cover
Contact Name
Harya Gusdevi
Contact Email
p3m@utb-univ.ac.id
Phone
+6282118357887
Journal Mail Official
p3m@utb-univ.ac.id
Editorial Address
https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/EditorialBoard
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
ISSN : 23373636     EISSN : 25276425     DOI : https://doi.org/10.53580
Core Subject : Engineering,
SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Teknologi Bandung. Jurnal Sistemik terbit dalam jangka waktu satu tahun sebanyak dua kali yaitu pada bulan Juni dan Desember. Cakupan ilmu yang dibahas dalam Jurnal Sistemik meliputi : 1. Manajemen Industri 2. Modeling & Simulation 3. Sistem Manufaktur 4. Ergonomi 5. Riset Operasi Jurnal Sistemik merupakan jurnal dengan open access atau akses terbuka yang memungkinkan pembaca dapat dengan bebas membaca dan mengakses jurnal ini tanpa dipungut biaya.
Articles 89 Documents
STRATEGI PEMASARAN REBANA DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Rosyidi, Moh Ririn; Izzah, Nailul; Narto, Narto; Halim, Nur
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya tingkat persaingan bisnis menuntut kemampuan suatu perusahaan untuk bersaing dengan tujuan mencapai target yang telah ditentukan agar tampil lebih unggul dibandingkan organisasi lain. Perusahaan harus mengatur operasinya secara akurat dan tepat. Setelah itu, peneliti dapat berfokus pada bisnis untuk mengetahui posisi perusahaan, dan mengetahui kemana arah perusahaan yang akan diambil, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kekuatan dan menangkap kemungkinan-kemungkinan yang ada. UMKM pemilik produk rebana di Gresik merupakan salah satu pelaku usaha yang berlokasi di Dusun Kaliwot Desa Bungah mengalami fluktuasi penjualan produk tersebut, menurut observasi awal dan wawancara mengacu pada 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence), dan mengalami kendala persaingan promosi dan harga jual produk yang bersaing.Penjualan produk rebana diperkirakan turun pada tahun 2021-2023 akibat persaingan harga di pasaran, serta manajemen pemasaran yang masih menggunakan cara manual/tradisional dan tidak memanfaatkan IT atas keberadaan produk yang sudah dihasilkan. Dalam hal ini UMKM harus melakukan perencanaan dan perbaikan untuk mengatasi hal tersebut, khususnya UMKM harus menyusun strategi pemasaran agar penjualan produk rebana kembali seperti tahun sebelumnya dan mampu bersaing dengan industri rumah tangga rebana.Matriks IFE merangkum dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam bidang fungsional bisnis, serta dasar untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan antara bidang-bidang tersebut, sedangkan matriks EFE merangkum dan mengevaluasi bidang ekonomi, sosial atau budaya, demografi, politik, dan pemerintahan. informasi, aturan, alam, teknologi, dan daya saing. Berfokus pada pengembangan solusi alternatif yang layak dengan mencocokkan komponen internal dan eksternal utama yang diidentifikasi pada tahap sebelumnya. Matriks IE digunakan sebagai alat analisis guna memperoleh strategi bisnis yang lebih tepat pada tingkat korporat atau divisi bisnis. Teknik analisis yang digunakan adalah matriks QSPM, yang memungkinkan evaluasi objektif terhadap berbagai solusi berdasarkan variabel keberhasilan internal dan eksternal. Skor matriks IFE sebesar 0,21 menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengkompensasi kekurangan yang ada dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki, total skor matriks EFE yang diperoleh sebesar 0,72 menunjukkan bahwa UMKM ini masih kecil nilainya dan merespons faktor eksternal secara efektif dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi ancaman. SWOT menghasilkan empat strategi potensial yang dapat dipilih organisasi yakni : meningkatkan kualitas dan kreativitas produk dan sumber daya mentah untuk memenuhi permintaan pasar yang ditargetkan, menyewa kios dan tempat produksi di area krusial, serta mengembangkan tim pemasaran berbasis online agar lebih mudah diketahui banyak orang, mencari tenaga kerja yang lebih terampil dan kreatif untuk menghasilkan berbagai macam motif guna meningkatkan loyalitas konsumen, bekerjasama membentuk usaha patungan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan kegiatan promosi yang lebih efektif dan efisien seperti brosur, spanduk, atau baliho untuk mencari calon konsumen, memperluas wilayah pemasaran, dan meningkatkan volume penjualan. Dalam matriks QSPM, salah satu dari empat alternatif strategi yang ada diprioritaskan bagi perusahaan, yaitu menyewa kios sekaligus tempat produksi di kawasan strategis, dan membentuk tim pemasaran berbasis online untuk memudahkan banyak orang mengetahuinya dengan skor TAS 6,01.
LIBRARY RESEARCH & LITERATURE REVIEW: EFISIENSI IMPLEMENTASI METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) DALAM MENGURANGI PROSES PERPINDAHAN BAHAN PADA ALIRAN PROSES Wahyudin, Ira Rahmawati; Supriyadi, Edi; Jatnika, Rohman Agus
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata letak fasilitas merupakan cara untuk mengatur fasilitas produksi perusahaan dengan menempatkan fasilitas secara efektif dan efisien guna mengurangi pergerakan yang ada. Systematic Layout Planning (SLP) merupakan salah satu metode tata letak yang menggunakkan pendekatan sistematis dalam menghasilkan suatu tata letak guna meminimalkan jarak dan memaksimalkan alur kegiatan perpindahan bahan. Metode Systematic Layout Planning ini ditekankan dalam memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan meminimalkan jarak pemindahan dan meminimasi ongkos material handling (OMH) yang dihasilkan. Tentunya, dalam proses perancangan tata letak ini, minimasi jarak pemindahan dan nilai ongkos material handling merupakan suatu tolak ukur dalam mengukur keberhasilan suatu tata letak. Berlandaskan hal tersebut, penulis memiliki keterkaitan untuk membandingkan hasil penelitian tata letak dalam mengurangi pemindahan bahan aliran proses. Dimana tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis efesiensi layout usulan yang dihasilkan dari implemetasi metode Systematic Layout Planning dalam proses pemindahan bahan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode library research yang mengumpulkan data pustaka dan literatur review yang digunakan untuk mengevaluasi suatu penelitian. Proses sintesis data dilakukan dengan membandingkan 4 literatur ilmiah yang memenuhi kriteria penelitian dengan sumber dari connected paper dan google scholar. Proses pengolahan data dilakukan dalam bentuk rekapitulasi dari 4 jurnal ilmiah yang telah ditentukan. Metode Systematic Layout Planning berpengaruh cukup signifikan dalam mengurangi waktu proses perpindahan bahan pada setiap aliran proses, dimana dalam setiap jurnal memiliki tingkat efisiensi yang berbeda – beda tergantung pada kondisi dan juga kebutuhan setiap tata letak. Dengan hasil efisiensi pemindahan bahan pada referensi jurnal 1 sebesar 68,4%, referensi jurnal 2 sebesar 73,04%, referensi jurnal 3 sebesar 48,9% dan referensi jurnal 4 sebesar 62,7%. Dari hasil perhitungan efisiensi diatas dapat disimpulkan bahwa metode Systematic Layout Planning berpengaruh cukup signifikan dalam mengurangi waktu proses perpindahan bahan pada setiap aliran proses. Semakin efisien jarak perpindahan suatu material maka waktu proses perpindahannya pun akan semakin cepat.  Sehingga, dapat disimpulkan bahwa metode Systematic Layout Planning (SLP) membuat proses perpindahan bahan lebih efisien dari sebelumnya.
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PRODUK DAN PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Intan, Suci Nur; Supriyadi, Edi
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sistem produksi, produktivitas dan kualitas produk adalah kunci keberhasilan. Kedua hal tersebut merupakan kriteria penilaian perusahaan yang sangat penting. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kualitas produk adalah dengan menetapkan standar mutu dan kualitas. Dalam menetapkan standar mutu dan kualitas, produsen harus menentukan faktor mana yang mempengaruhi kualitas produk dan menetapkan standar kombinasi faktor terbaik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk merancang perbaikan kualitas dengan menetapkan parameter kombinasi faktor berpengaruh adalah metode Taguchi. Metode Taguchi merupakan metode pengendalian kualitas offline, yaitu metode pengendalian kualitas yang bertujuan untuk fokus pada desain produk, meningkatkan kualitas produk dan proses, serta setidaknya mengurangi biaya dan sumber daya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk dan merancang perbaikan kualitas produk berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan menggunakan metode Taguchi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, yakni data yang diperoleh dari penelitian terdahulu, bukan melalui observasi atau pengamatan secara langsung. Sumber data sekunder adalah artikel atau jurnal yang diakui secara nasional. Basis data Microsoft academic (Google Scholar dan Dimension.ai) digunakan untuk mencari artikel untuk tinjauan literatur ini. Proses pencarian digunakan untuk memperoleh sumber-sumber yang relevan dan digunakan untuk merumuskan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian dan referensi lain yang relevan. Hasil penelitian ini adalah metode Taguchi merupakan metode pengendalian kualitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk dengan menetapkan standar kombinasi optimal faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk.
KATEGORI BEBAN KERJA FISIK PENGATUR KENDARAAN RODA 2 BERDASARKAN METODE CVL Aprianto, Teguh; Mardaweni, Riri
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v12i1.106

Abstract

Area parkir pada Lembaga XYZ dapat menampung 300-600 kendaraan roda 2 per hari. Terkadang ada pemarkir kendaraan roda 2 kurang disiplin dalam penempatan kendaraan roda 2 sehingga membuat area parkir tidak nyaman. Penempatan kendaraan yang tidak beraturan menjadi penyebab area parkir terasa sempit. Ini menjadi tugas pokok petugas pengatur kendaraan untuk merapikan kendaraan roda 2 tersebut. Penelitian ini akan meneliti mengenai beban kerja fisik petugas pengatur kendaraan pada Lembaga XYZ. Penelitian pendahuluan dilakukan wawancara kepada petugas pengatur kendaraan roda 2 untuk mengetahui apa yang dialami. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui keluhan kesakitan yang dirasakan oleh petugas pengatur kendaraan roda 2. Kemudian dilakukan penelitian beban kerja fisik untuk menentukan seberapa besar % Cardiovascular Load (%CVL), dan kategori beban kerja. Hasil penelitian pada petugas pengatur kendaraan roda 2 diperoleh kesimpulan bahwa petugas pengatur kendaraan roda 2 dalam aktivitas pengaturannya yang melibatkan gerakan repetisi yaitu dalam penyusunan kendaraan, dan mengarahkan kendaraan ke tempat yang telah disusun maka aktivitas ini dapat menyebabkan kelelahan otot.. Denyut nadi maksimal petugas pengatur kendaraan roda 2 dari 175 denyut / menit sampai dengan 192 denyut / menit. % CVL pada rentang 45,87 sampai dengan 60,91%. Dari 10 orang petugas pengatur kendaraan roda 2, 9 orang diantaranya berada pada klasifikasi tingkat 2 (indeks 30% – 60%), yang menunjukkan terjadinya kelelahan pada operator tersebut, yang artinya perlu dilakukan perbaikan namun tidak mendesak. Persentase CVL tertinggi 60,91% terdapat pada operator 3 yang berumur 44 tahun, 60,91% artinya kerja dalam waktu singkat.
OPTIMASI FUNGSI NONLINIER MENGGUNAKAN ALGORITMA SPIRAL DINAMIK Wijayati, Diyah; Dewi, Rimba Krishna Sukma
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi non-linier adalah fungsi matematika yang tidak mempunyai hubungan linier antara variabel masukan dengan variabel keluaran, dengan kata lain kemiringan garis singgungnya berbeda di setiap titik pada kurva. Fungsi non-linier sering menjadi formula matematika dalam bidang ekonomi, sains, dan rekayasa. Fungsi matematika dapat ditulis dalam bentuk persamaan, bentuk umum persamaan non-linier adalah persamaan yang melibatkan persamaan rasional, persamaan transenden dan persamaan campuran mengandung baik persamaan polinom maupun persamaan transenden. Optimasi adalah proses menemukan nilai di domain yang memberikan nilai maksimum atau minimum suatu fungsi non-linier. Menyelesaikan masalah optimasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu metode analitik dan metode numerik. Tujuan penelitian ini mencari nilai maksimum suatu fungsi nonlinier menggunakan pendekatan numerik yaitu metode metaheuristik algotitma spiral dinamik pada Octave. Algoritma metaheuristik spiral dinamik terinspirasi oleh fenomena spiral di alam. Fenomena spiral di alam ada dua jenis yaitu spiral Archimedes seperti  bentuk spiral obat nyamuk bakar dan spiral logaritmik seperti cangkang bia gengge, tornado, galaksi bima sakti. Algoritma metaheuristik spiral dinamik pertama kali diusulkan untuk menyelesaikan optimasi dua dimensi tanpa kendala didasarkan pada model spiral logaritmik. Octave adalah suatu perangkat lunak gratis yang menggunakan bahasa tingkat tinggi untuk komputasi numerik dan visualisasi data. Nilai maksimum yang diperoleh adalah nilai maksimum lokal atau nilai maksimum relatif.
PERHITUNGAN WAKTU BAKU UNTUK MENENTUKAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL MENGGUNAKAN METODE TIME STUDY (Studi Kasus: UKM Baju Rajut Binong Jati) Sugiatna, Angling; Pasaribu, Ira Fasoha
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerja merupakan salah satu faktor penting dalam perencanaan dan pengendalian produksi. Keberhasilan pencapaian produksi juga ditentukan sampai seberapa jauh peran pekerja tersebut dalam melaksanakan aktivitas pekerjaanya. Jumlah pekerja menjadi sebuah hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam peningkatan produktivitas sebuah perusahaan. Berdasarkan wawancara, UKM Baju Rajut Binong Jati memiliki permasalahan pada proses produksi yang mengalami kendala akibat permintaan konsumen yang tidak menentu. Jika terdapat stok di gudang maka akan dikirimkan ke pelanggan, namun jika tidak ada stok maka dilakukan sistem tunggu untuk proses produksi produk. Hal ini mengakibatkan kendala pada proses produksi yang membuat jumlah pekerja awan tidak menentu dan terkadang membuat keputusan penambahan jumlah pekerja secara mendadak atau tidak terencana dengan sistem borongan untuk memenuhi permintaan tersebut. Karena permasalahan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk menentukan jumlah pekerja optimal dengan menentukan waktu baku menggunakan metode stopwatch. Metode stopwatch dilakukan karena penelitian mengamati langsung pekerja. Proses pengamatan dilakukan pada bagian produksi yaitu tahapan blader, lingking, dan steam sebanyak 30 kali jumlah pengamatan. Hasil penelitian ini didapatkan waktu baku pada bagian blader selama 1.046,7 detik dengan 4 pekerja optimal, waktu baku pada bagian lingking selama 634,21 detik dengan 2 orang pekerja optimal, dan waktu baku pada bagian steam selama 313,22 detik dengan 1 pekerja optimal.
PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI OPTIMAL PT XYZ MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIX Cahyaningtyas, Suci; Fatah, Abdul
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur komponen otomotif dengan memiliki spesialisasi dan berfokus pada pembuatan piston, baik untuk roda dua atau lebih. Sasaran distribusi PT XYZ adalah pengiriman produk sesuai dengan permintaan pelanggan secara tepat waktu dan efisien. Sedangkan sasaran tersebut masih ada permasalahan dari perusahaan, dimana dalam pendistribusian produknya yaitu perusahaan kerap mengalami keterlambatan dalam pengiriman produk sehingga menimbulkan penumpukan persediaan produk di gudang. Masalah yang lain adalah tidak memaksimalkan kapasitas dari kendaraan alat angkut yang digunakan untuk pendistribusian produk. PT XYZ memiliki 2 jenis kendaraan dengan penggunaan 5 kendaraan alat angkut yang digunakan untuk kegiatan distribusi yaitu Truk GIGA FRR sebanyak 4 dengan kapasitas maksimal 10 ton dan Truk Tronton Wingbox sebanyak 1 dengan kapasitas maksimal 15 ton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rute pengiriman produk yang optimal dengan memperhatikan kapasitas alat angkut. Metode yang digunakan untuk penyelesaian permasalahan yaitu metode Saving Matrix. Metode Saving Matrix digunakan untuk menentukan rute transportasi yang dituju dengan jarak dan waktu distribusi yang minimum, serta mempertimbangkan utilitas alat angkut. Metode Nearest Insert dan Nearest Neighbour digunakan untuk menentukan rute yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggabungkan antara beberapa pelanggan ke dalam satu rute dapat dilihat bahwa rute usulan memiliki 3 rute dari 5 rute awal. Total jarak yang dihasilkan berdasarkan rute usulan mengalami penghematan dari total jarak tempuh awal sebesar 415 Km menjadi 282 Km dan menghasilkan penghematan jarak sebesar 133 Km dengan persentase penghematan sebesar 32,05%. Total waktu yang dihasilkan berdasarkan rute usulan mengalami penghematan dari rute awal yaitu dari 543 menit menjadi 379 menit dan menghasilkan penghematan waktu sebesar 164 menit dengan persentase penghematan sebesar 30,2%. Dan hasil akhir penggabungan rute menyebabkan berkurangnya penggunaan alat angkut dari yang awalnya menggunakan 4 Truk GIGA FRR menjadi 2 Truk GIGA FRR dengan kapasitas maksimal 10 ton dan tidak ada pengurangan ataupun penambahan untuk Truk Tronton Wingbox tetap menggunakan 1 Truk Tronton Wingbox dengan kapasitas maksimal 15ton pada rute usulan.
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN CO2 WELDER DAN MESIN PANASONIC ROBOT WELDER DENGAN MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (KONSTRUKSI WELDING PT. CHITOSE INTERNASIONAL TBK) Maharani, Elsy Destian; Sumarta, Dewi Mulyasari; Nurhayati, Ai
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan harus mampu merencanakan strategi bisnis untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin meningkat. Melalui perkembangan teknologi yang semakit pesat, industri manufaktur dengan skala besar terus mengalami trasformasi. Di era yang terus didorong oleh digitalisasi dan konektivitas, penerapan teknologi informasi yang efektif menjadi salah satu kunci kuat peningkatan inovasi di industri manufaktur. Salah satu perusahaan yang telah menerapkan salah satu IT Master Plan yaitu strategi robotisasi adalah PT. Chitose Internasional Tbk. Proses penambahan robotisasi mesin dilakukan pada proses pengelasan produk di konstruksi welding. Robotisasi mesin ini dilakukan untuk menggantikan mesin CO2 welder manual dengan mesin panasonic robot welder. Pada project penambahan mesin ini belum dilakukan perhitungan nilai efektivitas untuk kedua mesin yang digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai efektivitas kedua mesin tersebut dengan menggunakan perhitungan OEE sehingga hasil penelitian ini selanjutnya dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk proses penambahan mesin robotik pada proses pengelasan produk. Overall Equipment Efectiveness atau OEE yang merupakan suatu perhitungan untuk mengukur suatu efektivitas agar suatu peralatan dalam kondisi yang optimal. Berdasarkan perhitungan nilai efektivitas mesin dengan menggunakan OEE, diperoleh hasil untuk nilai efektivitas mesin CO2 welder manual ialah 66,40%, dengan nilai availability rate 84,33%, performance rate 78,83%, dan quality rate 99,50%. Sedangkan pada mesin panasonic robot welder nilai efektivitas sebesar 72,85%, dengan availability rate 80%, performance rate 91,17% dan quality rate 99,83%. Lalu berdasarkan hasil perhitungan six big losses dan analisis dengan menggunakan diagram fishbone maka, diperoleh hasil beberapa faktor yang mempengaruhi pengoptimalan penggunaan mesin panasonic robot welder ialah man, material, machine, dan environment.
SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING PROYEK CAPACITY UP LINE A DAN B PADA PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DI INDUSTRI OTOMATIF PT X Widyanty, Rina; Suwarman, Herman Ruswan; Dinata, Rika Andriyanti; Sagara, Moh. Rizal Ngambah
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 1 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v12i1.115

Abstract

PT X adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. PT X berencana untuk melakukan perubahan tata letak fasilitas pada line-A dan line-B, dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi, mengurangi biaya material handling, dan mengoptimalkan jumlah tenaga kerja. Proyek ini mencakup penghapusan beberapa mesin dan penggabungan dua line menjadi satu tanpa mengurangi kapasitas produksi sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Layout Planning (SLP), yang dimulai dengan pembuatan Activity Relationship Chart (ARC) dan Activity Relationship Diagram (ARD), perhitungan biaya material handling, serta perancangan ulang tata letak fasilitas produksi. Proyek penggabungan line ini diusulkan karena salah satu line sering menganggur, menyebabkan biaya tersembunyi. Line-A dan B memiliki kesamaan dalam routing dan jenis produk, sehingga memungkinkan untuk digabungkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menata ulang tata letak fasilitas di Line-A dan B untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dengan mengoptimalkan jarak dan penggunaan mesin, desain tata letak baru diharapkan dapat mengurangi jarak perpindahan dan meningkatkan kapasitas produksi pada line tersebut. Hasil penelitian menunjukkan perubahan jarak euclidean sebesar 54,17 meter, jarak rectilinear sebesar 61,71 meter, biaya material handling per lot sebesar Rp. 1.084.886, penggunaan ruang seluas 181,915 m², fleksibilitas line menggunakan sistem pengaturan tenaga kerja berdasarkan permintaan, proses hikitori hanya membutuhkan waktu 1 kali dalam siklus 5 menit, penghematan penggunaan 7 mesin, dan peningkatan kapasitas produksi untuk 2 tenaga kerja menjadi 41 pcs/jam, 3 tenaga kerja menjadi 57 pcs/jam, 4 tenaga kerja menjadi 74 pcs/jam, dan 5 tenaga kerja menjadi 84 pcs/jam.
PERANCANGAN STRETCHER MULTIFUNGSI; SOLUSI TRANSPORTASI DAN KESEHATAN DI DESA PEDALAMAN nurhidayat, martiyadi; Adiluhung, Hardy; Aurumajeda, Tiphanny
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 12 No 2 (2024): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v12i2.114

Abstract

Kehidupan di masyarakat urban yang padat, di mana jalanan kecil dan sempit menjadi karakteristik utama, seringkali menjebak warga dalam pola hidup yang kurang memperhatikan kesehatan. Lingkungan yang sempit dan minim dipadukan dengan ketidak pedulian kepada lingkungan, dapat memicu gaya hidup kurang aktif dan pola makan yang tidak seimbang. Hal ini berujung pada masalah gizi buruk, terutama pada anak-anak, ibu hamil yang menjadi perhatian serius bagi para tenaga kesehatan. Posyandu, sebagai upaya pencegahan dan penanganan gizi buruk, memegang peranan penting dalam menjangkau masyarakat urban di lingkungan sempit  dan harus memfasilitasi agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Dibutuhkan Stretcher yang multifungsi yang dapat dijadikan kasur pemeriksaan, digunakan diangkat dan diangkut, dilipat dan dibawa dengan mudah. Metode yang digunakan adalah metodi SCAMPER, metode ini menghasilkann inovasi baru dan teknologi tepat guna yang dilihat dari produk sebelumnya. Membuat dan mengubah sifat Stretcher yang pada umumnya sebagai alat pemindah pasien, implementasi pada penelitian awalnya menggunakan  tahapan Substitute, Combine, Adapt mengadopsi dan memodifikasi Stretcher pada produk eksisting seperti membuat kaki kaki, sistem lipatan, tahapan Maximize/Minimize, Put to Other Uses, Eliminate melakukan pengurangan hal hal yang tidak perlu seperti material menggunakan lightweight, waterproof non-woven material yang akan mendukung lipatan dan berat pada Stretcher, tahap berikutnya Rearrange or Reverse melakukan uji validasi dengan menyimpan beban 15 kg pada posisi Stretcher kasur pemeriksaan, selanjutnya mengangkat dan melipat dengan mudah untuk mendukung mobilitas. Uji validasi dilakukan responden pada masyarakat sasar yang melakukan uji coba seperti sistem rel lipatan berfungsi dengan baik 82%, keamanan membawa pasien 78%, kemudahan akselerasi 85%, resiko terjatuh 75%, kekuatan material pada Stretcher 90%. Dai uji validasi tersebut perancangan Stretcher multifungsi berhasil untuk digunakan diposyandu sebagai kasur pemeriksaan untuk ibu hamil/lansia dan balita, Stretcher lipatan dan kemudahan mobilitas sangat diunggulkan, akselerasi dijalan sempit dapat teratasi karena dimensi yang tidak terlalu besar.