mengenai peran dan dukunan orang tua Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Purvose sampling, dengan sasaran anak usia Sekolah Dasar , dengan jumlah responden 30 responden, instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner. Hasil : Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi remaja mengenai peran dan dukungan orang tua menunjukan Sebagian besar responden berada pada kategori Baik sebanyak 18 (60%) dan sebagian besar dari responden juga memiliki kesiapan menghadapi menarche yang Baik sebanyak 16 (53,3%). Sehingga hasil yang didapatkan bahwa persepsi remaja mengenai peran (dukungan) orang tua memiliki hubungan yang segnifikan dengan kesiapan remaja menghadapi menarche dengan nilai p-value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan : Persepsi remaja mengenai peran (Dukungan) orang tua sangat berpengaruh terhadap kesiapan remaja menghadapi menarche tetapi jika di lihat peran orang tua bukan satu-satu nya hal yang dapat mempengaruhi kesiapan menghadapi menarche, salah satunya adalah media masa dan lingkungan sekolah. Saran : Diharapkan untuk setiap remaja putri agar dapat menggali informasi terkait system reproduksi, dan orangtua sebagai factor pendukung utama juga diharkan memberikan pemahaman kepada remaja yang akan menghadapi pubertas sehingga anak memiliki banyak informasi yang dapat digunakan sebagai bekal menghadapi menarche.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir di STIKes X Cianjur Sifa Fauziah; Ernawati Hamidah; Nafa Anggraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quarter life crisis merupakan timbulnya kecemasan akan perjalanan hidup di masa yang akan datang yang mampu menyebabkan reaksi berupa tertekan hingga stres, rentan terjadi pada individu yang berusia 18 sampai 29 tahun dan umumnya dialami oleh mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir akan menghadapi berbagai macam krisis diantaranya kebingungan untuk melanjutkan kuliah atau bekerja, takut tidak lulus dalam perkuliahan, cemas dan stres ketika mengerjakan tugas akhir . Dukungan sosial yang baik dari lingkungan seperti kasih sayang, perhatian dan kepedulian akan membantu mahasiswa tingkat akhir yang sedang berada di fase quarter life crisis. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 55 mahasiswa. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner quarter life crisis dan kuesioner dukungan sosial. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS. Hasil uji statistik menggunakan analisa bivariat uji chi square memperoleh nilai p = 0,024 (p < 0,05). Kesimpulan: H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Diharapkan mahasiswa tingkat akhir yang sedang berada di fase quarter life crisis mampu mengatasinya dengan mendapat dukungan dari lingkungan sekitar baik itu dari keluarga, teman, dan orang-orang sekitar lainnya dengan memberi dorongan, perhatian, dan kasih sayang pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang berada di fase quarter life crisis.