cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2024)" : 5 Documents clear
Pengaruh Pijat Perut Terhadap Volume Residu Lambung Pada Pasien Kritis Yang Terpasang Ngt: Literature Review Maymona Rizqi Hardani; Muhammad Ahsan; Alin Ikmalia; Arina Maliya; Ary Mulyantini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien kritis merupakan pasien yang memiliki resiko tinggi mengalami beberapa masalah pencernaan akibat stress, peningkatan volume residu, diare, sembelit, dan kekurangan gizi. Pemberian nutrisi nasogastrik memiliki risiko khususnya pada pasien kritis. Komplikasi akibat ketidaktepatan dalam pemberian enteral diantaranya adalah nausea dan muntah yang disebabkan karena penundaan pengosongan lambung, posisi baring pasien selama pemberian nutrisi dan efek samping dari obat-obatan selama di ruang perawatan intensif. Pijat perut merupakan terapi komplementer untuk mengurangi volume residu lambung. Tujuan Penerapan hasil penelitian pijat perut ini bertujuan untuk menurunkan volume residu lambung pada pasien- pasien kritis yang terpasang nasogastric tube. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh pijat perut terhadap volume residu lambung pada pasien kritis yang terpasang NGT. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review melalui basis pencarian data melalui search engine seperti PubMed, Science Direct, dan Google Scholar, dengan kata kunci yaitu: “Abdominal Massage” OR “Pijat Perut” AND “Gastric Residual Volume” OR “Volume Residu Lambung” AND “Critical Patients” OR “Pasien Kritis” AND “NGT”, dengan rentang waktu tahun 2019-2023. Hasil pencarian didapatkan sejumlah 8 artikel yang layak untuk dilakukan review sesuai dengan diagram alur PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi pijat perut secara efektif dapat menurunkan volume residu lambung pada pasien yang terpasang NGT.
Sleep Hygine Dan Aroma Terapy Lavender Terhadap Kualitas Tidur Remaja Laki Laki Liza Erawati Siregar; Emi Yuliza; Irma Herlina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of sleep Hygiene in teenagers varies, according to previous research showing that sleep quality at the age of 18 to 80 years is 36% of poor quality. Data in Indonesia shows that the majority of teenagers' sleep quality is inadequate, namely 63%. To determine the effectiveness of providing sleep hygiene and lavender aroma therapy on the sleep quality of adolescent boys in Rt 02, Meruyung Limo District, Depok in 2023. This type of research is analytical research with a quasi-experimental method, and a pre-test and post-test design. The sample used in this research was 23 respondents, using a purposive sampling technique. Place of analysis in this study uses the Wilcoxon test because the data is not normally distributed. Before being given the intervention, 19 (82.6%) teenagers had moderate sleep quality, and 4 (17.4%) teenagers had poor sleep quality. After being given the intervention, it was found that 23 (100%) teenagers (100%) had good sleep quality. In the Wilcoxon test, a p-value of 0.000 was obtained, giving sleep hygiene and lavender aroma therapy improved the sleep quality of teenagers. Providing sleep hygiene and lavender aroma therapy is effective in improving the quality of sleep in teenagers. It is hoped that it can be used as an intervention to improve the quality of sleep for teenagers by utilizing sleep hygiene and lavender aromatherapy in non-pharmacological treatment
Terapi Menggambar Pada Pasien skizofrenia Sebagai Strategi Untuk Mengontrol Halusinasi Pendengaran: Studi Kasus Maymona Rizqi Hardani; Arum Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang berdampak signifikan pada pikiran, perilaku, dan emosi. Halusinasi merupakan gejala positif yang sering muncul yaitu terganggunya persepsi sensori pada pasien. Salah satu tipe halusinasi adalah halusinasi pendengaran yang menjadi tipe halusinasi yang paling banyak. Laporan kasus ini bertujuan untuk membuktikan intervensi terapi menggambar pada pasien halusinasi. Gambaran kasus: Seorang laki-laki berusia 53 tahun sudah menikah dibawa ke RSJ oleh keluarganya dengan alasan pasien sering berbicara sendiri, mondar mandir. Pasien mengatakan mendengar suara yang mengajaknya berbicara terus-menerus. Hal itu membuatnya kesal dan mengamuk. Saat ini pasien mengatakan lebih senang sendirian dan kurang berminat untuk berbicara dengan orang lain. Metode: Pengelolaan kasus melalui pendekatan proses keperawatan dengan diberikan intervensi berdasarkan Evidence based Practice (EBP) yaitu terapi menggambar. Intervensi diberikan sehari sekali selama empat hari berturut-turut. Jenis menggambar yang diaplikasikan bertahap dari pengenalan halusinasi yang dialami, perasaan atau emosi yang dirasakan, dan harapan atau cita-cita yang ingin dicapai. Hasil: Tanda dan gejala halusinasi menurun dibuktikan dengan pasien sudah tidak berjalan mondar mandir, tidak berbicara terus-menerus, dan dapat membedakan yang nyata dan tidak nyata. Pada mulanya halusinasi muncul setiap saat saat pasien sendirian, setelah diberikan intervensi halusinasi muncul sehari 3 kali saja saat pasien bangun tidur. Respon marah membaik setelah diberikan intervensi menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak marah tanpa sebab lagi. Sebelum intervensi menunjukkan sikap pasien mudah tersinggung, bersikap curiga, sering mengamuk dan marah tanpa sebab. Interaksi sosial pasien terjalin membaik setelah diberikan intervensi pasien mau berbaur dengan teman sekamarnya, memiliki kontak mata saat diajak bicara dan pandangan menghadap ke lawan bicara. Awalnya sebelum diberikan intervensi pasien menarik diri dari lingkungan sekitar memiliki tatapan mata yang kosong, sering