cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kota- Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Science: Indonesian Journal of Science
ISSN : -     EISSN : 30628784     DOI : https://doi.org/10.31004/fdfy2e35
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 257 Documents
Induksi Kalus pada Tangkai Daun dan Batang Muda Tepurang (Momordica Cochinchinensis) dengan Kombinasi Bap dan Iaa Secara In Vitro Dunggio, Fadlia; Pagalla , Devi Bunga; Ahmad, Jusna; Kandowangko, Novri Youla; Febriyanti , Febriyanti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.246

Abstract

Tepurang (Momordica cochinchinensis) memiliki potensi besar dalam bidang farmasi dan pangan, namun keterbatasan bibit dan rendahnya tingkat perkecambahan biji menghambat perbanyakannya. Kultur jaringan menjadi alternatif dalam pelestarian dan perbanyakan tanaman ini, terutama melalui induksi kalus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi Benzylaminopurine (BAP) dan Indole Acetic Acid (IAA) terhadap induksi kalus dari batang muda M. cochinchinensis secara in vitro. Eksplan berupa batang muda ditanam pada media Murashige & Skoog (MS) dengan kombinasi BAP dan IAA dalam berbagai konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi ZPT mampu menginduksi pembentukan kalus dengan warna putih dan tekstur friable setelah 2 minggu subkultur. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan metode perbanyakan M. cochinchinensis secara in vitro untuk mendukung konservasi dan pemanfaatannya dalam bidang bioteknologi.
Peran Kimia Medisinal dalam Pengembangan Obat Antikanker: Pendekatan Komputasi dan Eksplorasi Senyawa Bioaktif dari Sumber Alam Amin, Saeful; Pratama, Dian Eka
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.248

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global, dengan tantangan seperti resistensi obat dan efek samping serius dari terapi yang ada. Penelitian ini mengeksplorasi peran kimia medisinal dalam pengembangan obat antikanker melalui pendekatan komputasi dan eksplorasi senyawa bioaktif dari sumber alam. Metode yang digunakan adalah literature review dengan analisis terhadap 10 artikel terpilih dari database internasional seperti PubMed, ScienceDirect, dan Springer, serta jurnal nasional terakreditasi SINTA. Hasil menunjukkan bahwa teknik komputasi seperti molecular docking, simulasi dinamika molekuler, dan QSAR mempercepat identifikasi dan optimasi senyawa antikanker. Senyawa bioaktif dari sumber alam seperti Babandotan (Ageratum conyzoides L.) dan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menunjukkan potensi sebagai agen antikanker melalui mekanisme penghambatan pertumbuhan sel kanker, induksi apoptosis, dan penghambatan angiogenesis. Kesimpulannya, pendekatan kimia medisinal berbasis komputasi dan eksplorasi sumber alam menawarkan peluang besar dalam pengembangan obat antikanker yang lebih efektif dan aman. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini melalui eksperimen laboratorium dan uji klinis.
Literature Riview: Sintesis dan Karakteristik Turunan Imidazol Sebagai Agen Antifungi Amin, Saeful; Putri, Puspa Virgiantika Adzkia
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.250

Abstract

Imidazol, atau 1,3-diazol, adalah senyawa organik aromatik heterosiklik yang termasuk dalam golongan alkaloid dengan rumus molekul C₃H₄N₂. Senyawa ini juga berfungsi sebagai antibiotik yang dapat menghambat hingga membunuh jamur. Imidazol pertama kali disintesis oleh Heinrich Debus pada 1858, meskipun turunannya telah ditemukan sejak 1840-an. Sintesisnya melibatkan reaksi antara glioksal, formaldehida, dan amonia. Penelitian ini bertujuan untuk membahas sintesis dan karakterisasi turunan imidazol sebagai agen antifungi melalui kajian literatur. Metode penelitian ini menggunakan literature riview. Hasilnya menunjukkan adanya berbagai rute sintesis alternatif untuk 1,3-diazol dan turunannya, termasuk metode Debus-Radiszewski, sintesis Wallach, dehidrogenasi imidazolin, alfa halo-keton, sintesis Marckwald, dan amino nitril. Karakterisasi senyawa ini menggunakan teknik spektroskopi dan kromatografi untuk menentukan gugus fungsi, struktur molekul, serta kemurnian senyawa.
Peran Kimia Medisinal dalam Pandemi Covid19 pada Senyawa Turunanin-4-Benzoil-N’-(4 Fluorofenil) Tiourea Amin, Saeful; Yuliani, Renny
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.251

Abstract

Terapi spesifik untuk virus SARS-COV2 masih dikembangkan dibeberapa negara di dunia. Salah satu target molekuler yang diduga spesifik pada SARS COV2 adalah 3CLpro atau protease utama virus COVID-19. Berdasarkan target kerja tersebut, terdapat kemiripan antara senyawa turunan N-4-benzoyl-N’-(4-fluorophenyl) thiourea dengan inhibitornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan senyawa turunan N-4-benzoyl-N’-(4 ifluorophenyl) thiourea sebagai calon obat yang dapat menghambat protein virus SARS-CoV2 menggunakan metode HKSA secara in silico. Berdasarkan hasil analisis tersebut didapatkan persamaan terbaik untuk pengembangan anti virus SARS-CoV2 Log 1/C = 0,269 Log P2 – 2,776 Log P + 0,221 cMR +3,195 (n= 8; R =0,949 S= 0,11399; F=12,119;Sig =0,018). Peran dari gugus yang mengandung lipofilik dan sterik dapat meningkatkan aktivitasnya sebagai anti virus SARS-CoV2 secara In silico pada modifikasi turunan tersebut.
Review Artikel: Peran Pendekatan In Silico dalam Kimia Medisinal untuk Perancangan Senyawa Antibiotik Baru Amin, Saeful; Nabila, Liza Salsa
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.252

Abstract

Resistensi bakteri terhadap antibiotik menjadi tantangan besar dalam dunia medis, sehingga diperlukan pendekatan baru dalam pengembangan obat. Kimia komputasi, khususnya metode in silico, telah banyak  diterapkan dalam perancangan senyawa antibiotik baru. Artikel ini meninjau berbagai metode komputasi seperti Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas (HKSA), molecular docking, dan simulasi Molecular Dynamic (MD) yang telah digunakan dalam desain antibiotik baru. Dari berbagai studi literatur yang dikaji, ditemukan bahwa pendekatan in silico dapat meningkatkan efisiensi dalam menemukan kandidat senyawa dengan potensi antibakteri tinggi. Namun, diperlukan validasi eksperimental lebih lanjut untuk mengonfirmasi hasil komputasi. Validasi ini dapat dilakukan melalui uji in vitro dengan kultur sel bakteri untuk mengukur efektivitas antibakteri, serta uji in vivo menggunakan model hewan guna mengevaluasi efikasi dan toksisitas senyawa kandidat.
Review Artikel Jurnal: Studi Literatur: Molecular Docking Senyawa Anti-COVID-19 terhadap Enzim 3c-Like Protease Amin, Saeful; Alfarizi, Andris
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.253

Abstract

SARS-CoV-2 adalah suatu virus yang menyebabkan munculnya COVID-19 di kehidupan manusia dan menjadi sebuah pandemic darurat pada Maret 2020. diketahui bahwasanya target utama untuk mengatasi pandemi tersebut adalah melalui pengembangan obat anti-COVID-19 dari enzim 3c-Like Protease (3CLpro), yang menjadi sebuah enzim penting untuk mampu menjadi sebuah replikasi virus terkait. Studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi senyawa anti-virus, terutama yang berasal dari tumbuhan, dalam menghambat enzim 3CLpro melalui metode molecular docking. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian yang dilakukan sekitar tahun 2012 hingga 2022 saja. Perolehan hasil menunjukkan bahwa senyawa seperti umifenovir, catechin gallat (CG), dan epicatechin gallat (ECG) memiliki skor docking yang sangat baik, dengan nilai energi bebas (ΔG) yang rendah, menunjukkan afinitas yang tinggi terhadap enzim 3CLpro. Selain itu, senyawa-senyawa dari tumbuhan lokal seperti jambu biji, teh hijau, dan bidara Arab juga menunjukkan potensi sebagai penghambat SARS-CoV-2. Studi ini menyimpulkan bahwa senyawa-senyawa tersebut dapat menjadi kandidat obat anti-COVID-19 yang efektif, dan Indonesia, dengan kekayaan biodiversitasnya, memiliki potensi besar untuk proses pengembangan beragam obat herbal yang berpotensi melawan COVID-19. Dengan itu, dibutuhkan adanya penelitian lanjutan guna memvalidasi temuan ini melalui uji in vitro dan in vivo.
Eksplorasi Senyawa Bioaktif Tumbuhan Lokal Sebagai Antioksidan Neuroprotektif Untuk Terapi Alzheimer Amin, Saeful; Maharani, Komang Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.254

Abstract

Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang ditandai dengan terbentuknya plak beta-amiloid, peningkatan stres oksidatif, serta kondisi peradangan kronis yang mengarah pada kematian sel saraf. Beberapa senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan lokal diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan yang melindungi saraf, menjadikannya kandidat untuk terapi Alzheimer. Kajian ini meneliti potensi antioksidan dari ekstrak tumbuhan lokal, seperti bawang lanang (Allium sativum), daun dan biji pepaya (Carica papaya L.), serta kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan metode DPPH menunjukkan bahwa senyawa fenolik, flavonoid, dan sulfur dalam ekstrak tumbuhan ini memiliki kapasitas antioksidan tinggi serta dapat melindungi neuron dari stres oksidatif dan neuroinflamasi. Hasil ini mendukung pengembangan terapi berbasis kimia medisinal dari senyawa bioaktif tumbuhan lokal sebagai pendekatan potensial dalam pengobatan Alzheimer. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai peran tumbuhan lokal dalam mendukung strategi terapeutik untuk Alzheimer. 
Mengungkap Potensi Diuretik dan Antidiabetik dari Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) Melalui Pendekatan Docking Molekuler Amin, Saeful; Harahap, Fithriyah Salsabila
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.255

Abstract

Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) merupakan tanaman herbal yang secara luas digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama untuk mengatasi gangguan ginjal, hipertensi, dan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi diuretik dan antidiabetik dari ekstrak kumis kucing melalui pendekatan literatur review dan analisis docking molekuler. Senyawa aktif dalam kumis kucing seperti flavonoid, asam fenolik, dan terpenoid, telah terbukti memiliki efek farmakologis, termasuk meningkatkan ekskresi urin dan menurunkan kadar glukosa darah. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa senyawa, seperti asam litospermat I, dikafeoil tartarat, dan ortosifonon C, memiliki potensi sebagai agen diuretik dengan energi ikatan yang lebih rendah dibandingkan dengan obat diuretik konvensional. Selain itu, studi in silico terhadap flavonoid dari kumis kucing menunjukkan interaksi yang kuat dengan protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B) dan aldosa reduktase, yang berperan dalam regulasi kadar glukosa darah. Berdasarkan analisis farmakokinetik dan toksikologi, sebagian besar senyawa dalam kumis kucing memiliki profil penyerapan yang baik dan tidak menunjukkan sifat mutagenik maupun karsinogenik. Dengan demikian, penelitian ini mendukung potensi kumis kucing sebagai sumber bahan alami untuk pengembangan obat diuretik dan antidiabetik yang lebih aman dan efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi interaksi senyawa bioaktif dalam kumis kucing dengan protein target yang relevan dalam mekanisme diuretik dan regulasi kadar gula darah.
Literature Review: Potensi Minyak Atsiri Biji Pala (Myristica Fragrans) Untuk Kesehatan Amin, Saeful; Sulaeman, Muhammad Ilham; Megawati, Meti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.256

Abstract

Minyak Atsiri Biji Pala merupakan potensi dalam pengembangan bahan alam sebagai sumber obat. Berbagai aktivitas farmakologis yang telah terbukti secara ilmiah yaitu meliputi biji pala sebagai antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, analgesik dan berbagai aplikasi medis lainnya yang menjadikannya kandidat potensial dalam pengembangan obat modern. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplor manfaat biji pala untuk kesehatan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif (Literatur Review). Hasil penelitian menunjukkan manfaat kesehatan pala antara lain digunakan sebagai obat pencahar, pereda nyeri perut dan kontraksi usus, nyeri kepala, diare, mual, muntah, demam, bau mulut, merangsang nafsu makan dan mengatasi perut kembung. Pala juga berguna sebagai stimulan dan anti inflamasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa pala dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meredakan nyeri perut serta menghentikan diare dan (dalam dosis rendah) membantu mendetoksifikasi tubuh, dan merangsang otak. Dapat disimpulkan tanaman pala memiliki banyak kesehatan olehnya itu bisa diolah menjadi salah satu produk herbal yang mudah dijangkau masyarakat. Kata Kunci: Biji Pala, Kesehatan, Minyak Atsiri 
Kemajuan dalam Pengembangan Senyawa Antiretroviral: Perspektif Kimia Medisinal Amin, Saeful; Ansyirohanisa, Ansyirohanisa
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.258

Abstract

Human Immunodeficiency Virus-1/HIV-1 merupakan virus penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom) yang masih menjadi tantangan besar dalam dunia medis, terutama karena resistensi terhadap obat antiretroviral yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi senyawa alami sebagai kandidat terapi alternatif menggunakan pendekatan in silico. Metode yang digunakan meliputi molecular docking untuk mengidentifikasi interaksi senyawa dengan target enzim HIV-1, seperti reverse transcriptase, protease, dan integrase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa senyawa alami, seperti polifenolat dari teh hijau (Camellia sinensis) dan turunan kuwanon-H dari murbei (Morus alba), memiliki potensi sebagai inhibitor HIV-1. Namun, keterbatasan farmakokinetik dan toksisitas menjadi kendala utama dalam pengembangannya. Oleh karena itu, validasi eksperimental lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas senyawa ini dalam aplikasi klinis.