cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Sebelum Menghadapi OSCE: An Overview of Anxiety Levels of Medical Faculty Students Mulawarman University Before OSCE Devi Permata Sari; Hary Nugroho; Abdillah Iskandar
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.348

Abstract

Anxiety is a very familiar term that describes a state of worry, anxiety, fear, and in peace with various physical grievances. Medical students experience a level of mental exhaustion that includes anxiety. Medical faculty students have a hectic schedule of lectures, tutorial activities, practicum, lab skills and the demands to study independently outside those hours so that the pressure on physical and mental conditions is relatively more severe than other education. In addition to learning activities, medical students also conduct Objective Structural Clinical Examination (OSCE) exams as an instrument testing clinical skill of medical students. The many thoughts about the material to be learned between theory, clinical skills in the OSCE exam, osce atmosphere, OSCE testers observing participants directly, unpreparedness following the OSCE, OSCE mechanism and the same time interval of each stase make osce known as a test that causes quite high anxiety. This research aims to find out the picture of anxiety levels of students of The Faculty of Medicine Universitas Mulawarman before facing the OSCE. This research is a descriptive observational study with cross-sectional design. Sampling using stratified random sampling techniques. This level of anxiety was measured using the English version of the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire which was translated into Indonesian with 14 items. The sample was obtained by 96 students. In this study, 27 students (28.12%) with mild anxiety levels, 29 students (30.21%) with mild to moderate anxiety levels, 40 students (41.67%) with moderate to severe anxiety levels.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Methanol Gagang dan Bunga Cengkeh (Syzygium Aromaticum) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923: Comparison of Antibacterial Activity of Clove (Syzygium Aromaticum) Handle and Clove Flower Extract against Staphylococcus aureus ATCC 25923 Yunita Diyah Safitri; Novintan Elistya Dyah Purnamawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.354

Abstract

Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman yang terkenal dengan minyak cengkeh yang tinggi dan berpotensi sebagai antibakteri. Kandungan minyak cengkeh tertinggi terdapat pada bagian bunganya (10-20%), selanjutnya gagang cengkeh (5-10%), dan daun cengkeh (1-4%). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antibakteri ekstrak bunga cengkeh yang sudah dikenal memiliki aktivitas antibakteri dengan ekstrak gagang cengkeh yang masih kurang diketahui aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cakram kertas (Kirby Bauer), dengan menguji kemampuan antibakteri ekstrak gagang cengkeh dengan konsentrasi 50% dan ekstrak bunga cengkeh dengan konsentrasi 50%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikansi (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata zona hambat ekstrak gagang cengkeh dan bunga cengkeh konsentrasi 50% yang terbentuk adalah 13.63 mm dan 18.69 mm. Ekstrak gagang cengkeh tergolong cukup sensitif, sedangkan bunga cengkeh sensitif terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga cengkeh memiliki kemampuan antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak gagang cengkeh secara signifikan (p < 0.05). Meskipun demikian, baik ekstrak bunga maupun gagang cengkeh keduanya memiliki potensi sebagai antibakteri yang cukup efektif terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus.
Efek penggunaan Antihipertensi Kombinasi Amlodipin dan Valsartan Pasien Stroke Iskemik di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar: Effect of the Use of Combination Antihypertensive Amlodipine and Valsartan with Ischemic Stroke Patients at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Mirfaidah Nadjamuddin; Marianti A Manggau; Cahyono Kaelan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.358

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek penggunaan Antihipertensi dengan pasien stroke iskemik di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Stroke dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis, diantaranya tekanan darah tinggi, diabetes, kelainan pembuluh darah atau jantung, dan migrain, serta faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi rokok dan alkohol. Penelitian dilakukan dengan metode Kohort, dimana bersifat prospektif karena data yang diambil merupakan data assesmen dari pasien di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Data diperoleh dianalisis terhadap hubungan antara obat Amlodipin 5 mg + Valsartan 80 mg dan Amlodipin 10 mg + Valsartan 80 mg. Pemberian obat Antihipertensi di RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo pada pasien Stroke Iskemik terbanyak dari golongan Amlodipin 5 mg + Valsartan 80 mg Efek penggunaan obat Antihipertensi pada uji Mann-whitney diperoleh nilai p>0,05 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah yang signifikan antara pemakaian obat Amlodipin 5 mg + Valsartan dengan Amlodipin 10 mg + Valsartan 80 mg
Invitro: Evaluasi Aktifitas Peluruhan Batu Ginjal Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom: Invitro: Evaluation of Anticalculi Activity with Kemangi Leaf Extract (Ocimum Basilicum) Using Atomic Absorption Spectrophotometer Meliza Harianja; Havizur Rahman; Sri Wigati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.359

