cover
Contact Name
Harya Gusdevi
Contact Email
p3m@utb-univ.ac.id
Phone
+6282118357887
Journal Mail Official
p3m@utb-univ.ac.id
Editorial Address
https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/EditorialBoard
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
ISSN : 23373636     EISSN : 25276425     DOI : https://doi.org/10.53580
Core Subject : Engineering,
SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Teknologi Bandung. Jurnal Sistemik terbit dalam jangka waktu satu tahun sebanyak dua kali yaitu pada bulan Juni dan Desember. Cakupan ilmu yang dibahas dalam Jurnal Sistemik meliputi : 1. Manajemen Industri 2. Modeling & Simulation 3. Sistem Manufaktur 4. Ergonomi 5. Riset Operasi Jurnal Sistemik merupakan jurnal dengan open access atau akses terbuka yang memungkinkan pembaca dapat dengan bebas membaca dan mengakses jurnal ini tanpa dipungut biaya.
Articles 93 Documents
BEBAN KERJA MENTAL MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI PADA KAMPUS X MENGGUNAKAN RSME Aprianto, Teguh; Mardaweni, Riri; Dewi, Rimba Krisnha Sukma; Rismayadi, Danny Aidil; Sugiatna, Angling; Fatah, Abdul
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 13 No 2 (2025): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v13i2.158

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tekanan mental, seperti rasa gugup, kurang percaya diri, kecemasan, serta kelelahan fisik dan psikis, yang berdampak pada menurunnya konsentrasi dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja mental yang dialami mahasiswa Teknik Industri dalam proses penyelesaian skripsi dengan menggunakan metode Rating Scale Mental Effort (RSME). Metode RSME dipilih karena mampu memberikan gambaran subjektif mengenai tingkat usaha mental melalui enam indikator utama, yaitu beban kerja, kesulitan kerja, performansi kerja, usaha mental, kegelisahan kerja, dan kelelahan kerja. Penelitian dilakukan pada 45 responden mahasiswa, dan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori beban kerja mental “cukup besar” hingga “sangat besar”, dengan hanya sebagian kecil yang berada pada kategori rendah. Jika ditinjau dari hasil yang ada, sebagian besar responden masuk dalam kategori cukup besar, contohnya responden 1 dengan skor 54,17; responden 6 dengan skor 72,50; serta responden 30 dengan skor 79,83. Beberapa responden termasuk dalam kategori sangat besar, seperti responden 3 dengan skor 95,00; responden 18 dengan skor 95,00; dan responden 42 dengan skor 120,83. Sementara itu, hanya sedikit responden yang masuk kategori kecil, misalnya responden 4 dengan skor 43,33 dan responden 14 dengan skor 41,83. Temuan ini menegaskan bahwa penyusunan skripsi menuntut konsentrasi tinggi, usaha mental signifikan, serta dapat memicu kelelahan dan tekanan psikologis jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan beban kerja mental, baik melalui dukungan institusi, manajemen waktu, maupun peningkatan kemampuan pengendalian diri mahasiswa, agar proses penyelesaian skripsi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HIRARC DI BENGKEL LAS LISTRIK PRIMA BAKTI JAYA Pratama, Erie Rizky; Siahaan, Jeferson; Rivai, Ahmad
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 13 No 2 (2025): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v13i2.169

Abstract

Bengkel Las Listrik Prima Bakti Jaya merupakan usaha mikro yang bergerak di bidang jasa konstruksi logam seperti pembuatan pagar, tangga, dan kanopi, yang telah beroperasi sejak tahun 1998 di Kabupaten Bandung. Dalam operasionalnya, bengkel ini melibatkan proses kerja berisiko tinggi, khususnya pada aktivitas pengelasan. Berdasarkan data kecelakaan kerja tahun 2024, tercatat 25 kasus kecelakaan, meliputi pekerja yang terbentur besi atau benda keras lainnya (10 kasus), terkena percikan api atau luka bakar (5 kasus), tergores alat gerinda atau benda tajam (2 kasus), dan cedera mata akibat percikan api, debu, atau benda asing lainnya (8 kasus). Analisis menunjukkan bahwa kecelakaan ini dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu kurangnya kesadaran pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja, tidak adanya SOP (Standard Operating Procedure) yang ditetapkan, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak konsisten oleh para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengusulkan langkah pengendalian yang tepat menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas kerja dan kecelakaan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 21 bahaya dan 26 risiko yang tersebar pada berbagai proses kerja, dari pengambilan bahan hingga pengecatan. Berdasarkan matriks penilaian risiko AS/NZS 4360:2004, risiko yang teridentifikasi diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu risiko rendah (11%), sedang (4%), serta tinggi (85%). Risiko dengan Tingkat keparahan tertinggi berasal dari kebisingan mesin potong dan gerinda, disertai paparan asap dan debu yang terjadi secara rutin dalam proses produksi. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi eliminasi bahaya, penerapan Standard Operating Procedure (SOP), pelatihan K3 secara berkala, dan penggunaan APD yang sesuai. Penerapan metode HIRARC secara sistematis terbukti efektif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan kerja dan membentuk lingkungan kerja yang lebih aman. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penguatan sistem manajemen risiko, khususnya bagi bengkel las berskala kecil dan menengah.
OPTIMASI STRATEGI PEMASARAN TANAMAN DAUN UNGU MELALUI ANALISIS SWOT DALAM SISTEM INDUSTRI AGRIBISNIS Nurhayati, Ai
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 13 No 2 (2025): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v13i2.179

Abstract

Tanaman daun ungu yang dikenal dengan nama ilmiahnya di dunia tumbuhan adalah Graptophyllum pictum (L.) Griff. merupakan salah satu tanaman yang kaya akan zat antioksidan dengan khasiat kegunaan yang sangat banyak untuk bidang ilmu kesehatan manusia. Budidaya tanaman ungu memiliki potensi besar di masa depan untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor yang bisa dijalankan oleh industri pertanian. Usaha budidaya tanaman ungu bisa dioperasikan dalam berbagai macam skala bisnis, mulai dari skala usaha mikro, kecil, menengah dan besar. Budidaya tanaman daun ungu memiliki permasalahan yang membuat petani usaha kecil mengalami kerugian. Hal ini disebabkan karena para petani usaha kecil budidaya tanaman ungu belum mengetahui strategi pemasaran yang tepat dalam usaha bisnis tanaman daun ungu. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran yang tepat dalam usaha budidaya tanaman daun ungu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis SWOT. Hasil identifikasi kekuatan dari bisnis tanaman daun ungu adalah memiliki khasiat obat tradisional, mudah dibudidayakan, multifungsi, biaya produksi rendah, dan adaptif terhadap lingkungan. Kelemahan dari bisnis ini terdiri atas waktu panen relatif lama, standardisasi kandungan senyawa aktif belum konsisten, kurang dikenal secara luas oleh masyarakat modern, daya simpan rendah, dan minim penelitian skala industri. Peluang dari bisnis ini adalah tren peningkatan minat obat herbal dan back to nature, potensi pengembangan produk turunan, dukungan riset dan hilirisasi herbal, peluang pasar ekspor, integrasi dengan riset teknologi pangan dan farmasi. Ancaman dari bisnis ini adalah persaingan dengan tanaman herbal lain, regulasi BPOM yang ketat, serangan hama dan penyakit tanaman, fluktuasi permintaan pasar, dan risiko klaim khasiat berlebihan. Hasil strategi berdasarkan SWOT untuk bisnis diperoleh bahwa dengan strategi SO yaitu pengembangan produk herbal bernilai tambah berbasis riset. Strategi WO yaitu standardisasi budidaya dan ekstraksi senyawa aktif. Strategi ST dengan cara diferensiasi produk berbasis bukti ilmiah. Strategi WT dalam bisnis ini bisa dilakukan dengan cara manajemen risiko budidaya dan kepatuhan regulasi. Berdasarkan hasil pengukuran dari penelitian ini diperoleh prioritas utama adalah strategi SO. Strategi SO yang dapat diterapkan dalam bisnis tanaman daun ungu adalah dengan cara melakukan pengembangan produk herbal bernilai tambah berbasis riset. Beberapa contoh potensi pengembangan produk turunan dari tanaman daun ungu yaitu dengan cara pembuatan teh herbal, kapsul, salep, dan ekstrak cair yang berbahan dasar berasal dari tanaman daun ungu.

Page 10 of 10 | Total Record : 93