cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026)" : 24 Documents clear
Analisis Dukungan Keluarga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Munawarah; Hendrik Probo Sasongko; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2059

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi dengan hambatan aliran udara progresif yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan produksi dahak berlebih. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada pasien, sehingga dukungan keluarga dan kualitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting untuk mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas pelayanan terhadap penurunan kecemasan pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada periode 1 Juni hingga 15 Juli 2025. Sampel terdiri dari 30 responden yang diambil secara accidental sampling dari populasi 32 pasien PPOK rawat inap di rumah sakit tersebut. Data dianalisis dengan uji chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa 21 responden (70%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan 19 responden (63,3%) menilai kualitas pelayanan sangat baik. Sebanyak 22 responden (73,3%) tidak mengalami kecemasan selama perawatan. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,005; Fisher’s Exact Test = 0,001) serta antara kualitas pelayanan dengan tingkat kecemasan (p = 0,001; Fisher’s Exact Test = 0,001). Kesimpulannya, dukungan keluarga dan kualitas pelayanan yang baik berperan penting dalam menurunkan kecemasan pasien PPOK selama perawatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan pelayanan kesehatan berkualitas dalam mendukung kesejahteraan psikologis pasien PPOK.
Hubungan Kepatuhan Pola Hidup Sehat Dengan Kejadian Gastritis Dirumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Muhimmatul Lathifa; Roshinta Sony Anggari; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2060

Abstract

Gastritis adalah peradangan yang terjadi pada mukosa lambung yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti iritasi, infeksi, dan pola makan tidak teratur, seperti telat makan, makan berlebihan, makan terburu-buru, serta mengonsumsi makanan yang banyak bumbu dan rasa pedas. Tujuan penelitian mengindentikasi hubungan pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, khususnya penelitian korelasional. Populasi 25 pasien, sampel pasien dengan gastritisyang periksa dirumah sakit mitra medika,pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengolahan data editimg,coding,tabulating, analisa data menggunakan spearman rank,. Teknik pengambilan sampel menggunakan Spearman rank. Alat pengumpul data kuesioner dan observasi. Gaya hidup sehat adalah pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Gaya hidup sehat adalah sehat dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang baik dan positif. Hasil uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0.000 (< 0.05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Semakin buruk pola hidup seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan terkena gastritis kronis. Sebagian besar pasien gastritis di RS Mitra Medika Bondowoso mengalami gastritis akut, yaitu sebesar 68%. Diharapkan banyak dapat meningkatkan gaya hidup sehat dengan tidak mengonsumsi minuman tinggi kafein, tidak merokok, dan menjaga pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi serta dapat mengikuti diet, berolahraga dan makanan yang sehat yang dianjurkan untuk mencegah kekambuhan gastritis.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Komplikasi Pada Ibu Post Partum Di RSU Bhakti Husada Banyuwangi Nur Hidayati; Firdawsyi Nuzula; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2061

Abstract

Komplikasi post partum merupakan salah satu penyebab utama angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Berdasarkan data Dinkes Banyuwangi, terdapat 28 kasus kematian ibu pada tahun 2023. Komplikasi pada masa nifas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keteraturan kunjungan ANC, paritas, jarak kehamilan, dan kehamilan risiko tinggi. Identifikasi faktor-faktor tersebut menjadi penting untuk mencegah kejadian komplikasi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi pada ibu post partum. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di RSU Bhakti Husada Banyuwangi pada bulan Juni 2025 sebanyak 71 orang yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dari data sekunder berupa rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik multinomial. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kunjungan ANC (p = 0,024), jarak kehamilan (p = 0,007), dan kehamilan risiko tinggi (p = 0,000) dengan komplikasi post partum. Namun, paritas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p = 0,229). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor kehamilan risiko tinggi merupakan variabel dominan yang paling mempengaruhi komplikasi post partum di RSU Bhakti Husada Banyuwangi OR : 0,000. Penting bagi tenaga kesehatan dan keluarga untuk melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko selama kehamilan dan masa nifas, serta meningkatkan kualitas kunjungan ANC sebagai upaya preventif terhadap komplikasi post partum.
Analisis Hubungan Media Sosial Tipe Kepribadian Dan Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Kesehatan Mental Remaja Di MTs Negeri 11 Jember Sahrul Gunawan; Maulida N Oktaviana; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2062

Abstract

Remaja sedang mengalami masa transisi penting. Di era digital, penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube meningkat dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental. Tipe kepribadian dan pendidikan orang tua juga berperan, di mana remaja introvert dan dari keluarga berpendidikan rendah lebih rentan mengalami gangguan psikologis. Penelitian ini menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut Dengan kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan cross-sectional. Sampel sebanyak 97 responden dipilih secara purposive. Instrumen berupa kuesioner, dengan analisis data mencakup uji univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ordinal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan media sosial tingkat sedang (55,7%), berkepribadian ekstrovert (53,6%), dan memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir SD (45,4%), sedangkan kesehatan mental terbanyak berada pada kategori rendah dan tinggi (34%). Uji Chi-Square menunjukkan media sosial (p = 0,000), tipe kepribadian (p = 0,000), dan pendidikan orang tua (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan kesehatan mental, namun uji regresi logistik ordinal memperlihatkan hanya media sosial (p = 0,000) dan tipe kepribadian (p = 0,037) yang berhubungan signifikan, sementara pendidikan orang tua (p = 0,481) tidak berhubungan. Media sosial menjadi faktor dominan yang memengaruhi kesehatan mental remaja, diikuti oleh tipe kepribadian. Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan penggunaan media sosial dan pemahaman karakter remaja dalam menjaga kesehatan mental.
Pengaruh Mind Mapping Berlari Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Di TK Babul Ilmi Desa Sumber Gading Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso Heradatul Hasanah; Ainul Yaqin Salam; Rizki Mega Safitri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2063

Abstract

Mind Mapping merupakan suatu cara alternatif yang ditujukan kepada seluruh bagian otak untuk berpikir linier sehingga dapat memberikan kebebasan kepada anak untuk menggorganisir dan menghubungkan ide, konsep, dan informasi dalam bentuk peta konsep yang menyerupai jaringan saraf otak. Motorik kasar yang berkembang memberi kemampuan fisik yang lebih mumpuni seperti tidak mudah lelah dalam melakukan aktifitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh mind mapping berlari terhadap perkembangan motorik kasar pada anak Di TK Babul Ilmi Di Desa Sumber Gading Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso Tahun 2025. Perkembangan motorik kasar sebelum diajarkan mind mapping berlari yaitu: perkembangan sangat baik 11 responden (36,6%) perkembangan sesuai harapan sebanyak 15 responden (50%) dan perkembangan yang mulai berkembang sebanyak 4 responden (13,4%) kemudian setelah diajarkan mind mapping berlari yaitu: perkembangan sangat baik 23 responden (76.6%) perkembangan sesuai harapan sebanyak 7 responden (23,4 %) dan perkembangan yang mulai berkembangan sebanyak 0 responden (0 %). Metode Penelitian one-group pra-posttest design dengan jumlah 30 Responden yang di criteria dengan Tehnik Purposive Sampling. Pengumpulan Data dilakukan menggunakan kuesioner kemudian data tahap coding dan scoring, lalu di Uji menggunakan Uji Wiloxcon. Hasil Ui Wiloxcon diperoleh taraf signifikan ρ < 0,05 dengan signifikan ρ < 0,001 mengukur Perkembangan Motorik Kasar sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Metode Mind Mapping Pada anak TK Bila ρ < 0,05 menunjukkan bahwa adanya perbedaan pengaruh Metode Mind Mapping Berlari Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak TK. Kesimpulan lakukan stimulasi sesering mungkin kepada anak agar dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan pada anak terutama perkembangan motorik kasar.
Pengaruh Edukasi Media Flipchart Terhadap Pengetahuan Dan Kecemasan Orang Tua Tentang Penatalaksanaan Diare Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso Muhammad Helmi Mubarok; Haswita; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2064

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak yang membutuhkan penatalaksanaan yang tepat. Pengetahuan orang tua yang kurang dan kecemasan tinggi dapat menghambat tindakan perawatan yang efektif. Edukasi dengan media flipchart diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan orang tua dalam menangani diare anak. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 22 orang tua anak yang mengalami diare di RS Mitra Medika Bondowoso. Data pengetahuan dan kecemasan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi media flipchart. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan kecemasan. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang (77,3%) dan kecemasan berat (77,3%). Setelah edukasi media flipchart, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dengan 77,3% responden mencapai kategori cukup dan baik, serta penurunan kecemasan dengan 50% responden mengalami kecemasan ringan dan 9,1% tidak cemas. Nilai signifikansi uji statistik menunjukkan p=0,000 pada kedua variabel, menandakan pengaruh edukasi yang signifikan. Edukasi menggunakan media flipchart efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan orang tua dalam penatalaksanaan diare anak. Media flipchart direkomendasikan sebagai alat edukasi yang tepat dalam praktik keperawatan dan promosi kesehatan anak.
Pengaruh Health Education Perawatan Luka Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Luka Operasi Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Hilman Hidayat; Dodik Hartono; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2065

Abstract

Infeksi luka pasca operasi sectio caesaria merupakan salah satu komplikasi yang dapat memperpanjang masa rawat dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan infeksi luka menjadi faktor utama yang mempengaruhi kejadian infeksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian health education perawatan luka terhadap perilaku pencegahan infeksi luka pada pasien post operasi sectio caesaria. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada pasien post operasi sectio caesaria. Populasi pada penlitian ini 50 responden post section caesaria, Sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 44 responden. Data perilaku pencegahan infeksi luka dikumpulkan 2 kali menggunakan kuesioner setelah pasien post operasi dan sehari setelahnya sebelum pasien pulang, di ukur menggunakan skala frequensi dan dianalisis menggunakan uji T-paired untuk mengukur pengaruh health education. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor perilaku pencegahan infeksi luka dari 32,84 pada pre-test menjadi 41,25 pada post-test. Korelasi antara sebelum dan sesudah pemberian health education sangat kuat dan positif dengan nilai 0,955. Uji T-paired menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), dapat diartikan ada pengaruh Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa health education merupakan intervensi efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan infeksi luka pasca sectio caesaria. Oleh karena itu, penerapan program edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan sebagai bagian dari protokol perawatan pasien post-operasi untuk meningkatkan hasil klinis dan mengoptimalkan keselamatan pasien.
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Usia 13–15 Tahun Di SMP Saqo Kraksaan Retno Suciningrum; Tutik Hidayati; Nova Hikmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2072

Abstract

Keputihan adalah kondisi vagina keluar cairan disebabkan kuman.Remaja adalah masa perubahan yang cepat pertumbuhan fisiknya Personal hygiene genitalia adalah pemiliharaan kebersihan dan Kesehatan terhindar dari gangguan alat reproduksi. menurut SKRI tahun 2022 keputihan di Indonesia 75% sekali seumur hidup dan 45% keputihan lebih dua kali. Di Jawa Timur Wanita keputihan 27,60% dari jumlah remaja berusia 10–14 tahun.Studi pendahuluan dilakukan tanggal 22 Januari 2025 pada remaja putri di SMP Saqo Kraksaan,Didapatkan 9 orang pernah keputihan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Saqo Kraksaan. Desain penelitian analitik korelasional metode cross sectional. Populasi 42 remaja putri dengan 39 sampel dan teknik Stratified random sampling. Pengumpulan data meliputi, coding, editing, dan tabulating, data dianalisis secara komputer dengan Uji Chi-square, α : 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan cukup dan perilaku personal hygiene baik berjumlah 23 responden (59%) tidak mengalami keputihan dan responden mengalami keputihan yaitu sebanyak 16 reponden (41%) dengan p : 0,001. Kesimpulan penelitian ada Hubungan Antara Perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Saqo Kraksaan. Saran yaitu petugas kesehatan / bidan edukasi secara aktif masyarakat khususnya remaja pentingnya perilaku personal hygiene yang benar untuk mencegah keputihan.
Gambaran Proses Penyembuhan Luka Dengan Teknik Moist Wound Healing Pada Luka Penderita Diabetes Melitus Di Klinik Pandawa Kabupaten Kediri Ariani Sulistyorini; Hafidz Nur Addin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2074

Abstract

Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks terbentuknya senyawa kimia sebagai substansi mediator di daerah luka merupakan komponen yang saling terkait pada proses penyembuhan luka. Moist wound healing merupakan suatu metode yang mempertahankan lingkungan luka tetap terjaga kelembabannya untuk memfasilitasi penyembuhan luka. Diabes melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Tujuan penelitian mengetahui gambaran proses penyembuhan luka dengan teknik moist wound healing pada luka diabetes melitus. Desain penelitian Dekriptif, populasi dan sampel penelitian adalah seluruh responden yang memiliki luka diabetes melitus sebanyak 16 responden, dengan teknik sampel accidental sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 24 Maret – 5 April 2024 di Klinik Pandawa Kabupaten Kediri. Variabel penelitian yaitu gambaran proses penyembuhan luka dengan teknik moist wound healing pada luka penderita diabetes melitus, instrument penelitian menggunakan Bates-Jansen Wound Assessment Tool (BWAT), data dianalisa dengan rumus persentase dan diiterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian pada pertemuan terakhir dari 16 responden sebagian besar responden memiliki pertumbuhan luka membaik yaitu 14 responden dan sebagian kecil dari responden dengan jaringan sehat yaitu 2 responden. Faktor utama yang mempengaruhi proses penyembuhan luka yaitu perawatan luka dengan teknik moist wound healing, dan beberapa faktor lainnya adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan terakhir, penghasilan keluarga dalam 1 bulan, pengeluaran keluarga dalam 1 bulan dan lama pasien sakit dengan luka diabetes. Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk penderita luka diabetes melitus dalam menunjang kesembuhan dan menjadi bahan tambahan dalam memberikan informasi dan pelayanan terkait dengan proses penyembuhan luka penderita luka diabetes melitus. Responden mampu menunjang kesembuhan luka dengan melakukan perawatan luka menggunakan teknik moist wound healing
Dukungan Keluarga Dalam Mendukung Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Davis Khoirul Akmal; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2076

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menunjukkan peningkatan kasus setiap tahunnya. masih adanya pasien Tuberkulosis paru yang putus pengobatan (Drop out). Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis paru sangat bergantung pada kepatuhan pasien, salah satunya dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan akepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya seluruh keluarga penderita Tuberkulosis paru yang masih menjalani program pengobatan di Puskesmas Tuban sebanyak 64 orang, dan semuanya digunakan sebagai sampel dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian adalah dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup Analisa data menguak analisis deskriptif, yang menggunakan tabel, distribusi frekuensi dan prosentase. Hasil menunjukan hampir setengahnya (28.1%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berusia dewasa akhir, dan lansia akhir, Sebagian besar (71,9%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berpendidikan SMA, hampir seluruhnya (76.6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru bekerja, setengahnya (50.0%) dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru adalah baik, sebagian besar (55,6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru pada masa dewasa akhir memiliki dukungan keluarga yang baik, seluruhnya (100%) keluarga yang berpendidikan SD memiliki dukungan yang baik, dan sebagian besar (53,3%) keluarga yang bekerja memiliki dukungan yang baik. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan bagi pasien Tuberkulosis paru. Oleh karena itu, intervensi kesehatan masyarakat harus melibatkan keluarga sebagai mitra strategis. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis dukungan dan tingkat pemulihan pasien secara longitudinal.

Page 2 of 3 | Total Record : 24