Abstract

A kidney stone is a disease that is quite often found in the community. Kidney stone disease is characterized by the formation of small stones due to precipitation in the urine. This stone can clog urethra and cause pain. The most common kidney stone content is calcium oxalate. Kemangi (Ocimum basilicum) contains several secondary metabolites such as flavonoids, saponins, phenols, and tannins. The content of secondary metabolites is thought to shed kidney stone. This study aims to reveal other properties of kemangi plant as anticalculi. Method: The stages in this study consisted of making kemangi leaf ethanol extract, extract characterization, phytochemical extract screening, kidney stone calcium making, and kidney stone calcium decay test stage. Testing the effect of the destruction of kidney stone is carried out in vitro by testing the rate of decay of kidney stone calcium components in various concentrations of ethanol extracts of kemangi leaf in physiological NaCl. Kidney stone calcium decay was analyzed by atomic absorption spectrophotometer (ASS). Data were analyzed with one-way ANOVA and continued with the LSD test. Results: ethanol extract of kemangi leaf at a concentration of 600 ? x ?1600 ppm could shed kidney stone calcium significantly greater than negative controls. Conclusion: the kemangi leaf ethanol extract has potential as the destruction of kidney stone.
Analisis Kadar Alkohol pada Minuman Beralkohol Tradisional (Arak) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis: Analysis of Alcohol Content in Traditional Alcoholic Beverages with UV-Vis Spectrophotometry Method Benedicta R.H Nahak; Ahmad Irsyad Aliah; Suhrah Febrina Karim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.360

Abstract

Arak adalah minuman beralkohol jenis minuman keras yang dihasilkan dari proses fermentasi nira yang berasal dari tanaman siwalan. Alkohol adalah senyawa organik dengan gugus fungsi –OH (hidroksil). Telah dilakukan penelitian dengan juduk “Analisis Kadar Alkohol Pada Minuman Beralkohol Tradisional (Arak) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis”. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar alkohol pada minuman beralkohol tradisional (Arak) dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dan parameter-parameter validasi yaitu: ketelitian, linieritas, batas deteksi dan batas kuantitas (LOD dan LOQ), ketepatan. Hasil penelitian didapatkan nilai RSD = 1.796799126 %, persamaan regresi linear y = -0.6759x + 0.8573 dan koefisien regresi R2 = 0.9977, LOD = 0.056 mg/L, LOQ = 0.187 mg/L dan % perolehan kembali = 91.5 %, menunjukkan bahwa parameter validasi ini cukup baik dan layak digunakan untuk penentuan kadar alkohol. Uji kuantitatif penetapan kadar alkohol sampel minuman beralkohol tradisional (arak) didapatkan kadar 58 %. Kata Kunci : Arak ; Alkohol; Spektofotometri UV-Vis
Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Journal Editor
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.366

Abstract

Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover
Karakterisasi Fungi Endofit Syzygium polyanthum (Wight) Walp. Berdasarkan Gen ITS Sebagai Penghasil Senyawa Antibakteri: Endophytic Fungi Characterization Syzygium polyanthum (Wight) Walp. Based on ITS Genes as Producers of Antibacterial Compounds Asti Vebriyanti Asjur
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.367

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini diawali dengan menumbuhkan dari daun salam yang telah disterilkan menggunakan etanol 70% dan natrium hipoklorit. Skrining antibakteri dilakukan dengan menggunakan uji antagonis sebagai screening pertama melawan Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Salmonella thyposa. Penelitian ini menghasilkan 2 isolat fungi. Fungi endofit aktif difermentasi dan ekstraksi dengan etil asetat (EtOAc) dan metanol. Aktivitas antibakteri dari ekstrak EtOAc dan metanol diuji aktivitasnya menggunakan metode difusi disk. Satu isolat fungi endofit (XP1) terhadap lima dari bakteri yang diuji adalah S. aureus, P. Aeruginosa, E. Coli, S. thyposa, dan B.subtilis, memiliki daya hambat terbesar pada bakteri uji S. thyposa dengan diameter daya hambat sebesar 14,00 mm. Sedangkan pada isolat fungi endofit (XP2) terhadap lima dari bakteri yang diuji adalah S. aureus, P. Aeruginosa, E. Coli, S. thyposa, dan B.subtilis, memiliki daya hambat terbesar pada bakteri uji S. thyposa dengan diameter daya hambat sebesar 22,00 mm. Berdasarkan analisis filogenetik isolat XP 1 memiliki kemiripan dengan Penicillium sp. (homology 87%) sedangkan isolat XP2 memiliki kemiripan dengan Colletotrichium gloeosporioides (homology 98%). Kata kunci : Syzygium polyanthum, fungi endofit, antimikroba, analisis filogenetik, Penicillium sp. Colletotrichium ABSTRACT This research was begun by growing from bay leaves that had been sterilized using 70% ethanol and sodium hypochlorite. Antibacterial screening was carried out using antagonistic tests as the first screening against Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Salmonella thyposa. This study produced 2 fungi isolates. Active endophytic fungi are fermented and extracted with ethyl acetate (EtOAc) and methanol. Activity. The antibacterial activity of EtOAc and methanol was tested for its activity using the disk diffusion method. One isolate of endophytic fungi XP1 against five of the bacteria tested was S. aureus, P.aeruginosa, E.coli, S. thyposa, and B.subtilis, which had the greatest inhibition on S. thyposa test bacteria with inhibitory diameter of 14.00 mm. Whereas the XP2 endophytic fungi isolates against five of the tested bacteria were S. ureus, P.aeruginosa, E.coli, S.thyposa, and B.subtilis, which had the greatest inhibition on S. thyposa test bacteria with inhibition diameter of 22.00 mm. Based on phylogenetic analysis isolate XP 1 has similarities with Penicillium sp. (homology 87%) while isolate XP2 Colletotrichium gloeosporioides (homology 98%). Keywords : Syzygium polyanthum, endophytic fungus, antimicrobe, phylogenetic, Penicillium sp. Colletotrichium
Hubungan Usia, Kadar Hemoglobin Pretransfusi dan Lama Sakit terhadap Kualitas Hidup Anak Talasemia di Samarinda : Relationship of Age, Pretransfusion Hemoglobin Levels and Length of Sickness on Quality of Life in Children with Thalassemia in Samarinda Hurria Maulana Ali; Annisa Muhyi; Yudanti Riastiti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.368

Abstract

The Relation between Age, Pre-transfusion Hemoglobin Level and Duration of Sickness on Quality of Life in Children with Thalassemia in Samarinda. Thalassemia is a genetic disease caused bya disturbance in the process of forming the hemoglobin chain of red blood cells that decreased the production or formation of hemoglobin. Children with Thalassemia will have transfusions for their whole life to maintain blood hemoglobin levels. The older age of the child will also increase the frequent of blood transfusions to support the child’s growth. Long and continuous transfusions also inadequate treatment will cause complications that affect the quality of life for people with Thalassemia. This study aims to analyze the relation between age, pre-transfusion hemoglobin level and duration of sickness on quality of life in children with Thalassemia in Samarinda. This research was an analytic observational study with a cross sectional design. The subjects were 32 children, aged 2-18 years, with major Thalassemia who werethe members of POPTI Samarinda. The data collected by medical records and the result from patient’s interview using PedsQl 4.0. Statistical analysis use Pearson Test. The resultshows there isno relation between age and quality of life in children with Thalassemia (p = 0.136), there is relation between pre-transfusion hemoglobin level with the quality of life in children with Thalassemia (p = 0.040) and there is relation between duration of sickness and quality of life in children with Thalassemia (p = 0.036). Based on the results of this study, it can be concluded that age has no relation to quality of life in children with Thalassemia. Pre-transfusion hemoglobin level and duration of sickness have relation to quality of life in children with Thalassemia. Keywords: Thalassemia, quality of life, age, pre-transfusion hemoglobin level, duration of sickness.
Hubungan antara Ukuran Massa dan Derajat Tumor dengan Glasgow Coma Scale Pra dan Pasca Tumor Reseksi Bedah Meningioma dan Karnorfsky Performance Scale Pasca Tumor Reseksi Bedah Meningioma di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Januari 2018 – Maret 2020: Relationship between Mass Size and Tumor Degree with Glasgow Coma Scale Pre and Post Tumor Resection Meningioma Surgery and Karnorfsky Performance Scale Post Tumor Resection Meningioma Surgery at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda January Berta Ramadhani Ishaq; Arie Ibrahim; Abdillah Iskandar
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.373

Abstract

Meningioma merupakan tumor primer intrakranial yang umum dijumpai, yaitu sekitar 37% dari seluruh tumor sistem saraf pusat, meningioma juga merupakan tumor jinak ekstraaksial atau tumor yang terjadi diluar jaringan parenkim otak dan mengalami peningkatan angka kejadian pada populasi usia tua. Sekitar 20% dari meningioma bersifat jinak dan 4% dapat mengalami kekambuhan walaupun telah direseksi total. Tumor ini masih butuh banyak penelitian lebih lanjut yang dikarenakan masih membutuhkan bukti jelas mengenai tumor ini mulai dari etiologi hingga pemulihan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara ukuran massa, lokasi, dan derajat tumor dengan Glasgow Coma Scale (GCS) pra dan pasca tumor reseksi bedah Meningioma dan Karnorfsky Performance Scale (KPS) pasca tumor reseksi bedah Meningioma. Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari ruang rekam medik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien yang didiagnosis Meningioma dan telah menjalani Reseksi Bedah Saraf di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dalam periode Januari 2018 – Maret 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Penentuan besar sampel menggunakan teknik total sampling, dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sehingga didapatkan 31 pasien dalam penelitian ini. Hasil yang didapatkan terdapat adanya hubungan antara ukuran massa tumor dengan GCS pra maupun pasca reseksi bedah Meningioma, terdapat hubungan antara ukuran massa dan derajat tumor dengan KPS pasca reseksi bedah Meningioma, terdapat hubungan antara derajat tumor dengan GCS pra reseksi bedah Meningioma, dan terdapat hubungan antara derajat tumor dengan GCS pasca reseksi bedah Meningioma. Tidak terdapat adanya perbedaan antara GCS pra dengan pasca reseksi bedah namun terdapat adanya hubungan dalam hasil tersebut. Kata Kunci : Meningioma, Ukuran Massa Tumor, Derajat Tumor, GCS, KPS
Uji Daya Hambat Bakteri Staphylococcus Aureus Sabun Cuci Tangan Cair Berbahan Arang Aktif Batok Kelapa: Inhibition Test of Coconut Shell Activated Charcoal Liquid Hand Wash against Staphylococcus aureus Dian Fita Lestari; Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra; Dominica Dominica
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.384

Abstract

Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri patogen diantaranya bakteri Staphylococcus aureus. Penggunaan antibakteri dari bahan sintetik dapat mencegah terjadinya infeksi, namun tidak sedikit yang memberikan efek samping seperti iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji fisikokimia sabun cair dan mengetahui efektivitas antibakteri dengan menguji daya hambat sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa terhadap pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi arang aktif batok kelapa F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%) dan F4 (4%). Sediaan sabun cair arang aktif batok kelapa dianalisis secara fisikokimiawi meliputi uji stabilitas busa, bobot jenis, viskositas, dan pH. Uji daya hambat bakteri dengan metode disc diffusion. Penelitian menunjukkan bahwa formula sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa memiliki nilai uji fisikokimiawi yang telah memenuhi standar SNI, pH 5,54-5,65; bobot jenis 1,02-1,06; stabilitas busa and 40,5 mm-47,75 mm, and viscosity 876,63 cPs-1662,64 cPs. Pada F2 (2%) memiliki efektivitas paling baik terhadap zona hambat untuk Staphylococcus aureus sebesar 30,85 mm. Sabun cuci tangan cair arang aktif batok kelapa dapat digunakan sebagai sabun antibakteri yang memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue