cover
Contact Name
Amalia Nurul Hutami
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.hublu@kemlu.go.id
Editorial Address
Jl. Taman Pejambon No. 6, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Hubungan Luar Negeri
ISSN : 26148560     EISSN : 30479770     DOI : -
Jurnal Hubungan Luar Negeri aims to be a leading credible reference for diplomacy and foreign policy analysis among the politics and international relations scholars, researchers, and professionals. The major purpose of the journal is to expose readers a wide range of perspectives, understandings, and analysis on the dynamics of diplomacy and foreign policy conducted by and, or impacting Indonesia. The focus and scope of the journal includes but not limited to Indonesias foreign policy and diplomacy. It may include politic, economic, and social aspects, Indonesias roles in ASEAN and beyond, Indonesia and the Global South, Indonesias migrant workers protection, Indonesias public diplomacy, Human security, Peace and conflict resolution, Environment and sustainable development, and other issues that may be relevant to Indonesias stance in the international relations milieu.
Articles 31 Documents
Mendorong Upaya Peningkatan Keamanan Maritim ASEAN: Kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN Coast Guard Forum Abel Josafat Manullang
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan maritim merupakan salah satu isu penting keamanan internasional saat ini. Indonesia telah mempelopori pembentukan ASEAN Coast Guard Forum (ACGF) dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik. Tulisan ini berfokus pada ACGF beserta peran Indonesia di dalamnya serta implikasinya terhadap soliditas dan sentralitas ASEAN. Tujuan ACGF dalam upaya pemeliharaan keamanan dan stabilitas maritim kawasan sejalan dengan visi Indonesia mengenai poros maritim global. ACGF dapat mendorong soliditas dan sentralitas ASEAN dengan menjadi forum bagi negara anggotanya untuk berdialog dan bekerja sama menyangkut isu keamanan maritim di kawasan. ACGF merupakan perwujudan komitmen kuat ASEAN untuk menjaga keamanan dan stabilitas maritim di Kawasan.
The Effect of FDI on Clean Energy Consumption and CO2 Emissions: A Panel Data Analysis Intan Karina Hapsari
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) is pivotal in economic development of the Indo-Pacific region, providing a comprehensive blueprint for enhancing connectivity, trade, and investment. This research examines the third pillar of IPEF; "Clean Economy”. Foreign Direct Investment (FDI) plays a significant role in this context, influencing various economic variables. This study explores the links between FDI, clean energy consumption, and CO2 emissions, serving as proxies. Clean energy holds a critical role in the global energy transition, while CO2 emissions signify a crucial aspect of fossil fuel consumption. Progress in the IPEF negotiations, especially in Indonesia, has paved the way for potential advancements. Indonesia has actively contributed to initiatives, transforming ideas into actions. Utilizing a qualitative method and quantitative method of panel data analysis, this paper examines the correlation between FDI and the third pillar of IPEF. This paper seeks to uncover the impact of FDI on clean energy consumption and CO2 emissions, shedding light on Indonesia's role in achieving a successful transition to a clean economy.
Analisis Politik Luar Negeri Indonesia: Promosi ‘Keamanan Manusia’ di Palestina Tian Adhia Nugraha; Audry Maura
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada analisis tujuan dalam politik luar negeri, khususnya terkait konflik Palestina-Israel, berdasarkan karya Mohtar Mas’oed (1990). Dalam konsep politik luar negeri, keputusan, dan tindakan suatu negara diperinci sebagai tujuan dan tindakan dalam hubungan luar negeri. Melalui metode kualitatif, penelitian ini mengeksplor upaya pemerintah Indonesia mempromosikan keamanan manusia di Palestina dari 2014 hingga 2023. Data dikumpulkan dari media, jurnal, dan buku, lalu dianalisis untuk menyimpulkan hasil. Temuan menunjukkan tujuan politik luar negeri Indonesia dalam konflik tersebut adalah mengamankan keamanan manusia masyarakat Palestina yang mengalami krisis kemanusiaan. Haq (1994) menekankan kedaulatan manusia sebagai sarana mencapai keamanan, bukan persenjataan. Perubahan paradigma dari keamanan negara ke keamanan manusia diperlukan untuk memastikan prioritas diberikan pada kesejahteraan manusia. Saat ini, realitas menunjukkan bahwa negara masih lebih memfokuskan pada keamanan negara tanpa memadukan perhatian pada manusia yang terdampak oleh serangan militer. Penelitian ini menyoroti bahwa tujuan politik luar negeri Indonesia dalam konflik Palestina-Israel adalah mempromosikan keamanan manusia, menekankan keamanan manusia daripada batas wilayah atau persenjataan dalam pendekatan non-tradisional.
Strategi Peningkatan People to People Contact Wilayah Perbatasan Indonesia dan Malaysia Septania Prameswari
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan dalam upaya mendorong people to people contact di daerah perbatasan dalam bidang pariwisata. Permasalahan utama yang ditemui dalam mencapai tujuan adalah kurangnya infrastruktur konektivitas antar daerah perbatasan. Artikel ini akan menjawab pertanyaan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemanfaatan kawasan perbatasan untuk meningkatkan people to people contact. Lokus penelitian meliputi daerah perbatasan Kalimantan Utara (Indonesia) – Sabah (Malaysia). Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil dari analisis ini ditemukan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan relatif kurang dan perlu lebih mendapat prioritas mengingat arti strategis daerah perbatasan sebagai halaman depan suatu negara. Menyangkut konektivitas Kalimantan Utara – Sabah, telah terdapat jalur transportasi laut dengan menggunakan kapal ferry dan jalur penerbangan Tawau – Tarakan yang ditutup sejak tahun 2020 karena pandemi COVID-19. Dalam rangka meningkatkan people to people contact di perbatasan Kalimantan Utara-Sabah, jalur penerbangan internasional antara Tawau (Sabah) dengan Tarakan (Kalimantan Utara) diharapkan kembali dibuka dan dikoneksikan dengan rute penerbangan domestik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara – Sabah serta terkoneksi dengan penerbangan ke provinsi lainnya di Indonesia. Kata Kunci: konektivitas, penerbangan, wisatawan, infrastruktur, perbatasan.
Diplomasi Komersial Indonesia Melalui Peran INA-LAC dalam Menggarap Pasar Non-Tradisional Rueben FM Pasaribu
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri peran serta kontribusi INA-LAC Business Forum dalam memfasilitasi diplomasi ekonomi Indonesia di pasar non-tradisional di Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan menganalisis upaya Indonesia melalui INA-LAC Business Forum untuk melakukan penetrasi pasar di kawasan Amlatkar dari perspektif diplomasi komersial. Temuan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa INA-LAC Business Forum memainkan peran penting dalam memperluas akses pasar, membentuk jaringan bisnis, investasi, membangun citra Indonesia, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia. Langkah-langkah strategis ini diharapkan akan membuka peluang baru bagi Indonesia serta memperkuat kerjasama ekonomi dengan negara-negara di kawasan Amlatkar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia.
Strategi Diplomasi Indonesia Dalam Upaya Mewujudkan Perdamaian Pada Konflik Terbaru Hamas-Israel Krisman Heriamsal; Felix Broson Manurung
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejumlah langkah diplomatik Indonesia untuk mengupayakan perdamaian dalam konflik terbaru Hamas dan Israel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia telah melakukan langkah-langkah diplomatik untuk mengupayakan perdamaian di Gaza melalui komunikasi dan interaksi dalam forum-forum internasional, shuttle diplomacy, diplomasi multilateral, dan diplomasi kemanusiaan. Meskipun Konflik di Gaza masih terus berlangsung, namun upaya-upaya diplomasi yang terus dilakukan Indonesia turut berkontribusi positif dalam mendorong upaya perdamaian di Timur Tengah, termasuk upaya gencatan senjata di Gaza.
Indonesia's Position in Navigating the Stability of the Indo- Pacific Region Through Multilateral Cooperation between RCEP and IPEF Fera Sandrina; Anggi Prastyono
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explores the Indo-Pacific region's complex landscape, characterized, among others, by the presence of two significant economic forums: the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) and the Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). This coexistence has the potential to create tensions among member nations, prompting an examination of Indonesia's strategic positioning within these forums. Using the balance of power and foreign policy framework, this qualitative research paper examines the geopolitical implications of these multilateral agreements on Indonesia's position. This paper found that despite Indonesia's foreign policy leaning towards an Inward-looking approach, it remains committed to upholding the spirit of multilateralism within the Indo-Pacific economic architecture. This commitment reflects an acknowledgment of the region's diversity while ensuring inclusivity. Indonesia's overarching objective is to foster positive interdependence among regional nations by nurturing close economic collaboration, thereby contributing to the long-term peace and prosperity of the Indo- Pacific region.
Indonesia-South Korea Security Cooperation: Progress, Problems, and Possibilities in Defence Diplomacy Kenzie Sultan Ryvantya
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Though far from public spotlight relative to economic and socio-cultural aspects, Indonesia and South Korea maintain intense and mutually-beneficial cooperation in security affairs. As middle powers, both countries share aligned views on regional and global peace and security with ample capacity to play more influential roles. This article seeks to describe how Indonesia and South Korea uphold cooperation in security through conducting defence diplomacy, which is the usage of armed forces and other related defence infrastructure to advance a state’s diplomatic agenda through peaceful, non-violent means. Findings show that since bilateral relations was upgraded to a strategic partnership in 2006 until 2023, Indonesia and South Korea has made significant progress in three fields: aerospace and naval defence industry cooperation, strategic communications and consultations, and joint military exercises and security exchanges. However, issues in financing, technology transfer, and geopolitical dynamics have caused obstructions in those fields. Furthermore, several avenues of cooperation may be explored further and deeper in the future, including in maritime security, cybersecurity, counter-terrorism, and multilateral engagement.
Eskalasi Konflik Iran-Israel di Damaskus: Implikasi terhadap Stabilitas Keamanan Regional dan Global Suhayatmi; Alia Rahmatulummah; Sekar Anugrah Resky
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implikasi dari eskalasi konflik Iran-Israel pasca serangan bom terhadap gedung Konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus pada April 2024. Konflik ini menandai perubahan signifikan dalam pola perang proksi yang selama ini dijalankan Iran melalui kelompok-kelompok seperti Hizbullah, Hamas dan pendukung rezim Assad di Suriah. Penelitian ini menggunakan teori Stabilitas Keamanan Regional dan teori Interdependensi Kompleks untuk menganalisis dampak konflik ini terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga memiliki potensi untuk memicu konflik global yang lebih luas. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini berusaha memberikan pemahaman komprehensif mengenai implikasi politik, militer dan keamanan dari eskalasi konflik Iran-Israel.
Civil Society’s Dual Role in Foreign Policy: A Comparative Analysis of Benefits and Risks Naldo Helmys; Yurisa Irawan
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the role of civil society as an instrument of foreign policy, exploring its potential benefits and risks. Traditionally, foreign policy analysis focused on decision-making processes and the primacy of the state. However, the end of the Cold War, the rise of post-positivist approaches, and the increasing interconnectedness of global issues have led to a broader consideration of policy instruments, including the involvement of non-state actors like civil society. The study employs a comparative approach to analyze the benefits of civil society in promoting democracy and addressing global challenges against the risks of biased utilization and dependency on state support. It examines case studies, including the role of USAID in Myanmar and the Israel-Palestine conflict, as well as the Indonesian context, where the government engages civil society in development and foreign policy. The findings highlight the need for a balanced approach that leverages civil society’s strengths while mitigating its risks as an instrument of foreign policy.

Page 2 of 4 | Total Record : 31