cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Aplikasi Antioksidan Tanaman Kecombrang Etlingera elatior terhadap Minyak Goreng Bekas: Antioxidant Application of Kecombrang Plant (Etlingera elatior) to Used Cooking Oil Nurlaili Nurlaili; Ade Mardiana Damayanti; Chiara Sania Qonita; Muliyanti Muliyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.408

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) is a plant from the Zingiberaceae family and is a plant used by the community as herbal medicine. This study aims to determine the antioxidant activity of the extracts of the leaves, floers and stems of E. elatior on used fried oil. Cooking oil has been used for frying 3 times. Treatment is done by mixing used cooking oil with extract (2 :1) at 50?C. The peroxide value of treated and untreated cooking oil was measured using the iodometric titration method. The decrease in the peroxide number produced in the E. elatior flower extract was 15,8%, the E. elatior stem extract was 55,3% and the E. elatior leaf extract was 72,8%. This study indicate that the E. Elatior extract can be used as good inhibitor of free radical activity.
Kinerja Bidan dalam Memberikan Pelayanan Antenatal Care: Suatu Kajian Pustaka: Performance of Midwives in Providing Antenatal Care Services: A Review Bella Octaviani Violinansa; Chriswardani Suryawati; Rani Tyas Budiyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.412

Abstract

Abstract In 2017, 106 Primary Health Care in Indonesia performed the Antenatal Care (ANC) component properly and correctly according to the 9T, 7T, 5T standards, respectively 18.8%, 23.2%, and 31.7%. Only 20.4% of the Primary Health Care had all the equipment, medicines, and media supporting 9T of ANC. Only one fifth of the midwives provided ANC services according to standards. This study to analyze the performance of midwives in providing Antenatal Care services and the factors that influence it seen from the studies that have been done. This study uses literature review method by analyzing 20 indexed journals, both national and international journals in the last 5 years. Review method with a systematic approach. The result are total of 13 journals stated that the performance of midwives in Antenatal Care services is good (>50%). 5 of 6 journals stated that there is a relationship between performance and age. 5 of 5 journals stated that there is a relationship between performance and facilities. 4 of 6 journals stated that there was a relationship between performance and training. 4 out of 4 journals stated that there is a relationship between performance and tenure. 10 out of 12 journals stated that there is a relationship between knowledge and performance. 8 of 11 journals stated that there is a relationship between motivation and performance. 3 of 5 journals stated that there is a relationship between leadership and performance. 3 out of 4 journals stated that there is a relationship between workload and midwife performance.The conclusion is the midwife's performance is good. Factors that influence performance are age, infrastructure, training, tenure, knowledge, motivation, leadership, and workload. The factor most researched is knowledge. The most influential factors are infrastructure and years of service. Abstrak Tahun 2017 sebanyak 106 puskesmas di Indonesia yang melakukan komponen Antenatal Care (ANC) secara baik dan benar menurut standar 9T, 7T, 5T berturut-turut sebesar 18,8%, 23,2%, dan 31,7%. Puskesmas yang memiliki seluruh peralatan, obat, dan media penunjang ANC 9T hanya sebesar 20,4% saja. Bidan yang melakukan pelayanan ANC sesuai standar hanya seperlimanya saja. Tujuan penelitian ini untuj menganalisis kinerja bidan dalam memberikan pelayanan Antenatal Care dan faktor-faktor yang mempengaruhi dilihat dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis 20 jurnal terindeks, baik jurnal nasional maupun internasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Metode review dengan pendekatan sistematis. Sebanyak 13 jurnal menyatakan kinerja bidan dalam pelayanan Antenatal Care sudah baik (>50%). 5 dari 6 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan usia. 5 dari 5 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan sarana prasana. 4 dari 6 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan pelatihan. 4 dari 4 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kinerja dengan masa kerja. 10 dari 12 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kinerja. 8 dari 11 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja. 3 dari 5 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara kepemimpinan dengan kinerja. 3 dari 4 jurnal menyatakan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kinerja bidan. Dapat disimpulkan kinerja bidan sudah baik. Faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu usia, sarana prasarana, pelatihan, masa kerja, pengetahuan, motivasi, kepemimpinan, dan beban kerja. Faktor yang paling banyak diteliti yaitu pengetahuan. Faktor yang paling berpengaruh yaitu sarana prasarana dan masa kerja.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Asfiksia Neonatorum: Suatu Kajian Literatur: Factors Affecting Asphyxia Neonatorum: A Literature Review Primarosa Portiarabella; Ahmad Wisnu Wardhana; Moriko Pratiningrum
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.413

Abstract

Asfiksia neonatorum didefinisikan sebagai kegagalan memulai dan mempertahankan pernafasan pada neonatus. Penyebab kematian neonatus terbanyak kedua di Indonesia adalah asfiksia neonatorum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum dan pembagiannya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kepustakaan atau kajian literatur. Pencarian literatur telah dilakukan pada minggu kedua dan ketiga bulan Desember tahun 2020. Literatur yang digunakan adalah jurnal dan buku sebanyak minimal 15 judul yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi asfiksia dapat dibagi menjadi faktor resiko antepartum dan faktor resiko intrapartum. Faktor resiko antepartum antara lain preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat, dan perdarahan. Faktor resiko intrapartum antara lain prematuritas, sindrom aspirasi mekonium, dan presentasi bokong.
Faktor Risiko Kejadian Green Tobacco Sickness (GTS) pada Buruh Tani Tembakau: Literature Review: Risk Factors for Green Tobacco Sickness (GTS) in Tobacco Farm Workers: Literature Review Audini Fathia Rizki; Nur Endah Wahyuningsih; Budiyono Budiyono
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.415

Abstract

Abstract Background: Background: Green Tobacco Sickness (GTS) is a form of nicotine poisoning caused by direct contact between the skin of tobacco farm workers and wet tobacco plants during the planting and harvesting process. This study aims to analyze the risk factors for the incidence of GTS in tobacco farmers. Method: The method used was a literature review. Articles were obtained from the online database Scopus, PubMed, ProQuest, Google Scholar, and Garuda Portal published during 2010-2020. The selected article used an observational study design and discussed the risk factors for the incidence of GTS in tobacco farmers. The assessment of the quality of the articles used guidelines from the Joanna Briggs Institute. Based on the article search, twelve articles were consisting of three articles from national journals and nine articles from international journals. Article analysis was carried out by comparing the percentage of significant variables in the entire article. This study resulted in the most dominant risk factor for GTS is the use of personal protective equipment with a percentage of 50% of the total articles.
Freezed Drying of Kelor Leaves Extract (Moringa oleifera Lam.) Yonathan Tri Atmodjo Reubun; Shirly Kumala; Siswa Setyahadi; Partomuan Simanjuntak
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.427

Abstract

Moringa oleifera Lam. is a plant that is widely used by people in Indonesia because it is believed to be one of the medicinal plants for various diseases such as diabetes, diuretics, and has the potential to prevent Alzheimer's disease. The purpose of this research is to obtain kelor leaves extract which is more stable in storage and durable, namely by using the freeze drying method, which in this method aims to remove the moisture content in an ingredient or extract. The initial stage of making the extract begins with the extraction of kelor leaves using the maceration method using ethanol as a solvent. The results of maceration are collected and concentrated using a rotary evaporator until a thick extract is obtained and followed by freeze drying which aims to obtain a thick, stable extract. The results showed that 467.12g of kelor leaves extract from 1,000g simplicia was obtained where the yield obtained was 46.71%. the extract yield after freeze drying was 286.03g. After that the extract was tested for phytochemical screening where the results showed that the Moringa leaf extract contained alkaloids, saponins, tannins, phenolics, flavonoids, glycosides, and steroids.
Profil Drug Related Problems (DRPs) Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak dengan Diare Infeksi di RSUD Provinsi NTB Tahun 2018: Profile of Drug Related Problems (DRPs) Use of Antibiotics in Child Patients with Infectious Diarrhea at the NTB Provincial Hospital in 2018 Ega Yuspita Darmayanti; Candra Eka Puspitasari; Raisya Hasina
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.428

Abstract

Diare infeksi merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada anak-anak dan salah satu penyebab kematian anak-anak di dunia dengan data yang diperoleh yaitu 42%. Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi ke-3 insiden diare tertinggi dengan persentase 14,8%. Hal ini menyebabkan diare infeksi memiliki peluang terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kejadian Drug Related Problems (DRPs) penggunaan antibiotik pada pasien anak yang menderita diare infeksi di RSUD Provinsi NTB pada tahun 2018. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling terhadap pasien anak usia 1-11 tahun periode Januari hingga Desember 2018 di RSUD Provinsi NTB. Hasil dari penelitian ini memperoleh 7 pasien mengalami kejadian DRPs dari total 22 pasien. Jumlah kejadian DRPs sebesar 11 kejadian. Kejadian DRPs yang dialami pasien secara berurutan antara lain, obat tanpa indikasi 45,45%, dosis rendah 27,27% dan interaksi obat 27,27%.
Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin dalam Pencegahan Stunting di KUA Kabupaten Tana Toraja: Effect of Nutrition Education on Knowledge and Attitudes of Prospective Bride and Groom in Preventing Stunting at KUA Tana Toraja Regency Nur Pratiwi Patata; Haniarti Haniarti; Usman Usman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.429

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children (body and brain growth) malnourished for a long time. Stunting in children can prevent pregnancy when a child is two years old, or also known as the first 1000 days of life, Tana Toraja Regency is one of the 10 Stunting Emergency Districts, where Tana Toraja is in third place after Enrekang and Sinjai. Therefore, the purpose of this study was to see the effect of nutrition education on the knowledge and attitudes of the bride and groom in preventing stunting. In Tana Toraja, the method used in this study is a quasi-experimental method, with a One-group pre-post test design This research shows that there is a change in the knowledge and attitudes of the prospective bride and groom after being given nutrition education, where on average the respondents have started to improve their diet for pregnancy from the nutrition education that has been given before.
Identifikasi Faktor-Faktor Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah: Identification of the Factors of Anemia in Pregnant Women in Amahai District, Central Maluku Regency Rifatolistia Tampubolon; Jeanita Fernanda Lasamahu; Bagus Panuntun
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.432

Abstract

Latar Belakang penelitian adalah anemia yang dapat terjadi pada ibu hamil dengan kondisi kekurangan darah merah pada trimester I - II dengan kadar hemoglobin (Hb) <11 gr / dl dan trimester III <10,5 gr / dl. Penyebab anemia kehamilan misalnya kekurangan zat besi, pendarahan kehamilan, jarak kehamilan terlalu dekat, paritas, umur ibu, dan pendidikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan melihat kejadian faktor-faktor yang memengaruhi anemia pada ibu hamil. Metode penelitian adalah desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei analitik, dilakukan di wilayah Kecamatan Amahai – Kabupaten Maluku Tengah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini Cross Sectional Survey, kriterianya ibu hamil trimester II - III menderita Anemia di wilayah Kecamatan Amahai. Hasil penelitian oleh berbagai faktor, usia ibu hamil berkisar 20 - 35 tahun (81%), berpendidikan SMA (71%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (84%). Pengetahuan ibu hamil cukup (81%). Kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe tidak patuh (74%). Sosial budaya dengan kategori mitos atau pantangan makan (68%), pengobatan dan pencegahan anemia (90%). Riwayat kehamilan kehamilan kehamilan trimester II (77%), trimester III (23%), kadar Hb kurang (100%), status paritas Primigravida (48%), penyulit kehamilan (13%). Layanan kesehatan Antenatal Care, yaitu tidak rutin melakukan kunjungan (32%), petugas periksaan kehamilan oleh Bidan (84%), tempat kehamilan kehamilan diluar fasilitas kesehatan (68%), tidak mendapatkan pengetahuan, informasi dan pengetahuan (10%). Rerata semua kebutuhan gizi ibu hamil berkategori kurang dari 80% angka kecukupan gizi, begitupula juga rerata persentasenya. Kesimpulan dalam penelitian ini berbagai faktor terkait, perlu memberikan informasi yang mudah dilaksanakan ibu hamil dengan memanfaatkan kader kesehatan setempat.
Persepsi Ibu Hamil terhadap Persalinan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Banjar Erlenie Dia
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.433

Abstract

Kabupaten Banjar telah melampaui cakupan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil secara nasional dan merupakan kabupaten tertinggi ke-2 tahun 2016 dalam cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Provinsi Kalimantan Selatan. Namun angka persalinan pada fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjar masih rendah dan paling signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Ibu Hamil terhadap persalinan pada fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjar. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasinya adalah Ibu hamil yang menghadiri kegiatan Kelas Ibu Hamil di Kabupaten Banjar di bulan Desember 2017. Tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling terhadap 100 orang Ibu Hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasilnya Ibu hamil mempunyai persepsi yang baik tentang keberadaan, manfaat, kemudahan akses dan lokasi fasilitas kesehatan. Demikian juga manfaat dan keselamatan persalinan, kemampuan petugas serta kelengkapan peralatan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, hanya persepsi tentang bahaya persalinan di rumah dan kemudahan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan persepsi cukup. Kesimpulannya bahwa Ibu hamil di Kabupaten Banjar memiliki persepsi yang baik terhadap persalinan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Kata kunci : persepsi, Ibu hamil, persalinan, pemanfaatan, fasilitas pelayanan kesehatan
Hubungan Kadar Hemoglobin Terglikosilasi (HbA1c) dengan Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG) Pasien DM Tipe II di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama : Relationship between Glycosylated Haemoglobin (HbA1c) Levels with Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) in Type II DM Patients in Primary Health Care Facilities Betty Rachma; Ani Widyastuti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.434

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik yang prevalensinya semakin meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang, salah satunya berupa penyakit ginjal diabetik ditandai penurunan estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG). Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) diharapkan dapat mengelola penyakit kronis seperti DM tipe II, sehingga meminimalkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan eLFG pasien DM tipe II di FKTP. Penelitian ini merupakan studi analitik korelatif cross-sectional, mengumpulkan data rekam medis 64 pasien DM tipe II yang terdaftar Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) salah satu FKTP di Samarinda. Analisis menggunakan uji pearson. Hasil penelitian didapatkan 64 subjek yang diperiksa, rerata usia 58,45 tahun, terdiri atas 26 laki laki (40,6%) dan 38 perempuan (59,4%). Rerata kadar HbA1c 7,6%, sedangkan rerata eLFG 60,04 mL/min/1.73m2. kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara kadar HbA1c dengan eLFG berupa korelasi negatif (r=-0,404; p=0,001). Sehingga, diperlukan strategi pengelolaan DM tipe II yang optimal dari FKTP untuk meminimalkan komplikasi jangka Panjang.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue