cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 9 (2024)" : 20 Documents clear
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Dan Plastisin Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Di TK PKK Mandiri Desa Patokan Eka Novita Anggraini; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang secara terminologi disebut sebagai anak usia pra sekolah (Golden Age). Pada masa ini terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan.Masa ini merupakan tempo untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, seni, sosial emosional, disiplin diri, nilai-nilai agama, konsep diri dan kemandirin. Anak membutuhkan rangsangan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan dan potensi anak.Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian onegroup pretest-posttest. Populasi penelitian yaitu seluruh anak yang berusia (4-5 Tahun). Teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 32 responden.Instrumenyangdigunakan adalah lembar observasi perkembangan motorik halus anak kemudiandata dikumpulkan melalui proses Editing, Coding, Scoring, Tabulating dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian perkembangan motorik halus sebelum diberikan terapi bermain puzzle dan plastisin yaitu 32 responden (100%) tergolong mulai berkembang, kemudian setelah diberikan terapi sebanyak 23 responden (71,8%) tergolong berkembang sangat baik. Hasil uji analisis didapatkan Ada Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Dan Plastisin Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 tahun Di TK PKK Mandiri dengan nilai p Value α = 0,000 dengan tingkatsignifikanρValue<α0,05.Permainanpuzzle dan plastisin merupakan serangkaian terapi bermain untukmengembangkanperkembanganmotorik haluspadaanak usia 4-5 tahun.Puzzle dan plastisin dapat dikembangkan sebagai media untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun
Faktor Yang Memengaruhi Pernikahan Dini Pada Remaja Di Bojonegoro Farika Izaz Salsabila; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini seringkali dilakukan oleh remaja dibawah usia 19 tahun dan dianggap sebagai tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai agama, tradisi dan adat istiadat kuno yang cenderung bersifat patriarki dan merendahkan derajat perempuan. Faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan dini meliputi pendidikan, ekonomi, tempat tinggal dan tradisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja di Bojonegoro. Desain pada penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja yang melakukan pernikahan dini di Kecamatan Kedungadem sebanyak 38 remaja, dengan besar sampel 38 remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling sebuah metode non probability sampling. Variabel yang diteliti adalah faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner selanjutnya dianalisis menggunakan analisa deskriptif melalui tabel distribusi, frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini pendidikan terakhirnya yaitu SMP, hampir seluruh (76%) remaja yang melakukan pernikahan dini memiliki ekonomi rendah, hampir seluruh (97%) remaja yang melakukan pernikahan dini bertempat tinggal di Desa, sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini menikah karena tradisi. Remaja yang tinggal di desa akan lebih rentan melakukan pernikahan dini karena pemikiran orang desa cenderung kurang modern dan masih menganut orang tua terdahulu. Kurangnya akses pendidikan, minimnya akses kesehatan bisa menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini di pedesaan
Tingkat Kepatuhan Penatalaksanaan Diabetes Melitus Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Palang Jerry Rian Ardiansyah; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penatalaksanaan diabetes melitus merupakan setrategi yang efektif dalam mengendalikan kadar gula darah, namun sampai saat ini masih banyak penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol sehingga berdampak pada komplikasi diabetes melitus. Tujuan penelitian mengetahui tingkat kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Palang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Palang berjumlah 113 orang dengan sampel 88 orang. Menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian yaitu penatalaksanaan diabetes melitus yang meliputi terapi nutrisi, lathan fisik, dan minum obat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner SDSCA yang telah dimodifikasi, dianalisa menggunakan distribusi frekuensi relatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (52%) pasien diabetes melitus memiliki kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus komponen terapi nutrisi kategori sedang, sebagian besar (53%) penderita diabetes melitus memiliki kepatuhan rendah dalam melakukan latihan fisik, dan hampir seluruh (89%) pasien diabetes melitus memiliki kepatuhan terapi farmakologi dalam kategori tinggi. Kepatuhan pasien diabetes melitus komponen terapi nutrisi dalam kategori sedang, disebabkan karena sebagian besar sudah berpendidikan SLTA/sederajat. Kepatuhan pasien diabetes melitus komponen latihan fisik dalam kategori rendah, disebabkan karena terbanyak merupakan lansia. Kepatuhan dalam terapi farmakologi dalam kategori tinggi, karena hampir seluruhya menderita diabetes melitus selama 1-5 tahun, sehingga pasien lebih berpengalaman dalam terapi farmakologi. Untuk meningkatkan kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus pasien baik dalam semua kategori diperlukan pemberian intervensi, motivasi, dan pendidikan kesehatan lebih lanjut terkait dengan penatalaksanaan diabetes melitus pada pasien saat pemberian pelayanan kesehatan sehingga mencegah serta mengatasi komplikasi akibat diabetes.
Pengetahuan Dengan Sikap Penderita Dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Tuban Ahmad Yusuf Armanda; Titik Sumiatin; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemenkes RI menyusun eliminasi TB Paru tahun 2020-2030 dan menargetkan penurunan insiden TB Paru pada tahun 2030 dengan 65 kasus per 100.000. Saat ini, Indonesia berada pada posisi ke-2 dengan jumlah TB Paru terbanyak di dunia setelah India. Hal ini terjadi karena salah satu faktornya adalah rendahnya tingkat pengetahuan yang memicu pada sikap dan perilaku penderita pada penyakit TB Paru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap penderita dalam pencegahan penularan TB Paru di Puskesmas Tuban. Peneliti menggunakan desain penelitian kolerasi dengan pendekatan Crossectional. Adapun populasinya ialah semua penderita TB Paru pada 2023 di Puskesmas Tuban sejumlah 75 orang. Lebih lanjut, peneliti memanfaatkan teknik sampling berupa Simple Random sampling. Sample penelitiannya ialah sebagian Penderita Tuberkulosis Paru tahun 2023 di Puskesmas Tuban sejumlah 63 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh respondennya memiliki pengetahuan tentang pencegahan penularan TB Paru dalam kategori baik dan hampir respondennya mempunyai sikap pencegahan penularan TB Paru berkategori baik. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = 0,301 yang artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap penderita dalam tindakan mencegah penularan TB Paru di Puskesmas Tuban. Pembentukan sikap tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan tetapi juga faktor lain yaitu pengaruh lingkungan Masyarakat. Pengaruh lingkungan dengan pengetahuan baik dapat membuat seseorang yang pengetahuannya kurang untuk turut bersikap sama seperti lingkungannya. Sehingga, lingkungan yang berpengatahuan kurang juga bisa tetap menambah kemungkinan seseorang untuk mempunyai sikap yang baik.
Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus Tentang Pencegahan Ulkus Diabetikum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban Lenny Putri Yunita Gayatri; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka mortalitas saat ini masih didominasi oleh penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular adalah diabetes mellitus. Penyakit diabetes melitus memberikan berbagai komplikasi yang berhubungan dengan meningkatnya jumlah penderita dan jumlah kematian. Komplikasi yang sering terjadi yaitu ulkus diabetikum, diperkirakan 15% dari total penderita diabetes melitus mengalami komplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban. Desain Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 124 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban menunjukkan hampir seluruhnya berpengetahuan baik dengan jumlah 99 orang (79.8 %). Penderita diabetes melitus diharapkan untuk konsisten dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan ulkus diabetikum melalui pendidikan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis tentang pengontrolan kadar gula darah dan perawatan kaki melalui kegiatan prolanis agar mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Pola Hidup Lansia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Palang Muhammad Kamalul Kahfi; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yaitu ketika tekanan darah diatas 140/90 mmHg, dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 dan diastolik lebih dari 90 mmHg. . Di era modern saat ini terjadi perubahan pola hidup di dalam masyarakat, seperti pola makan yang tidak sehat, kurang istirahat, stress yang tinggi, dan kebiasaan merokok. Pola hidup tidak sehat kususnya pada usia 40 tahun keatas. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini Mengetahui Bagaimana Gambaran Pola Hidup Dengan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Palang. Metode: Desain pada penelitian ini deskriptif, Populasi penelitian adalah Lansia yang menderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas palang yang berjumlah 146 orang. Besar sampel 107 orang menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengambilan data dengan kuesioner dan analisis deskriptif dengan table frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi yang berusia 55 - 65 tahun memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 53%, sebagian besar penderita hipertensi berjenis kelamin perempuan memiliki pola hidup dalam kategori Baik sebanyak 65%, sebagian besar penderita hipertensi yang tidak bekerja memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 50%, Hampir setengahnya penderita hipertensi yang tidak memiliki riwayat keturunan memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 48%, dan Sebagian besar penderita hipertensi yang menderita > Dari 1 Tahun memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 52%, dan Sebagian besar penderita hipertensi yang menderita > Dari 1 Tahun memiliki pola hidup dalam kategori baik sebanyak 52%. Simpulan: Lansia yang menderita hipertensi dapat Menajaga Pola Hidup dengan Baik Seperti menjaga pola makan, istirahat yang cukup, tidak merokok dan tidak memikirkan hal yang membuat stres agar dapat mencapai status kesehat yang optimal.
Pengaruh Latihan Handgrip Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pasien Pasca Stroke Di Desa Brabe Maron Probolinggo Fani Fransiska; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyakit kronis yang memberikan dampak berbahaya. Salah satu masalah pada penderita stroke yaitu gangguan anggota gerak akibat mengalami penurunan kekuatan otot yang disebutdenganhemiparese. Latihan yang bisa dilakukan yaitu latihan handgrip, latihan ini merupakan latihan menggenggam yang dapat mengontraksikan otot tangan secara statis tanpa diikuti dengan pergerakan berlebih dari otot dan sendi.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh latihan handgrip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pasien pasca stroke di Desa Brabe Maron Probolinggo.Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan desain one group pre-post design. Populasi seluruh pasien pasca stroke di desa brabe maron probolinggo sebanyak 35 responden. Sampel sebanyak 30 responden yang memenuhi syarat inklusi penelitian, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi penilaian kekuatan otot ekstremitas atas otot MMT (Manual Muscle Testing), kemudian data dikumpulkan melalui proses editing, coding, scoring dan tabulating. Dan dianalisis menggunakan hipotesis uji wilcoxon signed rank test.Hasil penelitian didapatkanrata-rata nilai kekuatan otot sebelum dilakukan latihan handgripmean 3,57, median 4,00, nilai min-max 3-4dan rata-rata nilai kekuatan ototsesudah dilakukan latihan handgripmean 4,23, median 4,00, nilai min-max 3-5,hasil uji analisis menggunakan wilcoxon didapatkan nilai ( p Value α = 0,000 <α0,05 ), dinyatakan bahwa ada pengaruh latihan handgrip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pasien pasca stroke di Desa Brabe Maron Probolinggo.Latihan handgrip merupakan salah satu rehabilitasi yang efektif dilakukan dalam pemulihan kekuatan otot ekstremitas atas sehingga disarankan untuk pasien pasca stroke melakukan latihan ini untuk menangani keterbatasan gerak pada ekstremtas atas.
Pengaruh Peer Education Dan Coaching Terhadap Perilaku Pencegahan Scabies Di Pondok Putri Damanhuri Romly Padjarakan Probolinggo Muhayyibatul Qomariyah; Ro’isah; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit scabies merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan perilaku. Penyakut scabies merupakan maslah kesehatan yang menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman pada bagi penderitantanya serta mudah menular. Salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit scabies yaitu perilaku personal hygiene yang buruk. Tujuan penelitian ini iyalah untuk mengetahui Pengaruh Peer Education dan Coaching Terhadap Perilaku Pencegahan Skabies Di Pondok Putri Damanhuri Romly Probolinggo. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pre experimental dengan desain one group pre-post design. Pelaksanaan Peer Education dan Coaching dilaksanakan sekama 2 mingu dengan 4 kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah 29 santri yang belum terkena scabies dan sampel sebanyak 29 santri yang belum terkena scabies di Pondok Putri Damanhuri Romly Probolinggo yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan diambil secara total sampling. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon, instrument penelitian menggunakan lembar kuisioner perilaku pencegahan skabies. Hasil penelitian ini diperoleh rata – rata sebelum dilaksanakan Peer Education dan Coaching dengan kategori kurang sebanyak 11 responden (37,9%), culup 9 responden (31%), dan baik sebanyak 9 responden (31%). Setelah dilakukan Peer Education dan Coaching diperoleh nilai dalam kategori baik sebanyak 20 responden (69%). Nilai P = 0,000 yang berarti ada pengaruh Peer Education dan Coaching terhadap perilaku pencegahan penyakit scabies di Pondok Putri Damanhuri Romly Probolinggo Diharakan kepada pengurus dan bagian kebersihan pondok dapat membuat jadwal kebersihan harian untuk membersihkan lingkungan pondok pesantren dan sering memantau kebersihan santri serta selalu mengingatkan santri untuk melakukan kebersihan diri secara mandiri dengan baik
Efektivitas Permainan Finger Paintingdan Montase Dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah Di TK Aisyiyah Besuki Kabupaten Situbondo Holidatur Riskiyah; Nafolion Nur Rahmat; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Finger painting merupakan salah satu kegiatan teknik melukis dengan mengoleskan cat pada kertas basah menggunakan jari jemari, dalam kegiatan ini dapat melatih motorik halus dan kreativitas yang dimiliki anak (Yunita Y H, (2011) dalam Putra K D S 2021).Montase adalah teknik melukis (lukisan tangan) dengan menempelkan bahanbahan tertentu, berupa bahan-bahan buatan atau bahan sisa (Desmareza, 2012) Dalam annuar H, Ett all. 2021). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas permainan finger painting dan muntase terhadap perkembangan motorik halus pada anak.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre post test. Populasi perkembangan motorik halus anak prasekolah di tk aisyiyah besuki kabupaten situbondo sebanyak 44 responden, penentuan sampling menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan pre experimental design(Two Group Pretest-Postest Design).Selanjutnya dianalisis menggunakan uji komparasi.Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden terapi bermain finger painting montase berkembang sangat baik sebanyak 22 responden (100%).Dan untuk terapi bermain montase berkembang sangat baik sebanyak 22 responden (100%). Hasil uji analisis efektivitas permainan finger painting dan montase dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah dengan nilai p=0,030 < α=0,05 artinya H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga ada efektivitas permainan finger painting dan montase dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah di tk aisyiyah besuki kabupaten situbondo.Hipotesis dalam penelitian ini diterima dan terbukti secara statistik. Permainan finger painting dan montase adalah serangkaian terapi untuk mengembangkan perkembangan motorik halus pada anak.Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variasi gambar dalam terapi bermain tersebut, lebih melakukan pendekatan kepada anak saat diberikan terapi bermain.
Hubungan Self Awareness (Kesadaran Diri) Orang Tuadengan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Di TK Mutiara Bangsa Didesa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo Putri Meilinda Pristiwati Nenobesi; Alwin Widhiyanto; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran orang tua memiliki penting dalam mencegah Upaya kekerasan seksual pada anak. Upaya Pencegahan kekerasan seksual pada anak penting tujuannya agar anak mampu mengenali tindakan yang termasuk kekerasan seksual dan tahu cara mencegahnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui adakah hubungan self Aawareness (Kesadaran diri) orang tua dengan Upaya penecegahan kekerasan seksual pada anak di Tk Mutiara Bangsa Desa Banyuanyar Kabupaten Probolinggo.Jenis penelitian ini adalah desain penelitian Analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi Seluruh orang tua anak di TK Mutiara bangsa di Desa Banyuanyar kabupaten Probolinggo sebanyak 49 responden. sampel penelitian ini sebanyak 49 responden dengan Teknik sampling yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Lembar Kuesioner Pengelolahan data dengan editing,coding, tabulating,scoring, Data yang di peroleh dianalisis menggunakan uji statistikSpearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata rata kesadaran orang tua dengan Upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak Hasil Uji statistika dengan menggunakan uji Spearmank dengan nilai p value= 0,005 dengan tingkat signifikan ρ value < α = 0,005, maka variabel independen Self Awarenes (kesadaran Diri) orang tua sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan Self Awarenes (kesadaran Diri) orang tua dengan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak di Tk Mutiara Bangsa Desa Banyuanyar Kabupeten Probolinggo. Penelitian ini diharapkan agar orang tua anak anak dapat meningkatkan kesadaran diri dalam Upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak.Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk orang tua memberikan edukasi kepada anak seperti pemberian tanggapan positif pada anak, dan pengenalan beragam emosi pada anak.

Page 1 of 2 | Total Record : 20