cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 937 Documents
Efektivitas Kompres Jahe Merah Hangat Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Ngoresan Aprian Wulandari; Afrah Hasna Fadhilah; Rina Yulianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2289

Abstract

ASI eksklusif merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas adalah produksi ASI yang belum optimal pada awal masa nifas. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan produksi ASI yaitu pemberian kompres jahe merah hangat. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kompres jahe merah hangat terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Ngoresan. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan dua responden ibu nifas yang mengalami produksi ASI kurang lancar. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali sehari selama 15–20 menit. Pengukuran dilakukan berdasarkan volume ASI hasil pumping sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI pada kedua responden. Pada Ny. N volume ASI meningkat dari 10 mL menjadi 20 mL, sedangkan pada Ny. S meningkat dari 5 mL menjadi 15 mL. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kompres jahe merah hangat dapat membantu memperlancar pengeluaran ASI melalui peningkatan sirkulasi darah, relaksasi jaringan payudara, dan stimulasi hormon oksitosin. Kesimpulannya, kompres jahe merah hangat efektif sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam praktik keperawatan maternitas.
Hubungan Kecerdasan Spiritual dan Kesejahteraan Spiritual Dengan Kedisiplinan Remaja Puteri Di Pondok Pesantren Hafshawaty Murifatul Munawarah; Iin Aini Isnawati; Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2290

Abstract

Kedisiplinan merupakan suatu ketaatan yang sungguh-sungguh dan didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban serta sikap dan perilaku sesuai dengan aturan atau tata kelakuan yang semestinya di dalam suatu lingkungan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan kecerdasan spiritual dan kesejahteraan spiritual dengan kedisiplinan remaja puteri di Pondok Pesantren Hafshawaty. Penelitian ini merupakan penelitian studi analitik koreasional, adapun desain penelitian adalah cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 79 responden dan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 65 responden remaja usia 17-19 tahun di Pondok Pesantren Hafshawaty yang diambil dengan cara sample random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis dengan spss 20 menggunakan uji Analisis regresi logistik. Hasil penelitian di dapatkan Hubungan kecerdasan spiritual sebagian besar kurang sebanyak 25 (38,4%), sedangkan kesejahteraan spiritual sebagian besar cukup sebanyak 30 (46,1%) dan analisis hasil penelitian menggunakan uji Analisis regresi logistik didapatkan p value= 0,036 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara kecerdasan spiritual dan kesejahteraan spiritual dengan kedisiplinan remaja puteri. Diharapkan pada remaja untuk meningkatkan dan menerapkan upaya meningkatkan sikap disiplin untuk terus mengembangkan perilaku disiplin di Pondok Pesantren Hafshawaty.
Pengaruh Brain Gym Terhadap Kognitif Pada Pasien Lansia Dengan Mild Cognitif Impairment (MCI) Di RS X Kota Bengkulu. Rijal Kusdianto; Silvia Puspa Victoria; Jajang Suryana; Anggana Kastra Latip; Hesti Marlina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2291

Abstract

Gangguan kognitif pada orang tua dapat disebabkan oleh proses menua. Penurunan kognitif dapat menyebabkan demensia pada orang tua. Namun, pencegahan yang efektif terhadap penurunan kognitif dapat mencegah demensia dan juga membantu pasien menjalani kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana senam otak mempengaruhi kualitas kognitif orang tua yang menderita mild cognitif inpairment (MCI). Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Quasi Eksperimental dengan desain kontrol grup. Dalam penelitian ini, 82 pasien dipilih sebagai sampel purposif. Mereka dibagi menjadi 41 kelompok intervensi dan 41 kelompok non-intervensi. Kelompok intervensi menerima latihan senam otak selama tiga hari berturut-turut. Kelompok non-intervensi yang menerima Senam dari rumah sakit, senaman dilakukan selama 25 menit dan instruksi diberikan selama 20 menit. Pada kelompok non intervensi hanya diberikan edukasi dari rumah sakit selama 5 menit. Evaluasi dilakukan kepada kelompok intervensi maupun non intervensi berupa pengukuran skor kognitif pada lansia pada hari ke 3 setelah melakukan brain gym. Sampel dalam penelitian adalah laki-laki 28 orang perempuan 54 orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki korelasi dengan kognitif orang tua, dengan nilai sig < 0,05. Variabel yang paling berdampak pada kognitif orang tua dengan gangguan kognitif ringan (MCI) adalah senam otak, dengan nilai P = 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa senam otak (brain gym) berpengaruh terhadap peningkatan kognitif pada passien lansia dengan Mild Cognitif Impairment (MCI). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut dan penggunaan brain gym sebagai salah satu intervensi mandiri perawat dalam sauhan keperawatan lansia.
Penerapan Terapi Rendam Kaki Air Hangat (Hydrotherapy) Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Dewi Triana; Ida Nur Imamah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2292

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi nonfarmakologis, salah satunya terapi rendam kaki air hangat (hidroterapi). Tujuan: Mendeskripsikan hasil terapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua hipertensi lansia. Intervensi berupa terapi rendam kaki air hangat diberikan selama tujuh hari, kemudian dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Hasil: Tekanan darah responden pertama menurun dari 194/92 mmHg menjadi 151/80 mmHg, sedangkan responden kedua dari 170/101 mmHg menjadi 130/83 mmHg. Penurunan tekanan darah terjadi karena paparan udara hangat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer, meningkatkan sirkulasi darah, dan menurunkan resistensi pembuluh darah. Kesimpulan: Terapi rendam kaki air hangat (hidroterapi) efektif membantu menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi sehingga dapat dijadikan sebagai terapi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan di rumah.
Pengaruh Terapi Massage Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Ruangan Penyakit Dalam RSUD OKU Timur Mujiani; Amalia; Romliyadi; Yunita Liana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2294

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskular di seluruh dunia. Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskular di seluruh dunia. Untuk mengetahui Pengaruh Terapi Massage Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Ruangan Penyakit Dalam RSUD OKU Timur. Penelitian ini dirancang sebagai Quasi Eksperimen (Eksperimen Semu), yang berarti satu kelompok pretest-postest, dengan pengukuran dilakukan sebelum pretest dan setelah posttest. Sampel dalam penelitian ini 24 orang. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari 2026. Hasil penelitian Ada pengaruh terapi massage kaki terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi Nilai signifikansi tekanan darah sistolik sebesar 0,000 dan tekanan darah diastolik sebesar 0,000, yang keduanya lebih kecil dari batas kemaknaan statistik (p < 0,05). Rumah sakit disarankan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai manfaat terapi massage kaki sebagai terapi tambahan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Edukasi ini dapat meningkatkan partisipasi pasien dalam pengelolaan penyakit hipertensi.
Asuhan Keperawatan Pada An. T Dengan Morbili Melalui Penerapan Tepid Sponge Therapy Dalam Mengatasi Hipertermia Di Ruang Gardenia Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah Batam Tahun 2026 Agustini Effendy; Ratna Dewi Silalahi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2297

Abstract

Morbili merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Measles dan masih menjadi masalah kesehatan pada anak karena dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya hipertermia. Hipertermia yang tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan metabolisme, hingga kejang demam. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu menurunkan suhu tubuh adalah Tepid Sponge Therapy. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk memaparkan hasil pengkajian, analisa data dan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, evaluasi, serta hasil penerapan Tepid Sponge Therapy dalam mengatasi hipertermia pada An. T dengan diagnosis medis morbili. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Asuhan keperawatan dilakukan selama tiga hari di Ruang Gardenia Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah Batam pada tanggal 13–15 Januari 2026. Hasil pengkajian menunjukkan An. T mengalami hipertermia dengan suhu tubuh 39°C disertai batuk berdahak, ruam makulopapular, muntah, dan penurunan nafsu makan. Diagnosis prioritas yang ditegakkan adalah hipertermia berhubungan dengan proses penyakit. Setelah dilakukan implementasi keperawatan dan penerapan Tepid Sponge Therapy, suhu tubuh pasien menurun secara bertahap dari 39°C menjadi 38°C pada hari kedua dan 37,5°C pada hari ketiga. Kondisi umum pasien juga menunjukkan perbaikan ditandai dengan anak tampak lebih aktif, nafsu makan meningkat, dan keluhan demam berkurang. Disimpulkan bahwa penerapan Tepid Sponge Therapy sebagai intervensi nonfarmakologis efektif membantu menurunkan hipertermia pada pasien anak dengan morbili. Disarankan agar pasien dan keluarga menerapkan penanganan hipertermia sesuai anjuran tenaga kesehatan, termasuk Tepid Sponge Therapy sebagai terapi nonfarmakologis pendamping, serta bagi perawat dapat mempertimbangkan tindakan ini sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis evidence-based practice.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Keluarga Tn. M Dengan Masalah Utama Perokok Aktif Maria Demira Amfotis; Fani Mutiara Panjaitan; Maria Alegra Marbuena Manik; Anita Ndruru
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i8.2305

Abstract

Merokok merupakan salah satu perilaku berisiko yang berdampak buruk terhadap kesehatan perokok aktif maupun perokok pasif, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah. Kebiasaan merokok di dalam rumah meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit, sehingga diperlukan peran perawat dalam meningkatkan kemampuan keluarga melalui asuhan keperawatan. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga pada keluarga Tn. M dengan masalah utama perokok aktif. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan melalui kunjungan rumah (home visit) selama 10 hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan instrumen pengkajian keperawatan keluarga. Berdasarkan hasil pengkajian ditemukan bahwa Tn. M dan Ny. N memiliki kebiasaan merokok 1–2 bungkus per hari di dalam rumah, Tn. M mengalami batuk selama dua bulan dan memiliki riwayat hipertensi, serta keluarga belum memahami penyebab penyakit, faktor risiko, dan cara perawatan hipertensi maupun bahaya merokok. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah defisit pengetahuan dan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Intervensi keperawatan meliputi pendidikan kesehatan, motivasi berhenti merokok, pendampingan dalam menjalankan lima tugas kesehatan keluarga, modifikasi lingkungan rumah bebas asap rokok, serta pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masalah keperawatan teratasi sebagian. Keluarga mengalami peningkatan pengetahuan, mampu mengenali masalah kesehatan, menunjukkan komitmen untuk mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah, serta mulai menerapkan perilaku hidup sehat dan memanfaatkan pelayanan kesehatan. Asuhan keperawatan keluarga berperan dalam meningkatkan kemampuan keluarga mengelola kesehatan dan mencegah dampak buruk akibat kebiasaan merokok.