melamun, dan pandangan selalu menghadap ke bawah.Pada saat terapi menggambar sesi satu sampai sesi tiga pasien dapat menggambarkan halusinasinya, perasaannya dan harapannya di masa depan. Kesimpulan: Terapi menggambar efektif untuk penurunan tanda gejala hausinasi dan mengontrol halusinasi. Kata Kunci: Halusinasi Pendengaran, Skizofrenia, Terapi Menggambar Abstrack Background: Schizophrenia is a serious mental disorder that has a significant impact on thoughts, behavior and emotions. Hallucinations are positive symptoms that often appear, namely disruption of sensory perception in patients. One type of hallucination is auditory hallucination which is the most common type of hallucination. This case report aims to prove drawing therapy intervention in patients with hallucinations. Case description: A 53 years old married man was brought to RSJ by his family on the grounds that the patient often talked to himself, pacing back and forth. The patient said he heard a voice that kept him talking. This made him annoyed and angry. Currently the patient says he prefers to be alone and is less interested in talking to other people. Method: Case management through a nursing process approach with intervention based on Evidence Based Practice (EBP), namely drawing therapy. Intervention was given once a day for four consecutive days. This type of drawing is applied in stages from the recognition of the hallucinations experienced, the feelings or emotions felt, and the hopes or ideals to be achieved. Results: Signs and symptoms of hallucinations decreased as evidenced by the patient no longer pacing back and forth, not talking continuously, and being able to distinguish between what is real and what is not real. At first the hallucinations appeared all the time when the patient was alone, after being given intervention the hallucinations appeared only 3 times a day when the patient woke up. The angry response improved after being given the intervention, becoming less irritable and no longer angry for no reason. Before the intervention, the patient showed that he was irritable, suspicious, often had tantrums and was angry for no reason. The patient's social interactions improved after being given the intervention. The patient wanted to mingle with his roommates, had eye contact when spoken to and looked at the person he was talking to. Initially, before the intervention was given, the patient withdrew from the surrounding environment, had a blank gaze, often daydreamed, and his gaze was always facing downwards. During drawing therapy sessions one to three, the patient was able to describe his hallucinations, feelings and hopes for the future. Conclusion: Drawing therapy is effective for reducing signs of thirst and controlling hallucinations. Keywords: Auditory Hallucinations, Schizophrenia, Drawing Therapy
Gambaran Kualitas Kehidupan Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Ajibarang Safik Setya Purnomo; Tri Sumarni; Wasis Eko Kurniawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kesehatan terbanyak di rumah sakit adalah perawat yang memiliki tanggung jawab penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Perawat selain jumlahnya yang dominan (50%- 60% dari seluruh tenaga kerja), perawat memberikan pelayanan 24 jam sehari, selama 7 hari serta mempunyai kontak dengan pasien. Selain itu, perawat juga adalah manusia yang tidak luput dari beban kerja baik di instansi tempat bekerja maupun di keluarga atau di masyarakat, yang secara tidak langsung membutuhkan kontrol dan kesesuaian dalam kehidupan dirinya. Kualitas kehidupan kerja perawat merupakan persepsi atau penilaian perawat mengenai seluruh dimensi yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerjanya dan berhubungan dengan pengalamannya dalam bekerja serta demi mencapai tujuan. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 67 responden menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berusia 26-35 tahun dengan kualitas kehidupan kerja yang baik sebanyak 30 responden (44,8%), pada karakteristik jenis kelamin mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan kualitas kehidupan kerja yang baik sebanyak 36 responden (53,7%), pada karakteristik pendidikan mayoritas responden D3 dengan kualitas kehidupan kerja yang baik sebanyak 29 responden (43,3%), pada karakteristik masa kerja mayoritas responden dengan masa kerja ≥ 5 tahun dengan kualitas kehidupan kerja yang baik sebanyak 33 responden (49,3%).
Studi Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Guru Tentang Gizi Di Sekolah Dasar Kecamatan Sampolawa Kagum Razlin; Besse Dahlia; Muh. Siddik Ibrahim; Juwitriani Alwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan dan sikap guru tentang gizi di sekolah dasar Kecamatan Sampolawa. Sebanyak 30 guru dari berbagai usia dan lama pengalaman mengajar berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner terstruktur yang dirancang khusus. Analisis data menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang gizi, namun masih ada sebagian kecil yang memiliki pengetahuan yang kurang memadai. Sikap guru terhadap gizi umumnya positif, walaupun ada beberapa responden yang menunjukkan sikap kurang positif. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan program pelatihan gizi yang lebih efektif dan terarah bagi para guru di sekolah dasar. Rekomendasi untuk studi lanjutan mencakup analisis yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap guru serta evaluasi efektivitas program pelatihan gizi dalam jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran guru tentang pentingnya gizi dalam membentuk pola makan sehat anak-anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 5